Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.
"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik
"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28
Setelah semua orang pulang dan hanya tersisa Tio yang sedang menidurkan Ezra,Tio sangat merindukan putra nya biasanya setiap hari ia akan bertemu.
"Sayang apa boleh Ezra besok nginep dirumah"
"Tapi mas,bukan gak boleh tapi aku gak bisa jauh dari dia"
"Nanti aku minta izin sama mamah biar kamu juga ikut menginap disana"
"Iya mas coba kamu bilang sama mamah"
Tio menghampiri mamah Lia yang sedang ikut membereskan barang barang seserahan alina
"Mah aku mau bicara sebentar"ucap Tio
"Iya Tio ada apa?"
"Mah apa boleh besok malam Ezra menginap dirumah?"
"Ya bolehlah kan Ezra anak kamu Tio kamu ini ada ada aja"
"Bukan begitu mah,tapi Alina tidak bisa kalau gak tidur sama Ezra"
"Oh maksud kamu Alina juga menginap dirumah kamu begitu?"
"Iya mah"ucap Tio dan mamah Lia berpikir beberapa saat
"Oke tapi kamu harus ingat Tio kamu harus menjaga Alina,dan ingat sesuatu yang penting Tio jangan memetik sesuatu yang belum seharusnya kamu panen Tio,biarkan dia merekah indah sampai waktunya tiba"
"Iya... Mah aku mengerti" Tio paham betul apa yang dimaksud mamah Lia
"Sayang mamah udah ngizinin kamu menginap dirumah jadi besok setelah kita ke luar kita jemput Ezra kesini"ucap tio
"Iya mas,sekarang kamu mau menginap disini atau pulang?"
"Aku pulang ke rumah ya,biar kerjaan untuk besok bisa aku kerjakan sekarang"
"Ya udah kalau gitu kamu hati hati mas"
Tio berpamitan pada orang tua Alina,dan Alina bisa mengistirahatkan tubuhnya karena dari pagi ia sudah sangat sibuk sekali,acara lamaran yang hanya sederhana tapi memakan waktu sampai malam Alina juga tidak habis pikir kenapa bisi begitu.
"Alina bangun..." teriak Devi
"Hey marimar kenapa kamu bisa ada disini berisik tau"
"Dasar teman gak tau adab masa lamaran kamu gak ngasih tau aku,apa kamu tidak menganggap aku sebagai teman kamu Alina!" suara Devi yang melengking Alina menutup telinga nya dengan bantal
"Bisa gak kamu jangan teriak teriak berisik tau"
"Cepat bangun ini udah siang,anak kamu saja sudah bangun masa mau jadi ibu kayak gini"
Alina lupa hari ini ada janji dengan Tio ia mencari handphone nya dan saat Alina melihat pesan dan panggilan dari Tio,maaf sayang pagi ini aku ada meeting dadakan gak bisa diwakilkan setelah makan siang aku jemput kamu isi pesan Tio. Untung dia ketiduran kalau tidak mood pagi pagi ku pasti sudah berantakan
"Hey Alina kamu dengar aku gak sih"ucap Devi
"Iya... Iya aku dengar Devi lamaranku hanya sederhana aku gak ngundang siapa siapa maaf guys nanti saja saat pernikahan ku kamu jadi bridesmaid aku"
"Gak aku gak mau aku marah sama kamu"
"Ya sudah kamu marah aja disini aku mau ke kamar mandi dulu" setelah Alina mandi melihat kamar nya sepi,keman Devi masa dia pulang saat Alina menuruni tangga melihat temannya itu sedang duduk dimeja makan
"Pantas saja aku cariin gak ada ternyata disini"
"Lumayan Lin numpang makan karena dirumah aku belum makan"
"Terus Lo kesini jauh jauh sampe belum makan mau ngapain"
"Gue gabut aja Alina, biasanya kalau gue gabut bisa main ke kost an Lo tapi sekarang gue seperti kehilangan arah"
"Lebay banget"
"Sudah sudah jangan berantem ayo kamu makan Alina,kamu melewatkan sarapan mu"ucap mamah Lia
"Iya... Mah,oh ya mah apa Ezra udah makan?"
"Udah dia udah mandi,dia lagi main sama papah kamu"
"Kenapa papah gak kerja?"
"Enggak katanya lelah sama acara kemarin makannya mau istirahat dulu"
"Suruh siapa aku mau acara sederhana tapi malah seperti nikahan"
"Ya maklumlah anak mamah tinggal kamu aja,jadi mamah mau yang terbaik untuk kamu"
"Oh ya mah Alina nanti siang mau ke luar sama Tio"
"Kalian mau kemana?"
"Jalan jalan aja mah"
"Ya sudah biar mamah bawa Ezra jalan jalan sama papah"
Devi yang hanya fokus pada makanan dan sampai makanan nya habis.
"Kenyang nya Alina"ucap Devi
"Udah kenyang Lo mau ngapain lagi?"
"Gue mau ke rumah sodara gue Alina mumpung lagi disini,ya udah gue pamit dulu ya terimakasih atas makanan nya"
Kesini jauh jauh hanya numpang makan saja dasar kurang kerjaan. Tio memberikan pesan pada Alina untuk segera siap siap Tio akan menjemput nya dan Alina langsung buru buru ke kamar nya ia memilih outfit yang cocok untuk jalan hari ini.
"Sayang udah siap belum ini Tio udah nunggu kamu"ucap mamah Lia
"Iya...mah tunggu sebentar lagi Alina siap" Alina buru buru memasukan handphone nya dan dompet nya kedalam tas karena dia tidak mau kelupaan lagi membawa itu semua
"Ayo mas aku udah siap"
"Mah aku pamit dulu titip Ezra maaf merepotkan"ucap Tio
"Iya gapapa hati hati dijalan nya"
Alina memasuki mobil tio,dalam hati Alina apa aku salah memakai outfit kenapa mas Tio liatin aku kayak gitu ah sudahlah mungkin perasaan aku aja.
"Oh ya mas apa kamu udah makan siang?"tanya Alina mencairkan suasana karena dari tadi Tio tidak berbicara padanya
"Iya udah"Tio menjawab seadanya saja
"Kamu kenapa mas? Apa kamu lagi sariawan? Dari tadi diem terus kalau kamu gak mood untuk jalan ya udah pulang lagi aja"
"Apa kamu sengaja memakai baju seperti itu?"
"Memangnya baju aku kenapa gak ada yang salah kok"
"Kenapa ini pundak nya ke buka Alina"
"Oh ini memang seperti ini model nya mas lagian kenapa gak keliatan seksi"
"Tapi pundak kamu yang mulus bisa orang orang lain lihat aku gak rela Alina"
"Astaga mas kalau kamu gak suka aku pake baju ini kenapa kamu gak bilang dari tadi di rumah biar aku ganti baju nya"
"Karena ada mamah aku takut mamah berpikir aku terlalu overprotektif pada kamu"
"Ya sudah gapapa ya ini ga terlalu keliatan banget"
"hmmm"
Alina bingung bagaimana biar Tio gak marah padanya karena ia dan Aryan dulu tidak pernah bertengkar atau gimana,Alina memegang tangan Tio
"Mas udah dong marah nya kalau marah terus jalan jalan nya gak seru"
"Enggak aku gak marah"
"Tapi muka nya kok tegang terus"
Alina mengecup pipi Tio cup... Tio yang sedang mengendarai mobil nya langsung menoleh pada Alina.
"Gadis nakal bisa nya cuma curi curi kesempatan aja" senyum Tio sudah kembali
"Habisnya kamu terus cemberut kayak gitu aku bingung mas harus gimana"
"Oke kalau gitu aku mau marah aja terus biar kamu bisa mencium pipi ku terus"
"Apaan gak ada ya mas udah jangan marah marah lagi"