NovelToon NovelToon
Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Rizky Pratama adalah lambang kegagalan; hidup miskin, sering dipecat, dan selalu sial, sampai sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Namun, maut justru membawakannya keajaiban berupa Liontin Dewi yang menyatu dengan tubuhnya, memulihkan lukanya secara instan dan melambungkan kecerdasannya di atas rata-rata manusia. Lebih gila lagi, liontin itu memberinya kemampuan mengendalikan tanaman, dari mempercepat pertumbuhan, menemukan herba langka, hingga menciptakan varietas obat ajaib yang belum pernah ada sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

TING.

Kotak teks sistem holografis berwarna merah darah kembali muncul berkedip di depan wajah Rizky.

[Teratai Es Kematian. Kondisi: Mekar Sempurna.]

[Efek: Mengeluarkan kabut racun es yang dapat membekukan darah dan saraf makhluk hidup dalam radius lima puluh meter.]

[Perhatian: Pengguna harus mengalirkan energi murni Liontin Dewi untuk mencabut akar utamanya agar tubuh tidak ikut membeku.]

Rizky menelan ludahnya susah payah saat membaca radius area mematikan yang mencapai jarak lima puluh meter tersebut.

"Radius lima puluh meter itu sudah lebih dari cukup untuk menyapu bersih satu kompi pasukan bersenjata sekaligus."

Rizky memejamkan matanya rapat-rapat dan memusatkan seluruh kesadarannya pada tato daun di tengah dadanya.

Tato daun zamrud itu merespons panggilan tuannya dengan cepat dan mengeluarkan energi hangat yang langsung membungkus seluruh tubuh Rizky.

Cahaya hijau tipis kini menyelimuti kulit dan pakaiannya bagaikan baju zirah tak kasat mata yang sangat kokoh.

Rizky memberanikan diri melangkah maju dan mulai menginjak permukaan es hitam beracun tersebut.

TAP TAP.

Setiap langkah sepatunya di atas es itu memicu reaksi kabut beku yang langsung melesat menyerang tubuhnya layaknya ular kobra.

Namun lapisan energi hijau dari liontin itu dengan sigap mencairkan kabut es tersebut menjadi uap air sesaat sebelum menyentuh kulit wajahnya.

WUSH.

Rizky akhirnya berhasil sampai di tengah lapangan es dan berlutut tepat di depan bunga kristal yang mematikan itu.

Hawa dingin ekstrem dari jarak sedekat ini membuat setiap helaan napas Rizky berubah menjadi kepulan asap putih yang sangat tebal.

"Mari kita selesaikan proses panen ini dengan cepat, aku tidak bisa bertahan terlalu lama membuang energi di suhu serendah ini."

Rizky mengulurkan kedua tangannya dan mencengkeram batang teratai es yang terasa sangat keras dan setajam silet itu.

KRETEK.

Begitu kulit tangannya bersentuhan dengan batang bunga, gelombang kejut es meledak berusaha membekukan aliran darah di lengannya.

Namun Rizky langsung mengalirkan seluruh sisa tenaga dalam liontinnya ke telapak tangannya untuk menahan serangan beku brutal tersebut.

"Cabut dari akarnya sekarang juga," teriak Rizky pada dirinya sendiri sambil menarik batang bunga itu sekuat tenaga ke atas.

TRAAK.

Suara patahan bongkahan es yang sangat nyaring bergema menyebar ke seluruh penjuru dinding pabrik kimia terbengkalai itu.

Bunga teratai kristal itu berhasil tercabut dari akar es hitamnya beserta sedikit tanah beku beracun yang menempel di bawahnya.

Rizky segera memasukkan bunga mematikan itu ke dalam sebuah peti pendingin berbahan baja insulasi khusus yang sudah ia bawa dari klinik.

BAM.

Ia menutup rapat penutup peti baja itu lalu menguncinya dari luar menggunakan tiga buah pengait besi yang kuat.

Begitu sumber udaranya terisolasi di dalam peti, kabut beku di sekitar lapangan limbah secara perlahan mulai menipis dan menghilang terbawa angin malam.

Rizky jatuh terduduk lemas di atas permukaan es hitam sambil terengah-engah mengatur ritme napasnya yang nyaris habis.

HAAAH HAAAH.

Tubuhnya sedikit menggigil gemetar karena efek samping penahanan hawa dingin yang terlalu memforsir tenaga otaknya.

"Sistem ini benar-benar tidak pernah main-main kalau sudah memberikan hadiah barang dengan kualitas legendaris," gumam Rizky sambil mengelap keringat dingin di pelipisnya.

Ia menatap peti insulasi baja di sebelahnya dengan senyum seringai yang sangat mengerikan dan haus darah.

"Seratus preman bersenjata dari Sindikat Naga Hitam pasti akan menjadi pupuk percobaan yang sangat memuaskan untuk bunga kecil ini."

Rizky memaksa dirinya bangkit berdiri dan memanggul peti yang cukup berat itu di bahu kanannya dengan sisa tenaga ototnya.

Ia berjalan dengan langkah cepat keluar dari area pabrik dan segera mencari kendaraan untuk kembali ke lahan perbukitannya.

Waktu malam terus berjalan mundur tanpa henti menuju momen pertumpahan darah yang tidak bisa dihindari lagi oleh siapa pun.

Di lahan perbukitan barat, suasana terasa sangat sunyi mencekam karena Bang Jali dan semua anak buahnya sudah disuruh pulang sejak sore tadi.

Hanya tersisa hamparan bibit herbal muda yang tumbuh sangat rimbun tersapu angin di bawah cahaya redup bulan purnama.

Tiga buah truk boks besar berkapasitas berat tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi mendaki jalanan tanah bergelombang menuju gerbang kebun tersebut.

BRUM BRUM BRUM.

Truk-truk itu mengerem mendadak tepat di depan gerbang kayu kebun dan mematikan semua lampu sorot depan mereka secara bersamaan.

Pintu belakang ketiga truk itu terbuka lebar dan puluhan pria bertubuh kekar langsung melompat turun membawa parang, celurit, dan obor api yang menyala terang.

Mereka semua memakai topeng kain hitam yang menutupi separuh wajah mereka untuk menyembunyikan identitas dari kamera pengawas mana pun.

Pemimpin komplotan preman kejam itu adalah seorang pria tinggi besar dengan tato naga hitam tebal melingkar penuh di lehernya.

"Dengar instruksiku baik-baik semuanya, Bos Hendra membayar kita sangat mahal untuk meratakan tempat sampah ini menjadi abu malam ini juga," teriak pemimpin preman itu memberi komando.

"Bakar semua tanaman herbal yang ada di tanah ini dan cincang daging siapa saja yang berani mencoba melawan kita."

"Siap laksanakan Bos Naga," sahut seratus preman itu secara serempak dengan suara parau yang dipenuhi hasrat haus darah.

Mereka mulai mengayunkan obor api di tangan dan berjalan perlahan memasuki area kebun yang sekilas terlihat sama sekali tidak memiliki penjagaan.

Namun dari balik sebuah pohon beringin besar di tengah kebun, sesosok bayangan manusia melangkah keluar dengan postur yang sangat rileks dan santai.

Rizky berdiri tegak sendirian menghadapi seratus preman bersenjata itu tanpa membawa satu pun senjata api atau senjata tajam di tangannya.

Di dekat ujung sepatu botnya, tergeletak sebuah peti baja insulasi pendingin yang tertutup sangat rapat.

"Kalian datang sedikit lebih lambat dari jadwal awal yang kuterima Tuan-tuan sekalian," sapa Rizky dengan suara lantang yang memecah keheningan bukit.

Seratus preman itu sontak menghentikan langkah arogan mereka dan menatap heran pada pemuda gila yang berani menantang pasukan sebesar ini sendirian.

"Siapa kau bocah tengik yang cari mati? Berani sekali kau menghalangi jalan suci Sindikat Naga Hitam," bentak pemimpin preman itu sambil mengacungkan ujung parangnya.

"Aku adalah pemilik sah dari tanah yang sedang kalian injak dengan sepatu kotor kalian saat ini," jawab Rizky tersenyum sangat dingin tanpa rasa takut.

"Kalau begitu kau adalah target utama buruan kami, tebas kepalanya sekarang juga sampai putus," perintah sang pemimpin tanpa sudi berbasa-basi lagi.

Sepuluh preman di barisan paling depan langsung berteriak marah berlari sambil mengayunkan celurit dan parang mereka ke arah leher Rizky.

Rizky sama sekali tidak bergeming atau mundur dari tempatnya berdiri dan hanya menundukkan kepalanya menatap peti di dekat kakinya.

"Waktunya makan malam yang menyenangkan bunga es kecilku yang manis."

KLAK.

Rizky menendang paksa pengait kunci penutup peti baja itu hingga terbuka terpelanting bebas ke udara malam.

1
Abady Ehm
cerita sampah, seharusnya dia obati dulu ibunya yg sakit2an, habis beli lahan, carilah pekerja untuk dibersihkan dan dipagar keliling, lalu dibuatkan pondok untuk preman penjaga lahan tuh, jgn ngsal gitu ceritanya, baru bab 11 udah bosan bacanya,.....
Nissa Safira: Terima kasih atas kritiknya kak😅
Saya paham concern-nya soal ibu Rizky dan pengelolaan lahan.
Semua itu sengaja belum dieksekusi sekarang karena ada konflik dan konsekuensi yang mau saya bangun di bab-bab selanjutnya.
Kalau Rizky langsung "sempurna" dari awal, cerita dan pertumbuhannya jadi kurang greget.
Mohon bersabar ya, saya janji bakal dijawab semua di bab bab berikutnya 🙏😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!