(Follow Instagram aku ya @rafizqi0202)
Aria Hastuti seorang gadis desa yang pergi merantau ke kota xx untuk mencari pekerjaan.
Aria yang hanya tamatan SMA, sangat sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan di kota.
Karena kecantikan yang ia miliki, Aria diterima bekerja di sebuah hotel ternama di kota xx sebagai OB.
Namun siapa sangka? Kedatangannya ke hotel itu malah menjadi petaka baginya.
Ia melewati malam yang panjang bersama pria yang tidak ia kenal.
Karena pengaruh obat yang mereka minum, mereka melewati malam yang panjang tanpa mereka sadari yang membuatnya hamil diluar nikah.
Bagaimanakah nasib Aria selanjutnya?
Ayo simak cerita ini sampai habis.
Jangan lupa beri Author dukungan dengan memberikan Like, komen dan vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membawanya dengan paksa
Alan menghela nafas berat, "Aku sudah terlanjur nyaman berada didekat mu dan Jifa. Aku akan memperjuangkan kamu Aria dan segera menikahi kamu" Ucap Alan mantap.
Hari pun berlalu. Sudah hampir sebulan nenek meninggalkan Aria dan Jifa di dunia ini. Dan selama itu pula Alan datang dan pergi kerumah Aria.
Semenjak kedatangan Alan ke kampung itu, banyak gosip yang beredar dikampung bahwa Alan adalah calon suami Aria. Dan Alan tentu senang, karena itulah yang dia inginkan walaupun berulang kali Aria mengusir Alan untuk menjauh darinya.
Namun Alan masih bersikeras dengan hatinya untuk mendapatkan Aria. Selama ini, hanya Aria lah wanita yang bisa membuka bongkahan dingin hati Alan.
Terlebih lagi, pernikahan nya dengan Feni tinggal satu bulan lagi. Demi untuk menggagalkan pernikahan itu, Alan harus secepatnya mendapatkan Aria untuk menggantikan Feni di pernikahannya nanti.
Sore harinya,
Alan datang dengan segerombolan orang.
Aria gemetar, pasalnya Alan datang dengan banyak nya anak buahnya.
"Apa yang mereka lakukan? Apa mereka ingin membunuhku? Atau ingin merebut Jifa dariku?" Ucap Aria beruntun.
Dor.
Dor.
Dor.
Suara pintu digedor dengan kasar dari luar.
Seketika Aria terperanjat, "Cepat buka! Atau kami dobrak pintu ini" Teriak seseorang dengan nada yang kasar.
Alan masih duduk disebuah bangku yang sudah disiapkan anak buahnya. Ia menatap rumah Aria dengan tatapan dinginnya.
"Maafkan aku Aria. Aku harus sedikit bersikap kasar padamu saat ini, untuk memaksamu menyetujui pernikahan itu" Batin Alan.
Dor.
Dor.
Dor.
Kembali pintu itu digedor, namun sosok Aria belum juga Keluar.
Krekkkk.
Seketika pintu dibuka, Alan melukiskan senyuman dibibir nya.
"Mau apa kalian?" Tanya Aria yang sudah berada diambang pintu.
Belum sempat menjawab, Jifa sudah lebih dulu datang dari bermain dengan teman-temannya.
"Om kesini?" Tanya Jifa ramah. Alan tersenyum senang.
"Iya, om datang untuk menjemput kamu dan ibumu" Ucap Alan mantap.
Aria terbelalak mendengar perkataan Alan. "Maaf tuan Alan yang terhormat, saya dan anak saya lebih nyaman tinggal disini" Jawab Aria cepat.
Alan sedikit menoleh ke arah Aria. lalu kembali menatap Jifa.
"Ditempat Om banyak mainan, apa Jifa ingin main kerumah om" Tanya Alan kepada Jifa.
Jifa nampak tersenyum senang, "Aku mau Om. Tapi ibu?" Ucap Jifa yang juga ragu jika meninggalkan ibunya sendiri dirumah.
Alan kembali tersenyum licik, "Ibumu?" ia menoleh kearah Aria yang sudah mulai gelisah. Alan tau betul, Aria tidak akan menolak jika anaknya yang meminta.
"Ibumu juga ikut, iya kan Aria?" Sambung Alan lagi. Aria nampak tidak menjawab. Wajahnya gelisah.
"Buk, ayo kita main kerumah om Alan" Ajak Jifa senang. Nampak Aria menatap wajah anaknya. Sialnya, ia selalu tidak bisa menolak ajakan anaknya. Jifa terlalu bersemangat saat ini, bagaimana mungkin ia tega untuk membuat senyuman itu pudar.
"Baiklah nak, ibu akan ikut" Balas Aria kemudian setelah sejenak berpikir.
Mendengar itu, Alan tersenyum senang. Ternyata usahanya dipermudah oleh Jifa. Beruntung Jifa datang disaat ia ingin membawa Aria dengan paksa.
Mereka pun berangkat menuju Mension besar milik Alan.
"Om kok belum sampai? Apa rumah nya masih jauh?" Tanya Jifa, karena sudah beberapa jam tidak sampai jadi Jifa bertanya disana.
Alan menatap Aria sejenak, lalu kembali menatap Jifa. "Rumah om itu jauh, mungkin Jifa akan menginap disana" Jawab Alan lembut.
"Hore, jadi Jifa bisa nginap di rumah Om?" Tanya Jifa senang. Alan malah terlonjak, melihat Jifa yang malah senang jika menginap dirumahnya. Ini akan mempermudah dirinya untuk mendapatkan Aria.
"Jifa, jangan seperti itu. Kita hanya main sebentar disana" Ucap Aria cepat. Jifa terdiam setelah mendengar ucapan ibunya. Ada rasa kecewa dihatinya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,
Jangan lupa dukung karya saya, dengan like, komen dan vote ya.
Baca juga novel Lainnya:
-Menikahi CEO Yang Kejam
-Menikah Karena Hutang
jadi ga tau kelanjutan nya gimana.
lanjut dong Thor kisah ceritanya ditunggu.
Karena setelah badai selalu akan tampil langit yang cerah.. bahkan dengan indahnya sang Pelangi 🌈