NovelToon NovelToon
Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:9.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Amelia.R

18+

Berawal dari Diko yang salah masuk ke kamar kos Riana dan membuat keduanya salah paham. Namun tak disangka ternyata Diko adalah lelaki akan dijodohkan dengan Riana.

Banyak lika-liku yang mereka lewati untuk saling menumbuhkan cinta. Dan disaat cinta mulai bersemi, mereka diuji dengan terkuaknya masalalu Diko yang tak diketahui Riana.

"Aku ingin selamanya bersama kamu Ri, hanya bersama kamu, bukan yang lain termasuk dia"

Berhasilkah Diko meyakinkan Riana? Akanlah cinta mereka bisa bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Setelah mereka cukup lama mengobrol ngalor ngidul, Tia mulai menyenggol kaki Diko guna untuk memberi kode. Diko pun mengangguk.

"Pa, Ma, kita berdua mau ngomong. Penting" ucap Diko membuka obrolan.

"Ada apa? Kok kayaknya penting banget" tanya Pak Ridwan.

"Iya, ada apa sih? Jangan bikin mama deg-degan gini deh" sahut Bu Hesti.

"Gini Ma, Pa.. Tia baru dapat kabar kalau Reza ga jadi pindah tugas bulan depan, melainkan dua minggu lagi" ucap Diko lancar.

"Wah berarti pernikahannya harus dimajukan dong. Sekitar 10 hari lagi dari sekarang mungkin bisa" jawab Pak Ridwan memberi solusi.

"Nah, masalahnya kita kan harus fokus ngurusin nikahannya Tia. Bagaimana kalau aku nikahnya belakangan aja Pa, Ma? Aku ga apa-apa dilangkahin Tia" jelas Diko.

"Lha kalau nikah itu yang penting sahnya, yang penting sakral dan lancar. Tidak perlu yang ribet-ribet segala. Kalau untuk persiapan itu tidak masalah, Papa yakin banyak gedung dan catering yang bisa menghandle semuanya. Kami masih bisa mengurusi dua pernikahan kalian" jawab Pak Ridwan santai.

Diko menyenggol kaki Tia, isyarat menyuruh Tia menyelamatkannya.

"Hmm Pa, Mas Diko kan belum siap kalau harus menikah secepat itu" ujar Tia memelas pada ayahnya.

"Memangnya kamu sama Riana belum ada progresnya juga udah satu bulan ini? Belum ada bertemu lagi sejak hari itu?" tanya Pak Ridwan sambil mengeryitkan dahi.

"Hmm, ada Pa. Cuma kan ga bisa secepat itu juga Pa kalau untuk nikah. Apalagi kita berdua belum sama-sama yakin" jawab Diko.

"Ah Papa sama Mama menikah 3 hari setelah dikenalin. Alhamdulillah udah lebih dari 30 tahun masih saling sayang, masih saling bertanggung jawab. Ya kan Ma?" ucap Pak Ridwan kemudian menoleh minta persetujuan istrinya.

"Iya nak, yakin itu tidak perlu didapatkan dari banyak hal. Jika kamu lihat ada satu hal yang membuat kamu nyaman, dan dihargai oleh orang itu, segera pasang niat yang baik, langsung utarakan. Tidak perlu berlama-lama" jawab Bu Hesti yang diam sejak tadi.

Diko hanya bisa terdiam mendengar jawaban orang tuanya. Sepertinya ia tidak berhasil meminta untuk mengulur waktu lagi.

"Kamu jangan bilang Papa dan Mama paksa kamu untuk menikah. Kamu sudah janji akan serius mencari jodoh sejak setahun yang lalu saat Tia di lamar Reza. Tapi apa? kamu tidak bisa pegang janji kamu. Kalau masalahnya kamu gagal, mungkin Papa dan Mama bisa mengerti. Tapi kamu bahkan tidak memulainya sama sekali. Sampai akhirnya Papa yang turun tangan mengenalkan kamu sama Riana. Sudah di depan mata pun kamu tidak bisa bergerak cepat Dik? Kamu tunggu apa lagi? Kamu mau cari yang bagaimana? Perasaan menyayangi itu, mencintai itu, bisa dipupuk dan disiram. Kalau dibiarkan saja, ya layu, bahkan mati. Begitulah konsepnya. Dan kalau kamu diam saja tidak bergerak mencoba memupuk dan menyiraminya, sama saja kamu mematikan rasa yang ada dalam diri kamu, makanya kamu tidak bisa membuka hati kamu untuk siapapun." jelas Pak Ridwan panjang lebar.

Diko hanya tertuntuk lesu mendengarkan omongan ayahnya. Ia pun mengutuk dirinya sendiri, kenapa sudah dekat dengan pernikahan Tia ia baru memulai pencariannya.

"Sudah, Papa dan Mama mendoakan kamu semoga kamu bisa menyelesaikan semua ini" ujar Pak Ridwan sambil menepuk bahu anak sulungnya itu, kemudian berdiri.

"Ayo Ma, katanya mau jalan pagi keliling komplek" ajak Pak Ridwan pada istrinya.

Bu Hesti langsung berdiri mengikuti suaminya dari belakang.

"Oh iya, Tia kamu cepat mandi dan siap-siap. Kita hunting gedung hari ini" tambah Pak Ridwan sambil menoleh pada Tia.

Tia mengangguk.

Tia yang tahu hati kakaknya sedang dirundung kegalauan yang teramat sangat langsung berdiri dan memeluk kakak satu-satunya itu.

Diko membalas pelukan adiknya itu sambil tersenyum.

"Ga apa-apa. Doain Mas ya" ucapnya sambil mengacak rambut adiknya kemudian naik ke lantai dua untuk kembali ke kamarnya.

1
Ira Suryadi
Maaf ka Aku kasih Bintang 4 ya,, 🙏
Marlvsa Marlvsa
knp sich thor tega amat byat alur y kk ginii😭😭😭
Venus Fajar
Tidak mudah mengembalikan cermin yg retak seperti semula😡
Nona Cherry Jo
riana.. aku padamu 👈@👉
Nona Cherry Jo
sok tampan kau dico,, riana bikin dico kapok dulu
Nona Cherry Jo
ini namanya sahabat rasa saudara
Ana Rustiana
aduuuh mulaideh🙈🙈
Ana Rustiana
satset 🥰🥰
Ana Rustiana
kok bisa emang d konci pintunya /Grimace//Grimace/
Surabaya Honda
someone has already arranged a match. will definitely meet even if there are obstacles from any side
Aysha Nur
bagus suka alur nya jelas
Coco
wajib dibaca
Coco
Reyhan baru mau tobat pas istrinya mau isdead
Coco
syukur deh kalau rumah tangga mereka lagi baik baik aja
Coco
Entah kenapa aku curiga sama Dira
Coco
Diko ternyata bejat banget
Coco
Devi bener bener kejem
Coco
Dira sefara?
Coco
kayaknya bau bau suruhan dira
Coco
Ayo usut tuntas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!