NovelToon NovelToon
Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafi'

Jangan lewatkan juga "DITAKDIRKAN MENCINTAIMU" dan "NGUMBARA CINTA"



Mengandung adegan dewasa 21+ jadi bijaklah dalam membaca.

Seorang dokter cantik bernama Ziya Almahiyra yang harus membayar hutang ayahnya dengan menjadi pembantu dirumah Aditya Dewa Bagaskoro tanpa gaji sedikitpun selama satu tahun.

Lalu bagaimana dengan cita citanya yang ingin mendirikan klinik sendiri,untuk menolong sesama, meringankan rasa sakit yang diderita pasien?

Ayahnya yang bangkrut karna hutang menggunung.Membuat sang ayah mengidap sakit jantung.Sang kakak bernama Nabila Sahara yang selalu pergi ke klub bersama teman temannya seperti tidak mau tau akan keadaan yang menimpa keluarga, adalah persoalan rumit bagaikan benang kusut yang tak mampu Ziya uraikan.

Aditya Dewa Bagaskoro menikahi Ziya. Kebahagiaan pun menghampiri keduanya. Namun apa jadinya jika ternyata ibunya tidak menyetujui pernikahan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah.

Ziya sudah merasa baikan setelah seharian berbaring dan menghabiskan makanannya. Lisa masih tidur di sofa karna juga merasa letih. Saat itu dia sudah tidur pulas mulai sore, dikagetkan oleh ketukan pintu dari Cak Ali.

Jam tiga dini hari mereka sampai di rumah sakit. Lisa tak kuasa menahan kantuknya tidur lagi di kursi tunggu rumah sakit, setelah itu pergi ke cafe untuk membeli sarapan. Tak terduga saat kembali Ziya terkulai lemas di lantai. Untung ada kakaknya Ziya sehingga langsung mendapatkan perawatan.

"Bagaimana keadaanmu Ziya?" Bangun dari tidurnya dan bersandar pada sofa.

"Aku sudah baikan, aku ingin menengok ayah!"

"Aku akan bilang dengan dokter sebentar" Lisa berlalu untuk memanggil dokter.

"Mau kemana kamu" Nabila bertanya saat dilihatnya Lisa menutup pintu.

"Ini kak, katanya Ziya ingin menengok ayahnya!" Lisa pun melihat ada dokter dibelakang Nabila.

"Permisi saya mau periksa pasien" Berkata pada Lisa yang masih enggan beranjak dari pintu.

"Owhh iya dokter silahkan" baru menyingkirkan badannya dari pintu.

"Ayo ikut masuk, kita makan dulu sebelum tengok ayah"

Nampak dokter berbincang dengan Ziya.

"Semua sudah normal kembali, tapi jangan terlalu stress dan istirahat yang cukup kemarin tensi darahmu rendah, tentunya anda sudah tau dong apa yang mesti anda lakukan." Dokter Cahyono berkata.

Baik dok, saya mengerti. Berarti saya sudah boleh out ya dok tensi saya sudah normal kan"

"Oke, kalau tidak ada keluhan lagi ya boleh pulang hari ini"

"Terima kasih dokter."

"Sama sama, saya permisi dulu"

"Dokter sebentar dok, saya bukannya menolak tawaran dokter tempo hari itu, tapi karna ada urusan lain, jadi saya tidak bisa menerima pekerjaan itu." Ziya ingat tawaran dokter Cahyono saat itu.

"Tidak apa apa, aku sudah tau, semoga masalahmu cepat kelar ya." tersenyum dan beranjak pergi.

Perawat melepas infus dilengan Ziya. Setelah itu Ziya beranjak menuju kamar mandi.

"Aku mandi dulu kak, lengket banget dari pagi nggak mandi"

"Ya udah sana, ini baju ganti kamu dan ini juga ada baju buat kamu Lisa" Lisa dengan antusias mengambil paper bag. Dan Ziya langsung ke kamar mandi untuk menuntaskan panggilan alam dan membersihkan diri.

Ziya sudah rapi dan selesai makan. Giliran menengok sang ayah.

"Kakak dimana kamar ayah"

"Ini belok kiri nomer 2"

"Ruangan VIP kak, siapa yang bayar?" bisik bisik agar tak terdengar oleh Lisa.

"Suami kakak" Ziya membulatkan matanya sempurna.

"Kapan kakak menikah?"

"Seminggu yang lalu"

"Aku tinggalin kaka baru dua minggu udah nikah aja. Cepet banget atauuu"

mengingat kakaknya yang tak ada gosip punya pacar. Tapi bisa jadi kan kemungkinan tidur dengan pria hidung belang pikir Ziya. Secara kakaknya selalu protes dengan kondisi keuangan yang menimpa keluarga nya.

"Atau apa! jangan sotoy luh" sambil menyentil kening Ziya sambil berjalan.

"Kakak"

Berkaca kaca dan memeluk kakaknya, dengan sentilan itu Ziya merasa kakaknya sudah menghangat. Pelukannya pun dibalas dengan erat.

"Maafkan kakak dek"

Entah untuk apa dia merasa harus meminta maaf. Mungkin karena sikapnya yang berubah dingin. Dan kesalahannya yang tidak mengundang Ziya saat menikah.

"Kenapa minta maaf kak, kakak tidak salah. Akulah yang salah karna memilih belajar jauh dari kakak di saat kakak terpuruk. Sekarang aku senang karna kakak sudah menemukan tambatan hati. Semoga SAMAWA ya kak." memeluk lagi.

"Itu bukan salahmu dek, justru kakak merasa tak mampu. Karna kakak keluarga kita kesusahan" Meratapi apa yang sudah dilakukannya.

"Semua sudah berlalu kak, jangan disesali lagi, aku sudah bahagia saat kakak mau bicara lagi seperti ini"

Kau sangat mudah memaafkan kesalahan orang lain dek. Batin Nabila.

Makin mengeratkan pelukannya. Lisa tak tau letak permasalahannya kedua saudara itu hanya diam saja. Tapi dia bisa merasa bahwa sebelumnya pasti kakak beradik itu merajuk. Memiliki saudara pertengkaran atau perselisihan memang hal yang wajar terjadi, namun karena kasih sayang dan ikatan batin yang kuat tentu akan menyatukan mereka kembali. Lisa juga meneteskan air mata ikut terharu.

"Sudah lepaskan, lihat aku jadi berantakan karenamu, make up ku juga rusak" Nabila merapikan rambut dan mengusap air matanya.

Ziya merasa lega karna pembatas diantara dirinya dan sang kakak, seperti nya akan memudar. Mungkin hanya butuh sedikit waktu agar semua membaik seperti sebelumnya.

"Ayah" bersamaan.

Ayah melambaikan tangannya dengan senyum yang mengembang.

Keduanya langsung masuk dan mencium tangan dan pipi ayahnya bergantian. Kenangan Ardi beberapa tahun lalu berputar di otaknya, sebelum keluarga mereka ditimpa musibah.

"Anak anak ayah sudah baikan, ayah sangat senang" dengan suara berat. Alat bantu pernafasan masih terpasang sempurna.

"Iya ayah, ayah harus sembuh ya!" Ziya memeluk lengan ayahnya manja, walau terhalang selang infus. Ardi mengelus elus rambut Ziya dengan tangan sebelahnya, lalu melambaikan tangannya pada Nabila.

Mereka pun berpelukan bahagia. Nabila mendengar ayahnya bernafas panjang dan menyebut syahadat dan syahadat lagi, yang ketiga terdengar kalimat tasbih. Setelah itu hening, bahkan tangan yang berada di pundaknya terasa lemah.

Ziya pun merasa nadi ayahnya lemah, tak lagi terdengar detak jantung sang ayah, tangan yang tadi hangat berubah dingin. Ziya belum sadar kalau monitor sudah bergaris lurus.

Keduanya shock diguncangnya ayah mereka, namun tak ada respon. Nabila menangis histeris, sedangkan Ziya menekan tombol darurat, seorang dokter dan perawat masuk dengan tergopoh gopoh. Mulai melakukan tugas masing masing. Lalu beberapa pria berseragam putih juga masuk kesana.

Dokter Cahyono keluar dari kamar pasien dengan mengelap keringat nya,

"Bagaimana ayah kami dok, Ziya mulai tak sabar" Meski tau apa yang akan diucapkan dokter, Ziya berharap mungkin ada sebuah keajaiban.

"Maaf Ziya, kami sudah berusaha, tapi semua hanya Tuhan yang menentukan. Ayahmu telah meninggal dunia. Semoga ayahmu khusnul khotimah" Dengan raut wajah sedih dokter berlalu meninggalkan mereka berdua.

Aditya, Winda dan Diki nampak bingung melihat kegaduhan di kamar itu. Ziya dan Nabila nampak keluar dari ruang itu dengan raut wajah sedih. Ketiganya mempercepat langkah mereka.

"Apa yang terjadi" Winda dan Aditya bersamaan. Ziya dan Nabila masih berpelukan dan menangis.

"Ayahnya Ziya meninggal tuan."

"Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un"Ucap ketiganya serempak.

"Turut berduka cita Ziya" Winda memegang bahu Ziya. Ziya langsung memeluk Winda.

"Ayah telah meninggalkan aku kak"

"Kamu yang sabar ya Ziya, semua yang ada di dunia adalah milikNYA dan kepadaNYA jugalah sebaik baiknya tempat kita kembali" mengeratkan pelukannya.

Steven datang dengan membawa map ditangannya. Dia berharap mertua dan istrinya bahagia karena berhasil membeli kembali rumah yang disita oleh BANK. Senyumnya langsung memudar saat melihat Nabila duduk di kursi tunggu dan Ziya menangis dipelukan seorang wanita.

Ada juga rekan kerjanya Aditya.

"Baby, what happened?" Nabila langsung menghambur ke pelukan Steven.

"Ayah Stev, ayah meninggalkan kita, huuuu, ayah pergi meninggalkan kita."

Steven mengelus rambut Nabila perlahan, dan menepuk bahunya pelan untuk memberi kekuatan.

"Ikhlaskan ya baby, semoga ayah diterima amal ibadahnya." Steven pun merasa bersedih, kesempatan nya membuat bahagia mertua sudah lenyap.

Bersambung....

1
Ita Mei Lestari
Marina thoorr
Ran Tea
Luar biasa
Les Tary
zea adalah ziya yg lupa ingatan ya thor
Les Tary
sepertinya mama Maya hrs dikasih pelajaran biar kapok
Putri: Hai Kak, mampir yu ke karya ku "Dia Rain" seru kok walau baru terbit/Drool/
total 1 replies
Thasiroh Dita
luar biasa
Thasiroh Dita
luar biasa
Indh Fitrya
aditya lemot udh tau gitu kenapa g langsung menegahi malah udh di tabrak baru datang
Indh Fitrya
sebenarnya kembar gak sih,,,kog kayaknya malah marina yg tau rahasia tisya dan syita.harusnya kalo kembarkan aditya udh curiga.
Indh Fitrya
apakah syita kembar?????
rosalia rosalia
hadehhjjj....crtnya membuat q bingung.....hmmmmmmm
Elwi Chloe: Hai, ka. Baca novelku juga yuk! "Benih Tuan Leon"

Suatu hal yang harus dia pertaruhkan untuk mendapatkan uang, yakni tubuhnya sendiri. Jecy berakhir menghabiskan satu malam bersama seorang milyarder muda bernama Leon, pria yang terkenal dengan tempramen buruk. Hidupnya kacau ketika sang nenek meninggal dan dia mengetahui bahwa dia hamil.
total 1 replies
Dyon Ayaskelana
😅😅😅
ending yang membanggongkan
suti markonah
masa iya ada novel pemeran utama ny mati smua,aneh
Li5naJait
ngak jelas, berliku2 hanya utk mematikan zeya aza, untung diskip
Li5naJait
trlalu berbelit2 dan makin pusing ngak ada ujung, mana pemerannya banyak bgt, bingung dgn semua hubungan yg ada
Li5naJait
Nabila sgt egois, saat dia sndiri tahu dr awal bahwa kedua org tua Zafran masih hidup
Li5naJait
kenapa aku merasa bahwa Maya sgt hebat dgn semua kejahatannya, hingga saat ini dia masih baik2 aza, padahal semua org tahu perbuatan jahatnya trhadap ziya trmasuk Aditya
Lina Tobing
kasih senyum buat ceritanya ...ok di lanjut thor..semanggat💪
Nafi' thook: terima kasih
total 1 replies
Lina Tobing
Bismillah semoga ceritanya seru yaa
Betty Nurbaini
ujung2nya jatuh cinta... blum perna nemu cerita cewek yg pada akhirnya gak menikah sama penganiaya...
Mercy Sondakh Watti
haaaaa!!!
Nafi' thook: kenapa kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!