" Gue jadi pembantu .... arrrrrrrrrr "
Gimana jadinya seorang anak sultan jadi ART⁉ Penasarankan,Ikuti terus kisahnya,bagai mana ribetnya mengurus dua bayi besar sekaligus padahal dirinya bukanlah babysister.
Dan bagai mana pula kisah cinta mereka akan berjalan jika mereka dipertemukana dengan keadaan sedemikian membingungkan.
Akan kah Diandra bisamenerima perasaan cinta itu dan akan kah Dimittriv benar - benar membuka hatinya untuk wanita lain jika dihati terkecilnya masih ada sosok Isbel mantan istrinya.
Lalu bisakah Diandra meluluhkan hatinya disaat dirinya tak yakin cintanya bersambut.
🐼🐼 Pantengin terus ya mentemen ceritanya 🐼🐼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cipand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
...JALAN - JALAN...
Mahesa menepati janjinya untuk mengajak adik sepupu kesayangnya itu jalan - jalan,setelah Mahesa meminta Gita sekertarisnya untuk mengosongkan jadualnya setelah makan siang Mahesa menjalankan rencananya mengajak Diandra untuk jalan - jalan.
Mahesa juga tak mengingkari janjinya untuk makan siang bersama dengan Diandra.Kali ini Mahesa tak ingin membuat adik kecilnya itu marah,dan juga untuk sedikit menutupi rasa bersalahnya walaupun dia akan tetap merasa bersalah.
Bahkan sampai detik ini pun Wiratama ayah dari Diandra itu artinya oomnya sendiri tidak tau bagai mana hukuman yang dijalani oleh anaknya.Ya walaupun itu permintaan dari oom Tamanya sendiri untuk menghukum sang anak agar jera.
Tapi tetap saja jika sampai oom Tama tau pasti dia akan sangat kecewa terhadap Mahesa.
" Dek ... Mau kemana hari ini ?" tanya Mahesa pada Diandra disela makan siangnya.
" Emmm.... " Diandra tampak berfikir lantas dengan lantanya menjawab " Taman hiburan aja.Dufan gimana?" tanya Diandra.
Rasanya Dindra sudah lama tidak kesana dan ia sedang ingin kesana.Mahesa tampak terkejut dan bingung pasalnya dia dan Refan sudah hafal tempat apa saja yang tak pernah Diandra mau kunjungi dan salah satunya Dufan.
Jika semua orang menganggap Dufan adalah taman hiburan yang mengasikan tempat dimana sebuah kebagiaan terkumpul.
Tapi tidak dengan pemikiran ajaib adiknya itu bagi Diandra dufan dan taman hiburan lainnya sama saja,tidak ada bedanya hanya menyuguhkan kebahagiaan semu semata.
Setiap kali Mahesa dan Refan ingin ke dufan bersama dengan andra maka mereka akan ekstra membujuk gadis itu untuk mau ikut dengan mereka,segala cara mereka lakukan hanya agar Diandra mengatakan 'iya'.
Refan adalah kakak kandung Diandra sewaktu Refan masih lajang mereka sering bermain bertiga,tapi setelah Refan menikah kakaknya itu menjadi sangat sibuk dengan keluarga barunya dan mungkin itu juga lah yang membuat Diandra menjadi berubah seperti saat ini.
" Yakin kamu mau kesana dek kata kamu kan Dufan cuman tempat kebahagiaan apalah itu ?" Mahesa
" Kebahagiaan semu ka. Hanya sementra karna dunia hayalan itu tak nyata kak.Tapi aku lagi pengen naik komedi putar " ucap Diandra menjawab pertanyaan Mahesa.
" Makak jadi bingung " ucap Mahesa
" Ahhh sudah ayolah keburu makin sore " ajak Diandra menarik lengan Mahesa.
*
Mereka benar - benar sampai didufan,dan tempat yang pertama kali Diandra datangi adalah wahana komediputar yang katanya dia ingin menaikinya.
" Yskin kamu ingin naik itu ?" tanya Mahesa bingung.
" Heeh " jawab Diandra dibarengi dengan anggukan kepalanya.Matanya bersinar - sinar tanda bahwa dirinya antusias,anak itu seperti anak kecil yang menemukan makanan kesukaannya.
" Beneran?" kembali Mahesa memastikan.
" Iya kakak...Kenapa sih kaya yang aneh gitu?" tanya Diandra yang dibalas gelengan saja oleh Mahesa.
_Bagaimana ga ngerasa aneh sih dek.Padahal dulu bilangnya ga pernah suka sama wahana itu bahkan kami harus bersusah payah dulu membujuk kamunya.Lah sekarang malah dengan suka rela dia_ Ucap batin Mahesa panjang lebar.
" Kak ayoooo " tarik Diandra karna Mahesa sedari tadi malah melamun.
" Heh iya .. Iya .Ayo "
Mahsa bener - bener dibuat bingung dengan tingkah Diandra hari ini permintaannya terlalu tidak masuk diakalnya.Karna Mahesa terlalu tau adiknya itu bagai mana dirinya begitu keras menolak yang membuatnya tidak suka.
Tapi kali ini malah dia sendri yang mengajak Mahesa ketempat ini.Pertama dufan yang katanya cuman menyuguhkan kebahagiaan semu dan sekarang komedi putar wahana yang amat sangat tak disukai Diandra.
Kata Diandra filosofi komediputar baginya hanya sebuah dunia mimpi seribu kisah mimpi yang hanya seper sekian persen akan menjadi kenyataannya,itu menurutnya.
Karna didunia nyata tak pernah ada pangeran berkuda putih yang akan menjemput sang putri itu terlalu mimpi belaka.
Terkadang Mahesa merasa heran datang dari mana pemikiran seperti itu.Diandra memang cewe manja sangat - sangat manja karna dia dan Rsfan selalu memanjakannya.
Tapi anehnya kelakuan Diandra tak seperti kebanyakan cewe feminim lainnya,banyak gadis sepertinya yang suka dengan cerita pangeran berkuda putih dengan tuan putri.
Ingin seperti filosopi dicerita itu tapi tidak dengan Dindra yang tak pernah suka tentang cerita itu dari dia kecil hingga sekarang,baginya pangeran tak pernah ada jika sekarang itu lah pemikirannya.
Kalau waktu kecil sih Diandra bilang bosen ceritanya sama semua hampir semua temannya menyukai dan tahu tentang ceritanya.
**
Diandra benar - benar menaiki wahana itu hampir beberapa kali hingga membuat Mahesa mual karna saking pusingnya dirnya berputar terus tanpa berhenti.
" Cukup ya Di kakak ga kuat lagi ok,naik yang lain aja ok " pinta Mahesa sedikit memohon,karna jika dia naik lagi bisa dipasikan dia akan mendapatkan jekpotnya. ( hahahaha.😆 cemen kau Mahes ).
" Ahhh ...Elah baru juga dua kali naik masa udah mau berheti ayo lah naik lagi, cemen bener !!" pinta Diandra,sambil mengejek Mahesa.
" Apanya yang dua kali Di ..Sudah 10 kali kamu naik ini apa kamu ga pusing dek ?" tanya Mahesa kesal pada adiknya itu yang mengatainya cemen bagai mana bisa seseorang bertahan diputar - putar seperti itu selama sepuluh kali putaran dan cukup lama juga dengan konteks yang terus menerus tanpa henti.
" Suda ya naik yang lain " pinta Mahesa
" Katanya buat hari ini kakak bakal kabulin maunya aku. Tapi ini apa baru juga segitu udah nolak " ucap Diandra ketus mulai merajuk.
_ *Adu**hhhhh ....Gawat kalau marah lagi bisa makin lama gue disiksa.Tapi kalau gue turutin bisa - bisa jekpot cuma gara - gara wahana sialan ini.Hadehhhh ada - ada aja sih kelakuan ni anak* _ Batin Mahesa kesal.
" Ok.. Nanti kita naik ini lagi tapi setelah naik wahana yng lain dulu ya.Emangnya kamu ga bosen naik itu terus ?" tanya Mahesa.
Diandra tampak berfikir dan mencerna ucapan Mahesa dan dalam hati Mahesa meminta agar adik ajaibnya mengiakan permintaannya untuk naik wahana lainnya.
" Ya uda deh " ucap Diandra akhirnya dia juga merasa kasihan sama kakaknya itu yang sudah terlihat sangat kepayahan karna pusingnya.Dan tanpa sepengetahuan Mahes sendiri dirinya juga merasakan hal yang sama.
Tapi Diandra tak ingin semudah itu menghukum kakaknya itu.
_ *Be**ner apa kata si Berr masih banyak permainan yang lain yang belum di coba.Lagian juga gue ga mau dia KO duluan sebelum puas kasih dia hukuman* _ Batin Diandra.
Mahesa benar - benar mengucap syukur karna Dindra mengabulkan permintaannya.
***
Mahesa benar - benar dibuat kepayahan oleh Diandra,dan Diandra tersenyum puas bahkan tertawa terbahak - bahak saat Mahesa berhasil dibuat jekpot olehnya karna menaiki wahana tornado sampai beberapa kali.
" Puaskan sekarang.Kalau udah puas ayo kita pulang " tukas Mahesa jengkel sendiri.Diandra hanya tersenyum yang membut siapapun merasa tertwan oleh senyum itu.
"Makan dulu yah laper " pinta Diandra yang dituruti Mahesa.
Dan hari itu bergulir begitu saja dengan keseruan bagi Diandra dan kesengsaraan bagi Mahesa karna ulah adiknya itu.