yovada, seorang anak remaja yang memilik obsesi pada pengetahuan. ia tidak peduli dengan apapun, selama itu menambah pengetahuannya maka akan ia lakukan. ia di kenal debagai seseorang yang gila dengan ilmu dan tidak mau menjalin sebuah hubungan karena ia tahu bahwa hubungan tanpa memahami pasangan adalah sebuah penyiksaan. ia yakin bahwa tiada yang memahami perasaannya hingha ia bertemu seseorang yang membuatnya merasa nyaman dan aman. sebuah rasa yang membuatnya bingung dengan jalannya. sebuah lembaran baru yang ia buka demi cerita baru dalam hidupnya. apa yang terjadi selanjutnya dan apa semua akan berakhi karena ego atau malah luluh karena sebuah rasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najmun_huda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CP: 15 Bubur Yovada
Kesya yang melihat itu langsung marah dan menatap Yovada dengan mata yang cemburu parah. Mimi yang melihat dari samping Kesya juga marah dengan wanita itu, ia sadar bahwa kali ini ia kemungkinan bisa kehilangan Yovada yang menjadi teman pertamanya. Mimi yang melihat kondisi lebih kondusif ia langsung meminta Kesya untuk menemui Yovada dan berkata kepadanya. “kakak, cepat temui pacar kakak. Ia sudah selesai sepertinya dengan wanita itu.” Ucap Mimi dengan memaksa Kesya untuk menemui Yovada yang ada di sana.
Kesya yang mendengar itu langsung terdiam. Bukan kenapa namun karena ia tahu bahwa ia bukan pacarnya Yovada. “heh, kurang ngajar. Aku bukan pacarnya. Aku hanya... hanya... eeee.” Ia yang menyadari itu langsung terdiam. Ia sadar bahwa ia bukan siapa-siapanya Yovada dan baru akrab di rumah sakit ini. Sedangkan wanita itu bisa langsung akrab dengan Yovada dengan sekali tatap. Kesya yang menyadari itu langsung terdiam dan menyadari posisinya bukanlah posisi yang begitu menyenangkan. Ia berjalan dengan langkah yang tenang, ia memejamkan matanya dan kemudian menatap dengan tenang dan juga menghembuskan nafas dengan pelan, wajahnya kembali menjadi datar dan kemudian ia melanjutkan langkahnya yang di diiringi oleh Mimi di belakangnya.
Kesya berjalan menemui Yovada dan kemudian ia berdiri di sebelahnya. Ia menaruh tas dan kotak makan Yovada di sebelahnya. Mimi datang dan kemudian langsung datang dan memeluk kaki Yovada. Yovada yang melihat itu langsung memusut kepala Mimi dengan lembut dan penuh perasaan. Seketika wanita itu membuka matanya dan melihat Yovada begitu baik dengan anak kecil itu langsung membuat wanita itu terdiam dan mematung. Ia tidak menyangka bahwa pria yang menjadi tempat bersandarnya adalah seseorang yang sangat perhatian dengan seorang anak kecil. Namun ketika ia menaikkan kepalanya, ia terkejut melihat wajah seorang wanita yang menatapnya dengan tatapan dingin dan penuh kebencian. Tatapannya lebih mirip seperti ancaman yang mau membunuhnya dan menyiksanya dengan brutal. Wanita itu langsung kebingungan dan langsung membalasnya dengan tatapan benci ke Kesya.
Dalam hatinya, wanita itu berbicara dengan suara jengkel kepada Kesya, ia berkata. “Ih, memang dia siapanya pria ini? Aku lagi nyaman berbicara dengan pria baik hati ini. Kenapa dia menggangguku sih? Sebaiknya aku merebut posisi yang bagus untuk mengamankan Yovada.” Ucapnya dalam hati dengan suara yang kesal kepada Kesya. Kepalanya semakin menunduk dan menekan ke pundak Yovada agar wanita itu tahu bahwa ia lebih dekat dari pada dirinya sendiri.
Kesya yang melihat itu merasa jengkel dan juga jijik kepada wanita itu. Mimi melihat sikap wanita itu langsung marah karena ia tidak melepaskan Yovada untuknya. Ia pun berbicara kepada Yovada dengan wajah dan tatapan polosnya. “Kakak Yovada, itu kakak Kesya membuatkan bubur yang enak buat kakak. Masa makanan pacar kakak sendiri tidak mau kakak makan? Entar kalau nikah bagaimana kakak akan terbiasa?” Ucap anak kecil itu dengan lembut dan penuh kepolosan di matanya.
Kesya yang mendengar itu terdiam dan kemudian dan wajahnya memerah. Wajahnya berhenti datar dan langsung menegang malu karena mendengar itu dari seorang anak yang dia anggap sangat polos dan tidak tahu apa-apa. Di sisi lain, wanita itu yang mendengar itu langsung terkejut, wajahnya memerah, matanya melotot dan kepalanya langsung terbangun dari pundak Yovada. Yovada yang mendengar itu langsung terkejut namun kemudian ia kembali tenang dan kembali memusut kepala anak kecil itu dengan pelan dan juga penuh kasih sayang.
Kesya yang melihat wanita itu langsung menjauhkan kepalanya dari sisi Yovada langsung tersenyum kecil dan kemudian ia langsung ia berjalan mendekati Yovada dan kemudian ia langsung memberikannya sekotak bubur yang di buatnya tadi pagi. Ia memberikannya berserta sendoknya juga. ia juga mengeluarkan dua kota lainnya yang berisi bubur yang sama. “aku membuat 3 kotak agar kita bisa makan bersama dan takutnya kamu mau menambah buburku jadi aku membuat cadangannya. Nikmatilah.” Ucapnya dengan pelan namun juga dingin seperti sedang menjaga sikapnya di hadapan wanita itu. Ia masih memperhatikan wanita itu agar tidak bertindak sembarangan dengan Yovada apa lagi ada di hadapannya.
Wanita itu langsung menatap sinis kepada Kesya karena ia seakan membenci kedatangannya di saat ia sedang nyaman dengan Yovada. Ia kembali memalingkan wajahnya dan membicarakan Kesya di dalam hatinya. “dasar wanita muda, tidak tahu sopan santu dengan orang tua, pasti ia tidak mengenal apa itu tatak kerama di keluarganya. Anak aku nanti akan aku didik agar tidak menjadi wanita lajang ini.” Ucapnya dalam hati ambil memaki Kesya dengan tatapan yang masih sinis dengan penuh kebencian dan juga tidak sukaannya pada Kesya.
Kesya yang melihat itu langsung tersenyum jahat dengan rasa puas dengan sikapnya. Ia berbicara dalam hati dan kemudian mulai tertawa kecil. “huhuhu, lihat wanita malang ini. Salah dia sendiri menikahi seseorang yang tidak baik untuk masa depannya. Bisa-bisanya ia melakukan hal bodoh itu. Ingat umurmu dan posisimu wahai wanita kegatalan, kamu bukan siapa-siapanya Yovada sekarang. Tidak lebih dari orang asing yang menangis di pundak orang asing. Jangan mimpi cerita novel di pagi hari mbak.” Ucap Kesya dengan suara yang puas dan penuh kelicikan darinya.
Kesya memberikan bubur satunya ke Mimi dan ia menerimanya. Mereka membuka buburnya dan kemudian aromanya tercium di sekitar mereka termasuk di hidung wanita itu. Wanita itu yang mencium aroma bubur tersebut seketika itu langsung ikut lapar juga. ketika Yovada mau menyuap sesendok buburnya, ia seketika langsung terdiam karena melihat wanita itu seperti kurang nyaman dengan mereka kini. Yovada berusaha mencairkan suasana dengan menawarinya suapan buburnya. Wanita itu yang melihat ia mau di suapi oleh Yovada langsung wajahnya memerah dan kemudian ia langsung berpaling ke arah Yovada sambil membenarkan rambutnya dan kemudian ia membuka mulutnya dan kemudian ia menunggu suapan manis dari Yovada.
Ketika ia mau di suapi oleh Yovada, Mimi langsung menegur mereka dan kemudian menyerahkan kotak buburnya kepada wanita itu sambil berkata pada mereka. “apa kalian tidak tahu tatak krama? Pasti orang tua kalian tidak memberi tahu pada kalian. Aku masih anak kecil dan kalian mau bermesra-mesraan di hadapanku? Kalian mau merusak pemikiranku yang polos? Sebaiknya kamu memakan punyaku saja dari pada punya kak Yovada.” Ucapnya dengan marah kepada wanita itu dengan sedikit kesal. Wanita itu mengambil kotak makan Mimi lalu memakannya dengan wajah yang cemberut kepadanya.
Kesya yang melihat itu langsung tertawa kecil dengan sedikit lebih besar dari sebelumnya. “dasar wanita murahan, bahkan Mimi bisa lebih pinta darinya. Yah, setidaknya ia bisa lebih berguna dan tidak semenyebalkan wanita itu. Baiklah, kamu akan menjadi temanku yang akan menemaniku mengamankan pria idaman aku ini.” Ucapnya dalam hati seperti puas dengan perlakuannya kepada wanita itu.
Yovada yang melihat itu langsung terdiam dan kemudian mengarahkan sendoknya ke Mimi. Mimi yang melihat itu langsung terkejut dan terdiam. Ia menatap ke arah Yovada dan Yovada menjawabnya dengan mengangguk kecil kepadanya. Ia membuka mulut kecilnya dan kemudian ia langsung memakannya dengan lahap. Yovada yang menyuapi Mimi langsung tersenyum senang dengan tingkah Mimi yang seperti anak-anak yang suka di manja. Wajah mimi langsung memerah di sekitar pipi namun memerahnya lebih parah ketika ia di pusut di kepalanya oleh Yovada. Wajahnya seketika memerah layaknya tomat.
Wanita itu yang melihat Mimi di manja seperti itu langsung marah dan merasa ia di jebak. “astaga, anak siapa yang memiliki pemikiran seperti ini? Jika aku tidak menerima kotaknya mungkin aku sudah di suapi dan kepalaku di pusut dengan penuh kasih sayang dan juga cinta. Sialan, licik juga ia rupanya. Pasti selicik orang tuanya.” Ucap wanita itu dengan kesal dalam hatinya kepada Mimi yang saat itu di manja oleh Yovada dengan penuh kasih sayang padanya.
Kesya yang melihat itu juga langsung panik dan juga cemburu parah kepada Mimi. “gila, ada udang di balik batu rupanya Mimi. Parah sekali setelah mengatakan aku adalah pacarnya dan kini ia merebut kasih sayangnya Yovada dariku dan di hadapanku? Kamu baru saja aku anggap teman tadi dan kini kamu malah berbuat hal buruk di hadapanku? Oh jangan harap kamu bisa kabur dari semua ini setelah kamu merebut kasih sayang Yovadaku.” Ucap Kesya dalam hatinya dengan penuh kecemburuan dan amarah padanya.
Mimi yang melihat mereka seperti kesal kepadanya karena mendapat kasih sayang Yovada langsung memejamkan matanya kemudian tersenyum sambi berbicara dalam hatinya. “ya, gadis dan wanita ini payah sekali merebut Yovada, jadinya aku kan yang mendapat kasih sayang Yovada. Kalian apa saja sih? Namun aku tidak dapat menolak kasih sayang yang di berikannya kepadaku. Tidak etis bukan mengganggu seseorang yang lagi di beri kasih sayang? ” Ucapnya dengan tenang dan juga penuh kebanggaan padanya.