NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Akan Menonton Kalian Hancur

Kali Ini, Aku Akan Menonton Kalian Hancur

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:959
Nilai: 5
Nama Author: Anaya Barnes

Di kehidupan pertamanya, Li Yuexin adalah "Mutiara Kekaisaran Shenghua" yang lembut, tulus, dan terlalu mudah percaya. Ia menyerahkan harta, kedudukan, dan cintanya kepada Gu Wenhao, pria yang ia kira adalah belahan jiwanya. Namun, balasan atas kesetiaannya adalah racun diam-diam, pengkhianatan oleh sahabat masa kecil, dan kematian menyedihkan di tangan suami dan anak angkatnya sendiri.
Ketika matanya terbuka kembali, Yuexin menemukan dirinya kembali ke masa lalu, tepat sebelum jebakan itu tertutup rapat.
Kali ini, Mutiara itu tidak lagi bersinar karena pantulan cahaya orang lain. Ia telah berubah menjadi es yang tajam dan perhitungan yang dingin.

"Belas kasih diberikan kepada yang pantas. Keadilan diberikan kepada yang bersalah. Dan kali ini... aku hanya akan duduk santai, sambil menikmati pertunjukan kehancuran kalian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anaya Barnes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Malam itu,

Istana Bulan Giok terasa seperti kuburan yang sunyi. Tidak ada pelayan yang berlalu-lalang, tidak ada suara langkah kaki. Hanya desiran angin malam yang menerobos celah jendela, membawa hawa dingin yang menusuk tulang.

Putri Li Yuexin duduk di depan meja kerjanya, dikelilingi oleh tumpukan dokumen. Di tangannya, ada daftar nama pengunjung Perpustakaan Kerajaan selama seminggu terakhir, daftar yang dia curi diam-diam dari arsip Kasim Zhou dengan alasan "memeriksa silsilah leluhur".

Matanya menyapu baris demi baris nama dengan ketajaman pisau bedah. Dia mencari hal yang janggal, mencari pola dan mencari siapa yang memiliki akses ke informasi tentang rencana umpannya di Distrik Selatan.

Rencananya hanya diketahui oleh tiga orang, Putri Li Yuexin sendiri, Qingyu, dan Kasim Zhou.

Qingyu sedang tidur di ruang luar, kelelahan setelah pelarian tadi malam. Putri Li Yuexin sudah memeriksanya secara halus, tidak ada tanda-tanda komunikasi mencurigakan dan kesetiaan Qingyu telah teruji berkali-kali dalam kehidupan pertama maupun kedua. Mustahil dia pengkhianatnya.

Kasim Zhou? Pria tua itu misterius, tapi motivasinya tampaknya sejalan dengan kejatuhan Selir Rong. Jika dia berkhianat, dia tidak akan membantu Putri Li Yuexin mendapatkan bukti keuangan Selir Rong di Bab 12.

Jadi, siapa?

Putri Li Yuexin menatap daftar itu lagi. Ada satu nama yang muncul berulang-ulang dalam konteks yang aneh.

Han Zixuan.

Putra Marquis Han Cheng. Pria yang lamarannya ditolak Yuexin di Bab 6.

Menurut catatan pustakawan, Han Zixuan mengunjungi perpustakaan setiap hari Selasa dan Jumat sore, selalu meminta buku-buku tentang strategi militer kuno dan geografi ibukota. Topik yang wajar untuk seorang calon pejabat militer.

Tapi, Putri Li Yuexin memperhatikan sesuatu yang lain. Setiap kali Han Zixuan keluar dari perpustakaan, dia selalu melewati paviliun tempat Kasim Zhou biasanya beristirahat. Dan lebih mencurigakan lagi, ada catatan kecil di margin daftar pengunjung: "Han Zixuan meninggalkan sebuah amplop tertutup di bawah batu loncatan taman timur pada hari Kamis."

Kamis. Dua hari sebelum rencana umpan di Distrik Selatan dilaksanakan.

Putri Li Yuexin merasa darah mendidih, Han Zixuan. Dia masih mencoba menyusup ke dalam lingkaran Putri Li Yuexin, bukan melalui pernikahan, tapi melalui intelijen. Dia mungkin telah menyuap seseorang di perpustakaan untuk memantau gerakan Putri Li Yuexin, atau bahkan berkomunikasi dengan Kasim Zhou?

Tidak. Kasim Zhou terlalu tua dan bijak untuk disuap oleh pemuda sombong seperti Han Zixuan. Tapi... apa jika Han Zixuan tidak menyuap Kasim Zhou, melainkan mengamatinya? Apa jika Han Zixuan tahu bahwa Kasim Zhou adalah sumber informasi Putri Li Yuexin, dan dia mengikuti Kasim Zhou untuk mengetahui apa yang diberikan Kasim Zhou pada Putri Li Yuexin?

Hal ini mulai masuk akal, Han Zixuan cerdas. Dia tahu Putri Li Yuexin bergantung pada informasi rahasia. Dengan mengawasi sumber informasinya, dia bisa memprediksi langkah Putri Li Yuexin.

Putri Li Yuexin berdiri, berjalan menuju jendela. Dia melihat ke arah taman timur, tempat batu loncatan itu berada. Malam ini gelap gulita, tapi besok pagi, dia akan memeriksa batu itu.

"Tikusnya bukan di dalam istana," gumam Putri Li Yuexin pelan. "Tikusnya adalah tamu yang diizinkan masuk, lalu diam-diam membangun sarang di balik dinding kita."

Han Zixuan.

Dia harus dihentikan, tapi tidak dengan konfrontasi langsung. Itu akan memberinya alasan untuk mengeluh pada Kaisar tentang pelecehan seorang Putri.

Putri Li Yuexin perlu menghancurkannya secara halus, membuatnya terlihat tidak kompeten dan berbahaya bagi stabilitas negara.

Esok paginya,

Putri Li Yuexin bangun lebih awal. Dia mengenakan pakaian olahraga sederhana dan pergi ke taman timur sendirian, tanpa memberitahu Qingyu.

Di bawah batu loncatan ketiga dari kolam teratai, terdapat sebuah celah kecil. Putri Li Yuexin merogoh ke dalamnya. Jari-jarinya menyentuh sesuatu yang keras dan dingin.

Sebuah pipa bambu kecil, disegel dengan lilin.

Putri Li Yuexin mengambilnya, memecahkan segelnya, dan mengeluarkan gulungan kertas tipis di dalamnya. Isinya adalah peta rute patroli penjaga istana yang diperbarui, beserta catatan tentang jadwal pertemuan rahasia antara Kakek Shen Guotai dan beberapa jenderal setia.

Informasi ini sangat sensitif. Jika jatuh ke tangan Pangeran Jianyu atau sisa-sisa Faksi Barat, mereka bisa merencanakan kudeta atau pembunuhan terhadap para jenderal kunci.

Han Zixuan benar-benar bermain api.

Putri Li Yuexin melipat kembali peta itu dengan hati-hati. Dia tidak akan menyerahkannya pada ayahnya sekarang. Itu akan membuat Kakek Shen Guotai marah besar dan mungkin melakukan tindakan balasan yang kasar, yang justru bisa membuka celah bagi musuh lain.

Sebaliknya, Putri Li Yuexin punya ide yang lebih licik.

Dia kembali ke kamarnya, mengambil tinta dan kuas. Di atas peta asli itu, dia mulai membuat perubahan halus. Dia menggeser posisi pos penjaga sedikit ke kiri. Dia mengubah waktu pergantian shift dari jam ke-3 menjadi jam ke-4. Perubahan kecil, hampir tak terlihat, tapi cukup fatal jika digunakan untuk penyusupan.

Kemudian, dia memasukkan peta palsu itu kembali ke dalam pipa bambu, dan menyegelnya kembali dengan lilin yang sama.

Sore harinya,

Putri Li Yuexin "kebetulan" bertemu dengan Han Zixuan di Taman Persik. Pemuda itu tampak santai, memainkan kipasnya dengan anggun, seolah-olah tidak ada dosa di pundaknya.

"Tuan Putri," sapa Han Zixuan, membungkuk hormat dengan senyuman manis. "Senang sekali bertemu Tuan Putri di sini. Cuaca sangat indah, bukan?"

Putri Li Yuexin tersenyum balik, senyuman yang dingin dan penuh makna. "Memang indah, Tuan Han. Terkadang, keindahan alam bisa menutupi kotoran yang tersembunyi di bawah tanah."

Han Zixuan sedikit tersentak, tapi segera menutupinya dengan tawa kecil. "Tuan Putri selalu puitis. Apakah ada hal yang bisa hamba bantu?"

"Tidak," kata Putri Li Yuexin datar. "Hanya ingin mengingatkan Tuan Han. Hati-hati saat bermain di tepi jurang. Angin di sana bisa berubah arah dengan tiba-tiba, dan membawa orang jatuh ke dalam kegelapan."

Han Zixuan menatapnya lama. Matanya menyipit, menyadari bahwa Putri Li Yuexin tahu sesuatu. Tapi dia tidak bisa bertanya apa-apa tanpa mengakui kesalahannya.

"Hamba... akan mengingat peringatan dari Tuan Putri," katanya kaku.

Putri Li Yuexin berbalik dan berjalan pergi. Di dalam bajunya, pipa bambu berisi peta palsu sudah hilang. Dia telah melemparkannya ke dalam kolam teratai tadi pagi, di tempat yang mudah ditemukan oleh "mata-mata" Han Zixuan jika dia memeriksa kembali batu loncatannya.

Han Zixuan akan menemukan peta itu, mengira itu adalah informasi terbaru, dan meneruskannya pada kontak Faksi Baratnya.

Dan ketika mereka mencoba menyerang berdasarkan peta palsu itu... mereka akan berjalan langsung ke dalam perangkap Kakek Shen Guotai.

Putri Li Yuexin tidak hanya membersihkan tikus. Dia menggunakan tikus itu untuk menjebak kucingnya sendiri.

Saat matahari terbenam, Putri Li Yuexin duduk di paviliunnya, menikmati secangkir teh hangat. Qingyu masuk dengan wajah cemas.

"Nona, hamba mendengar kabar buruk. Ada laporan tentang upaya penyusupan di Gerbang Utara malam nanti. Penjaga sudah siaga."

Putri Li Yuexin tersenyum tipis. "Bagus. Biarkan mereka datang. Malam ini, aku ingin menonton pertunjukan kembang api."

"Kembang api, Nona?"

"Ya," kata Putri Li Yuexin, matanya berkilat dingin. "Kembang api dari pedang para penjaga yang menghancurkan ambisi kosong Han Zixuan."

Permainan semakin rumit, semakin berbahaya. Tapi Putri Li Yuexin tidak takut. Dia adalah sutradara dari drama kehancuran ini dan setiap peneran yang salah langkah akan menerima peran mereka yang sesuai yaitu kematian atau kehinaan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!