NovelToon NovelToon
Obsesi Mr.Mafia

Obsesi Mr.Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Satu malam dengan seorang Mafia sama dengan maut?

Myra Mahira tak pernah menyangka liburan singkat di Bali akan mempertemukannya kembali dengan Al—anak laki-laki menyebalkan yang dulu menghilangkan cincin peninggalan ibunya.

Namun Al bukan lagi bocah badung yang ia kenal. Kini ia adalah Silas Al Wolfe, pria tampan, dingin, dan penuh rahasia yang mampu membeli apa pun dengan kekuasaan dan uang.

Saat hidup Myra hancur karena hutang 500 juta, Silas menawarkan jalan keluar yang tak pernah ia bayangkan.

Sebuah kesepakatan yang seharusnya berakhir dalam semalam berubah menjadi pernikahan yang tak pernah Myra inginkan. Dibawa ke New York membuatnya tahu siapa Silas Al Wolfe sebenarnya.

Bagi Silas, Myra bukan sekadar istri. Dia adalah obsesi yang tak akan pernah ia lepaskan.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OMM — BAB 34

JANGAN MENCINTAINYA

Lampu kuning di kamar itu terasa semakin redup, seolah ikut menahan napas.

Resleting gaun Myra sudah lepas sepenuhnya. Kain sutra hitam itu melorot hingga berhenti di bahu, tertahan oleh lapisan tipis yang masih menutupi tubuhnya. Hawa dingin menyentuh kulitnya, namun yang membuat Myra gemetar adalah jarak Silas yang terlalu dekat.

"Silas..." bisik Myra lagi. Namanya keluar seperti permohonan.

Silas tidak menjawab. Tangannya yang semula berada di pinggang Myra kini bergerak perlahan, merapikan helaian rambut yang jatuh ke tengkuk. Jari-jarinya berhenti di sana. Di cermin, tatapan mereka bertemu.

"Aku sudah bilang," ujar Silas dengan suara rendah, "segala hal tentang kita berbahaya."

"Termasuk ini?" tanya Myra, suaranya hampir tidak terdengar.

"Termasuk ini."

Silas menarik Myra mendekat. Punggung Myra kini menempel di dada Silas yang bidang. Pelukan itu kuat, menahan, seolah takut jika dilepaskan maka Myra akan pergi.

Ciuman Silas jatuh di tengkuk Myra. Bukan terburu-buru. Panjang. Menahan. Napasnya hangat menyentuh kulit. Tangan Silas merengkuh pinggang Myra, menariknya lebih erat lagi hingga tidak ada celah di antara mereka.

Myra memejamkan mata. Semua pertahanannya runtuh. Ia menoleh sedikit, mencari bibir Silas. Begitu bertemu, ciuman itu berubah. Tidak lagi menahan. Ada kerinduan, ada amarah, ada sesuatu yang sudah terlalu lama dipendam di antara keduanya.

Dress yang tak lagi menghalangi tubuh Myra yang menempel di tubuh Silas. Ruangan hanya diisi oleh suara napas dan detak jantung yang berpacu.

Silas mengangkat Myra dalam gendongannya. Lalu mendudukkan wanita itu di atas meja rias.

"Lihat aku," perintah Silas pelan.

Myra membuka matanya. Di atasnya, Silas menatapnya dengan sorot yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Bukan dingin, bukan perintah. Tapi rapuh, seperti pria yang takut kehilangan.

Tangan Silas menyentuh pipi Myra, mengusapnya dengan ibu jari.

"Aku tidak pandai meminta," bisik Silas. "Tapi malam ini, tetaplah di sini. Dengan aku."

Myra tak menjawab, namun. Ia seakan terhipnotis hingga tangannya bergerak menyentuh pipi pria itu dan mencium bibirnya.

Tak tinggal diam. Silas menarik gesper nya. Membuka kancing kemejanya hingga ototnya terlihat jelas. Sementara Myra merangkul tubuh pria itu tatkala ia merasa seperti hampir dirobek hingga ia meredam suaranya di cerucuk leher Silas ketika pria itu bergerak begitu dalam.

“Ahhh~ ”

Kaki Myra gemetar hingga dia mendongak merasakan kenikmatan yang hampir menarik jiwanya.

Pria itu menciumi tulang selangka Myra hingga menariknya turun dan memutar tubuh Myra membelakanginya sehingga Myra lebih jelas melihat pantulan mereka berdua lewat cerminan. Betapa menjijikannya dia ketika mendesah, menikmati permainan Silas. Dan melihat Silas mencumbuinya dari belakang.

Malam itu, di antara tirai yang tertutup rapat dan lampu yang semakin padam, tidak ada lagi Tuan Silas Al Wolfe dan Nyonya Myra. Yang ada hanya seorang pria dan seorang wanita yang akhirnya berhenti berpura-pura kuat.

.

.

.

Sementara itu, di ujung kota, di sebuah gudang pelabuhan yang gelap dan lembab, Pedro berdiri di atas kontainer dengan segelas wiski di tangan.

Di bawahnya, beberapa peti kayu besar sedang dimuat ke dalam kapal. Di dalamnya bukan barang legal.

"Akhirnya," gumam Pedro, lalu ia meneguk wiskinya hingga habis. "Orang tua itu sudah mati. Tidak ada lagi yang ikut campur urusanku."

Seorang pria berbadan besar di sampingnya ikut tersenyum kecil. Dia adalah klien lama Bianco dari Eropa Timur.

"Selamat, Tuan Pedro," kata pria itu. "Tapi jangan terlalu cepat merayakan."

Pedro mengerutkan kening. "Maksudmu?"

"Silas Al Wolfe," jawab pria itu. "Selama dia masih hidup, Bianco tidak akan pernah benar-benar jatuh ke tanganmu. Kau tahu itu."

Pedro mendengus. "Silas? Dia sibuk dengan istrinya dan bisnis Wolfe. Dia tidak peduli dengan Bianco."

Pria itu menggeleng. "Kau salah. Semua orang di dunia bawah tahu. Bianco seharusnya jatuh ke tangan Lynda Wolfe. Bukan kepadamu. Bukan ke Amber. Jika suatu hari kebenaran itu keluar..."

Kalimat itu menggantung.

Wajah Pedro seketika mengeras. Ia melempar gelasnya ke lantai.

Pyarr!!

"Jangan sebut nama itu di depanku!" bentaknya pelan. "Lynda sudah mati. Hilang. Dimakan waktu!"

"Tapi abu tidak pernah bisa bicara," kata klien itu santai. "Berbeda dengan surat."

Pedro terdiam. Rahangnya mengeras. Malam itu ia mengumpat dalam hati, untuk pertama kalinya merasa bahwa kematian Fernando belum memberinya kemenangan apa-apa.

“Sebaiknya kau cari tahu soal Lynda Wolfe dan kau akan bisa mengendalikan wanita tua itu.”

Pedro diam, seolah ucapan itu memang ad benarnya untuknya. Tapi mencari Lynda Wolfe yang sudah lenyap beberapa tahun yang lalu, rasanya tidak mungkin.

“Fuck.”

...***...

Keesokan paginya, matahari belum sepenuhnya naik.

Di halaman depan mansion Wolfe, Kael dan anak buah yang lainnya sudah memeriksa detail mobil bosnya. Hanya ada satu mobil hitam yang siap berangkat.

Myra berjongkok di depan Elina. Ia mencium kening gadis kecil itu, lalu pipinya.

"Aku akan merindukan mu, Sayang," bisik Myra. "Jaga diri baik-baik. Dengar kata Ibu Markie dan yang lainnya."

Elina mengangguk, namun matanya berkaca-kaca. "Kau juga harus cepat pulang. Jangan lama-lama dengan ayah Silas."

Myra tersenyum, menahan sedih. "Tentu. Sangat membosankan lama-lama dengannya."

Elina tersenyum kecil, begitu juga Myra yang berdiri mengacak pelan rambut Elina.

Silas berdiri beberapa langkah di belakang. Ia menatap Markie yang duduk di kursi roda di teras.

"Markie," panggil Silas. "Tetap waspada. Kael akan menjaga mansion ini bersama Pikkey. Jangan keluar tanpa mereka."

Markie mengangguk. "Aku mengerti. Hati-hati di jalan, mungkin Amber punya rencana buruk."

Silas mengangguk singkat. “Atau musuh yang lainnya.”

Ia lalu berjalan ke arah mobil dan membuka pintu untuk Myra sehingga mereka berdua benar-benar pergi pagi itu.

Perjalanan ke bandara terasa berbeda. Di dalam mobil, hanya ada mereka berdua. Tidak ada Kael. Tidak ada pengawal di kursi depan.

Keheningan berlangsung cukup lama, hingga Myra yang memecahnya.

"Kita... ke Hoboken?" tanyanya.

Silas mengangguk, matanya tetap fokus ke jalan. "Ada pertemuan dengan investor. Tiga hari."

"Tiga hari hanya berdua?" Myra menatap keluar jendela.

"Jika kau keberatan, aku bisa menambah staf," jawab Silas datar.

Myra menoleh cepat. "Bukan. Aku tidak keberatan."

Silas meliriknya sekilas. Sudut bibirnya naik sedikit. "Bagus."

Lalu hening lagi. Namun kali ini bukan hening yang canggung.

"Semalam..." ujar Myra pelan. "Itu tidak akan mengubah apa-apa, kan?"

Mobil berhenti di lampu merah. Silas menoleh sepenuhnya ke arah Myra. "Mengubah apa?" tanyanya.

"Hubungan kita. Dengar, maksudku... Aku masih tidak menyukaimu, sikapmu sejak kecil dan sampai sekarang benar-benar menyebalkan."

Pria itu menyeringai kecil menatap lurus. "Aku tidak tahu apa nama dari ini. Tapi satu hal yang aku tahu. Aku tidak ingin kau pergi setelah tiga hari ini selesai."

Jantung Myra berdegup. “Aku tahu kau pandai merangkai kata-kata menjebak betina.” sindir Myra yang benar-benar membuat pria itu tersenyum tipis.

Lampu hijau menyala. Mobil kembali melaju, meninggalkan mansion Wolfe.

1
Kinara Widya
waduh...s Pedro bodoh
vnablu
lanjut up thorrr
vnablu
hehhh Pedro emang nyaa kamu pikir nanti Silas tidak akan memiliki anak suatu saat walaupun Elion bukan anak kandungnya tapii alasan kamu itu agakk anehh awas aja yaa kamu
Tiara Bella
pedro ternyata yg bunuh elion....tega bngt anak kecil pdhal....serakah dasar
vnablu
Pastii diaa punya rencana sesuatu 🤔
Four.: iya... mengejar Kael 😌
total 1 replies
vnablu
hadehhh kok akuu tegang yaaa takuttt banget pas inget kejadian Elion.... semoga Elinaaa baik-baik ajaa dehh jangan smpee terjadi apa-apa yaa Thor
Four.: santai saja... gak terjadi apa-apa kok /Chuckle/
total 1 replies
Tiara Bella
Bibi Oona lg pedekate sm kael Elina....
Four.: tau aja /Proud/
total 1 replies
vnablu
ayooo lanjut thorrr😄
Four.: wokayyyy uyy
total 1 replies
vnablu
masihhh ajaaa mauu buat masalah emang yaaa ini orang harus nyaa dihapuskan dari dunia
Four.: ho,oh
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak
Four.: wokehhh
total 1 replies
Tiara Bella
mimpi aja km Pedro.....
Four.: GPP mimpi dulu😁
total 1 replies
vnablu
kiraa-kiraaa kalau emang Lynda masihh hidup di manaa yaa dia bersembunyi 🤔🤔
Four.: di rumahku lohh/Chuckle/
total 1 replies
vnablu
akuu yakinn kalau Lynda masihh hidup Dann Silas tahuu semua ituu
Four.: yap mungkin aja 😌
total 1 replies
Kinara Widya
karena kematiannya misterius...mungkin benar masih hidup
Four.: mungkin aja loh😌
total 1 replies
Tiara Bella
benarkah Lynda wolf msh hidup.....
Four.: ho,oh
total 1 replies
Kinara Widya
aduh...semoga bulan orang jahat
Four.: semoga aja 😌
total 1 replies
Tiara Bella
siapa yg dtng ya penasaran aku.....
Tiara Bella: eeehhhhh....masuk pak eko🤭😄🤣
total 2 replies
Tiara Bella
wkwkkwkw ..myra myra setelah smlm bercinta ko ngemengnya begitu....
Tiara Bella: hooh ya ....
total 2 replies
Eci Rahmayati
🤣🤣 kaliannnn lucuuu ya
Four.: couple yang cocok kann ternyata /Grin/
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak...🥰
Four.: wokayyyy
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!