Arya Mahendra, seorang Kaisar Immortal dari Alam Semesta Atas, dikhianati saat melewati Kesengsaraan Surgaw. Alih-alih mati, jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, masuk ke dalam tubuhnya sendiri saat ia masih menjadi mahasiswa miskin berusia 19 tahun di Bumi yang sering ditindas dan kehilangan keluarganya karena konspirasi konglomerat lokal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bunga Layu Mekar Kembali
"Master Qin! Apakah Anda sadar dengan apa yang baru saja Anda ucapkan?! Memperpanjang usia sepuluh tahun? Bahkan obat dewa dari legenda pun tidak memiliki klaim seabsurd itu!"
Suara berat dan penuh tekanan itu memecah keributan di aula. Yang berbicara adalah Hendra Kusuma, Patriark Keluarga Kusuma. Sebagai salah satu orang paling berkuasa di provinsi ini, suaranya mengandung otoritas yang membuat para pengusaha kelas menengah langsung terdiam.
Di atas panggung, Master Qin sama sekali tidak tersinggung oleh keraguan tersebut. Ia justru tersenyum penuh percaya diri. Dengan gerakan hati-hati layaknya memegang pusaka suci, ia mengeluarkan botol kaca kecil milik Arya dari dalam kotak berlapis beludru.
"Mata telanjang manusia fana memang sulit mengenali Gunung Tai," ucap Master Qin tenang. Ia memberi isyarat kepada asistennya untuk membawa sebuah pot berisi bunga anggrek hitam yang sudah mati, mengering, dan kelopaknya berguguran.
"Perhatikan baik-baik."
Menggunakan sebuah jarum perak khusus, Master Qin mencelupkan ujung jarum itu ke dalam botol, mengambil tidak lebih dari sepersepuluh tetes cairan hijau tersebut, lalu meneteskannya ke akar anggrek yang sudah mati itu.
Satu detik... dua detik...
Tiba-tiba, keajaiban yang menentang hukum alam terjadi tepat di depan mata ratusan elit provinsi.
Krak... srrk...
Batang anggrek yang tadinya kering kerontang dan berwarna cokelat mati, tiba-tiba berubah warna menjadi hijau cerah. Daun-daun baru bersemi dengan kecepatan yang bisa dilihat mata telanjang, dan di puncaknya, sebuah kuncup bunga anggrek hitam mekar dengan indah, memancarkan aroma harum yang menyegarkan seluruh aula!
"Gila! Menghidupkan yang mati dan mengembalikan esensi kehidupan!"
"Astaga! Itu benar-benar cairan dewa!"
Aula pelelangan seketika meledak. Mata para konglomerat tua, jenderal purnawirawan, dan ahli bela diri memerah penuh hasrat gila. Uang bisa dicari, kekuasaan bisa direbut, tetapi kematian adalah hakim absolut yang tidak bisa disuap. Cairan di atas panggung itu adalah nyawa kedua!
"Lelang akan dimulai sekarang untuk tetes pertama! Harga awal: Lima Puluh Miliar Rupiah!" seru Master Qin sambil memukulkan palu lelangnya.
"Enam puluh miliar!"
"Delapan puluh miliar!"
"Seratus miliar! Siapa pun yang berani melawanku adalah musuh Keluarga Tanoto!"
Hanya dalam waktu sepuluh detik, harganya telah menembus angka seratus miliar.
Di tengah hiruk-pikuk gila itu, Kevin Kusuma yang duduk di barisan depan berdiri, mengangkat plakatnya tinggi-tinggi dengan ekspresi arogan.
"Keluarga Kusuma menawar Dua Ratus Miliar! Dan saya harap semua orang di sini sudi memberikan 'wajah' pada Keluarga Kusuma untuk mundur dari perebutan ini!" teriak Kevin, menggunakan nama besar keluarganya untuk menekan para penawar lain.
Mendengar nama Keluarga Kusuma, banyak pengusaha kecil dan menengah yang terpaksa menggertakkan gigi dan menundukkan kepala. Mereka tidak berani menyinggung salah satu dari Empat Keluarga Besar.
Kevin tersenyum puas. Ia sudah bisa membayangkan bagaimana kakeknya akan memujinya habis-habisan jika ia berhasil membawa pulang obat dewa ini.
Namun, senyum itu belum sepenuhnya mekar ketika sebuah suara sedingin es terdengar dari deretan kursi belakang.
"Memberikan 'wajah' pada Keluarga Kusuma? Memangnya keluargamu punya hak apa di hadapanku? Lima ratus miliar."
Zzzng!
Seluruh kepala serentak menoleh ke belakang. Seorang pria paruh baya dengan setelan jas abu-abu berdiri, auranya tajam bak sebilah pedang yang baru dicabut dari sarungnya. Itu adalah Pria bermarga Zhao, pengawal Nona Shen dari Ibukota yang tempo hari lari ketakutan dari Arya di pasar antik!
"Kau berani menentangku?!" Kevin Kusuma menunjuk pria itu dengan marah. "Dari keluarga mana kau berasal?!"
"Keluarga Shen dari Ibukota," jawab Paman Zhao dengan nada merendahkan. "Dan obat ini, Nona Besar kami akan mengambilnya dengan harga berapa pun."
Dua kata "Ibukota" seketika membuat Kevin dan Patriark Kusuma tersedak, seolah ada bongkahan es yang menyumbat tenggorokan mereka. Berhadapan dengan raksasa dari Ibukota, Empat Keluarga Besar provinsi tidak lebih dari sekadar kadal sawah!
Di dalam Ruangan VIP Nomor 1, Arya yang sejak tadi menonton pertunjukan badut fana ini akhirnya bersuara. Ia menekan tombol interkom di mejanya. Suara berat dan acuhnya langsung bergema melalui pengeras suara di seluruh penjuru aula lelang.
"Uang fana tidak ada harganya bagiku."
Suara Arya yang tiba-tiba menggema menghentikan seluruh perdebatan. Ratusan pasang mata langsung menatap ke arah jendela kaca VIP Nomor 1 dengan penuh rasa hormat dan teror. Mereka sadar, suara itu berasal dari pemilik asli cairan dewa tersebut! Sang ahli misterius ternyata hadir di ruangan tertinggi!
"Cairan itu hanya akan kutukar dengan Herbal Spiritual minimal berusia tiga ratus tahun, Kayu Petir purba, atau Inti Giok Berdarah murni. Jika kalian hanya memiliki kertas fana bernilai miliaran, tutup mulut kalian dan segera enyah dari tempat ini."
Kesombongan absolut dari kalimat itu membuat seluruh aula terdiam membeku. Bahkan Nona Shen dari Ibukota dan Keluarga Kusuma tak berani membalas sepatah kata pun.
Tepat pada saat ketegangan mencapai puncaknya, pintu utama aula didobrak terbuka.
"Leluhurku membutuhkan cairan dewa itu! Siapa pun yang menghalanginya akan mati tanpa tempat pemakaman!" Sebuah auman keras yang membawa fluktuasi Qi Sejati yang sangat kental meledak, membuat puluhan tamu elit di dekat pintu langsung memuntahkan darah dan jatuh pingsan.
Seorang pria tua berjubah hitam dengan lambang tengkorak darah melangkah masuk. Aura membunuh yang sangat kejam menyapu aula.
Di dalam VIP Nomor 1, Arya sedikit menyipitkan matanya. Kultivator jalur iblis di Bumi? Menarik.