NovelToon NovelToon
SEPASANG MATA DEWA

SEPASANG MATA DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Dokter Genius
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Agus budianto

Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 16 KOMPETISI BATU GIOK

Miranda sendiri kini telah berada di ruangan VIP yang berada di hotel. Terlihat seorang pria sangar dengan bekas luka sayatan di pipinya sedang memberikan hormat.

"Kenapa nona tidak memberitahu saya kalau mau datang ke kota Neo, biar saya yang menjemput anda," ujar pria sangar tersebut.

Pria sangar dengan bekas sayatan di pipinya merupakan mantap bawahan dari Ramon ayahnya yang bernama Jack.

Jack adalah mafia bawah tanah kota Neo. Seluruh gangster yang ada di penjuru kota Neo berada di bawah kendalinya. Jack begitu terkenal sebagai sosok yang mengerikan dan sadis.

Orang yang mendengar namanya saja juga langsung ketakutan. Tidak ada yang mau berurusan dengannya. Bahkan pemerintah kota Neo juga tidak berani untuk menyinggung Jack.

Dahulu Jack bukanlah siapa-siapa, hingga kemudian Ramon menjadikannya bawahannya. Berkat Ramon lah Jack di didik sehingga bisa menjadi seperti sekarang ini.

"Jack, kamu santai saja, aku kemari hanya untuk jalan-jalan saja," balas Miranda.

"Juga untuk menemui seseorang untuk menyelesaikan masalah," sambung Miranda.

"Siapa yang berani mencari masalah dengan nona?" tanya Jack.

"Aku akan membuatnya mati dengan mengenaskan, aku akan mengerahkan seluruh bawahanku untuk memburunya," sambung Jack.

"Tidak perlu, ini urusanku," balas Miranda.

Esok harinya, waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi. Ivan baru saja selesai mandi dan menikmati sarapan paginya yang berupa nasi goreng.

"Tok... tok..." pintu rumah Ivan di ketuk.

"Siapa pagi-pagi begini sudah datang, tidak tahu orang sedang makan apa?" ucap Ivan.

Ivan segera membukakan pintu rumahnya, dan langsung terkejut melihat sosok yang datang.

"Julia," ujar Ivan.

"Kamu pagi-pagi begini ada perlu apa?" tanya Ivan.

"Kamu ikut aku dulu, sudah tidak ada waktu lagi, nanti aku jelaskan di mobil," jawab Julia.

Julia segera menarik tangan Ivan dan membawanya menuju ke mobilnya. Di dalam mobil Julia juga langsung menjelaskan maksud dan tujuannya.

"Kompetisi giok yang di adakan 3 tahun sekali tiba-tiba saja waktunya di majukan, nanti jam 10 acaranya akan di mulai," ujar Julia sambil mengendarai mobilnya dengan tergesa-gesa.

"Kompetisi giok 3 tahunan...?" ulang Ivan.

Julia menjelaskan bahwa kompetisi giok 3 tahunan adalah kompetisi giok terbesar di kota Neo. Seluruh perusahaan yang bergerak dalam bidang perhiasan giok mengikuti kompetisi ini, termasuk dengan Mahendra grup.

Siapapun yang keluar sebagai pemenang maka akan membawa reputasi dan nama baik perusahaan tersebut, sehingga perusahaan tersebut kedepannya akan semakin berkembang dengan pesat.

"Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Ivan.

"Masalahnya ahli penilai batu yang bekerja di perusahaan kami entah mengapa tiba-tiba saja serentak sakit dan di rawat, waktunya juga begitu mepet untuk mencari ahli baru yang lain," jawab Julia.

"Sebelumnya aku melihat kemampuanmu, aku ingin meminta bantuan mu untuk mewakili Mahendra grup dalam kompetisi ini," sambung Julia.

"Mewakili... aku...?" ulang Ivan.

Julia sadar harapannya kini hanyalah Ivan seorang untuk dapat mengikuti kompetisi ini. Jika perusahaannya mengundurkan diri, tentu nama baik perusahaannya akan langsung tercoreng karena di anggap takut, dan ini pasti akan berpengaruh besar untuk masa depan Mahendra grup.

Kakek Mahendra sendiri baru saja sembuh dari sakitnya, jadi masih dalam kondisi pemulihan. Hanya Ivan satu-satunya harapannya saat ini.

"Tenang saja, jika kita menang, aku akan memberikan apapun yang kamu mau," ujar Julia.

"Benarkah yang kamu katakan?" tanya Ivan.

"Tentu saja, aku berjanji," jawab Julia.

Tidak lama kemudian, Ivan dan Julia telah berada di sebuah bangunan yang lumayan besar dan luas. Di bangunan inilah akan di laksanakan kompetisi batu giok.

"Ramai sekali," ucap Ivan.

Julia juga menjelaskan peraturan pada kompetisi batu giok. Setiap perusahaan di wakili oleh tiga orang ahli untuk memilih giok pilihannya. Setiap ahli hanya boleh memilih satu batu saja. Siapa yang akan mendapatkan giok dengan nilai tertinggi, maka dialah pemenangnya.

"Mahendra grup hanya ada aku dan kamu, kita hanya bisa memilih dua batu saja, aku harap kita masih bisa bersaing dengan perusahaan lain," ujar Julia.

"Baik, aku mengerti," balas Ivan.

"Aku kira Mahendra grup sudah mundur karena tidak memiliki ahli, aku tidak menyangka masih berani datang kemari," ujar seseorang dari belakang Julia dan Ivan.

Mendengar ada yang membicarakan tentang Mahendra grup, Julia juga langsung menoleh. Julia langsung mengerutkan keningnya melihat seorang pria dengan setelan jas rapi dan wanita cantik di sebelah.

"Bastian, atau jangan sakitnya para ahli kami ada hubungannya denganmu?" ujar Julia mencurigai.

"Kami Darmawan grup begitu menjaga keadilan, untuk apa melakukan hal seperti itu, karena pada akhirnya juga kami yang akan jadi pemenangnya," balas Bastian.

Mahendra grup dan Darmawan grup merupakan perusahaan besar yang bergerak dalam bidang perhiasan giok. Bisa di katakan mereka adalah saingan dalam bisnis. Dalam kompetisi ini jelas kedua perusahaan mengincar kemenangan untuk membuat perusahaan mereka menjadi yang nomor satu di kota Neo ini.

"Lihat saja, tidak lama lagi aku pasti bisa menghancurkan Mahendra grup, dengan begitu aku akan menjadikanmu istri kedua ku," pikir Bastian.

Sementara itu di sebelah Bastian ada seorang wanita cantik yang terlihat begitu acuh. Wanita cantik tersebut tidak lain, dan tidak bukan adalah Dania Sanjaya.

Sebelumnya Bastian mengajak Dania untuk menemaninya dalam kompetisi ini, tentu saja Dania langsung menolaknya. Akan tetapi Bastian menjanjikan akan memberikan pinjaman uang yang besar jika Dania bersedia. Karena perusahaannya membutuhkan uang tersebut, akhirnya Dania juga bersedia untuk ikut menemaninya.

"Julia sudahlah," Ivan membalikkan badannya.

"Kamu..." Bastian dan Dania langsung terkejut melihat Ivan.

Ivan sendiri juga sama terkejutnya melihat Bastian dan Dania. Bastian pria yang sok-sokan dan Dania wanita yang merasa dirinya begitu sempurna.

"Benar-benar sial, aku bertemu denganmu lagi," Dania yang sebelumnya acuh kini juga mulai berbicara.

Kejadiannya belum lama terjadi, Dania masih mengingat jelas semuanya. Ivan adalah pria pertama yang telah menghinanya di depan banyak orang.

"Dasar wanita sombong yang tidak tahu di untung," balas Ivan.

"Ngapain kamu di sini, ini adalah acara para orang kaya, apa kamu sengaja mengikutiku?" ujar Dania.

"Mengikuti mu... kamu terlalu berlebihan," balas Ivan.

Mereka saling bertatapan dengan percikan api perseteruan yang dapat di rasakan oleh orang-orang.

"Ivan, kamu mengenalnya?" tanya Julia.

Dania yang di juluki sebagai dewi kota Neo, tentu saja Julia juga mengenalnya. Sedangkan Julia sendiri dengan kecantikannya juga di juluki sebagai bunga kota Neo.

"Dia orang yang di jodohkan denganku, tapi keluarganya menganggap ku tidak setara dengannya, jadi membatalkan perjodohan itu," jawab ivan.

Julia juga langsung mengerti, pantas saja Dania itu terlihat sangat tidak suka kepadanya.

"Nona Dania, sayang sekali, sepertinya kamu terlalu berpikir berlebihan, untuk apa Ivan capek-capek mengikuti mu, lagipula dia sudah mempunyai wanita yang tidak kalah cantik darimu," ujar Julia kepada Dania.

"Yaitu aku," sambung Julia.

Julia juga merangkul pergelangan tangan Ivan dengan manja. Ivan sedikit terkejut, tapi Ivan juga mengerti, Julia hanya ingin membantunya dan menjaga harga dirinya.

"Pria seperti itu, di beri gratis juga aku tidak mau," ujar Dania.

"Tampaknya kamu terlalu merendahkan Ivan, Ivan ini adalah penilai batu terbaik, dia mewakili Mahendra grup, perusahaan perhiasan giok terbesar di kota ini, masa depannya begitu cerah, apa bisa di bandingkan dengan keluarga nona Dania yang mungkin hanya keluarga kelas 2," balas Julia merendahkan.

"Kamu..." Dania juga menjadi kesal di buat Julia.

1
Agus Bautista
mana lanjutan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!