NovelToon NovelToon
I Love You, Cinta

I Love You, Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Beda Usia / Trauma masa lalu
Popularitas:132.9k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?

===

“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”

“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”

“Masa?”

“Mahameru pantang ingkar janji.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Kencan (1)

Bab 16

“Mau kemana?”

Eru menuruni anak tangga dengan pakaian rapi. Kaos putih berlapis jaket, celana jeans dan sneakers. Terlihat santai, tapi memukau ditambah pakaian bermerk dengan harga bukan kaleng-kaleng.

“temui Om Langit,” sahut Eru menarik kursi di meja makan.

“Urusan kerja? Kamu baru pulang tengah malam, nggak bisa urusannya besok-besok lagi.”

“Mih, aku masih magang. Lagi belajar kerja, masa mau semaunya. Yang punya jabatan aja kerja keras.”

“Tapi kamu tinggal tunjuk mau fokus di bisnis yang mana,” cetus Maura mengisi piring putranya dengan menu sarapan.

“Tapi aku harus belajar dan ini sedang proses. Terlalu beresiko kalau tanggung jawab perusahaan langsung dialihkan, tapi aku belum paham "

“KAmu janji bicara pagi ini, tentang cewek itu. Siapa namanya?”

“CInta,” jawab Eru lalu menyuapkan sarapan ke mulutnya.

“Kamu serius?” tanya Maura lagi, ia tidak setuju kalau Eru terlalu dekat dengan perempuan yang akan berimbas pada fokusnya belajar dan bekerja.

“Serius apa? Sama Cinta? Kayaknya begitu.”

Perasaan Maura sudah tidak nyaman sejak Eru memposting foto dengan perempuan itu, apalagi pembicaraan di grup dan Eru membela saat kakak sepupunya menggoda si perempuan dan apa lagi ini. Serius? Serius berhubungan dengan perempuan itu yang tidak jelas asal usulnya. Bekerja dengan tim keluar kota, bisa dipastikan hanya karyawan biasa. Tidak bisa, ini tidak bisa dibiarkan, pikir Maura.

“Ru, kamu masih muda, sayang. Masih 22 tahun, tahun depan lanjut S2 kamu. Jangan dulu direpotkan dengan urusan perempuan. Kalau sudah sukses, perempuan antri mau sama kamu.”

Eru menghela nafas, meletakkan sendok dan garpu lalu meneguk air minumnya.

“Mih, ini masih pagi. Aku tidak ingin berdebat apalagi di meja makan.”

“Mami bukan ajak kamu berdebat, ini nasihat orangtua Eru.”

“Iya, aku paham. Jangan khawatir berlebihan begitu. Manusiawi dan normal kalau aku tertarik dengan lawan jenis. Selama ini aku bertahan karena sadar mereka mendekat karena melihat siapa aku dan Cinta tidak begitu.”

“Kamu baru kenal dia berapa hari Ru, bisa seyakin itu.”

“Aku selesai.” Eru menyeka bibirnya lalu beranjak dan memutari meja menghampiri Maura. Mencium kening wanita itu. Hal yang biasa dia lakukan saat akan pergi, pulang atau bertemu di luar.

“Eru ….”

“Bye Mih. Bik, kunci motor di mana ya.”

“Ada supir kalau kamu malas nyetir.”

“Lagi pengen naik motor."

***

Sudah berkirim pesan dengan Langit kalau dia akan berkunjung, alhasil pria itu tidak bergegas meninggalkan rumah. Sudah biasa berkunjung karena diantara ketiga kakak sepupunya, Eru lebih sering mengunjungi Langit daripada Krisna dan Samudra.

“Masuk ru, sehat kamu? Katanya dari luar kota,” cecar Meilan saat Eru memasuki ruang dan menyapa.

“Iya, baru pulang tengah malam.” Duduk di sofa tunggal, berhadapan dengan Langit yang fokus dengan tabletnya.

“Aman di sana?” tanya Langit lalu meletakkan tablet di atas meja.

“Aman, om.”

Kakak beradik putra Akbar itu adalah sepupu Eru, tapi dipanggil Om. Alasannya karena Eru paling muda dan menganggap para pria itu sudah om-om.

“Langsung saja, aku ada rapat jam 9,” seru Langit mengangkat pergelangan tangan untuk memastikan waktu saat ini. “Kegiatan magang kamu tidak akan stay di tim produksi, mungkin nanti di tim kreatif, office, finance dan lainnya. Bahkan penarikan dari tim produksi bisa jadi lebih cepat,” tutur Langit.

Sejak tadi Eru mendengarkan, tapi kalimat menarik lebih cepat seperti ada yang janggal. Dia bukan anak kemarin sore yang tidak tahu alasan dibalik itu.

“Karena aku dekat dengan CInta?”

“Bukan itu masalahnya, itu hak kamu. Tapi lama diproduksi juga untuk apa, nantinya kamu bukan orang teknis, tapi pemikir dan eksekusi.”

“dan baru seminggu aku di tim produksi. Instruksi siapa, ayah atau mami,” tebak Eru.

Meilan datang membawakan nampan berisi dua cangkir. Obrolan terhenti saat wanita itu memindahkan cangkir ke atas meja.

“Jangan teg4ng gitu ah ngobrolnya, diminum dulu,” seru Meilan lalu beranjak dan membiarkan dua pria beda usia itu bicara.

“Ru ….”

“Aku benar ‘kan?”

“Ini bukan saja soal CInta, tapi balik ke rencana kenapa kamu magang. Proses belajar dan memahami kegiatan perusahaan.”

“KAlau gitu tidak ada masalah. Aku belum tuntas ikuti ritme di tim produksi. Bahkan bahan hasil shoot belum melewati proses editing dan tayang. Setidaknya biarkan satu bulan dulu.”

Langit merubah posisi duduknya lalu menghela nafas. “Kamu serius dengan gadis itu?”

Eru terkekeh dan sempat mengalihkan pandangan ke arah lain sebelum kembali menatap Langit. “Ini ada apa sih, tadi mami tanya aku serius atau nggak sekarang Om langitpun tanya yang sama. Ayolah, kami baru dekat saja. Dia ada rasa yang sama denganku atau tidak pun aku belum tahu Om. Sans dong.”

“Aku tidak ingin gadis ini terluka pada akhirnya. Setidaknya kamu tahu kalau level kalian berbeda. Walaupun kalian berdua akhirnya serius, tidak akan mudah membawanya ke menjadi bagian dari Arkatama. Intinya aku tidak melarang kamu dekat dengan Cinta, tapi jangan pernah sakiti dia. Ingat itu!”

***

Cinta menjemur handuk di jemuran kecil di depan kamar, juga pakaian yang lain. ia baru saja mencuci pakaian kotor hasil dari kegiatan luar kotanya. Beberapa kaos dia gantung. Beruntung kosan itu memfasilitasi dua buah mesin cuci dan dapur, setidaknya agak mengirit ongkos laundry. Meski untuk celana berbahan jeans atau jaket ia akan serahkan juga ke laundry. Sudah ia pisahkan jenis pakaian itu dan siap diserahkan ke laundry.

Pandangan Cinta tertuju pada pria tampan yang berbincang dengan Aceng sambil menuntun putrinya, mungkin umur 2 tahunan.

“Eh, si gemoy,” sapa CInta menghampiri lalu berjongkok di depan bocah itu. “Zurra gemoy,” sapa Cinta lagi sambil menoel noel pipi yang chubby itu.

“Nggak kerja Ta?”

“Libur Bang, baru pulang tadi malam.”

“pulang pagi kali neng,” seru Aceng terkekeh.

“Nggak mudik lo?” tanya Rama pemilik kosan sambil menatap sekitar.

“Nggak ah, besok udah kerja lagi. Enaknya mudik kalau libur panjang. Azzam mana, kok kamu sendirian?" tanya Cinta dijawab bocah dengan menggeleng malu-malu.

“Kampung di Bogor aja, kayak mudik ke Sumatera nunggu libur panjang,” ejek Rama dan Cinta terkekeh. “Azzam lagi sama kakeknya. Kamar lo aman, ada masalah nggak? Ac nya?”

“Aman bang.” Cinta berdiri dan mengusap kepala Zurra. “Kamu pendiam ya, malu-malu.”

“Iya, kayak bundanya. Untung nggak mirip ayahnya, malu-maluin,” seru Rama.

Perhatian mereka teralihkan saat ada motor datang, melewati pagar dan parkir di carport sempat membunyikan klakson. Motor jenis maxi scooter, milik Eru.

“Tamunya siapa itu,” cetus Rama.

“Pacarnya neng Cinta,” sahut Aceng.

“bukan, temen aku. Teman kerja.” Cinta menghampiri Eru yang melepas helm lalu turun dari motor. “Katanya mau jemput siang, ini masih pagi kali.”

“Tanggung udah jalan, tadi aku telepon nggak dijawab.” Cinta mencibir karena Eru bicara sambil menatapnya. “Udah sarapan?” dijawab dengan gelengan. “Mandi gih, terus cari sarapan.”

“Padahal aku mau gogoleran tau.”

“Nanti bareng aku.”

“Ish, ngaco. Ya udah, nanti tunggu di sana ya.” Cinta menunjuk ruangan dengan bertuliskan ruang tamu di samping dapur di bawah tangga. “Bang nitip temen aku,” ujar Cinta bergegas menuju kamarnya.

"Titip?"

 

1
Rahmawati
wkwkwkw, mami Maura kayak perawan yg ketahuan pacaran sama ayahnya😂
mmh nengmuti
Ari ges Karasa bau taneh karek be ngaras eling,kmri2 MH hnte eling2🤭
Rahmawati
alhamdulillah cinta hamil, Eru km emg tokcer😂
Rahmawati
mami Maura ketahuan pacaran sama anak sendiri, hahaha malu gk tuh
Rahmawati
modus aja km ru
Turwaty suketi
Eru somplak ketularan geng rama
'Nchie
🤣🤣🤣🤣ampun dah bahasamu ruuu
Shee_👚
kasian juga denger akbar begini tapi kalau inget kejahatan dia kesel😩
Shee_👚
emang mulutnya eru minta di lakban kayanya, kagak ada filternya sama sekali🤣
Shee_👚: emang anak durhakin si eru, emak di bilang anak perawan😂
total 4 replies
Shee_👚
eru sama mamih maura berasa kak beradik aja ini🤣
Shee_👚
astaghfirullah eru, greget pengin gaplok😂😂😂
Shee_👚: makin aja birahi tingkat tinggi🤣
total 2 replies
Shee_👚
ampun dah si eru orang lagi mumet ko ya jawab pertanyaan bikin tambah mumet😩
Shee_👚
gila dadakan😂
Nandi Ni
tok cer Eru emang,cusss plenus🤣🤣🤣
Shee_👚
anak mamih maura emang gak da duanya, hadeh sengklek gak ketulungan😂😂😂
Shee_👚
dasar edan🤣🤣
pake acara ngomong begitu gak tau sikon
Shee_👚
lah rendi, kirain anji 😂

eh ngomong rendi anaknya cowo kan ya??
Felycia Fernandez: setelah ini bakalan kisah anak mereka kk
total 3 replies
Shee_👚
ini bed empat emang para pasien yang di bucinin lakinya. apa aku harus numpang tidur di bed 4 biar dapet lagi bucin🤣
Felycia Fernandez: iya kk,suaminya Yuli 🤣
total 3 replies
Shee_👚
bener cinta sakit serius, serius kecebongmu tumbuh eru
Shee_👚
bukannya buru2 malah bengong eru ini, tadi bilang dah siap jadi ayah ini malah hadeh😪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!