"Ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti akan kamu hadiri bersama keluargamu."
Kalimat yang begitu membekas di hati dan pikiran Rizal kala ia melakukan kesalahan karena lagi dan lagi ia membohongi Claudia.
Perempuan yang kerap kali iya bohongi dalam keseharian nya, memberikan perhatian, ungkapan cinta, dan harapan untuk kedepannya.
Nyatanya hal itu adalah sebuah kebohongan yang menjadi kebiasaan Rizal selama ini. Namun, semua berubah setelah Claudia menyadari bahwa selama ini ia melakukan kesalahan terbesar karena terpengaruh dengan setiap kata yang Rizal ucapan kepadanya.
Hal tak terduga kini terjadi pada Rizal pelaku utama yang memerankan peran kebohongan yang begitu dalam sampai dua tahun lamanya seorang Claudia baru sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan mainan oleh Rizal.
Yuk ikuti ceritanya, jika kalian penasaran tentang yang akan terjadi pada Rizal dan Claudia selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Enak
Claudia yang sudah selesai mengunci pintu kos nya, kini mulai pergi meninggalkan kos nya menuju kampus.
Ia pun sempat mengajak teman kos nya juga untuk berangkat bareng atau sekedar bilang duluan berangkat.
Tetapi kadang Claudia langsung pergi jika ia terburu-buru berangkat karena kadang teman kos nya masih ada di kosnya masing-masing. Sehingga Claudia tak enak jika mengganggu mereka.
Kini Claudia pun mulai berangkat dengan jalan kaki karena jarak kampus dan kos nya cukup dekat.
Sekitar lima atau tujuh menit, barulah ia sampai di kampus. Terlihat suasana kampus yang masih sepi karena masih tersisa setengah jam lagi untuk masuk kelas.
"Neli udah nyampe belum ya?" ucap Claudia saat ia sedang berjalan menuju kelasnya ketika di kampus.
"Em... dari pada aku penasaran, lebih baik aku jalan lebih cepat aja." ucap Claudia yang mulai berjalan lebih cepat.
Saat ia telah sampai di pintu kelas, baru ada tiga atau empat orang yang sudah datang termasuk Neli juga sudah datang.
Itu artinya ia tak akan diam di kelas sendiri, melainkan sudah ada Neli di sana.
"Hay... sini." ucap Neli.
"Ah... iya Neli." ucap Claudia yang mulai melangkah kan kaki untuk mendekati posisi duduk Neli.
Sampai tak terasa, kini ia telah berada di samping tempat duduk Neli dan mulai menyimpan tasnya disana.
Ia pun mulai berbicara pada Neli ketika tasnya sudah di simpan.
"Baru datang atau udah dari tadi Neli?" inilah yang ditanyakan Claudia saat ia telah menyimpan tasnya.
"Baru dua menitan lah masuk ke sini." ucap Neli.
"Oh gitu, em... nggak macet tadi?" ucap Claudia berbasa-basi pada Neli.
"Ada macet sih, tapi untungnya nggak terlalu lama. Jadi udah bisa ke sini." ucap Neli menjelaskan.
"Kalau macet pasti lama juga ya." ucap Claudia.
"Hem... pasti, tapi untungnya nggak lama." ucap Neli.
"Iya ya, em... ini belum pada datang?" ucap Claudia.
"Iya belum, kayanya bentar lagi." ucap Neli.
Mereka pun mulai berbicara panjang lebar sampai satu persatu teman mereka masuk kelas dan tak terasa, kelas pun telah penuh oleh teman mereka berdua.
Sekitar jam 08.30 Wib dosen pun masuk ke kelas dan mahasiswa pun mulai mengikuti pembelajaran.
Tak terasa pergantian dosen pun telah terjadi, kini tersisa waktu lima menit lagi setelah dosen ke dua mengajar.
Claudia yang suka mematikan data handphone miliknya ketika pelajaran berlangsung pun, mulai mengambil handphone miliknya untuk menyalakan data kembali.
Setelah data di nyalakan, kini terlihat ada notif dari Rijal.
"Assalamualaikum." inilah chat yang di kirim Rijal lima belas menit yang lalu.
"Hem... baru chat ternyata, kayanya baru istirahat dia." ucap Claudia saat ia telah melihat jam terkirim dari pesan tersebut.
Kemudian ia pun mulai mengetik jawaban. "Wa'alaikumsalam" inilah jawaban yang Claudia berikan.
Sekitar lima detik setelah ia memberikan chat jawaban salam pada Rijal. Chat itu pun langsung di jawab oleh Rijal.
"Kamu udah di kos atau di kampus?" inilah chat yang Rijal kirim.
"Aku di kampus." ucap Claudia dalam chatnya.
"Lagi istirahat?" ucap Rijal dalam chatnya.
"Iya, kamu juga lagi istirahat?" ucap Claudia dalam chatnya.
"Iya sama, kamu tadi nyampe jam berapa di kos?" ucap Rijal berbasa-basi agar ada percakapan dalam chatnya saat ini.
"Em... sekitar jam 7 kurang lebih. Aku lupa." ucap Claudia menjawab chat Rijal, namun ia lupa akan jam ketika ia sampai di kosan.
"Oh jadi pagi banget ya nyampenya. Terus ke kampus jam berapa?" ucap Rijal lagi dalam chatnya.
"Iya pagi, em... jam 8 sih tadi." ucap Claudia dalam chatnya.
"Terus abis istirahat nanti belajar lagi nggak atau pulang ke kos?" ucap Rijal yang mulai penasaran.
"Masih ada dua pelajaran lagi. Pulangnya nanti jam 4." ucap Claudia.
"Oh gitu, langsung pulang ke kos kan?" ucap Rijal.
"Iya langsung pulang. Kamu nggak makan dulu atau shalat dulu?" ucap Claudia dalam chatnya.
"Kalau shalat udah, tapi kalau makan belum." ucap Rijal.
"Ya udah, kamu makan dulu aja." ucap Claudia.
"Kamu udah shalat sama makan?" ucap Rijal.
"Belum, bentar lagi mau shalat dulu, abis itu beli makan." ucap Claudia.
"Ya udah, kamu shalat dulu nanti kita lanjut lagi. Aku juga mau makan dulu." ucap Rijal.
"Iya aku shalat dulu ya." ucap Claudia yang langsung bersiap pergi ke mushola kampus bersama Neli.
"Iya." ucap Rijal lalu mulai memakan makannya.
Setelah itu, tak ada chat lagi yang terkirim karena baik Rijal atau pun Claudia kini mereka masing-masing melakukan aktivitas nya.
Sampai akhirnya Claudia pun telah selesai melaksanakan shalat dan membeli makan juga sudah.
Ia dan Neli pun mulai masuk ke kelas lagi dan memakan makannya di kelas. Setelah itu, mereka berdua pun mulai memakan makannya.
Sampai tak terasa, makan mereka pun habis tak tersisa.
Tak lama setelah itu, mereka dan teman yang lainnya mulai mengobrol karena ada waktu sekitar lima belas menit lagi sebelum jadwal pelajaran di mulai.
Saking asyiknya mengobrol Claudia lupa untuk menjawab chat dari Rijal.
Sampai tak terasa jam ke tiga pun telah di mulai. Claudia dan teman yang lainnya mulai fokus lagi belajar.
Beberapa jam telah berlalu, akhirnya tersisa sepuluh menit lagi jam ke empat pun akan berakhir. Itu artinya Claudia akan pulang sebentar lagi.
Setelah lima menit berlalu, dosen yang mengajar pun telah meninggalkan kelas. Mahasiswa pun mulai satu persatu meninggalkan kelas.
Begitu pun dengan Claudia dan Neli. Mereka berdua juga akan pulang ke rumah dan kos.
Tak lupa mereka saling pamit dulu saat pulang untuk sekedar memberitahu. Setelah itu, mereka berdua pun mulai pulang.
Tak terasa kini Claudia sudah masuk ke kos nya dan mulai menyimpan tas, lalu mulai mengambil wudhu terlebih dulu untuk segera melaksanakan shalat asar, karna tadi di kampus ia belum sempat shalat asar.
Setelah selesai melaksanakan shalat asar, barulah Claudia mulai melihat handphone miliknya lagi.
Di sana sudah ada chat dari Rijal dan hal itulah yang akhirnya membuat Claudia tersadar akan melupakannya lagi.
"Ya ampun, tadi aku lupa jawab chat Rijal lagi." ucap Claudia sebelum menjawab chat Rijal.
"Em... aku jawab sekarang aja deh." ucap Claudia lagi.
"Maaf ya Rijal, aku baru jawab chat kamu." ucap Claudia yang tak mau membuat kesal Rijal karena kelupaan nya itu.
Sehingga ia pun berinisiatif untuk meminta maaf di chat yang di kirim.
"Hem... iya nggak papa, lain kali jangan gini ya. Aku nunggu tadi chat kamu." ucap Rijal yang langsung menjawab chat Claudia.
"Iya, nggak akan gitu lagi." ucap Claudia dalam chat nya.
Bersambung...