NovelToon NovelToon
Ada Dia Di Antara Kita

Ada Dia Di Antara Kita

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Permainan Kematian / Percintaan Konglomerat / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rijal Nisa

Ardian, seorang pengusaha muda yang tampan dan mapan. Ia memiliki seorang kekasih yang bernama Karina, kisah cinta mereka cukup rumit karena adanya orang ketiga. Belum lagi kehadiran orang ketiga yang memiliki tujuan untuk menghancurkan keluarga Ardian. Semuanya perlahan terungkap saat Vino datang, lelaki yang tak lain adalah kakak dari kekasihnya, Karina. Tidak hanya Ardian, Karina ternyata juga memiliki sebuah rahasia besar tentang keluarganya. Setelah hubungannya mengalami kerenggangan dengan Karina, Ardian pun mencoba memperbaiki hubungan itu. Mampukah Ardian merebut kembali hati Karina yang sudah terlanjur dibuat terluka oleh sikapnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rijal Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit

"Langit yang tadinya cerah kini berubah mendung. Pulang dari kantor, Ardian melajukan mobilnya dengan cukup kencang.

Malam ini dia sudah janji dengan Emilia untuk makan malam bersama.

Langit sudah semakin gelap, Karina masih belum pulang, dan dia terus berkeliling kota dengan jalan kaki. Lelah sama sekali tidak menjadikan semangatnya sirna, dia sangat berharap bisa mendapatkan pekerjaan secepat mungkin.

Perut Karina sudah semakin perih, dia tidak makan sejak tadi pagi.

Untuk sejenak, gadis itu berhenti di sebuah kafe.

Dia berdiri di luar, melirik ke dalam kafe. Dilihatnya orang-orang yang sedang makan dengan lahapnya, dia juga merasa lapar.

Ingin rasanya masuk ke sana dan memesan beberapa makanan, sungguh perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.

Pengunjung semakin ramai, Karina melangkah ke samping dan duduk di depan kafe itu.

Dia memilih duduk di sana supaya tidak menjadi pusat perhatian orang lain.

Dengan wajah murung, dilihatnya ponsel yang sejak tadi berdering. Ada panggilan masuk dari bu Agatha, karina tidak mengangkatnya.

Karina memilih mengirim satu pesan dan mengatakan bahwa dirinya sedang makan malam di luar, dan dia akan pulang sebentar lagi.

"Tante pasti sangat khawatir sama aku karena belum pulang selarut ini," gumam Karina.

Saat pesan hendak dikirim, ponselnya tiba-tiba mati.

"Akh, sial banget sih! Ponselnya mati lagi, batrenya habis. Gimana ini," lirih Karina sedih.

Dia masih di sana, menatap orang-orang yang keluar masuk kafe.

Di rumahnya, Ardian yang hendak keluar lagi karena ada janji sama Emilia terpaksa membatalkan janjinya itu.

"Kamu harus cari Karina dulu, sampe sekarang dia belum pulang. Gimana kalau terjadi apa-apa?"

"Ma, dia udah besar, Ma. Bukan anak kecil lagi, Karina udah bisa jaga diri sendiri," tukas Ardian.

"Mama kamu benar, Ar. Sebaiknya kamu cari Karina dulu, dia itu perempuan. Papa ngerti perasaan kamu, tapi apa kamu enggak kasian sama dia? Cuma kita yang dia punya sekarang. Meskipun kamu udah enggak mau balikan sama Karina, setidaknya sisakan rasa sayang itu sedikit aja untuk dia. Karina sendiri, kalau ada masalah dia juga enggak pernah cerita ke kita. Sekarang nomornya enggak aktif, apa kamu enggak khawatir." Pak Seno bicara pelan dan tenang, berharap anaknya bisa sedikit menurunkan egonya.

Dengan kesal dan tampak berat, Ardian menelpon Emilia. Dia mengatakan tidak bisa pergi malam ini karena ada acara keluarga, setelah mendengar omongan panjang lebar sang papa, akhirnya dia jadi lebih paham akan kondisi Karina.

Jedar!

Petir menyambar bersahut-sahutan di luar, langit semakin gelap.

Sejak sore tadi langit sudah mendung, tapi hujan tidak kunjung turun. Mungkin sekarang akan turun hujan lebat, angin juga bertiup kencang.

Di luar terdengar suara ranting kayu yang bergesekan karena diterpa angin, bu Agatha dan pak Seno semakin khawatir, pikiran mereka tidak henti-hentinya memikirkan Karina.

Ardian sudah keluar, ia bersiap untuk mencari keberadaan Karina.

Di tengah hujan yang disertai angin kencang, Karina sudah mulai kedinginan berada di luar kafe itu.

Para pelanggan yang hendak pulang, mereka dengan mudahnya melewati hujan.

Banyak juga yang membawa payung, mereka sudah bersiap-siap hari ini karena telah melihat ramalan cuaca. Hanya Karina yang tidak punya persiapan sama sekali, Karina memeluk tubuhnya sendiri.

Dia duduk lebih dekat dengan dinding kafe supaya tidak terkena rintikan hujan.

Kafe mulai sepi, Karina masih di sana, Ardian juga masih mencari keberadaannya.

Dalam mobil, cowok itu terus mengomel mengingat Karina yang membuatnya kerepotan malam ini.

"Dasar gadis nyebelin, bisanya ngerepotin orang aja!" omel Ardian.

Di tengah guyuran hujan, ia cukup kesulitan mencari di mana keberadaan Karina. Ardian membawa mobil dengan kecepatan sedang, ia memperhatikan jalan dengan fokus supaya Karina cepat ketemu.

Di depan kafe, Karina semakin menggigil karena dinginnya cuaca. Perutnya juga perih, kini dia mulai berharap dalam hati kalau Ardian segera muncul di depannya.

Jujur saja, dia masih sangat rindu Ardian yang dulu. Yang selalu memanjakannya, tidak pernah berkata kasar apalagi sampai membuat hatinya terluka.

"Sayang, kamu di mana?" lirih Karina.

Kepalanya mulai terasa berat, matanya berkunang-kunang, dan perutnya juga semakin melilit.

"Terima kasih, Mbak. Besok-besok datang ke sini lagi ya!" ucap seseorang dengan nada tinggi.

"Aduh, kepalaku pusing banget." Karina mulai terlihat pucat, matanya kabur, dan pandangannya menghitam.

Beberapa detik sebelum pingsan, ia sempat melihat seorang lelaki mendekatinya, dan dia tidak tahu siapa.

"Mbak! Mbak, bangun! Jangan pingsan di sini, Mbak." Lelaki itu berusaha menopang tubuh Karina yang hampir ambruk ke lantai.

"Ar, tolong." Karina langsung luruh begitu saja ke atas dada lelaki tersebut.

"Wah, gawat ini! Duh, anak siapa lagi ini, mana gue sendiri lagi." Dia mulai kebingungan. Lelaki itu mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.

*****

"Nah, kebetulan sekali lo datang. Cepet ke sini!" seru si lelaki itu begitu temannya membuka pintu kafe.

Karina sudah dia bawa masuk ke dalam, dan sekarang Karina sedang ditidurkan di ruang kerjanya.

Temannya yang tak lain adalah Vino pun mendekat, ia belum bisa melihat jelas siapa perempuan yang ditolong temannya.

"Siapa sih, Bay?"

"Makanya ke sini!"

Vino mendekat ke sofa, tempat di mana Karina ditidurkan.

"Karina." Vino langsung duduk di dekat Karina, dia begitu kaget saat tahu siapa gadis yang ditolong temannya.

"Lo kenal?"

"Ini Karina, dia yang gue ceritain ke lo. Dia ini mantan pacar anaknya bos gue, Ardian."

Bayu langsung teringat akan kata-kata Karina sebelum pingsan tadi, gadis itu menyebut nama mantan kekasihnya.

"Kasian banget, lo tau enggak? Tadi sebelum pingsan sepenuhnya, Karina nyebut nama Ardian. Dia bilang gini "Ar, tolong" gue kan langsung bingung gitu. Ar siapa? Apa dia pikir gue Ardian?"

"Entah." Vino menggeleng tidak mengerti.

"Terus, sekarang gimana dong?" tanya Bayu, dia duduk dan merebahkan tubuhnya di sofa. Cukup lelah hari ini, lalu ditambah lagi dengan masalah Karina.

"Vin, menurut gue mending lo telpon bokap nyokap si Ardian deh, kan Karina tinggal di sana sekarang. Pasti mereka sangat khawatir sama keadaan Karina sekarang, dan mungkin sekarang mereka sedang sibuk-sibuknya nyariin dia."

Vino mengambil tas Karina, ia hendak mengambil ponsel gadis itu untuk menghubungi bu Agatha.

"Percuma, Vin. Ponsel dia mati, gue udah lihat tadi. Mending pakek hp lo aja deh," saran Bayu.

Vino belum menelpon juga, dia menatap Karina yang masih belum siuman. Kalau diperhatikan lama, wajah gadis itu semakin pucat. Keringat dingin mulai berjatuhan, Vino merasakan sakit di bagian dadanya.

Melihat keadaan Karina saat ini, dia tidak bisa tenang. Hatinya seakan ikut terluka, Bayu memperhatikan kecemasan Vino, sahabatnya.

"Bukannya nelpon, tapi malah mandangin dia. Lo naksir dia?" tanya Bayu.

Vino tidak merespon, dia tahu bagaimana perasaannya saat ini. Rasa yang ada dalam hatinya, itu bukan suka, melainkan rasa peduli yang memang berasal dari bisikan hatinya. Seakan mereka saling terikat, kenapa? Vino juga heran, padahal mereka belum lama ini kenal.

"Ini bukan suka, cinta atau semacamnya seperti yang lo bilang, Bay. Gue sayang, peduli, dan gue enggak tega ngelihat dia kek gini."

"Ma-ma," gumam Karina. Di saat dirinya masih belum sadar, bibirnya bergerak memanggil sang ibunda.

"Buruan telpon keluarga pak Seno, Vin. Kayaknya Karina harus dibawa ke rumah sakit deh," ucap Bayu.

Vino langsung menelepon pak Seno, dan memberi kabar akan keadaan Karina yang sudah tidak sadarkan diri.

Mereka semua begitu panik dan khawatir, tidak sampai sepuluh menit ditunggu, akhirnya Karina dijemput. Namun, yang datang bukanlah pak Seno dan istrinya. Yang datang adalah Ardian, baju cowok itu sudah sedikit basah karena dia nekat menerobos hujan tanpa menggunakan payung.

"Ardian," ucap Vino sambil melihat ke arah Bayu dengan tatapan heran.

1
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
keliatan banget kalo alisha suka sama bayu /Facepalm/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
sebenernya pak seno ini punya rencana apa sih 🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Wajah Ardian bikin Bu hana flasback /Frown/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Jatuh dan hanyut kesungai, kok bisa nyampe Swiss itu siEmil 🤔🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
persepsi Ardian lumayan juga, setidaknya tidak seperti pak seno yg terlalu naif
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Ini awal mula pertemuan bayu sma alisha sungguh kesan pertama yg tak terduga 🤭🤭🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
apakah ibu hana kabur
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
walaupun emil ganti wajah, tpi masa engga kenal sih sama suara emill 🤔🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Jangan" gadis misterius itu emil 🤔🤔
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: lah, emang../Slight/
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Ibu Hana terlalu banyak mikir yg seharusnya engga perlu difikirin , ehh kok kek orang itu ya.
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: ihhhh, 😭🤣 org siapa itu
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
mungkin ini yg dimaksud dengan prinsip tabur tuaii, selamat maya, kini km sedang menuaii hasil dari perbuatan mu dulu .
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Emang agak aneh sih sikap Bu Hana
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
keputusan yg karina ambil kali ini sangat beresiko ..
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
udah sayang sayangan lagi aja karina /Facepalm/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
kalau meninggal , setidaknya tubuh nya pasti di temukan .
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
ardian kok bisa tau karina di sekap dimana 🤔
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Liat pakek mata batin
🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Vino kerja apaan coba,nyampe tengah malam kok belum pulang
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
karina padahal mau tapi pura" Jaim 🤣🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
mamam tuh ardian 🤣🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Cinta Cinta mulu /Facepalm/
karina jadi bego gara" cinta
emilia jadi stress gara" cinta
ibu nya emil gangguan jiwa gara"?? sama aja kan, Cewek emang ya /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!