⚠TAHAP REVISI
DIVANO ALKA FERANGGA. Atau kerap di sapa Vano, adalah badboy sekaligus most wanted boy.
Vano itu tengil dan humoris. Ketampanan dan kekayaan Vano membuat hampir semua siswi-siswi di SMA Trisakti menyukainya, bahkan ada yang terang terangan bilang cinta kepada Vano. Tapi semua itu Vano hiraukan.
Hanya satu yang selalu cuek dan nampak tidak peduli oleh semua yang berkaitan dengan Divano. Dia adalah...
KAYLA ALESYA RATU.
Tolong bantu like, vote, komen, rate, dan follow....😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Sabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 16
Happy Reading💙
Vano menatap kosong ke depan. Ia tengah memikirkan Queen.
'Percuma ya, kalau di sini cuma gue yang inget sama lo. Kayaknya,.. lo sama gue memang nggak jodoh, Queen. Mungkin... mulai saat ini gue akan coba biar nggak berharap lebih sama lo yang jelas jelas gue nggak tau di mana keberadaaan lo sekarang. Tapi gue tetep inget lo kok'
Vano tersenyum mengingat saat dulu Queen menangis karenanya.
Flashback
"Alka siniin boneka Queen!" Queen menengadahkan tangannya, meminta boneka barbienya dari Alka/Vano.
Alka memggeleng. "Nggak mau, boneka ini sekarang miliknya Alka"
Mata Queen berkaca kaca.
Alka malah berjalan pergi meninggalkan Queen.
"ALKA MAU KEMANA?" teriak Queen.
Alka berbalik. "PINJEM BARBIENYA YAA. BESOK ALKA BALIKIN"
Queen menghembuskan nafasnya kasar. Setelah itu, Queen pun pulang.
Besoknya, di tempat yang sama, yaitu taman. Alka dan Queen bertemu kembali.
Queen menengadahkan tangannya, meminta sesuatu dari Alka. "Mana boneka Queen? Balikin sini!"
Alka tersenyum. Lalu memperlihatkan boneka barbie yang sebelumnya ia sembunyikan di balik punggungnya kepada Queen.
Mata Queen melotot. "Kok kepalanya buntung?" tanya Queen.
Alka menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Emm itu, Queen, Alka lagi sisirin rambutnya, mungkin Alka nyisirnya kekencengan. Jadi... lepas deh kepalanya, hehe. Maafin Alka ya Queen, alka nggak sengaja"
Queen mengambil badan dan kepala boneka yang terlepas itu, matanya berkaca kaca, ia beralih menatap Alka. "Huaaa boneka Queen rusak.. hiks.. Alka jahat. Pokonya Alka harus ganti... hiks ini boneka kesayangan Queen tau.. hiks.."
"Maaf Queen. Alka nggak punya uang. Nanti kalo Alka udah besar, Alka ganti deh"
"Lama dong? Kalo gitu Alka harus ganti banyak boneka barbie ke Queen nanti!" Queen menghapus sisa air matanya yang berada di pipinya.
"Iya nanti Alka ganti. Senyum dulu dong" Queen pun tersenyum manis.
Flashback of.
Tok.. tok.. tok..
Tiba tiba ada suara ketukan pintu, membuat Vano tersadar, dan langsung beranjak berdiri.
Tok.. tok.. tok..
Vano membuka pintu, dan nampaklah Kayla.
"Makan malam yuk" ajak Kayla.
"Ayuk" jawab Vano.
Vano, dan Kayla berjalan bersama menuju meja makan. Sesampainya di ruang makan, mereka duduk di bangku, dan duduk berhadapan.
Mereka mengambil nasi dan lauk pauknya dipiring masing masing, kemudian mereka makan dalam keadaan hening.
Vano sedang tidak mood. Setelah selesai makan, tanpa pamit atau berkata apapun kepada Kayla, Vano langsung pergi begitu saja.
Kayla menatap heran kepergian Vano.
"Vano kenapa ya?" kata Kayla.
•••
Weekend...
Vano masih tertidur pulas. Padahal waktu sudah menunjukan pukul 09.00
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu yang di ketuk oleh Kayla.
"Si Vano pasti masih tidur nih jam segini. Bangunin nggak ya? Bangunin aja deh" Kayla membuka pintu kamar tamu rumahnya, yang di dalamnya ada Vano yang sedang tertidur.
Kayla berjalan masuk tanpa menutup pintu. Ia melihat Vano tidur terlentang, dan selimut berada di lantai.
Kayla mendekat, duduk di pinggiran kasur. Ia mengguncangkan bahu Vano. "No, Vanooo Banguuun"
"Divanooo" Vano masih memejamkan matanya.
'Kalo di liat liat, gue kaya pernah liat orang yang mukanya sedikit mirip sama Vano. Tapi siapa ya? Kok mendadak jadi hilang ingatan sih gue. Cuma di mimpi mungkin. Au ah'
"Udah puas ngeliatin muka gue?" tanya Vano, lalu Vano membuka matanya.
Kayla mengerjap.
'Lucu'
Vano tersenyum. "Ngapain di sini?"
"Mau bangunin lo" jawab Kayla.
"Mau bangunin apa mau liat cogan baru bagun tidur?" goda Vano.
Kayla tersenyum malu. "A -apaan sih, orang gue emang cuma mau ngebangunin lo. Udah lah, gue pergi bye" Kayla salting, dan malah berlari keluar.
Vano terkekeh. Ia gemas melihat tingkah Kayla. Kemudian Vano beranjak duduk, mengumpulkan nyawa setelahnya ia pergi mandi.
Beberapa menit kemudian...
Vano keluar kamar dengan menggunakan kaos polos berwarna putih, dan celana jeans, juga jaket di tangannya. Membuat ia terlihat sangat sangat tampan bagi kaum hawa.
"Kayla" panggil Vano. Kayla menoleh, ia tidak berkedip sama sekali.
Vano mendekat ke arah Kayla yang tengah duduk di sofa di ruang keluarga. Ia melambaikan tangan kanannya di depan wajah Kayla.
"Woy"
"Eh, kenapa, no?" Vano tersenyum tipis, sangat tipis, sampai tidak terlihat kalau ia sedang tersenyum.
"Gue mau pergi ke rumah Rafa" pamit Vano.
"Nggak sarapan dulu?" Vano menggeleng.
"Nggak deh. Entar aja di sana sekalian"
Kayla mengangguk. "Ouh yaudah, tiati di jalan"
"Iya"
Kemudian Vano berjalan pergi. Sebenarnya Vano tau Kalau Kayla tadi terpesona dengannya, tapi... Ya sudahlah, biarkan saja.
Vano memakai jaket, kemudian naik ke atas motornya, dan pergi menuju rumah Rafa.
•••
"HAI EVERYBADIII. VANO COWOK TERTAMPAN DI DUNIA DATANG~" teriakan Vano menggelegar di rumah Rafa.
Membuat Rafa, Naqa, dan Alvan menatapnya tajam. Vano nyengir.
"Ngapain kalian liatin gue gitu banget? Iya tau gue ganteng, tapi nggak usah gitu jugalah, kita kan cowok. Masa cowok sama cowok"
"Narsis banget sih jadi orang" kata Rafa, Naqa, dan Alvan kompak.
Vano terkekeh. "Hehehe, harus dong. Itu namanya bukan narsis, tapi percaya diri"
Jangan lupa LIKE...
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🔥🔥🔥
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos 🌸🌸🌸
tinggalkan like and comment ya 🙏🙏