NovelToon NovelToon
Sweet Summer: Cinta Tak Pernah Bohong

Sweet Summer: Cinta Tak Pernah Bohong

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Romansa / Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Shea Olivia

Sinopsis:

Menceritakan saudara kembar yang saling bermusuhan dan membenci. Sang kakak bernama Aksa, sedangkan adiknya bernama Arion. Meski kembar mereka memiliki kemampuan yang berbeda. Arion memiliki IQ tinggi. sedangkan Ares bisa di bilang kurang cerdas daripada Arion sehingga Ayah mereka sering membandingkan mereka berdua.
Sampai suatu masa, sahabat masa kecil mereka datang kembali. Naya, gadis yang lincah dan cantik ini menarik perhatian mereka berdua. Sehingga mereka bersaing merebut hari Naya.

Siapakah pemenang hati Naya?!🤔🤔

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shea Olivia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

...«────── « ⋅ʚ♡ɞ⋅ » ──────»...

Makan malam hari ini tidak dihadiri Ayah. Aksa sebenarnya ingin bertanya keberadaannya pada Ibu, tapi dia sangat enggan melakukannya. Naya mengetahui maksud Aksa.

"Tante, Om ke mana?" tanya Naya.

"Oh, Om lagi dinas ke Bandung selama dua hari," jawab Ibu.

Aksa mendadak tak bernafsu makan. Tadinya dia sudah membulatkan tekad untuk meminta maaf pada Ayah, tapi ternyata bahkan takdir pun menentang keinginan mulia Aksa. Naya menepuk pundak Aksa pelan, berusaha memberi semangat.

"Emang kenapa?" tanya Ibu heran.

"Nggak apa-apa," jawab Aksa, dan detik berikutnya dia menyesal telah menjawab, karna sekarang mata Ibu dan Arion mengarah padanya.

Tapi rupanya Arion dan Ibu tidak mengambil pusing karna sekarang Ibu sudah menyodorkan nasi kepada Arion. Arion menolaknya, lalu mengedikkan kepalanya tanpa kentara ke arah Aksa. Ibu memandang Aksa bimbang sesaat.

"Sa," Ibu menyodorkan secentong penuh nasi ke piring Aksa.

Aksa bengong sesaat, tidak memercayai penglihatannya. Setelah Naya menyikutnya, baru Aksa tersadar.

"Oh, eh, iya," kata Aksa kikuk sambil menyodorkan piringnya sehingga Ibu bisa menaruh nasi di atasnya.

"Mm... makasih," gumam Aksa pelan setelah piringnya terisi penuh.

Arion dan Naya berpandangan sebentar, lalu saling melempar senyum penuh arti.

Sementara Aksa mengamati nasinya, Ibu bangkit dan berjalan ke dapur.

"Tante mau ke mana?" sahut Naya.

"Ng... ke dapur, ngecek sayur!" sahut Ibu dari dapur.

Ibu tidak mengecek sayur, Arion tahu betul. Ibu pasti sedang menangis lagi.

"Yg semalem itu, lucu banget ya?" kata Naya kepada Arion besok siangnya.

Arion mengangguk sambil tersenyum simpul. Mengingat wajah Aksa yang tampak luar biasa salah tingkah saat Ibu menyendokkan nasi untuknya semalam, sangat membuat Arion geli.

Tapi begitu mengingat wajah Ibu yang luar biasa terharu, Arion membatalkan niatnya untuk tertawa.

"Nggak nyangka, Aksa bisa begitu salah tingkah," kata Naya, juga masih dengan senyum tersungging di wajah.

"Lucu banget."

"Aku rasa dia udah mulai ngebuka hatinya," kata Arion.

"Bener banget," Naya setuju.

"Dan aku rasa, di sini ada seorang lagi yang harus berbuat sama."

Arion memandang Naya sebentar. "Kamu tau? Itu nggak akan mudah-"

"Jangan bilang gitu dulu sebelum mencoba," Naya menepuk pundak Arion.

"Just give it a shot."

"Dalam arti sebenarnya, boleh juga," kata Arion disambut tawa Naya.

"Eh, kamu tau? Ada yg bisa kita lakuin. Mm... sebenernya sih, udah mau aku lakuin sejak tidur di kamarnya Ares. Aku mau pasang poster di langit-langitnya! Kamu bantuin, ya?" tanya Naya.

"Kamu kayak nggak ada kerjaan aja," kata Arion heran.

"Bukannya di lepasin, malah mau dibanyakin. Kamarnya tuh udah kayak sarang rock star!"

"Justru itu," Naya memainkan alisnya.

"Ayolah Ri... Aku pengen banget pasang poster gedenya Mick Jagger di atas tempat tidurnya. Pasti shock berat!"

"Oh yeah," komentar Arion sinis.

"Shock banget pasti."

"Ayo dong Ri... Katanya kamu mau memperbaiki hubungan kamu sama Aksa? Ntar aku deh yang bilang kalo yang masang poster itu kamu!" rayu Naya lagi.

"Iya, iya!" sahut Arion akhirnya.

"Tapi nggak usah repot-repot! Bilang kamu aja yg pasang."

"Iya deh..." kata Naya lagi.

"Arion baek deh... Eh, masuk yuk? Kita kerjain sekarang. Lagian, kayaknya udah mau ujan."

Arion mengikuti Naya yang melangkah riang ke dalam rumah. Entah mengapa Arion merasakan firasat buruk. Tapi mungkin itu karna dia hendak memasuki kamar Aksa.

"Ri, pegang aku erat-erat ya! Jangan sampe jatuh!" sahut Naya yang sekarang sudah duduk di pundak Arion. Kedua tangannya memegang poster besar Mick Jagger.

"Iya, iya! Berisik banget sih! Berat tau!" seru Arion sambil berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya di atas kasur.

"Jangan goyang-goyang!" sahut Naya lagi.

"Miring nih Mick-nya!"

"Emangnya aku peduli!" balas Arion.

"Cepetan dong! Kram nih kakiku!"

Naya tak bisa menempelkan posternya dengan benar karna Arion selalu bergoyang-goyang.

Saat akhirnya kaki Arion tak kuat lagi menopang tubuh mereka, Naya terjatuh dan menimpa Arion yang sudah lebih dulu terjatuh ke kasur. Naya dan Arion tergelak-gelak menertawakan kebodohan mereka.

Hari ini Aksa bekerja dengan giat. Terlalu giat, mungkin. Aksa merasakan seluruh tubuhnya lumpuh total setelah mengerjakan dua mobil mogok sekaligus.

Aksa memasuki rumahnya tanpa semangat, lalu berjalan gontai menuju sofa, bermaksud membanting dirinya ke sana.

Tapi begitu mendengar gelak tawa Naya dan Arion dari kamarnya, Aksa memaksakan tubuhnya bergerak ke arah kamarnya dan membukanya.

Naya dan Arion sedang... entahlah. Aksa tidak bisa menebaknya. Hanya saja, jelas bukan hal yang baik jika melihat posisi mereka berdua.

Naya berada tepat di atas tubuh Arion, dan mereka berdua sedang tertawa riang. Aksa dapat merasakan seluruh ototnya mengejang, dan darahnya mendidih dalam hitungan detik.

Saat menyadari Aksa di ambang pintu, Naya dan Arion berhenti tertawa, lalu segera memisahkan diri.

Aksa mengepalkan kedua tangannya. Tepat pada saat ini, Aksa ingin membunuh mereka berdua. Tapi hati kecil Aksa mencegahnya mati-matian.

Aksa bisa melihat Naya berusaha menjelaskan sesuatu, tapi tak ada sedikit pun yang bisa terdengar oleh Aksa sekarang. Telinganya berdenging keras, seperti ada sesuatu yang telah mengganjalnya.

Naya bergerak mendekati Aksa, tapi Aksa tak akan membiarkannya. Aksa tak akan membiarkan gadis ini mendekatinya lagi. Tidak sekali pun lagi dalam hidupnya.

"Minggir lo!" sahut Aksa sambil menepis tangan Naya sehingga Naya terjatuh.

Arion segera berlari menuju Naya dan membantunya berdiri. Aksa sungguh muak melihat mereka. Jadi, Aksa segera menyingkir dan berlari sekuat tenaga ke luar rumah, menembus lebatnya hujan yang tiba-tiba saja sudah turun.

Aksa sudah tidak memedulikan keletihannya. Yang Aksa inginkan sekarang hanyalah mati. Aksa selalu tahu bahwa hidupnya tak akan semulus yg dia kira. Tidak mungkin bisa semulus ini. Aksa berteriak sekuat tenaga, melepaskan amarahnya.

"Aksa!" sahut Naya di belakangnya. Aksa tak mempunyai keinginan untuk menoleh.

"Aksa, kamu harus dengerin aku!"

Aksa bisa merasakan air matanya sudah berbaur bersama air hujan. Aksa merasa tak perlu mendengar apa pun lagi. Aksa sudah terlalu lelah berusaha. Pada akhirnya, dia akan kehilangan semuanya.

"Sa, please..."

"Lo bilang semua orang butuh kesempatan kedua," gumam Aksa dingin.

"Dan gue udah ngasih lo dua kali. Terus apa yang membuat lo berpikiran kalo gue bakal kasih lo sekali lagi?"

Naya terisak hebat. "Ka-kamu ha-harus denger..,"suara Naya yang gemetar tenggelam dalam derasnya hujan.

"lo tuh," Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.

"Lo tuh dari luar manis banget. Tapi, di dalem lo tuh ancur!"

Naya tak bisa menjawab karna sudah sangat kedinginan, ditambah lagi isakannya yang menghebat.

"You know, I thought I knew you, but somehow I was wrong," kata Aksa lagi.

Arti: "Kau tahu, aku pikir aku mengenalmu, tapi entah bagaimana aku salah"

"You're the sweetest little... witch I ever knew."

Arti: "kau penyihir kecil termanis yang pernah aku kenal"

Isakan Naya berhenti begitu saja saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Aksa. Naya menatap Aksa yang juga sedang menatapnya tajam. Walaupun kulitnya terasa dingin, Naya merasa hatinya panas setelah Aksa mengatainya.

"Jelas banget kalo kamu nggak pernah kasih aku sedikit pun kepercayaan," kata Naya.

"Kamu berani-beraninya ngatain aku. Berani-beraninya! Aku sayang banget sama kamu, Sa! Kenapa kamu nggak mau dengerin aku?!"

Aksa menatap bimbang Naya yang menggigil. Kepala Aksa dipenuhi berbagai hal yang belum selesai; pekerjaannya, kuliahnya, orangtuanya.

Aksa mengira salah satu masalahnya yaitu Naya sudah selesai. Tapi ternyata belum. Apa yang dilihat Aksa tadi sudah cukup untuk menjelaskan.

"Kenapa lo nggak ngebiarin gue sih Nay? Kenapa sih lo harus bikin gue gila?" tanya Aksa lelah.

"Res, kamu salah..." jerit Naya putus asa.

"Tadi itu, poster Mick..."

Aksa tak mau mendengar lagi. Sekarang Naya malah mengigau soal sesuatu yant tak masuk akal. Aksa menjambak-jambak rambutnya, lalu berbalik berjalan menjauh, meninggalkan Naya yang terduduk di jalan.

Naya bisa mendengar raungan Aksa, seperti serigala yang sedang terluka. Naya tak bisa berbuat apa-apa.

Untuk membuat Aksa percaya pertama kali saja sudah membutuhkan usaha Naya yang setengah mati, dan sekarang Naya hampir tidak punya sisa tenaga lagi untuk membuatnya kembali percaya.

Naya kembali terisak. Hatinya sakit mengingat perkataan Aksa tadi. Sangat sakit.

Bayangkan saja kalian di posisi Naya, pasti kalian tak bisa sekuat Naya 😭😭

...✧─── ・ 。゚★: *.✦ .* :★. ───✧...

Oke segini dulu, kalau ada bagian yang perlu di revisi bilang aja 😭🙏

1
◂⏤͟͟͞͞✧⃝Zayanᯓ
Komen 🤣
◂⏤͟͟͞͞✧⃝Zayanᯓ: 🤭 Komen 🤣
total 2 replies
‎❣️⃝⃟ᷞᶠ➻🍾⃝ ͩ ᷞHͧSᷡ ͣ🍒⃞⃟🦅
𝑭𝒊𝒏𝒂𝒍𝒍𝒚 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒓𝒊𝒕𝒊𝒌 𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒌𝒖 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒅𝒊 𝒘𝒂𝒌𝒊𝒍𝒊 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒊𝒏 🙈 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑 𝒔𝒆𝒎𝒏𝒈𝒂𝒕
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: ya makasih mom 😄
total 1 replies
Raka Wahyudi
kak boleh gak minta suatu kak pengikut aku ya aku masih nol kak
Raka Wahyudi: maksih kak cantikk
total 2 replies
Raka Wahyudi
kak Olivia
Raka Wahyudi
aku GK punya temen kakak
Raka Wahyudi
kak Oliva kak mau GK jadi teman aku di aplikasi ini
Raka Wahyudi: maaf ya kak
total 2 replies
Raka Wahyudi
_kak Oliva boleh berteman GK kak_
Raka Wahyudi: makasih kak kak Uda kelas berapa
total 2 replies
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
tiba2nya ga usah pake angka gasi, langsung "tiba-tiba" aja
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr: /Sweat/
total 2 replies
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
oke/CoolGuy/
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: "gue nyesel," geli aelah /Sob/
total 1 replies
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
ini apa pula🗿
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: emot bunga sakura lah /Sweat/
total 1 replies
Fukano Jr
typo orion
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: typo /Facepalm/
total 1 replies
Fukano Jr
ini mereka ngomong apa ya/Drowsy/,aku gak bisa bahasa enggress/Cry/
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: terjemahin lah /Facepalm/
total 1 replies
Fukano Jr
Request lagu Toxicity dong kak punya S.O.D
Raka Wahyudi: kak 🏜️
total 3 replies
Fukano Jr
typo
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
abis kata" penting" koma kan yak harusnya, atau aku yg salah nih
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: sengaja aku kasih titik
total 1 replies
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
apa lagi inii/Sweat/
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: pembatas aja sih 🤣
total 1 replies
🎀⃝ ᥊іᥲ'ᥱr
buat apa ini/Sweat/
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: Pembatas doang loh /Facepalm/
total 1 replies
Mizuki
tulisannya rapi,
alur? bukan urusanku, w gak ahli romance🗿
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: ya sih, cowok emang gak ahli romance /Facepalm/
total 1 replies
Mizuki
aaaargh, stop pakek emoticon buat tanda pemisah, ngeselin bjir (cuma ungkapan hati, pake trus juga gpp)
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: imut ya /Facepalm/
total 3 replies
Mizuki
paragrafnya copot 🗿
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: copot sendiri
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!