NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: tamat
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:353.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa, dan keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 26.

Malam turun perlahan di kota Jakarta.

Lampu-lampu di lantai penelitian Rumah Sakit Cakrawala masih menyala terang. Proyek medis besar yang diumumkan pagi tadi membuat seluruh tim bekerja hingga larut malam.

Di dalam laboratorium utama, beberapa dokter dan peneliti sibuk menganalisis sampel.

Di tengah ruangan, Arunika berdiri di depan meja penelitian. Tablet di tangannya menampilkan grafik perubahan sel yang terus bergerak.

Seorang dokter muda tidak bisa menahan rasa kagumnya.

“Dokter Arunika… apakah benar obat yang Anda racik semalam bisa menetralisir racun saraf?”

Arunika tetap fokus pada layar.

“Untuk sementara, iya.”

Jawabannya singkat.

Namun seorang profesor yang berdiri di samping mereka tertawa pelan. “Dokter Arunika terlalu merendah.”

Ia menoleh pada para dokter lain.

“Formula racikan yang Dokter buat... bekerja dua kali lebih cepat dibandingkan obat standar.”

Beberapa dokter langsung terkejut. “Dua kali lebih cepat?”

Profesor itu mengangguk kagum.

“Jika penelitian ini berkembang, dunia medis akan berubah.”

Namun Arunika tidak terlihat bangga. Baginya, semua itu hanya bagian dari pekerjaan. Tiba-tiba, ponselnya bergetar.

Arunika melihat layar, nomor baru dan asing. Namun entah kenapa, ia sudah bisa menebak siapa yang menelepon.

Arunika berjalan keluar dari laboratorium menuju balkon kecil di ujung koridor. Begitu panggilan dijawab, suara pria itu langsung terdengar.

“Selamat malam, Dokter Arunika.”

Tenang, dalam. Dan sedikit... menyeramkan.

Arunika bersandar pada pagar balkon. “Sepertinya kamu sangat suka menghubungiku tanpa izin.”

Pria itu tertawa kecil.

“Tentu saja, karena aku sangat tertarik pada orang sepertimu. Aku melihat berita tentangmu hari ini, kau bahkan lebih berani dari yang kubayangkan.”

Arunika berkata dingin, “Jika hanya itu yang ingin kamu katakan, aku sibuk.”

Namun Kenzo berkata lagi.

“Aku hanya ingin memberimu satu informasi.”

Arunika diam.

“Angkasa Wiratama, dia bukan hanya direktur rumah sakit. Dia adalah... perwira pasukan khusus militer.”

Tatapan Arunika berubah sedikit tajam, namun saat menjawab suaranya tetap tenang. “Lalu?”

Kenzo berkata santai, “Unitnya telah memburuku selama bertahun-tahun.”

Angin malam berhembus pelan di balkon rumah sakit. Kenzo melanjutkan, “Dan sekarang dia berada di dekatmu...”

“Apakah menurutmu itu kebetulan?” Suara pria itu menjadi lebih rendah.

Arunika tidak menjawab.

Kenzo tertawa lagi.

“Dokter Arunika… orang secerdas kamu pasti tahu. Seorang perwira pasukan khusus tidak akan mendekati seseorang tanpa alasan.”

Pria itu berhenti sejenak. “Kau adalah target yang sangat menarik.”

Beberapa detik sunyi, Lalu Kenzo berkata pelan. “Aku hanya ingin tahu, apakah dia benar-benar peduli padamu… atau hanya memanfaatkanmu untuk menangkapku?”

Kalimat itu menggantung di udara.

Namun Arunika tetap tenang. “Apa lagi?”

“Hanya itu reaksimu?” Kenzo terdengar sedikit terkejut.

Arunika menjawab datar. “Jika Anda ingin menimbulkan keraguan, metode Anda terlalu sederhana.”

Kenzo tertawa panjang. “Hebat! Aku semakin menyukaimu.”

“Kita akan segera bertemu secara langsung, Dokter Arunika.” Suaranya berubah dingin.

Klik.

Telepon terputus.

Arunika menatap layar ponselnya beberapa detik, Pria itu jelas-jelas sedang bermain dengannya. Namun yang lebih menarik adalah informasi yang ia berikan, Angkasa adalah pasukan khusus militer.

Arunika sebenarnya sudah mencurigainya, dari tatapan Angkasa dan insting pria itu. Semua itu bukan milik pria biasa. Namun Arunika tidak terburu-buru menyimpulkan apa pun. Ia hanya memasukkan ponselnya kembali ke saku jas dokter.

Dalam pikirannya muncul satu keputusan sederhana. Jika Angkasa benar-benar hanya memanfaatkan dirinya… dia akan mengetahuinya sendiri, tanpa perlu membuka kartu lebih dulu.

Arunika kembali masuk ke koridor rumah sakit. Dan saat ia berjalan beberapa langkah, ia melihat Angkasa berdiri di ujung lorong. Pria itu bersandar santai di dekat jendela, sepertinya pria itu juga baru saja selesai berbicara di telepon.

Tatapan mereka bertemu.

Beberapa detik mereka hanya saling memandang.

Angkasa akhirnya berkata, “Kamu masih bekerja?”

Arunika berjalan mendekat dengan langkah tenang. “Masih ada beberapa data yang harus dianalisis.”

“Kamu tidak perlu memaksakan diri.”

Arunika menatap pria itu sejenak, kalimat Kenzo tadi kembali terlintas di pikirannya.

"Seorang perwira pasukan khusus tidak akan mendekati seseorang tanpa alasan."

Wajah Arunika tetap tenang, Ia hanya berkata datar, “Saya sudah terbiasa.”

Angkasa menatapnya beberapa detik lebih lama, seolah ingin memastikan sesuatu. Lalu ia berkata pelan, “Kalau ada sesuatu yang mengganggumu… katakan saja.”

“Tidak ada.” Arunika menatap pria itu tanpa ekspresi.

Angkasa tidak bertanya lagi. Namun entah kenapa, ia merasa ada sesuatu yang berbeda. Tatapan Arunika malam ini sedikit lebih dalam dari biasanya, seakan wanita itu sedang mengamatinya. Seolah sedang menilai, dan menunggu sesuatu.

Angkasa... aku ingin melihat sendiri. Apa kau mendekatiku karena tugas, atau karena perasaanmu sendiri?! Ucap Arunika dalam hatinya.

1
evellyn rengil
sangat baik sekali ceritanya bagus sekali karena ada kata bijak yang membuat kita jadi lebih mengerti 😍
Uba Maoludin
terima kasih kakak author, semoga kakak selalu sehat, selalu semangat dan selalu sukses dalam berkarya, aamiin...🙏❤️💪💪💪
Tira Aneri
suuukaaa
Uba Maoludin
ceritanya bagus banget 👍👍👌
Jetva
Riana n Simon menabur angin..mereka pasti akan menuai badai...🤔🤔🤔
Katherina Ajawaila
kalau bisa Arunika jgn smp jd korban kebiadabannya Thour, 😡
Katherina Ajawaila
dasar Kenzo biadab, pembunuh/Toasted/
Katherina Ajawaila
makanya jd perempuan jgn culas, otak hanya buat jahat, niat jahat pasti tdk akan di berkati 😡
Katherina Ajawaila
ijazah boleh beli yg penting tampil beda, otak dengkul😡
Katherina Ajawaila
Veronika culas punya niat tertentu, arogan, kebaca sm Arunika 🤭
Katherina Ajawaila
keren lah Angkasa, Simon kemana aja udh ada srt dr pengadilan dan tau cerita dr kakek baru pura" perduli telat.
😡
Katherina Ajawaila
malu donk Simon gembel tapi belagu, ngaca gih di kopi kelihatan ngk, sia" in. anak org. ngk tau diri sm dgn ibu mu😡
Katherina Ajawaila
dasar sampah ya tetap sampah, akhirnya jd sampah masyarakat Riana🤭
Katherina Ajawaila
Terima karma mu di bayar tunai, cari perhatian dengan suami org kan,ambil bagian mu

😡😡😡😡
Katherina Ajawaila
sombong nya simoen pasti di depak istri mu, bisa nya ngumpet di rok. Riana 🤭
Anifa
arunika emang jenius tapi author nya lebih jenius 😌
Katherina Ajawaila
Rania, lebih baik mundur dgn teratur dari pd nanti malu depan org ramai. 😎
Katherina Ajawaila
Simon ko lemot ya lama amat loding nya jelas" Riana di tolak dlm hal medis ko msh bangga aja bukan cari tau siapa dokter Jenius, ini sibuk tampil berdua dasar laki" bodok😡
Katherina Ajawaila
semoga kemenangan kamu Simon sombong nya ngk injak bumi ngk malu pula
be perempuan dlm rmh tangganya miskin akhla🤭
Katherina Ajawaila
keren Dr Arunika ngk perlu sanjungan Dr suami or mertua yg penting jati diri, specialis Torax, mantap thour
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!