Hani tidak menyangka dia akan menikah di saat karirnya sedang bagus-bagusnya dengan Alex — seorang CEO yang tanpa sengaja dia temui di Paris.
Pertemuan mereka awalnya tidak bermakna, tetapi anehnya Alex melamarnya begitu sampai di Indonesia.
Awalnya Hani menolak tetapi karena umurnya sudah menginjak 27 tahun, kedua orangtuanya menyetujui lamaran Alex Dan dimulailah kehidupan pernikahan yang penuh keanehan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissTheolland_Reihan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PH | 16
Alex segera berdiri, menyematkan cincin yang dibelinya sendiri berdasarkan informasi dari Jhoni—Adik Hani. Setelah menyematkan cincin itu, Alex menatap Hani lekat, kemudian mendekatkan wajahnya, hingga bibir mereka hampir bersentuhan.
Hani segera menutup bibirnya karena tahu Alex ingin menciumnya. Hani terkejut dengan tingkah Hani karena bibirnya malah mencium telapak tangan perempuan itu.
"No kiss before the wedding day!" kekeh Hani membuat Alex mendesah kesal.
"Sekali aja, ya, Sayang?" mohon Alex dengan wajah memelas.
Hani menggeleng cepat, "No!"
Alex mengangguk kecil. Bukan Alex namanya jika kehabisan akal. Dengan cepat dia mengecup pipi Hani hingga perempuan itu menjerit kaget.
"Kalo bibir nggak bisa. Pipi boleh, kan?" kekehnya.
"Alex!!" jerit Hani dengan pipi mengembung.
Alex menarik Hani ke dalan pelukannya, lalu berbisik, "Aku sangat bahagia, Sayang. Aku tidak sabar mengenalkanmu pada orang tuaku. Mereka pasti senang," ucapnya pelan.
Dengan ragu, Hani membalas pelukan pria itu. Memejamkan majanya seraya menikmati wangi parfum Alex yang terasa sangat menenangkan.
"Aku juga bahagia, Alex," ucap Hani sebelum mendorong tubuh Alex sehingga mereka bertatapan, "Aku lapar. Ayo makan," ucapnya polos membuat Alex gemas.
"Oke, Sayang. Kau butuh tenaga."
***
Setelah makan malam dan lamaran tak terduga itu, Alex mengantar Hani kembali ke rumahnya.
Perempuan itu langsung turun saat mereka sampai. Alex ikut turun dan mendekat pada perempuan yang kini berstatus 'calon istri'nya itu.
"Terima kasih, Alex. Hati-hati," pesan Hani lembut.
Alex mengangguk kecil. Dia menarik tangan kanan Hani lalu mencium tepat di cincin yang sudah tersemat manis di jari manis calon istrinya itu.
Mendapat perlakuan Alex lagi-lagi membuat pipi Hani memanas. Jika bukan karena gelap, mungkin Alex bisa melihat jelas semerah apa wajahnya sekarang. Belum menikah saja pria itu berhasil membuat jantungnya berdetak tidak karuan apalagi setelah menikah lagi, setiap detik dia akan terkena serangan jantung.
"Masuklah," pesan Alex lembut. "Aku tidak mau calon istriku kedinginan," sambungnya.
Hani mengangguk kecil, "Iya, pulanglah. Ini sudah larut, besok kau bekerja, Alex."
"Masuklah. Aku mau memastikan kau sampai di kamarmu baik-baik saja," canda Alex.
"Bagaimana kau tahu aku sampai ke kamarku jika kau ada di sini," kekeh Hani.
"Masuklah dan sampaikan terima kasihmu pada Jhoni."
"Kenapa?" tanya Hani curiga, "Jangan bilang kalian sama-sama merencanakan hal ini?"
"Memangnya kenapa? Dia kan adik iparku," jawab Alex santai. "Masuklah sekarang atau aku akan membawamu ke tempat yang tidak kau inginkan, Sayang. Bibir merahmu membuatku ingin sekali menciummu."
Hani spontan menutup bibirnya, "Tidak ada ciuman sebelum menikah, Alex!"
"Iya, Sayang. Aku menghormatimu. Masuklah, jadi aku bisa pergi dengab tenang," ucap Alex kesekian kalinya meminta Hani masuk.
Hani akhirnya menurut dan berjalan masuk. Dia melambaikan tangannya, "Hati-hati," ucapnya manis, "Kabari aku jika kau sampai."
Alex mengangguk kecil lalu balas melambaikan tangan, "Simpan kontakku, ya, Sayang," ucapnya terus menatap perempuan itu hingga akhirnya sosoknya hilang diantara pintu.
Dia suka melihat sifat Hani yang polos dan tidak banyak tingkah. Hani itu adalah kebalikan dari Chelsa—wanita jalang yang hampir menjadi istrinya itu. Jika bukan karena pertemuannya dengan Hani, Alex terpaksa menikah dengan wanit itu. Tetapi Tuhan mempertemukannya dengan Hani sehingga dia yakin Hani-lah sosok istrinya yang baik untuknya, bukannya wanita murahan seperti Chelsa.
Alex merasa bebannya berkurang begitu saja. Dia tahu setelah pernikahannya dengan Hani nantinya. Mereka akan mengalami banyak masalah, salah satunya dari Chelsa karena dia yakin wanita jalang itu tidak akan melepaskannya dengan mudah. Pasti wanita itu akan mengancam Hani dengan bermacam cara. Tapi Alex percaya, dia mampu menjaga Hani sebaik mungkin.
***
lanjut...
selamatkan alex... jangan biarkan bersama ulat bulu... kasian hani