Demi takhta tertinggi Klan Zhou, Zhou Yu dijebak oleh konspirasi kejam. Menggunakan ramalan palsu, para tetua mengasingkannya ke Pulau Sunyi—tempat para biksu tanpa kekuatan kultivasi, tempat di mana masa depannya sengaja dikubur hidup-hidup.
Enggan membiarkan takdirnya mati dalam kesunyian, Zhou Yu nekat melarikan diri ke Hutan Keramat yang tabu. Di sana, di balik kabut abadi, dia menemukan kerangka naga raksasa yang terantai.
Siapa sangka, setetes darah Zhou Yu justru menghancurkan segel kuno dan membangkitkan takdir yang sebenarnya: Garis Keturunan Iblis Kuno yang ditakuti langit dan bumi! Dengan tulang naga iblis di tubuhnya dan dendam yang membara di hatinya, Zhou Yu berjalan keluar dari pulau pengasingan.
"Kalian membuangku karena takut aku merebut takhta? Bersiaplah, karena sekarang aku kembali untuk meratakan seluruh klan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehancuran Formasi Suci
Bum!
Debu dan daun-daun kering beterbangan ketika tubuh Zhou Yu mendarat dengan mantap di atas tanah Hutan Keramat. Tekanan angin yang dihasilkan dari lompatannya begitu kuat, hingga mampu memadamkan beberapa api obor yang dibawa oleh sekelompok orang di depannya.
Belasan biksu yang sedang berkerumun di tepi jurang langsung tersentak mundur. Secara refleks, mereka mengangkat tongkat besi, bersiap menghadapi ancaman terburuk. Namun, begitu kabut debu menipis dan menampakkan sosok yang berdiri di sana, seluruh tempat itu mendadak hening seketika.
"Tuan... Tuan Muda Zhou Yu?!" salah seorang biksu muda berteriak dengan suara bergetar karena tidak percaya.
Di bawah sinaran rembulan purnama, Zhou Yu berdiri tegak. Jubah sutra lamanya telah robek di berbagai tempat akibat jatuh ke dalam jurang, memperlihatkan lekuk tubuh barunya yang kini tampak lebih kekar, tegap, dan proporsional.
Namun, bukan perubahan fisik itu yang membuat para biksu merinding. Melainkan kabut hitam pekat—Abyssal Qi—yang mengalir keluar dari pori-pori kulitnya, menyelimuti kakinya layaknya ular-ular kegelapan yang haus darah.
"Kamu... kamu belum mati?"
Seorang biksu tua dengan janggut putih panjang melangkah maju dari barisan. Dia adalah Kepala Biara Xuan, pemimpin tertinggi di Pulau Sunyi sekaligus satu-satunya orang di tempat ini yang memiliki dasar kultivasi. Wajah tuanya dipenuhi oleh keterkejutan yang mendalam.
Bagaimana mungkin seorang pemuda fana yang jatuh ke dalam jurang terlarang bisa kembali dalam kondisi utuh, bahkan memancarkan aura yang begitu menindas?
Zhou Yu tidak menjawab. Dia hanya menatap dingin ke arah belasan biksu di hadapannya. Sudut bibirnya terangkat, membentuk seulas senyuman tipis yang sarat akan arogansi.
"Kepala Biara Xuan, apakah kalian ke sini untuk menjemputku kembali berdoa?" tanya Zhou Yu. Suaranya bergema rendah, membawa getaran magis yang membuat dada para biksu tingkat rendah terasa sesak.
"Aura ini... energi jahat apa ini?!" Kepala Biara Xuan membelalakkan matanya saat merasakan hawa dingin yang menusuk tulang dari tubuh Zhou Yu. "Tidak mungkin! Tuan Muda Zhou Yu adalah manusia fana dengan bakat rusak. Kamu... kamu pasti telah dirasuki oleh iblis penunggu Hutan Keramat!"
"Benar! Dia pasti telah menyerahkan jiwanya pada monster!" sahut biksu lainnya dengan panik.
"Cepat! Bentuk formasi! Selamatkan jiwanya sebelum iblis itu menguasai tubuhnya sepenuhnya!" perintah Kepala Biara Xuan dengan tegas.
Dalam sekejap, belasan biksu terlatih langsung bergerak gesit. Mereka mengepung Zhou Yu dari segala arah, menghentakkan tongkat besi mereka ke atas tanah secara bersamaan hingga menciptakan suara dentuman yang berirama.
"Formasi Tongkat Penakluk Iblis!"
Mantra-mantra kuno mulai dirafalkan dari mulut mereka. Aliran energi kuning redup khas energi suci mulai mengalir, mencoba menekan kabut hitam yang menyelimuti tubuh Zhou Yu. Bagi para biksu ini, apa yang mereka lakukan adalah tindakan penyelamatan. Namun bagi Zhou Yu, ini adalah panggung pertama untuk menguji sejauh mana kekuatannya telah berkembang.
"Formasi yang lemah," cemooh Zhou Yu pelan.
Lima orang biksu maju secara bersamaan, mengayunkan tongkat besi mereka dengan kecepatan tinggi, mengincar titik-titik vital di tubuh Zhou Yu. Serangan itu terkoordinasi dengan sangat rapi, tidak menyisakan ruang bagi lawan untuk menghindar.
Namun, Zhou Yu sama sekali tidak berniat untuk menghindar.
Ketika lima tongkat besi itu hanya berjarak beberapa inci dari kepalanya, Zhou Yu menggerakkan tangan kanannya. Abyssal Qi di dalam dantiannya bergejolak hebat, mengalir deras menuju ujung-ujung jari. Seketika, bayangan cakar naga hitam raksasa bermanifestasi membungkus tangannya, memancarkan hawa pembantaian yang pekat.
"Sutra Naga Iblis Pembalik Langit: Cakar Naga Pembalik Langit!"
Zhou Yu mencengkeramkan tangannya ke udara, menyapu kelima tongkat besi tersebut dalam satu gerakan melingkar yang brutal.
Krang! Krang! Krang!
Suara besi hancur bergema memekakkan telinga. Tongkat-tongkat besi yang terbuat dari baja padat itu patah dan hancur berkeping-keping menjadi serpihan kecil di bawah cengkeraman cakar Zhou Yu. Tidak berhenti di situ, gelombang kejut dari energinya menghantam dada kelima biksu tersebut dengan telak.
Bruk! Huft!
Kelima biksu itu memuntahkan seteguk darah segar dan terpental sejauh belasan meter, menghantam pepohonan hitam hingga tumbang sebelum akhirnya terkapar tak berdaya di atas tanah. Formasi yang mereka banggakan hancur lebur hanya dalam satu kedipan mata!
Melihat hal itu, belasan biksu yang tersisa langsung menghentikan gerakan mereka. Tubuh mereka gemetar hebat, dilingkupi oleh rasa takut yang belum pernah mereka rasakan seumur hidup. Hanya dengan satu tangan kosong, pemuda delapan belas tahun itu telah menumbangkan lima biksu terlatih tanpa bergeser satu jengkal pun dari tempatnya berdiri.
"Siapa... siapa sebenarnya kamu?!" teriak salah satu biksu dengan wajah pucat pasi, menjatuhkan tongkatnya karena tangannya terlalu lemas untuk menggenggam.
Zhou Yu tidak memedulikan mereka. Dia mengalihkan pandangan matanya yang tajam langsung ke arah Kepala Biara Xuan. Langkah kakinya bergerak maju perlahan, menapak di atas tanah kering namun menciptakan tekanan mental yang luar biasa berat bagi sang biksu tua.
Melihat Zhou Yu mendekat, Kepala Biara Xuan mengumpulkan sisa keberaniannya. Dia merapalkan mantra perlindungan tertinggi, membiarkan energi kuning keemasan membungkus telapak tangannya, lalu melesat maju untuk menghantam dada Zhou Yu dengan pukulan telapak tangan suci.
Zhou Yu hanya mendengus dingin. Dia tidak menggunakan teknik apa pun, melainkan hanya mengangkat tangan kirinya untuk menyambut pukulan tersebut dengan cengkeraman murni.
Plak!
Telapak tangan Kepala Biara Xuan mendarat tepat di cengkeraman tangan Zhou Yu. Energi kuning keemasan milik sang biksu tua seketika meredup dan hancur, terserap habis oleh Abyssal Qi hitam yang melilit tangan Zhou Yu bagaikan pusaran air yang haus darah.
"Bagaimana mungkin?!" Kepala Biara Xuan terengah-engah. Dia mencoba menarik kembali tangannya, namun cengkeraman Zhou Yu terasa sekeras jepitan gunung besi. Tulang-tulang di pergelangan tangannya mulai retak perlahan.
Zhou Yu mencondongkan tubuhnya ke depan, mendekatkan wajahnya ke arah wajah Kepala Biara Xuan yang dipenuhi keringat dingin. Di bawah jarak yang begitu dekat, kabut hitam yang menghalangi wajah Zhou Yu perlahan menipis, memperlihatkan sepasang matanya secara utuh.
Kepala Biara Xuan menatap langsung ke dalam sepasang mata tersebut. Jantung sang biksu tua seolah berhenti berdetak saat melihat pupil mata Zhou Yu yang kini telah berubah menjadi vertikal sempurna, menyala dengan warna merah darah yang mengerikan. Di dalam pupil itu, samar-samar terlihat sebuah tanda kuno berbentuk segel iblis bersayap naga.
Seluruh tubuh Kepala Biara Xuan mendadak kaku. Ingatan masa mudanya saat membaca kitab-kitab sejarah kuno tentang zaman purba mendadak terlintas di benaknya. Lambang itu... mata itu... itu bukanlah tanda dari seseorang yang sedang dirasuki roh jahat rendahan.
Wajah Kepala Biara Xuan mendadak pucat pasi, kehilangan seluruh rona darahnya. Bibirnya bergetar hebat saat dia berteriak dengan suara yang tercekat di tenggorokan:
"Kamu... kamu bukan dirasuki! Garis keturunan itu... Garis Keturunan Iblis Kuno?!"