NovelToon NovelToon
Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kasih Sayang Keluarga
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: EtyRamadhi

Kisah gadis yang bernama Zahra Andriani yang tak pernah mendapatkan kasih sayang layaknya seorang anak di dalam keluarganya, di karenakan dirinya bukan anak kandung dari ayahnya

dan ia memutuskan untuk pergi merantau mencari tempat dimana dia bisa di anggap dan di pandang orang lain seperti impiannya.

sampai akhirnya ia menemukan seseorang yang menjadi sandaran hidupnya.

bisakah Zahra bahagia dan bertemu dengan ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EtyRamadhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16 ruangan pribadi

Hai Para Reader yang setia nunggu Zahra....

banyak yang nanya knpa Author jarang up. buat para reader maaf soalnya Author kesehatan matanya lagi bermasalah 😭😭 ga bisa natap monitor lama-lama.

tapi tenang Author usahain buat munculin Zahra sesering mungkin. 😁

Happy Reading 🤗

********

Satu persatu orang yang berada di dalam ruangan Bagas pun keluar, masing-masing mereka membawa beberapa Map di tangannya.

"Zahra"

Suara Panggilan Bagas yang mengejutkan Zahra membuat Zahra refleks menoleh ke sumber suara.

"ehh kak, udah selesai? "

Zahra bangkit dari duduknya dan menghampiri Bagas.

"Maaf yah Ra ehmm aku sore ini masih ada meeting sama klien-klien yang tadi"

"kalau gitu Zahra balik duluan yah kak"

pinta Zahra

"eehh enggak-enggak kamu pulangnya harus sama aku, kamu tunggu di dalam ruangan ku"

"haduuuhh punya boss gini-gini amatt dah, kesambet apaan nih si boss ngebet banget minta pulang bareng"

batin Zahra berteriak Ia mengusap wajahnya mengekspresikan kekesalannya.

Bagas menarik tangan Zahra untuk masuk keruangannya, dengan terpaksa Zahra harus melangkah mengikuti Bagas.

Zahra dan Bagas sudah berada di dalam ruangan. Jika di perhatikan ruangan Bagas seperti ruangan pada umumnya. terdapat meja kerja, sebuah sofa dan sebuah lemari berwarna cokelat muda yang berukuran cukup besar.

ruangan bernuansa putih yang setiap sudutnya terdapat sebuah pot besar yang berisikan tanaman membuat ruangan ini terlihat asri.

Namun siapa sangka, ternyata ada ruangan pribadi di balik dinding datar itu, dinding putih yang semula datar bisa bergeser layaknya sebuah gerbang.

Zahra yang melihat hanya bisa terperangah melihat ruangan bak hotel mewah di dalamnya.

sungguh tak ada yang mengetahui di balik dinding putih itu tersimpan ruangan mewah di dalamnya.

terdapat tempat tidur berukuran king size, lengkap dengan sofa dan televisi yang berukuran cukup besar. sama seperti di ruangan sebelumnya ruangan ini juga terdapat pot berisikan tanaman di setiap sudut.

ruangan ini juga memiliki kamar mandi di dalamnya ,terdapat di sebelah kiri ruangan ada sebuah jendela yang menghadap ke jalanan kota, terlihat jelas pemandangan di luar jika di lihat melalui jendela.

Zahra masih mengedarkan pandangannya mengamati ruangan senyaman ini.

"ini ruangan pribadiku , ruangan ini hanya di ketahui sopir pribadiku serta Pak Ujang Cleanning servis senior disini, dia org yang aku percayakan untuk membersihkan ruangan ini setiap harinya"

tutur Bagas menjelaskan kepada Zahra.

"berarti kakak sering nginap disini donk? "

"kalau lagi lembur males buat balik kerumah yah aku nginap disini"

Zahra mengangguk, namun seketika mulutnya terbuka

"ehmmm kalau Mor... "

"Mora juga ga tau ruangan ini kok"

Bagas menyambung kalimat Zahra dia mengerti apa yang akan di katakan Zahra.

"gak ada perempuan selain kamu yang mengetahui ruangan ini, bahkan mama aku sendiri ga tau"

Bagas berbicara sambil memandangi Zahra.

"kenapa gitu kak? "

Zahra mengerutkan kening mencari tau alasan Bagas.

" yah karena ini ruangan yang sangat privasi buat aku"

Bagas menjawab singkat

"tapi kenapa kakak memberitahukan ruangan ini ke Zahra? "

"Haaaaaa"

Bagas menghela nafas dirinya berasa gemas dengan gadis yang ada dihadapannya itu. pasalnya Zahra tak henti bertanya.

" kalau kamu terus-terusan nanya ntar kamu aku tempelin ke dinding"

"Upppsss, heheheheh maaf kak"

Zahra tertawa mendengar ancaman Bagas yang menurutnya lucu.

"yaudah aku tinggal dulu yah, ntar kalau aku udah selesai meeting aku jemput kamu kesini"

"iyah kak, ehmm Zahra boleh menonton televisi ga kak soalnya hal yang membosankan adalah menunggu"

Zahra memasang wajah melas.

"jangankan menonton televisi kamu mau lompat-lompat di tempat tidur juga silahkan, asal jangan lompat jendela aja"

Bagas tertawa menuturkan

Zahra hanya mengkrucutkan bibirnya kesal.

Zahra duduk di sofa menonton televisi sementara Bagas sudah keluar ruangan.

"Haduuuhhh Horangg kaya bebas yahh mau buat ruangan di atas pohon juga sah-sah aja"

Zahra bergumam sendiri karena takjub dengan ruangan mewah ini.

Zahra sedang menikmati siaran televisi. terdengar pintu ruangan bergeser terlihat Bagas kembali dengan membawa kan bungkusan di tangannya.

" ini Ra aku bawain nasi uduk, tadi aku delivery nasi uduk nih sama Es jagung"

Bagas menyodorkan bungkusan yang di bawanya ke Zahra.

"kok cuma 1 bungkus buat kakak mana? "

tanya Zahra keheranan pasalnya hanya 1 bungkus nasi yang di bawa Bagas.

"aku udah makan tadi, ini khusus buat kamu"

"ehm makasih ya kak"

"iyah sama-sama cepat di makan yah nanti keburu dingin ga enak, yaudah aku mau meeting dulu, jangan lupa nasinya di abisin yah bocah"

tangan Bagas mengusap kepala Zahra dengan gemas membuat pipi Zahra bersemu merah.

Bagas pun berlalu pergi meninggalkan Zahra yang masih tertegun dengan perlakuan Bagas.

Zahra mulai membuka bungkusan nasi tersebut dan menyantapnya sambil menonton televisi.

Zahra seketika mulai berpikir.

"kenapa Bagas baik banget sama aku, kalau dia melakukan semua kebaikan ini hanya karena Bagas pernah menabrakku bukan kah ini sangat berlebihan? "

Zahra terus menerka-nerka.

"atau jangan-jangan, Bagas suka sama aku? , ahh enggak-enggak, Zahra jangan ngawur jangan GR, mana mungkin Bagas suka sama Cleanning servis.

Zahra memukul-mukul kepalanya sendiri berusaha membuang pemikiran konyol yang di buatnya.

"Hoaaaaaammm. !!!!!"

" begini nih kalau perut kenyang, pikiran berpetualang jadinya mata juga redup"

Zahra pun merebahkan badannya di sofa, hitungan menit dirinya tertidur pulas. Mengingat badannya terlalu lelah dengan kerjaan hari ini yang membuatnya ingin beristirahat.

1
Apri Zuarti
berapa kilo bawangnya ni thor ,,,😭😭😭😭😭😭
Apri Zuarti
bagus bangat
Elsa Jennie
waaaahh zahra betul betul paket komplit😍
Elsa Jennie
sepertinya vera bukan anak kandungnya bram
Elsa Jennie
awal yang bagus.. semangat zahra
Oena Putry Sameth
bagus banget nget nget ceritanya..
lanjut dong..
Reni Suhud
ceritanya makin sedih ,gk kuat Thor
Reni Suhud
dari awal mulai baca , ceritanya sedih dan amat menyayat ...saya Ampe termehek mehek
Memyr 67
aq juga sama dengan rider lainnya. bosan. kok hubungan zahra bagas, sampai bertahun tahun nggak ada kemajuan? ayo dong thor, senengin kita. biar tetap setia, mrnunggu upmu walau lama.
Memyr 67
thor, jangan ngehalu. kalau upnya lama, sampai berminggu minggu, jangan ngarep, pembaca setia. paling sudah banyak yg dihapus.
Mariana
ayo dong zahraaafin bagas
cah wetlep
kayaknya si Zahra tar seperti bebek jelek yang jadi angsa cantik, ob yg jd nyonya gede
Ajeng Maharani
ygfdj
Ani Bae
knp gk up Thor ,kita nungguin lama nih
Ati Bugis PA
bagus ceritanya
Noor
mna visualnya,klu bisa jgn yg opaa2 ya,yg asli indo aja ya psti greget deh di tmbah critanya apa adanya psti tmbah seru...semangat thor ....👍👍👍
kiki
pasti ntar si zahira balik" cm jdi benalu
kiki
cobalah dektin zahra dg hati bram, jangan dri materi, yg zahra butuhkan cm kasih sayang yg selama ini gak dy dapatkan dri orng tuanya
kiki
bukanya zahra udh d kasih bidata bram dan fotonya sekalian ya, masak gak ngenalin muka bram
kiki
ketemukan zahra sama bramantio
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!