NovelToon NovelToon
Bintang Untuk Alvaro

Bintang Untuk Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / Cintapertama
Popularitas:517.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: feby_mb

Alvaro Javier Wiguna tumbuh menjadi seorang lelaki tampan, dan juga sukses memimpin perusahaan di usia 29 tahun. Tapi sayang dalam urusan percintaan Alvaro tidak seberuntung. Karena di usianya yang sekarang ia belum juga menemukan tambatan hati.

Banyak wanita diluar sana yang ingin menjadi kekasihnya. Bahkan ada juga yang menggunakan cara licik untuk mendapatkan cintanya. Tapi nggak ada yang berhasil. Bagi Alvaro, wanita itu makhluk yang sangat bawel.

Adakah yang mampu menaklukkan hati Alvaro. Yuk kepoin langsung 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dewa penolong

Bintang bingung mau pulang dengan apa. Mau naik bus ia tidak membawa uang. Naik taksi, takutnya bayarnya kemahalan. Bintang merutuki dirinya yang bodoh. Kenapa ia bisa lupa membawa uang.

Tit.

Mendengar suara klakson, Bintang pun mendongakkan kepalanya. Ia melihat seorang laki-laki tampan yang sedang melihat ke arahnya.

Seperti mendapatkan oasis di gurun pasir. Bintang segera menghampiri mobil lelaki tampan itu.

" Kamu ngapain malam-malam masih di halte"

" Saya mau pulang tuan, tapi lupa bawa uang"

" Emang kamu habis darimana?"

" Nanti aja saya ceritanya, saya boleh nebeng mobil tuan nggak"

" Ya udah masuk"

Tanpa menunggu lama Bintang masuk kedalam mobil Alvaro. Lelaki tampan itu datang di saat yang tepat. Sungguh Tuhan sangat baik padanya.

Bintang bingung kenapa lelaki tampan itu belum juga melajukan mobilnya. Nggak mungkin kan mobil itu kehabisan bensin. Terus ia disuruh mendorong mobil itu.

" Kenapa belum jalan tuan"

" Saya bukan sopir kamu, pindah ke depan"

" Baik lha tuan"

Bintang tidak protes, ia segera pindah duduk ke depan di samping Alvaro.

" Sekarang udah bisa jalan kan tuan?"

" Kamu mau langsung pulang atau gimana?"

" Ke warung makan dulu aja tuan"

" Kamu lapar?"

" Iya, padahal tadi udah makan. Tapi lapar lagi"

Mungkin karena emosi melawan Arga tadi membuat perutnya lapar lagi. Apalagi di rumah Arga tadi makannya juga sedikit. Soalnya mama Arga mengambilkan nasinya sedikit. Perut dia kan berbeda dengan perut orang kaya pada umumnya. Makan dikit bisa langsung kenyang.

" Ya udah, kita ke restoran "

" Jangan ke restoran tuan, mahal. Saya nggak sanggup bayar"

" Tenang, kali ini saya yang bayar. Kan kamu nggak bawa uang juga kan?"

" Iya, tapi kita makan di warung pinggir jalan aja tuan. Di sana makanannya juga enak-enak kok"

" Baiklah"

Alvaro melajukan mobilnya meninggalkan halte bus. Niatnya tadi cuma ingin ngilangin suntuk karena dari tadi Sonya menghubungi terus. Tak taunya bertemu dengan gadis cantik ini.

" Warung tenda yang mana?"

" Yang enak aja tuan"

" Saya nggak tau warung tenda yang jual makanan enak"

" Ah iya, tuan kan orang kaya. Jadi mana pernah makan di warung pinggir jalan "

" Siapa bilang saya tidak pernah makan di warung tenda"

" Emang tuan pernah?"

" Pernah, sama keponakan saya"

" Saya pikir tuan nggak pernah"

Bintang baru tau kalau lelaki tampan itu pernah makan di warung pinggir jalan. Ia pikir Alvaro sama seperti orang kaya pada umumnya. Anti makan di warung pinggir jalan.

" Jadi warung yang mana nih?"

" Yang ujung itu saja tuan"

Alvaro menepikan mobilnya. Ia mencari tempat parkir. Karena di sana tempat parkirnya sudah penuh. Maklum tempat parkirnya kecil.

Setelah memarkir mobil. Alvaro dan Sonya pun masuk ke dalam salah satu warung nasi. Yang cukup terkenal juga di sana. Karena terlihat dari pembelinya yang ramai.

Alvaro pun menjadi pusat perhatian orang-orang. Terutama para wanita. Mereka tidak melepaskan pandangannya dari lelaki tampan itu.

" Tuan diliatin cewek-cewek tuh"

" Biarkan saja, toh mereka punya mata"

" Benar juga"

" Mau makan di mana, di dalam kursinya penuh"

" Di gazebo aja tuan, lebih enak makannya"

" Kita ambil dulu"

Sistem makan di sana prasmanan. Jadi kita ambil sendiri nasi sama lauknya. Di warung itu kita bebas mau pilih lauk apa. Karena di sana banyak macam lauk. Nanti dihitung sama karyawannya.

Bintang bingung mau pilih lauk yang mana. Soalnya banyak lauk yang belum ia pernah coba. Rasanya ia ingin mencoba semua olahan seafood itu.

" Tuan, apa saya boleh ambil lauknya yang banyak"

" Boleh, asalkan nanti dimakan"

" Pasti di makan tuan"

Setelah mendapatkan lampu hijau, barulah Bintang mengambil lauk mana yang paling ia ingin makan. Tangannya dengan lihai meletakkan lauk itu di atas piringnya.

" Tuan saya sudah selesai "

" Sebentar, saya ambil lauknya dulu"

Alvaro hanya memilih tiga macam lauk saja. Kebetulan Alvaro sudah jarang makan makanan itu. Makanya ia coba ambil, kira-kira rasanya sama tidak dengan yang di warung tenda.

Setelah selesai memilih lauk, mereka pun pergi ke gazebo yang ada di luar. Makan diluar lebih enak. Kalau di dalam warung panas.

Alvaro kaget melihat piring Bintang. " Yakin habis sebanyak itu?"

" Yakin tuan"

Makan Bintang banyak, tapi kenapa badan wanita cantik itu kecil. Kemana perginya makanan yang ia makan itu.

" Tuan suka pepes?"

" Suka"

" Wah, jarang-jarang ada orang kaya suka pepes. Biasanya makanan mereka steak"

" Saya malah jarang makan steak"

" Keluarga saya lebih suka masak masakan khas Indonesia"

" Bagus itu tuan. Makanan negara kita kan enak-enak, bahkan di akui dunia lagi"

" Hhhmmm"

Mereka berdua mulai menyantap makanan yang ada di piring mereka masing-masing. Tidak ada yang bersuara, hanya suara sendok dan garpu yang terdengar.

" Tuan mau ini ngga?"

" Itu apa?"

" Ayam dabu-dabu"

" Pedas nggak?"

" Nggak "

Alvaro pun membuka mulutnya. Bintang pun menyuapi ayam dabu-dabu itu ke mulut Alvaro.

" Gimana?"

" Enak "

" Apa saya bilang, ini enak"

Bintang sudah lama ingin mencoba ayam dabu-dabu. Tapi nggak kesampaian karena ia tidak punya cukup uang untuk membeli. Mungkin bagi sebagian orang ini murah. Tapi bagi dia yang gajinya pas-pasan, harus mikir-mikir dulu beli lauk seperti itu.

" Kamu mau coba pepes ikan nggak?"

" Mau tuan "

Alvaro mengambil daging ikannya. Kemudian ia menyuapi ke mulut Bintang. Bintang pun menerima suapan dari lelaki tampan itu.

" Pepesnya enak juga ya, bumbu sama rempahnya terasa"

" Saya lebih suka pepes ikan yang seperti ini. Mereka lebih berani dalam mengasih rempah"

" Tempe bacemnya juga enak lho tuan"

" Kalau tempe bacem saya kurang suka, karena menurut saya agak manis"

" Tapi kalau orek tempe saya suka"

Bintang tidak menyangka kalau Alvaro suka makan makanan sederhana seperti ini. Biasanya orang kaya sangat jarang makan makanan seperti ini.

" Oh iya, jadi kenapa kamu bisa ada di halte malam-malam?"

" Habis kabur dari rumah calon tunangan"

Uhuk.

Uhuk.

Alvaro tersedak karena mendengar ucapan Bintang. Bintang segera memberikan minuman pada Alvaro.

" Makanannya hati-hati tuan"

Alvaro segera meneguk air minum yang diberikan Bintang padanya. Ia tidak menyangka kalau Bintang sudah punya tunangan.

" Makasih"

" Sama-sama"

" Kenapa kamu kabur dari rumah tunangan kamu?"

Bintang menghela nafasnya. " Saya membatalkan pertunangannya tuan"

Entah kenapa Alvaro senang mendengar kabar itu. Tapi kenapa gadis cantik itu membatalkan pertunangannya.

" Maaf kalau saya lancang, kenapa kamu membatalkan pertunangannya?"

" Karena saya tidak mencintai laki-laki itu. Kami itu dijodohkan. Alasan perjodohan itu, karena ibuk saya pernah menolong orang tuanya. Jadi mereka merasa punya hutang budi sama ibuk saya. Sungguh alasan yang konyol bukan?"

Alvaro melihat ada rasa sedih dan juga kecewa dari mata Bintang. Tapi ia tidak tau Bintang sedih karena apa. Apa karena batal tunangan dengan laki-laki itu, atau karena hal lain.

To be continue.

Happy reading 😚😚

1
Rani R.I
wkwkwk saham yang di beli dari istri nya Nugraha 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 knp sikap Roni persis seperti akuu 🤣🤣🤣🤣
Alfin Jambak
ini sambungannya mana ya
Tuti Chandra
ceritanya sangat bangus,tp jangan lama lama upnya
Sri Supriatin
Kok belum up de
Sri Supriatin
Lanjut dong. 👍
Kuntyo Wantari Dewi
Masih ada lanjutannya kahh thorr????
Sodri Sodri
bintang dan varo blm tamat kan kak kok lama sekali/Sob/
Tuti Chandra
thor ini masih lanjut apa ngga kok di gantung ngga jelas gini
Tuti Chandra
sebenernya kisahnya berlanjut ngga ya,kok bikin cerita setengah setengah gini
Siti Romlah
Kangennya sama Bintang dan Alvaro Thoor.
lamanya berbulan harus nunggu. itu pun cuman satu.
lumayan tuk obat rindu daripada tidak sama sekali
srimusvita
lama amat nunggu up nya thor...sampai lupa ternyata kisahnya masih honeymoon
githa.rhma
lanjut up nya dung otor
Ana rela
lnjut thor upx🙏🙏🙏
susi ana
semangat kak thor 🥰🥰
Oma Umi
lama banget nunggu up nya....
semoga lancar saja...
Tuti Chandra
yg di tunggu tunggu akhirnya up juga.
lanjut thor
Nengs
akhir'a bs terobati kangen bintang alvaro/Drool//Drool/ dtnggu lanjutan'a kak feby
auzi
lnjt lgi dong up ya thor
Tri Yani
Akhirnya up juga....jangan lama2 kak up-nya selalu ditunggu kisah bintang dan Alvaro....sukses selalu kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!