Dinda Amelia seorang wanita mandiri yang sukses dalam karir nya tapi ia harus rela melepaskan karirnya itu karena harus menuruti perintah suaminya Arya baskara yang baru ia nikahi selama satu tahun atas perjodohan orang tuanya, pada awalnya pernikahan mereka berjalan lancar Dinda merasa bahagia menjadi istri Arya yang sabar dan penyayang, tetapi ternyata semua sikap dan kasih sayang nya hanya sebuah kepalsuan belaka, selama ini Arya telah berbohong karena di belakang Dinda ia telah menyembunyikan wanita lain yang ternyata adalah istri simpanannya, apa sebenarnya motif Arya untuk menikahi Dinda dan bagaimana Dinda melepas kan diri dari jebakan pria pembohongan itu??
simak kisah selengkapnya hanya di noveltoon...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niya_23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Ah, sial lagi-lagi sikap sinis ku keluar di hadapan Dinda, " ujarnya menyesal.
Alvin semakin sulit untuk menyembunyikan rasa sukanya terhadap Dinda. Alvin tersenyum sendiri mengingat pembicaraan singkat tadi dengan Dinda di lift pembicaraan yang untuk pertama kalinya tidak membicarakan soal pekerjaan.
Entah kenapa jika di hadapan Dinda, Alvin jadi sulit untuk menahan diri hanya dengan melihat wajahnya dari dekat jantung nya tiba-tiba berdegup kencang ia menahannya karena memang ia harus tahu batasan karena Dinda sampai saat ini belum resmi bercerai dengan suaminya.
Mereka berdua mempunyai nasib yang hampir mirip yaitu diselingkuhi oleh pasangan. Tapi nasib Alvin lebih miris.
Dua tahun Alvin dan Siska menjalani mahligai pernikahan di awal pernikahan semuanya berjalan baik Alvin pada awalnya sangat mencintai Siska bagaimana tidak Siska adalah cinta pertama Alvin dalam hidupnya. Ia jatuh cinta sekali dan langsung menikahinya tanpa pikir panjang.
Tapi seiring waktu sifat asli Siska perlahan mulai keluar ia sering berfoya-foya bersama teman-temannya di sebuah club malam sampai uang tabungan mereka terkuras habis. Hal itu lah yang selalu menjadi permasalahan di rumah tangga mereka, Siska menjadi seperti itu setelah bertemu dengan teman lamanya Aryo yang awalnya berinteraksi di sosial media dan berlanjut ke dunia nyata dan menjadikan Siska wanita liar. Entah bagaimana Aryo mempengaruhi Siska sampai bisa seperti itu.
Alvin mulai jengah melihat kelakuan Siska yang setiap malam party di club malam, akhirnya pada suatu malam Alvin nekat untuk membuntuti istrinya, ia terhenyak melihat Siska yang bukan saja minum, tapi juga berani bercumbu dengan seorang pria yang tak lain adalah Aryo.
Alvin sudah tidak tahan dengan kelakuan Siska akhirnya ia melayangkan gugatan cerai di bantu oleh pengacara keluarganya tapi prosesnya nya berlangsung cukup alot karena mereka berdua sulit mencapai kesepakatan perihal pembagian harta gono gini.
Siska ngotot untuk meminta bagian lebih dari harta yang sudah dikumpulkan sejak lama, baru Alvin tahu kalau siska begitu tamak dan serakah semakin membuat jijik Alvin dan membulatkan tekad nya untuk berpisah dengan wanita gila itu.
Walaupun saat ini sudah sah bercerai di pengadilan dan pembagian harta sudah disepakati tapi Siska terus saja merongrong Alvin sampai sekarang, ia sering membuat kacau di kantor Alvin.
Dalam keadaan kacau seperti itu lah ia sering menenangkan diri di pantai untuk melihat deburan ombak dan pada suatu malam ia tidak sengaja bertemu seorang wanita di pinggir pantai yang sedang menangis sambil memeluk lututnya yah benar wanita itu Adalah Dinda, wanita yang membuat jantungnya berdegup kencang. kecantikan dan kepolosan Dinda membuat Alvin merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama.
Alvin kemudian membuka kotak sepatu di samping kursinya sepatu milik Dinda yang pasangan nya hanyut dibawa ombak saat itu Alvin berusaha keras untuk menemukan sepatu itu dan akhirnya ia berhasil menemukan nya yang tersangkut di bebatuan. Ia berjanji akan mengembalikan sepatu itu kepada pemiliknya di waktu yang tepat ucapnya dalam hati.
****
"Hessa! Hessa dimana kamu?" teriak Arya emosi sambil mencari-cari keberadaan istri nya.
"Ada apa Mas? aku sedang di dapur, " sahutnya.
"Sini kamu? Apa maksud dari kebohongan mu itu kamu mengatakan kalau kamu dipecat tanpa alasan yang jelas padahal kamu melakukan korupsi uang perusahaan kan? Jawab untuk apa uang itu? Apa dengan gajimu dan uang nafkah dari ku belum cukup untuk membiayai hidupmu? Kamu apakan uang itu dan untuk apa?" tanya Arya emosi.
"Mas, tahu dari mana tentang hal itu?" ucap Hessa gugup.
"Kamu tidak perlu tahu! kamu hanya Perlu menjawab pertanyaan ku tadi? Kau apakan uang itu? "
"U–uang itu aku pakai untuk beli barang Mas beli baju, sepatu dan barang-barang lain, " jawabnya asal.
"Bohong kamu Hess!! aku tidak percaya aku lihat barang-barang itu-itu saja apa kau menyembunyikan sesuatu dariku? " Selidik Arya.
"Betul Mas aku tidak bohong!" Hessa berusaha mencari alasan agar Arya tidak membahas tentang pekerjaannya lagi.
"Aduh… aduh Mas perutKu sakit kram kayanya," rintih Hessa.
Arya yang panik langsung memegang istrinya itu karena ia khawatir kepada janin yang ada di dalam perut Hessa.
"Ya sudah kamu istirahat saja duduk dulu disini yah jangan cape-cape," ujarnya yang kemudian membopong Hessa untuk duduk di kursi.
"Baiklah nanti saja kita membahas hal ini sekarang yang penting kamu istirahat saja, " Pinta Arya.
Hessa tersenyum simpul karena rencana bohongnya berhasil meredam emosi Arya. Ia bisa mati kalau sampai Arya tahu kalau uang itu dipakai untuk menghidupi laki-laki brondong simpanannya.
"Untung kamu ada di perut mamah dek," ucapnya dalam hati sambil tersenyum puas. "walaupun Mamah tidak tahu siapa ayahmu yang sebenarnya tapi Mamah harap kamu lahir selamat dan tumbuh sehat," ucap batinnya lagi.
"Ini sayang kamu minum dulu teh hangat ini, biar badan kamu enakan, " pinta Arya yang begitu menyayangi calon anaknya itu.
"Iya Mas Terima kasih," Hessa minum teh hangat yang dibuatkan oleh Arya dengan senang gembira, karena ia sekali lagi berhasil membuat Arya luluh dengan alasan kehamilan nya.
"Ya sudah sayang kamu tidur yah, " pinta Arya.
"Iya Mas, aku tidur dulu perutku masih sedikit tapi sudah mendingan, " sahut nya.
Syukurlah kalau begitu, tapi kalau kamu ngerasa sakit lagi kamu bilang aku yah kita ke rumah sakit untuk cek kandungan kamu yah, " saran Arya.
"Iya Mas," sahut Hessa senang.
"Astaga…akan ada masalah apalagi ini, " ucap Arya ketika ponselnya berbunyi dan melihat di layar kalau ibunya yang menelpon, sungguh sebenarnya ia malas harus berdebat dengan ibunya lagi.
"Halo mah ada apa?" sahutnya memelas.
"Ko kamu jawabnya gitu kaya gak senang kalau Mamah telepon kamu?" tuduh ibunya.
"Bukan gitu mah Arya sekarang lagi sibuk,"
"Bagaimana sekarang hubunganmu dengan Dinda apa Dinda sudah memaafkan mu? Kalian tidak jadi bercerai bukan?" tanya ibunya yang penasaran.
"Tidak Mah, Dinda bersikeras ingin cerai dari Arya ia tidak ingin di poligami. Dan dia sudah mengajukan gugatan cerai terhadap Arya ke pengadilan, " jawab Arya jujur ia tidak ingin memberi harapan palsu kepada ibunya itu.
"Dasar bodoh!! wanita mana yang ingin di poligami apalagi sekelas Dinda dia bisa saja mendapatkan pria yang jauh lebih baik daripada kamu, bukankah Mamah sudah bilang untuk menceraikan Hessa dan memilih Dinda," geram ibunya.
"Tapi Mah, sudah Arya bilang Arya tidak akan menceraikan Hessa dia sedang hamil anak Arya Mah, tolong mengerti Arya, " Mohonnya.
"Baiklah kalau itu keputusanmu ingat baik-baik perkataan Mamah ini Arya kamu akan menyesal telah mensia-siakan Dinda dan lebih memilih Hessa suatu saat kamu akan menyesal!" ujar ibunya marah dan langsung menutup teleponnya.
"Kenapa lagi dengan ibu Mas?" tanya Hessa. "Apa dia menyuruhmu untuk menceraikan ku lagi?" Hessa menebak.
Arya hanya mengangguk ia sedih dan langsung memeluk Hessa erat.
"Sudahlah Mas kita doakan saja kalau suatu saat ibu bisa menerima kehadiran aku dan calon cucunya, " ujar Hessa.
"Iya sayang maafkan aku karena belum bisa membawamu ke rumah ku, " Imbuh Arya yang tak kuasa menahan air matanya.
"Tidak apa-apa Mas asal ada kamu aku sudah bahagia," ucap nya lagi sambil tersenyum puas karena ia yakin Arya tidak akan pernah mengetahui kebusukannya.
Jangan lama- lama upnya