Mengkisahkan cerita cinta anak anak Alexa queen, ketua mafia black queen.
Anak dari ke dua suami nya Kaisar dan Pangeran. ( HUKUMAN QUEEN MAFIA )
"Ya tuhan tolong aku, jika dia perempuan akan aku jadikan saudara, dan jika ia laki laki kelak akan aku jadikan sua mi." Ujar nya Lirih.
Jedeeerr.
"Kau baik baik saja."
"Kak Raja, jadi kau yang sudah menyelamatkan ku, aaaaah terimakasih banyak."
Bagaimana caranya agar Nayla mampu menjerat Raja salah satu ketua mafia yang paling di takuti sekaligus kakak dari sahabat nya.
Lelaki dingin, datar dan minim akan ekspresi.
Lalu bagaimana jadi nya ketika Raja sudah mau menerima Nayla di hidup nya namun justru Nayla pergi?
ikuti terus ceritanya, jangan lupa beri macil semangat😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon macil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kabar apa ini
Brak.
"Tuan." Sapa Tristan dan para yang sedang latihan.
"Kau ceroboh tristan." Tristan menunduk kan kepala nya saat Raja datang dengan wajah penuh amarah.
"Maafkan saya."
"Kau pasti punya alasan kenapa menjemput Ratu secepat itu bukan." Selidik Raja.
"Saya minta maaf tuan. Ada anak buah dari mawar hitam berada di area sekolah jadi saya cepat cepat membawa nona Ratu pulang." Jawab Tristan dengan tegas.
"Tapi kau lupa satu hal Tristan. Aku akan naik ke atas satu jam lagi temui aku." Raja beranjak meninggalkan ruang pelatihan.
Tristan menghela nafas nya. Raja kalau marah lebih menakutkan dari pada Alexa atau Queen. Sikap Raja lebih kuat dari pada Alexa dan Queen.
Malam hari.
Sedang terjadi kehebohan di kediaman Wiguna saat melihat Alexa muntah muntah setelah memakan seblak buatan asisten rumah tangga.
"Sayang, kita ke dokter saja yah." Bujuk Pangeran, sedang Kaisar menghubungi dokter keluarga, juga Raja.
Nayla berjalan dengan cepat saat mendapat kabar seperti itu dari Ratu.
Matanya membola saat melihat keadaan yang kacau, bagaimana tidak saat di sana melihat Alexa yang selalu muntah, di dampingi dua suami nya, dan Queen yang sedang menodongkan pisau pada asisten rumah tangga yang sedang bergetar karna ketakutan.
dug dug dug.
Raja berlari menuju tempat kejadian di kamar mandi dekat dapur.
"Mah, mamah kenapa, kita ke kamar yah?" Bujuk Raja namun mamah Alexa menggeleng lemah.
"Kalau di kamar nanti muntah lagi." Raja mengambil ember.
"Kita pake ini ok." Pangeran menggendong istri nya menuju kamar mereka.
"Pelan pelan." Ujar Kaisar yang langsung menyelimuti istri nya, khawatir jelas saat makan malam justru kedapatan istri nya muntah muntah terus.
Queen menyuruh anak buah nya untuk mengaman kan asisten rumah tangga itu hingga dokter datang, jika iya mamah nya ia racuni maka Queen akan langsung melesatkan peluru nya ke kepala wanita paruh baya itu.
"Pah, pih, dokter datang." Ujar Queen berjalan bersama dokter keluarga mereka.
"Dok cepat periksa istri saya, dia muntah muntah terus?" Pinta Kaisar.
"Baik pak." Semua harap harap cemas saat Alexa di periksa dokter keluarga Wiguna.
"Apa mamah saya keracunan dok?" Tanya Queen hati hati saat melihat dokter diam sejenak.
"Tidak nona, hanya saja."
"Hanya saja apa dok?" Tanya Kaisar dan Pangeran dengan cepat.
"Kapan nyonya datang bulan?"
Deg.
Alexa berkedip kedip saking syok nya mendengar pertanyaan yang sudah jelas menuju ke mana pertanyaan itu.
"Dok, maksud nya istri saya hamil?" Tebak Pangeran membuat Kaisar membola.
"Benar kah?" Tanya Kaisar bersemangat.
"Ini baru analisa saja tuan, untuk lebih pasti nya datang lah ke rumah sakit, ini pil untuk meredakan mual nya." Pangeran menerima dengan senang hati langsung memeluk istri nya, begitu juga dengan Kaisar yang begitu senang akan ada tangis bayi di keluarga ini setelah sekian lama tenang.
"Sayang aku harap kali ini normal lagi seperti Ratu." Ujar Kaisar tanpa peduli pada Alexa yang masih syok.
"Laki laki yang normal jangan seperti Raja." Ujar Pangeran dengan santai nya.
Sedang Raja dan Queen saling tatap.
Mampus.
Dalam hati mereka sama, mereka akan sama sama repot dengan ada nya bayi yang berisik.
Raja dan Queen beranjak keluar kamar namun terhenti saat mendengar ucapan Nayla.
"Kak, lepaskan bibi, dia tak bersalan." Pinta Nayla membuat Queen menepuk dahi nya.
Baru kali ini ia tak fokus. "Hemm." Jawab Queen singkat.
"Rat kita pergi juga." Bisik Nayla, ratu sontak pergi mengikuti Nayla menuju kamar nya.
"Kamu kenapa Rat, nggak suka kah mau punya adek, asik tahu, kamu nggak akan bosen ngadepin dua kakak kamu yang dingin itu." Ujar Nayla.
"Bener juga, tapi kalau papih dan papah lebih sayang adek gimana?" Tanya Ratu membuat Nayla terkekeh.
"Itu yang dulu aku pikirin juga saat aku baru punya adek padahal saat itu aku udah besar. Tapi yah logika ku berfikir untuk puluhan tahun kita di sayang, apa salah nya jika gantian jika mereka menyukai adik adik kita kan? Sudah semesti nya kita juga memberikan kasih sayang yang sama kan?" Bujuk Nayla, namun sukses ketika Ratu tersenyum.
Hanya Kaisar dan Raja yang begitu gembira ria.
Nayla berjalan hendak menuju kamar Queen, dia ingin menanyakan perihal bibi itu.
Dahi nya mengerut saat melihat Raja sedang berdiri di balkon dengan ro.kok yang menempel di tangan nya.
"Apa yang membuat mu kepikiran dengan adanya anggota baru di keluarga ini." Ujar Nayla berdiri tepat di belakang Raja.
"Aku sudah bilang jangan menyelinap ke kamar ku." Ujar Raja dengan dingin terlebih saat berbalik mata nya begitu menatap tajam Nayla.
"Apa kau khawatir jika ada keluarga baru arti nya ancaman dari mafia lain semakin besar?" Raja terkesiap mendengar nya.
"Lihat lah Ratu, dia bisa hidup dengan normal layak nya anak anak lain, sama seperti ku, kami bisa pergi sesuka kami tanpa bayang bayang mafia kalian, arti nya kau, kak Queen, kalian semua sukses menjaga Ratu hingga sampai detik ini." Ujar Nayla sembari mengambil batang putih di tangan Raja dan menaruh nya di asbak.
"Kau tak tahu apa apa." Nayla terkekeh lantas berdiri kembali di depan Raja.
"Justru karna aku tahu semua nya kak, aku tahu kamu, kamu tak sedingin itu kan?" Nayla semakin mendekat pada Raja hingga tatapan mereka bertemu.
"Kau penyayang kak, dan aku tahu itu." Sambung Nayla.
Cup.
Dengan berani Nayla mencium Raja walau ia harus terjinjit. Bahkan Nayla dengan berani menyesap bib.ir Raja menaruh ke dua tangan nya di atas bahu Raja.
Eeemmm. Nayla bergumam di sela sela ciu.man nya saat dengan jelas Raja ikut membalas nya dengan tak kalah panas.
Raja memeluk pinggang nayla, mengangkat tubuh nya hingga Nayla tak perlu lagi kesusahan berjinjit.
hingga telinga Raja yang sensitif mendengar sebuah pergerakan seseorang di ujung rumah nya.
Si.al
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
enak aja dah enak2 ma ratu mau ditinggalin gitu aja tanggung jawab woyyyy sebelum kau dikebiri wkwkwk
padahal dia udah serius malah harus kecewa
ayo kak author jangan lama-lama up nya + crazy up