Griss yang mendapat permintaan menikah atas perjodohan, menolak hal konyol tersebut. Griss tidak setuju dijodohkan saat tahu gadisnya adalah Kayla yang pernah membuatnya kesal, dan memiliki pilihannya sendiri. Kayla pun sebaliknya, saat mengetahui calon suaminya adalah Griss, dirinya menolak dengan keras perjodohan itu.
Sampai dimana mereka setuju dengan perjodohan itu, sebabnya adalah kekasih rahasia Griss yang menolak lamarannya. Hal itu membuat Griss sakit hati dan juga kecewa, karena sang kekasih lebih memilih karirnya sebagai seorang aktris dari pada menjadi istrinya. Dan Kayla sendiri sudah menyerah dan putus asa, lebih memilih permintaan orang tuanya.
Seiring waktu berjalan, kebersamaan Gris dan Kayla sehari hari membuat mereka dekat. Griss mulai menyatakan atas kepemilikkan Kayla, karena tidak ingin Kayla direbut oleh siapapun. Bagi Griss yang menjadi miliknya, akan tetap menjadi miliknya. Begitupun sebaliknya dengan Kayla, yang juga seperti Griss.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda Angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pernikahan.
setelah hari pertunangan, Kayla menjadi pendiam saat sedang dikampus. Ana dan Jenny selalu berinisiatif mengajak Kayla bicara, tapi yang didapat hanya jawaban singkat dari Kayla. seperti sekarang ini, semua kampus digemparkan dengan berita teman mereka menjadi artis. siapa lagi kalau bukan Viona, cita cita dan impiannya telah tercapai menjadi selebriti. namanya naik daun dan melambing tinggi, beberapa iklan telah menye sponsori dirinya.
"ini anak seni teater itu kan ya?" tanya Ana yang masih melihat foto Viona, Jenny mengangguk tipis dengan itu. "Wahh pantesan cantik, anak seni teater tuh cantik cantik!" saut Ana lagi, Jenny hanya menaikkan kedua bahunya.
"tapi gak terkenal kayak kita!" saut Jenny, hal itu membuat Ana mengangguk dan mereka tertawa bersama. tapi tidak ada samhutan dari Kayla, tangan Kayla terus menggambar dan pikirannya melayang ke udara.
"hai, apa aku boleh duduk?" ucap seseorang, Jenny dan Ana menoleh secara bersamaan. bukan hanya mereka, Kayla pun merasa mengenali suara itu dan mendongakkan kepala. siapa lagi kalau bukan Bryan, ia sedikit membungkuk dan tersenyum pada mereka.
"huaa Bryan tuan mudaku, pangeranku, silahkan duduk!" ucap Ana senang, Bryan pun duduk masih dengan senyuman. "karena tuan muda Griss milik Kayla, aku pindah hati ke Bryan aja deh!" ucap Ana mendapat pukulan dari Jenny, ia sudah gemas dengan tingkah centil Ana dari awal.
"kenapa centil banget, lagian Bryan mau apa sama kamu!" saut Jenny, Ana mengelus kepalanya yang dipukul buku oleh Jenny.
"iya ngapain kamu sewot, terserah dia mau apa nggak. wleeeh ... " ucap Ana, Bryan tertawa kecil melihat itu dan Kayla hanya menggelengkan kepalanya.
"oh iya ini catatan yang aku pinjam kemarin, terima kasih ya!" ucap Bryan, Kayla mengangguk dan menerima buku nya.
"eh kalau kamu saudara sepupu Griss, berarti kalian nanti sepupuan dong?" tanya Jenny, Bryan mengangguk dengan itu.
"huhu ... Kayla bakalan ngeliat dua cogan sekaligus, irinya aku ..."
"yaudah sih, kamu aja yang nikah gimana?" ucap Kayla, mereka terkejut dan menoleh kearah Kayla. "aku sih cuek aja, ambil deh kalau mau."
"kok gitu sih Kay, kalian kan mau nikah dua minggu lagi." ucap Ana berdiri, kali ini Ana bicara dengan keberanian penuh. "kalau aku mau, apa Griss mau ya?" ucapnya lagi, hal itu membuat Jenny dan yang lain tertawa seketika.
"nanti aku tanyain, dia mau nggak sama kamu!" ucap Kayla, Ana mengangguk dengan itu. Bryan menatap Kayla yang tersenyum dan meneruskan gambarnya, dan hal itu membuat pikiran Jenny berpikir yang tidak tidak.
setelah siang hari, Kayla membersihkan mejanya. Kayla siap untuk pulang, keadaannya sangat lesuh dan tidak bersemangat. tiba tiba ia melihat sebuah botol kaca didalam tasnya. sejenis ia teringat itu adalah parfum. parfum yang seharusnya ia berikan pada Griss, agar digunakan Griss untuk pernikahan sesuai permintaan ibunya. tapi mau bagaimana memberikannya, mereka saja tidak saling melihat satu sama lain seharian ini.
Kayla keluar dari kelasnya, ia berjalan ditempat biasa agar tidak menjadi pusat Perhatian. secara bersamaan dirinya melihat Griss, Griss yang sedang asik menelfon juga melihat Kayla dari jauh. Kayla terus berjalan kearah Griss, begitu juga dengan Griss yang terus berjalan.
"untukmu!" ucap Kayla, Grissenoleh dan melihat tangan Kayla. "kamu harus memakainya saat pernikahan nanti, dan mulai sekarang kamu harus pakai parfum ini. tenang saja aku memilih harum yang akan kau sukai, kamu pasti menyukainya!" ucap Kayla, Griss menerima parfum itu dan mulai mencium baunya. hirupan pertama membuat Griss terkejut, karena harus parfum itu terasa sejuk dan juga hangat secara bersamaan. siapa saja yang mencium parfum itu akan membuat nyaman, seperti yang dirasakan Griss sekarang. Griss ingin mengatakan kalau dia menyukainya, tapi mulutnya susah untuk dibuka karena arogansinya yang besar.
"iya akan kupakai, lumayan harum!" ucap Griss, Kayla menyipitkan matanya.
"lumayan?, itu parfum terbaik dan kau bilang lumayan?" ucap Kayla, Griss menarik satu alisnya dan mengangguk singkat. "kau memang gila, kebanyakan belajar otakmu jadi bermasalah!" saut Kayla melipat tangannya, Griss hanya menatap dan kemudian mencium parfum itu lagi. Kayla memperhatikan wajah Griss, terlihat sedih dan lingkar mata hitam disana. apakah Griss sama dengan dirinya, bersedih karena pernikahan ini sampai tidak bisa tidur.
"baiklah, aku pergi dulu. sampai bertemu dua minggu lagi, dan selamat berdiam diri dirumah!" ucap Griss tiba tiba dengan mengejek, karena perintah orang tua calon pengantin tidak diperbolehkan untuk ke kampus dan tetap dirumah sampai hari pernikahan. Kayla tersadar dari lamunannya, ia menatap wajah Griss yang menurutnya menyebalkan itu.
"kau juga selamat berdiam diri dirumah, kuharap dua minggu itu tidak datang!" saut Kayla kemudian berbalik pergi, begitu juga dengan Griss yang pergi tanpa mengatakan apapun. mereka saling berpikir, bagaimana mereka akan hidup bersama jika keduanya terus berdebat. akankah semuanya baik baik saja, atau tidak akan baik baik saja.
****
dua minggu berlalu begitu cepat, hari pernikahan pun telah tiba. semua persiapan dan acara sudah dibuat semeriah mungkin, bahkan para tamu undangan datang dan tidak lupa juga para awak media siap meliput pernikahan Kayla dengan Griss. mereka menikah disebuah gereja yang sangat megah dinegara itu, dan pasti memakan banyak biaya yang besar. berita pernikahan mereka telah menyebar keseluruh sosial media, dan untuk keduanya tidak bisa melarikan diri dari acara tersebut.
Kayla berada disebuah kamar rias, beberapa orang meriasnya dengan begitu cantik. mulai dari make up sampai sanggul rambutnya, semua terlihat sempurna dan cantik. Kayla menatap dirinya dicermin, dirinya yang menggunakan gaun pengantin putih yang sangat cantik dan juga berkilau. Kayla hanya menunggu panggilan dirinya, seluruh badannya bergetar dan rasanya tidak nyaman dengan semua yang terjadi.
"sabar, tenangkan dirimu Kayla!" gumam Kayla, ia menarik nafas beberapa kali untuk menenangkan hatinya.
Griss sendiri sedang menunggu kedatangan Kayla, ia sudah berdiri dihadapan pendeta yang akan menikahkan mereka. Griss memakai jas pernikahan yang pas dan cocok untuknya, Griss terlihat elegan dan juga sangat tampan dengan kulit putihnya. tapi raut wajah Griss benar benar suram, dirinya masih memikirkan Viona. disaat Biona mengejar mimpinya, bukannya mendukung, Griss malah menikah dengan wanita lain sekarang.
tiba tiba saja suara pintu gereja terbuka, membuat semua tamu undangan menoleh dan berdiri. para awak media langsung memfokuskan kamera mereka pada arah pintu, tidak lupa Griss juga menoleh dan memasang senyumnya. Kayla berdiri bersama ayahnya, tangannya yang masih bergetar memegang lengan ayahnya. tapi sang ayah tetap menenangkan putrinya, Kayla tersenyum dihadapan semua orang dan mendapat tepuk tangan semua orang. jangan dilupakan tentang Griss, saat ini Griss sedang menatap Kayla yang terlihat cantik dan anggun dengan gaun pengantinnya. Griss menghampiri Kayla tanpa sadar, Kayla sendiri sedikit terkejut untuk itu.
"aku berikan putriku kepadamu Griss, tolong jaga dia dan rawat dia seperti kami yang menjaganya!" ucap Klaud, ia memberikan tangan Kayla pada tangan Griss dengan haru.
"pasti ayah, aku akan melakukan itu!" ucap Griss yakin, ia menggenggam tangan Kayla dengan erat, tidak lupa memberikan senyum terbaiknya. Griss membawa Kayla berjalan menuju aula pernikahan, dengan berhati hati Kayla berjalan dan dibantu pegang oleh Griss.
"apakah senyum itu palsu?" tanya Kayla berbisik, Griss dengan masih tersenyum mengangguk elegan. Kayla mencibir itu, dan tentu senyumnya terus berkembang. tiba tiba saja kaki Kayla tersandung gaun panjangnya, hal itu membuat Griss harus menahan diri Kayla agar tidak jatuh.
"hati hati!" ucap Griss, ia menarik pinggang Kayla mendekat kearahnya. Kayla yang terkejut hanya mengangguk pelan, ia melepas Griss dari hadapannya.
"gaunnya sangat panjang, kakiku kesemutan!" bisik Kayla, Griss tersenyum dan mendekat kearah Kayla.
"bukan gaunmu yang panjang, tapi kau yang pendek!" bisik Griss, Kayla kesal dengan itu dan memilih untuk diam.
"apakah kalian sudah siap?" tanya seorang pendeta saat Griss dan Kayla sudah berada diaula, Griss dan Kayla saling menatap dan menarik nafas masing masing.
"kami siap!" ucap mereka bersamaan, mendapat tepuk tangan dari beberapa tamu undangan disana.
"tuan Grissham Prince Winston, apakah anda menerima nona Kayla Serena Albern menjadi istri anda, dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan?"
"saya bersedia!" saut Griss menatap Kayla, mereka saling menatap satu sama lain. bayangkan kau menikah dengan pasangan impianmu!.
"nona Kayla Serena Albern, apakah anda menerima tuan Grissham Prince Winston menjadi suami anda, dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan?" Kayla masih terdiam beberapa detik, dan kemudian berucap setelah menarik nafasnya.
"saya bersedia!" saut Kayla singkat, mendapat tepuk tangan dari para tamu undangan.
"ucapkan sumpah kalian secara bersamaan!" perintah pendeta itu, Griss dan Kayla masih saling menatap dan ragu.
"aku bersumpah ..." ucap Griss, ia memainkan alisnya dihadapan Kayla. hal itu membuat Kayla mengangguk pelan, dan menarik nafasnya lagi.
"aku bersumpah, mulai hari ini sekarang aku akan mengatakan kejujuran dan sejujurnya tentang diriku pada Istri/suami ku. bahkan sampai maut memisahkan kami berdua!" ucap keduanya secara bersamaan, semua orang bertepuk tangan untuk itu.
"selanjutnya silahkan kalian bertukar cincin pernikahan!" Kayla mengambil cincin, dan juga Griss secara bersamaan. Griss memasang cincin pernikahan itu pada jari Kayla, begitu juga dengan selanjutnya Kayla memasang cincin pada jari manis Griss.
"pernikahan selesai, kalian resmi menjadi suami dan istri. pengantin pria dan juga pengantin wanita, kalian boleh saling berciuman sekarang!" ucap pendeta itu membuat Griss dan Kayala saling melotot. tapi tidak melakukan pemberontaka , karena beresiko pada image Griss dan juga Kayla.
Griss menarik pinggang Kayla, ia membuka tudung rambut milik Kayla. dan siap akan mencium Kayla, tapi yang akan dicium malah ketakutan seorang sedang diterkam harimau.
"tenang saja, aku tidak akan mencium u. tinggal lakukan saja dengan berpuura pura!" bisik Griss, Kayla membuka mata dan mengangguk dengan itu. Kayla mengangkat kedua tangannya dileher Griss, dan mereka melakukan sandiwara mencium pengantin disana. semua orang berpikir mereka berciuman, sejatinya mereka sedang berdebat satu sama lain disana.
bgus ceritanya
sukses
semangat