NovelToon NovelToon
Penyesalan Terdalam Sang Suami

Penyesalan Terdalam Sang Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:92.4k
Nilai: 5
Nama Author: dona rachma

Kehidupan yang dijalani Acha tidak pernah benar baik baik saja . kekacauan hidupnya dimulai saat Acha melihat dan menyaksikan bapak dan ibunya terkapar bersimbah darah dijalanan akibat ulah penabrak mobil yang tidak bertanggung jawab .
Dewangga yang mencoba berpura pura mendekati Acha untuk tidak ketahuan bahwa dirinya lah yang menjadi penyebab kedua orang tua Acha tiada memberanikan diri untuk menikahinya , walau dengan sangat terpaksa .
Acha yang tidak sengaja mendengar percakapan antara Dewangga dan Sang Mertua , benar benar syok dan tidak menyangka. selama ini dia hidup dengan seorang pembunuh kedua orang tuanya .
Acha memutuskan untuk pergi dari kehidupan Dewangga setelah mengetahui itu semua , dan disaat itu pula , terciptala buah hati mereka di dalam rahim Acha .
tanpa Acha sadari , Dewangga telah jatuh pada pesonanya . Akankan Dewangga jujur mengenai dirinya yang telah memyebabkan kedua orang tua Acha meninggal ?
Bagaimanakah nasib pernikahan Dewangga dan Acha ? simak terus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dona rachma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Pagi menjelang tiba matahari telah menampakan kehangatannya di pagi hari. Acha yang saat ini tengah bersiap-siap untuk berangkat ke kampus pun tersenyum ceria. Pasalnya dia sudah sangat rindu sahabatnya yang bernama Maria Agathias. Satyu-satunya orang yang mau berteman dengannya. Padahal Maria adalah anak orang kaya dan tak malu untuk bergaul dengan dirinya.

Acha segera memasukan beberapa buku yang akan dia bawa ke dalam tasnya. Walaupun Maria dan Acha beda jurusan, tetapi Maria sangat menyayangi Acha. Maklum, Maria hanya memiliki Kakak laki-laki yang berprofesi sebagai pilot. Jadi, pada saat melihat Acha, Maria seakan menemukan sosok yang berarti.

Tring ....

Tring...

Ponsel Acha berbunyi dan nama Maria lah yang terpajang di ponselnya.

"Iya Maria aku sudah siap dan akan segera berangkat, Kamu cerewet sekali seperti pacarku saja." Ucap Acha mendengus jika Maria dalam mode seperti ini.

"Kamu mengataiku cerewet?." Tanya Maria penuh emosi di seberang telfon.

"Memang kenyataannya kan seperti itu." Dengus Acha. "Sudahlah aku mau berangkat dulu. Berbicara dengan Kamu hanya menguras emosiku saja pagi-pagi."

Klik. .

Acha mematikan panggilan tersebut.

"Dasar anak sinting." Umpat Maria dari ujung seberang sana. "Untung sayang, coba kalau tidak." Maria mulai menyalakan mesin mobilnya dan berjalan dengan pelan menuju kampusnya.

Dewa yang masih betah di dalam kamar pun segera beranjak saat melihat jam mewah yang terpasang di tangannya. Dirinya baru ingat, jika hari ini ada penerbangan ke Kalimantan untuk meninjau lokasi pembuatan Hotel miliknya.

Dewa mengambil ponselnya yang berada di saku celana. Di lihatnya dalam ponsel itu, tidak ada satupun notifikasi dari Renata untuknya. Bahkan menanyakan keberadaanya pun tidak. Benar-benar memang Renata. Dewa hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Apa perlu aku menikahi Acha agar Kamu merasa kehilangan Re? Jika Kamu masih saja tetap begini, jangan salahkan aku untuk mencari pendamping yang lebih menghargai aku." Ucap Dewa saat melihat foto-foto kenangan bersama dengan Renata.

Padahal Dewa sudah mati-matian membela Renata di depan kedua orang tuanya. Tetapi sikap Renata yang semakin hari semakin berubah pun membuat Dewa semakin muak.

"Jangan salahkan aku Renata, Kamulah yang membuat aku menjadi seperti ini." Ucap Dewa dengan menyugarkan rambutnya kebelakang. Rambut rapih itu pun seketika rusak lagi, tetapi itu tidak mengurangi ketampanannya sedikitpun.

Dewa segera menyambar jasnya yang tergeletak di atas kasur dengan kasar dan segera beranjak keluar guna menyusul kedua orang tuanya untuk sarapan bersama.

Klek..

Pintu terbuka dan Dewa segera keluar, saat berada di luar Dewa melihat Acha yang keluar juga dari kamarnya.

"Achaaa." Gumam Dewa saat menyebut namanya. Dewa jadi tersenyum sendiri saat mengingat betapa gugupnya Acha semalam. Walaupun Dewa tahu, sebenarnya Acha menyembunyikan kegugupan itu sendiri.

"Sial kenapa tiba-tiba jadi memikirkan Acha seperti ini." Umpat Dewa .

"Pagi Mas Dewa." Sapa Acha yang sedang berjalan menuju arah tangga.

"Hem." Hanya deheman yang keluar dari mulut Dewa.

Acha yang mendengar tersebut mempercepat jalannya. "Dingin banget sih kek kulkas tiga pintu. Padahal masih pagi. Untung cakep, coba kalau tidak? Sia-sia saja aku sapa." Gerutu Acha yang sudah menuruni anak tangga. "Eh, Kamu mikir apa sih Cha." Seraya memukulkan tangannya ke kepalanya sendiri.

Shiren yang melihat Acha dan Dewa yang sedang menuruni tangga tersenyum dengan senang. Pasalnya sudah lama sekali dirinya tidak merasakan kehangatan sepagi ini. Melihat Dewa yang sudah rapih dengan balutan kemejanya, juga dengan Acha yang penuh ceria dan energik.

Ravendra yang melihat Istrinya bahagian pagi ini pun ikut merasakannya. Bagaimana tidak? Selama ini mereka hanya sarapan berdua saja tanpa di temani Dewa.

"Acha duduk dekat Mama ya Nak." Ucap Shiren saat Acha sudah berada di dekat meja makan. "Bagaimana tidur Acha semalam? Nyenyak? Hem?." Tanya Shiren beruntun kepada Acha.

"Biarkan Acha duduk dulu Ma." Jawab Ravendra.

"Maaf Pa, Mama kelewat senang soalnya. Acha mau ya duduk samping Mama."

"Boleh Ma." Jawab Acha sambil menarik kursi yang berada di samping Shiren. "Acha sangat nyenyak Ma, terimakasih ya Ma, Pa." Ucap Acha dengan tulus kepada mereka berdua.

"Ini siapa yang sebenarnya anak Mama dan Papa? Dewa yang pulang, malah Acha yang di tanya terus." Gerutu Dewa sambil menarik kursinya yang bersebelahan dengan Ravendra.

Shiren menaikan satu alisnya saat Dewa menanyakan seperti itu. "Kamu marah? Hahaha." Jawab Shiren dengan tertawa

"Dewa hanya bisa mendengus mendengar jawaban Shiren.

"Kamu berangkat kuliah pagi ini Cha?. "

"Iya Ma, ada jam kuliah pagi hari ini." Jawab Acha yang tengah menyendokkan nasi goreng ke dalam mulutnya.

"Bareng Dewa ya sayang."

"Uhuk uhuk..." Dengan segera Acha mengambil air minum yang berada di dekatnya. Menakjubkan , apa kata orang-orang di kampus jika melihat Acha di antar oleh pria tampan seantero jagat? Pria tampan yang selalu di bicarakan di majalah bisnis mingguan?.

"Tidak usah Ma, Acha naik angkutan umum saja." Tolak Acha dengan halus.

"Kenapa? Bukannya bagus kan, arah kantor Dewa dengan kampusmu satu arah Cha." Kembali Shiren berucap.

"Acha hanya tidak ingin membuat heboh satu kampus Ma, Pa. Apa kata orang-orang di kampus jika Acha di antar oleh salah satu pewaris keluarga Karta Wijaya Ma? Maaf jika Acha harus menolak, Acha hanya tidak siap untuk di hujat Ma. Apalagi status Mas Dewa yang sudah mempunyai Istri, pasti mereka di luar sana hanya bisa menebak tanpa tahu yang sebenarnya." Jawab Acha dengan pelan.

"Sudah Ma jangan di paksa jika Acha tidak mau. Benar apa yang di katakan Acha saat ini." Ravendra menengahi pembicaraan Istrinya dan juga Shiren.

Dewa yang menjadi pusat pembicaraan hanya diam tanpa menyahut. Dengan cepat dirinya menghabiskan sarapan pagi ini.

"Dewa tidak ke kantor hari ini Pa, Ma. Dewa lupa memberitahukan Mama dan Papa. Dewa sebentar lagi akan terbang ke Kalimantan dengan Tama."

"Kamu sudah packing?." Tanya Shiren yang merasa tidak melihat koper Dewa di sebelahnya.

"Hanya peninjauan Ma, Tidak sampai malam. Dewa tidak usah membawa koper. Boleh Dewa pakai Pesawat Pribadi punya Papa?." Izin Dewa kepada Ravendra.

"Pakailah Kamu anak Papa, tidak usah meminta izin seperti itu Wa."

"Tetap saja itu kan milik Papa, bagaimanapun Dewa harus meminta izin."

"Pakai saja, nanti Papa hubungin Kapten Soni untuk menyiapkan Pesawatnya."

"Thank you Pa." Jawab Dewa.

"Acha sudah selesai Ma, boleh Acha berangkat sekarang Ma, Pa." Jawab Acha yang saat ini sudah menghabisi sarapannya.

"Benar Nak, Kamu tidak ingin di antar ataupun membawa mobil?." Kembali Shiren bertanya.

Acha menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Benar Ma, Acha bisa naik angkutan umum."

Shiren menghembusakn nafasnya dengan pelan. Percuma saja dirinya membujuk Acha, Acha pasti tetap pada pendiriannya.

"Mas Dewa, Papa Mama Acha duluan ya."

"Hati-Hati." Jawab Shiren dan Ravendra bersamaan.

"Jadi Papa hari ini ke kantor Wa?."

"Boleh Pa, Dewa minta tolong untuk hari ini saja. Selebihnya besok-besok Dewa yang berada di kantor. Kalau begitu Dewa juga pamit Ma, Pa. Tama bilang sebentar lagi akan sampai."

"Hati-hati Wa, kabari Mama dan Papa jika Kamu sudah sampai di Kalimantan." Ucap Shiren kepada Dewa.

Dewa menganggukan kepalanya dan segera beranjak dari meja makan.

Tringg...

"Gue di depan pintu rumah lo ni." Ucap Tama di seberang telfon tersebut.

"Masuk bego, kaya sama siapa aja."

"Bacot lo minta di hajar. Yaudah gue masuk."

Acha yang berada di depan untuk membuka pintu kaget bukan main saat ada orang di depan.

"Cari siapa ya Mas?." Tanya Acha ragu-ragu.

Tama yang melihat pun sudah tahu siapa wanita yang berada di depannya. Itu pasti Acha, Tama pun terpesona akan kecantikan Acha. Jika di bandingkan dengan Renata, Acha lebih unggul.

"Siapa ya?." tanya Tama untuk memastikan jika memang benar itu adalah Acha.

"Kenalin Mas, aku Acha. Natasha Hadiningtyas." Ucap Acha kepada Pria di depannya.

Tepat sekali dugaan Tama, jika ini adalah Acha yang di ceritakan Dewa. Gila mimpi apa Dewa bisa bertemu dengan Acha?.

"Ada Dewanya? Saya Asisten sekaligus sahabat Dewa." Ucap Tama.

"Mas Dewa masih di meja makan sepertinya Mas, apa mau saya panggilkan?."

"Tidak usah, tadi saya sudah menghubungi Dewa."

Saat mereka berdua terlibat pembicaraan ringan, Dewa datang dengan angkuh.

"Tam, berangkat sekarang." Ucap Dewa dengan tegas saat sudah berada di depan mereka berdua.

"Lo enggak mau ngenalin siapa perempuan cantik ini?." Goda Tama kepada Dewa.

"Bacot, bukannya lo udah tahu siapa dia? Buruan, kita enggak ada waktu lagi Bego."

"Ih mulutnya minta di tabok ye. Bos macem apa lo."

"Acha pamit semuanya." Ucap Acha yang ingin segera beranjak pergi dari sana. Dan jalan dengan buru-buru agar tidak mendengar obrolan berfaedah Dewa dan juga Tama.

Mereka berdua hanya bisa terdiam saat melihat Acha sudah jauh dari jangakaun mata.

"Kalo lo enggak mau nikahin Acha. Gue juga mau ko gantiin lo."

"Gue akan nikahi Acha secepatnya Tam." Ucap Dewa yang saat ini tengah berjalan bersama Tama.

"Yakin lo? Gimana Renata? Lo mau madu dia?."

"Gimana lagi? Gue perhatiin semakin kesini, Renata semakin menjadi-jadi Tam."

Dalam hati, Tama tersenyum dengan senang. Akhirnya Dewa akan bisa lepas dari wanita tersebut. Betapa bahagianya Tama, saat mendengar Dewa akan menikahi Acha. Semoga dengan hadirnya Acha, akan membuat Dewa berpaling dengan perasaannya sendiri. Bukan apa-apa, Tama hanya merasa kasihan kepada Dewa yang selalu menurut kepada Renata. Semoga saja dengan hadirnya Acha memberikan warna untuk Dewa dan juga keluarga Karta Wijaya.

Bersambung. . .

1
Soraya
masih nyimak thor
Soraya
lanjut thor semangat
Soraya
lanjut thor
Sulistia Anggraini
kalau dpt upnya banyak thor
Jenong Nong
disini hnya neneknya yg berpikir waras yg lain edan kbeh ....❤❤🙏🙏
Hanisah Nisa
lanjut
Erisya Ris
iya setuju/Smile/
Hanisah Nisa
lanjut
Linda Yohana
Bagus novelnya
Jenong Nong
jgn sampai acha jatuh cinta terlebih dulu thor .....😁😁❤❤🙏🙏
Hanisah Nisa
lanjut
Jenong Nong
sampai lupa ..kirain g dilanjutin ..❤❤🙏🙏
Cahayax Gisel
jangan. lama update kak udah mulai lupa sama ceritanya 😅 semangat 💪 lanjut 🙏
Juliyanah Yanah
ko belum berlanjut2 sie crtanya .
Hasna
bagus
Jenong Nong
maaf ya thor klo bs jgn terlalu slow ..sebenarnya alurnya bgus cm terlalu lmbat konflik boleh memng itu pnting sebab klo ada konflik datar aja yg bca jg bosen tpi klo konfliknya mbulet2 kelamaan dewa yg tak kunjung sadar dgn bahwa dia bersalah renata yg tak kunjung ketahuan belangnya acha yg kyak orang bodoh terpaku pda kebaikan ravebdra dn keluarga pdahal mereka lah yg akan menancapkan luka yg menganga yg mungkin tak akan bisa tersembuhkan ravendra yg munafik sok2an mnyesal dn merasa bersalah dgn orang tua acha tpi mndudung aja kelakuan dewa tama dn mm shiren yg katanya tahu rahasia renata tpi merela diam tdk berbuat sesuatu utk mnyadarkan dn mmbuka mata dewa ..semua itu blom ada satupun yg terselesaikan thor padahal udah bab sekian takutnya kita jd jenuh dihadapkan konflik yg tak kunjung ada titik terang sedikit apalgi kn g setiap hari up jd rasanya lma sekali gtu lho utk mnuju titik terang ...maaf ya thor semoga kritikan sy bs sedikit jd masukan yg bermanfaat dri segi kta2 dn penulisan udah bgus bngt cm ya itu terlalu slow aja ...🙏🙏❤❤
Lilis Indriyani
cepetan d bongkar k blusukan istri tercinta'y dewa donk ka. biar makin semangat buat baca'y
Cahayax Gisel
sorry kak malass sudah mau tengok kak. terlalu banyak drama kak..gk seru 🙏
Iniidona: terimakasih komennya kaka
total 1 replies
Sri Darlina
lupa thor jalan ceritanya karena terlalu lama update nya
Iniidona: sory, karena bukan satu novel ini aja yg author tulis. terimakasih komennya ya . jangan bosen mampir
total 1 replies
Linda Yohana
lanjut thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!