NovelToon NovelToon
Istri Wasiat Ayah (Menikahi Ibu Tiri)

Istri Wasiat Ayah (Menikahi Ibu Tiri)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:87.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Giovanno alias Gio sangat membenci Lisa yang merupakan istri muda ayahnya. Pria itu berpikir bahwa ibu tiri yang bahkan lebih muda dari usianya itu hanya mengincar harta kekayaan mendiang ayahnya. Nyatanya setelah Gio mengenal Lisa, dia malah jatuh cinta dengan ibu tirinya tersebut.

Bagaimana kisah Gio dan Lisa selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Sementara itu di tempat lain, Gio sedang berbicara dengan ibunya di telepon.

"Bu, ada yang ingin Gio tanyakan pada Ibu."

"Apa itu, Nak?" tanya Nyonya Monic.

"Sebenarnya siapa yang memberitahu Ibu tentang kabar kematian ayah waktu itu?" Hal ini lah yang membuat Gio penasaran sejak kemarin.

"Ada apa kau menanyakannya, Gio?" tanya Nyonya Monic.

"Tidak apa-apa, Bu, Gio hanya penasaran saja. Bukankah sejak lama Ibu tinggal di Jepang. Kenapa Ibu bisa tiba-tiba tahu mengenai kabar tersebut. Siapa sebenarnya yang memberi Ibu kabar tentang hal itu? Itu saja."

Sejenak Nyonya Monic terdiam.

"Ibu rasa hal itu tidak begitu penting untuk kau ketahui, Gio. Daripada kau mencari tahu hal yang tidak begitu penting, lebih baik kau fokus merebut apa yang seharusnya menjadi milikmu dari wanita licik itu, Nak," kata Nyonya Monic mencoba menghindar dari pembahasan.

Dari sini Gio bisa mengambil kesimpulan bahwa orang yang memberi ibunya kabar tentang kematian sang ayah bukalah orang yang selalu ada di sekitar mereka saat ini. Sebab, hingga detik ini Nyonya Monic belum juga tahu kalau ternyata Gio sudah menduduki jabatan tinggi di Gemilang Group. Dan hal itu cukup membuat Gio tenang karena dirinya tidak perlu ketahuan oleh sang ibu hingga terlibat drama perempuan. Gio sangat yakin, sang ibu pasti akan langsung terbang dari Jepang ke Indonesia jika tahu bahwa ternyata selama ini Gio dan Lisa ternyata akur. Terlebih jika tahu bahwa posisi Lisa di Gemilang Group lebih tinggi darinya.

"Ya sudah, kalau Ibu tidak mau memberitahukannya, Gio juga tidak bisa memaksa. Oh iya, sudah dulu ya, Bu. Gio mau cari tempat untuk makan malam dulu."

"Ya, Nak. Hati-hati saat kau mengemudi."

Gio lantas melajukan mobilnya menuju restoran terdekat usai memutus sambungan teleponnya dengan sang ibu.

Saat dalam perjalanan menuju restoran, Gio tidak sengaja melihat mobil Shaka memasuki salah satu kawasan apartemen di pusat kota. Gio pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke tempat tujuannya dan malah memilih untuk diam-diam mengikuti mobil Shaka. Dari kejauhan Gio melihat Lisa turun dari mobil pria tersebut.

"Mau apa mereka pergi ke tempat ini?" gumam Gio.

Tidak berselang lama setelah Lisa turun dari mobil, Sakha lantas melajukan mobilnya pergi dari sana. Gio baru mengerti, bahwa ternyata pria itu mengantar Lisa pulang.

"Apa dulu Lisa tinggal di sini?" Gio kembali bergumam sambil terus memperhatikan istrinya dari jarak aman.

Saat ini Gio melihat Lisa menghubungi seseorang di telepon. Tidak berselang lama ponsel Gio berdering, rupanya istrinya itu sedang menghubungi dirinya. Tidak butuh waktu lama untuk Gio menjawab panggilannya.

"Halo."

"Halo, Gio."

"Ada apa?" tanya Gio.

"Malam ini aku tidak pulang. Sakha baru saja mengantarku pulang ke apartemenku, jadi aku memutuskan untuk bermalam di sini saja."

"Kenapa kau tidak memintanya untuk mengantarmu pulang ke rumah?" Gio kembali bertanya.

"Mana mungkin aku melakukan itu. Kau mau Sakha curiga padaku. Bukankah saat ini kita sedang menyembunyikan status pernikahan kita dari siapa pun?" jelas Lisa.

Gio pikir ucapan Lisa ada benarnya juga.

"Memangnya di mana apartemenmu?" Gio bertanya bukan karena tidak tahu, dia hanya ingin menguji kejujuran istrinya itu.

"Aku tinggal di Pondok Mutiara Residence."

"Wah, kebetulan sekali, sekarang aku juga sedang berada dekat di lokasi apartemenmu," kata Gio pura-pura. Dalam hati dia kagum pada Lisa, wanita itu bukan hanya baik hati, tapi juga sangat jujur padanya.

"Benarkah?" Lisa sama sekali tidak menyangka hal itu. Benar-benar sangat kebetulan, pikirnya.

"Iya benar. Boleh aku mampir?"

"Tentu saja. Memangnya kau sudah di mana sekarang?"

"Sekarang aku sudah memasuki kawasan tempat tinggalmu."

"Baiklah, kalau begitu aku akan menunggumu di depan."

Tidak lama kemudian, Lisa pun melihat mobil Gio mendekat ke arahnya.

"Ternyata kau benar-benar sudah dekat dari sini. Kebetulan sekali," kata Lisa begitu Gio sudah turun dari mobil.

"Ya, benar-benar kebetulan. Tadi sebenarnya aku ingin pergi ke restoran yang ada di dekat sini, tapi kau tiba-tiba meneleponku, dan ternyata tempat tinggalmu di sini," jelas Gio basa-basi.

"Berarti kau belum makan malam?" tanya Lisa.

Gio menggeleng.

"Astaga. Sudah jam segini tapi kau belum makan malam. Memangnya apa yang kau lakukan tadi?"

"Aku tadi ada urusan penting. Bisnisku di Inggris mengalami sedikit masalah, jadi aku memilih mengatasinya terlebih dahulu."

Lisa mengangguk mengerti. "Tapi kau tidak harus terbang ke sana, 'kan?"

"Tidak juga. Aku memiliki orang kepercayaan yang bisa diandalkan di sana."

"Oh, kalau begitu ayo naik. Aku akan menyiapkan makan malam untukmu."

"Serius? Apa kau bisa memasak?"

"Tentu saja. Aku ini perempuan yang serba bisa." Lisa tertawa setelah memuji dirinya sendiri.

"Well, kalau begitu aku butuh pembuktian, bukan hanya sekedar omongan belaka," ucap Gio lalu tersenyum.

"Tidak masalah. Tapi sebelum aku memasak untukmu, aku harus berbelanja bahan makanan terlebih dulu. Di atas tidak ada apa pun yang bisa di masak karena aku jarang pulang."

"Ya sudah, kalau begitu biar aku mengantarmu untuk berbelanja." Gio berkata sambil mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya.

"Tidak perlu naik mobil, karena aku mau berbelanja di ruang basement apartemen."

"Oh ya, kalau begitu kita pergi bersama."

Lisa mengangguk. "Ayo."

Keduanya lantas berjalan bersama memasuki gedung apartemen tempat tinggal Lisa. Mereka akan turun ke ruang basement menggunakan lift.

*

*

Berselang 1 jam lebih kemudian. Menu makan malam untuk Gio akhirnya siap.

"Karena kau tidak makan nasi, jadi aku hanya menyiapkan potato wedges, tumis asparagus, serta ayam lada hitam untukmu. Apa itu sudah cukup?" tanya Lisa sembari menata makanan di atas meja makan untuk suami rahasianya tersebut.

"Ini sudah lebih dari cukup. Terima kasih. Dari aromanya sepertinya makannya sangat enak. Aku merasa seperti sedang makan di restoran."

Lisa tersenyum. "Makanlah, kau pasti sudah sangat kelaparan."

"Lalu kenapa kau tidak makan?" tanya Gio.

"Aku sudah makan malam tadi. Kau saja yang makan," jawab Lisa sembari duduk di seberang meja Gio.

Gio lantas mulai mencicipi masakan Lisa untuk pertama kalinya. "Mm ... benar-benar enak. Lain kali aku masih ingin memintamu untuk memasak untukku."

Lisa hanya tertawa. Barulah dia kembali buka suara begitu Gio sudah selesai dengan makanannya.

"Mm ... Gio, aku berencana untuk mulai tinggal lagi di sini. Kau tidak keberatan, 'kan?"

Gio terdiam sejenak.

"Kenapa? Apa di rumah kau merasa kurang nyaman?"

"Tidak, bukan seperti itu. Aku hanya tidak ingin ketahuan oleh Sakha. Itu saja," jelas Lisa. "Sekarang Sakha sudah kembali ke Indonesia, dan rencananya dia akan menetap. Sakha itu sangat menyukai masakanku, dan terkadang dia sering datang untuk sarapan mau pun makan malam."

Gio kembali terdiam. Dalam hati dia merasa keberatan karena istrinya meladeni pria lain seperti meladeni seorang suami, tapi dia juga tidak bisa protes karena sebelum mereka menikah, mereka memang sudah membuat kesepakatan pra nikah yang tidak boleh dilanggar. Yaitu tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing.

"Kalau memang itu keputusanmu, aku tidak masalah. Bukankah memang ini kesepakatan kita sejak awal."

Lisa tersenyum. "Ternyata di balik sikap menyebalkan yang kau perlihatkan padaku di awal, kau ternyata orangnya sangat pengertian."

Gio hanya tersenyum menanggapi pujian Lisa tersebut.

'Lain di mulut lain di hati.' Batin Gio.

B e r s a m b u n g...

1
Shifa Burhan
hal menjijikan novel ini malah dibenarkan oleh authornya yang membuat pemikiran munafik author sangat jelas
*istri bersahabat dengan lelaki lain
*istri begitu perhatian pada pria lain bahkan didepan suaminya
*istri lebih mementingkan perasaan pria lain daripada perasaan suami
*istri menjaga perasaan pria lain daripada suami
*istri kawatir pada pria lain sampai susul ke rumahnya
*istri merasa bersalah pada pria lain tapi tidak pernah merasa bersalah pada suaminya
*istri berkali meminta maaf pada pria lain tapi tidak pernah meminta maaf pada suaminya
*istri merayu pria lain karena merajuk didepan suaminya
*istri gampang kontak fisik dengan pria lain didepan suami
*istri lebih peduli pada pria lain daripada suaminya

begitu banyak hal menjijikan yang dilakukan lisa tapi dengan munafik author membenarkan semua kelakuan menjijikan lisa

cap novel ini novel munafik dan menjijikan
Ita Yulfiana: wkwkwk terima kasih sudah dicap😂😂😂
total 1 replies
Shifa Burhan
semua novel yang sangat suami mengkhawatirkan dan pergi mencari wanita lain (sahabatnya) , pasti itu kalian anggap kesalahan fatal
tapi heran di novel sang istri menghawatirkan dan pergi mencari pria lain kalian anggap hal biasa dan malah kalian benarkan

sifat munafik kayak ini lah yang selalu aku protes saat kalian berkarya novel
Jhylara_Anfi
halo aku mampir ka, kalau berkenan boleh mampir di karya aku
Shenaylin..😌😌
no komen2x🤣🤣🤣
Shenaylin..😌😌
isteri ku🤭🤭
Shenaylin..😌😌
yeeeeee 🤭😂😂😂
Shenaylin..😌😌
😂😂😂😂
Shenaylin..😌😌
😂😂😂😂😂
Shenaylin..😌😌
😂😂😂😂
Shenaylin..😌😌
🤦🤣🤣🤣😂🤣
Shenaylin..😌😌
ya ampun sakha 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Shenaylin..😌😌
👍😂😂😂
Shenaylin..😌😌
good 👍🤣🤣🤣
Shenaylin..😌😌
itu adalah perkataan mu Gio 😂😂😂
Shenaylin..😌😌
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Shenaylin..😌😌
😜😂😂😂😂😂
jemmyy
penuh misteri jangan digantung tor. sakit
Afternoon Honey
ini tamat? ato digantung karena author kehabisan ide🤔
Afternoon Honey
Gio... cemburu aku cemburu 😅
Afternoon Honey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!