Sebelum lanjut, sebaiknya baca terlebih dahulu novel sebelumnya (Goodbye Daddy See You Again) biar nyambung ceritanya.
Mengisahkan tentang seorang wanita jenius memilih jadi ibu rumah tangga untuk mengurus suami dan anak-anaknya dan mempercayakan harta warisan keluarga ditangani oleh kedua adik kembarnya.
Siapa sangka tugasnya lebih berat dari kedua saudaranya karena selain tugas rumah tangga, wanita beranak dua itu juga harus bekerja keras dibalik layar untuk melindungi keluarganya dari orang-orang jahat yang menyerang lewat perusahaan dan orang-orang terdekatnya.
Tidak hanya itu, ia juga harus memiliki banyak stok kesabaran untuk mengatasi kedua adiknya yang berbeda karakter itu. Ia juga sampai harus turun tangan untuk mengatasi masalah percintaan mereka yang terbilang cukup rumit.
Bagaimana kisah Maggie, Daffa dan Daffi selanjutnya?
Kawal terus novel ini!
Happy Reading ❤🌹🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lala Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ikut Ke Kantor Papa
Daffa tengah menikmati segelas minuman ditemani beberapa koleganya, dan mereka terlibat pembicaraan yang cukup serius.
"Daffa?" ucap seorang gadis cantik yang hendak melewati mereka namun tanpa sengaja ia melihat Daffa ada di sana.
Daffa hanya menatap gadis itu dengan tajam tanpa ingin menjawabnya.
"Tuan muda, apakah kamu tidak kenal sama nona Helena? dia adalah puteri bungsu tuan Arnol" jelas salah satu koleganya yang sedang duduk sama-sama sejak tadi.
"No, Dia hanya lupa karena kami berpisah sudah beberapa tahun" ucap Helena berusaha menarik simpatinya Daffa.
"Oh ya? berarti kalian sudah saling kenal sebelumnya?" tanya tuan Arnol yang baru bergabung.
"Iya dad, kami satu kelas waktu kuliah" ucap Helena semakin menarik perhatian para petinggi di sana.
"Maaf semuanya, aku pamit pulang. Tuan Arnol, aku pamit sudah larut malam" ucap Daffa yang langsung berdiri dan diikuti oleh Gabriel.
"Nona Helena, apakah kau juga melupakan aku?" tanya Gabriel.
"Siapa ya?" tanya balik Helena kepada Gabriel.
"Oh berti benar kamu juga sudah melupakan aku seperti Daffa melupakan kamu. Kita juga satu kelas waktu itu" ucap Gabriel yang Ikut melangkah pergi bersama Daffa keluar dari gedung tersebut.
Kurang ajar sekali Daffa, masa dia melupakan aku. Aku akan tetap mendapatkannya, sudah cukup aku gagal waktu itu tapi tidak dengan sekarang. Batin Helena mantap.
Ia menatap kepergian dua pria itu dengan nanar, bercampur marah dan malu karena banyak rekan bisnis daddynya yang menonton pertunjukan tersebut.
.
.
.
"Kamu harus hati-hati sama si Helena itu. Dulu dia sama si apa namanya itu? mereka berdua sangat tergila-gila sama kamu" ucap Gabriel saat mereka sudah ada di dalam mobil.
"Stop membahas ulat bulu itu" ucap Daffa geram karena moodnya sempat berantakan karena kedatangan Helena tadi.
"Jangan lupa esok pergi ke kantor lebih awal karena aku harus menyelesaikan semua pekerjaan dalam minggu ini" ucap Daffa sebelum Gabriel pergi. Ya tadi mereka pergi menggunakan mobil Gabriel.
"siap, kalau begitu aku pergi" jawab Gabriel sekaligus pamit pulang.
*****
Roberth benar-benar kewalahan menguris kedua anaknya walaupun ada pengasuh. Sejak kepergian Maggie beberapa hari yang lalu Miss Peggy tidak ingin jauh dari papanya sehingga mau tidak mau, Roberth harus membawanya ke kantor.
"Abang, sudah selesai siap-siapnya?" tanya Roberth yang mendatangi kamar puteranya.
"Sudah pa" ucap anak laki-laki itu sambil mengambil tasnya dan keluar dari kamar tersebut.
"Oke sarapan dulu ya nak. Pergi ke ruang makan terlebih dahulu ya? papa lihat adikmu dulu" ucap Robert dan puteranya langsung turun lebih dahulu.
"Marni, miss sudah bangun?" tanya Roberth kepada pengasuh puterinya.
"Sudah pak, baru selesai mandi" jawab Marni.
"Baiklah, pakaikan dia pakaian jalan ya soalnya aku mau bawa dia ke kantor saja dari pada harus bolak-balik" ucap Roberth yang lelah karena harus bolak balik rumah dan kantor hingga tiga sampai empat kali.
"Baik Pak" setelah itu Roberth pergi meninggalkan kamar puterinya.
"Miss Peggy, sini ganti bajunya" ucap Marni yang sudah mengambil baju Puteri majikannya itu.
"Kog ganti lagi sih ka?" tanya Miss Peggy
"Iya kata papa, miss Peggy akan ikut ke kantor papa" jawab Marni
"Hah, benal ka? papa nggak boong kan?" tanya Miss Peggy bersemangat karena ini adalah kali pertama ia datang ke kntor papanya.
"Serius miss tadi papa ke sini dan memberitahukan sama ka Marni" jelas Marni mengurangi rasa penasaran gadis kecil itu.
Setelah selesai bersiap, Marni membawa Miss Peggy menuju ke meja makan.
"Ka Malni, mama ko nggak pulang-pulang sih?" tanya Miss Peggy saat mereka sedang menuruni tangga dari lantai atas.
"Mama pasti lagi lepas kangen sama oma opa miss. Kan sudah lama bangat kan? mama nggak pernah pulang ketemu sama opa oma" jelas Marni memberi pengertian kepada gadis kecil itu.
"Tapi kan, opa sama oma balu pulang" ucapnya polos.
"Iya, sama kaya miss Peggy, baru juga ditinggal sama mama udah rindu kan? nah sama kaya mama yang sudah rindu sama opa oma walaupun mereka baru pergi" ucap Marni lagi.
"Oh iya ya? miss jadinya lupa" ucapnya sambil menepuk keningnya membuat Marni gemas sekaligus sedih dengan gadis kecil yang tengah menahan rindu.
"Selamat pagi papa sama abang" seru miss Peggy saat mereka sudah menjangkau ruang makan.
"Selamat pagi miss" jawab kedua pria beda usia itu serentak.
Marni dengan cekatan melayani kedua anak majikannya dan Roberth pun mengambil sarapan untuk dirinya sendiri.
"Papa, kata ka Malni hali ini papa mau ngajak miss Peggy ke kantol ya?" tanya miss Peggy yang duduk manis sambil menunggu dilayani oleh pengasuhnya.
"Iya sayang. Miss Peggy mau tidak?" tanya Roberth kepada puterinya
"Mau dong pa, kan miss Peggy mau ketemu sama tante Asly" ucapnya dengan gaya centilnya.
"Tapi tante Asry tidak bekerja di kantor papa lagi sayang" ucap Roberth Hati-hati.
"Kenapa sih? semua pada pelgi ninggalin miss?" ucapnya sedih membuat Roberth merasa bersalah kepada puterinya.
"Nanti papa telepon biar tante Asry datang ke kantor papa oke?" ucap Roberth membujuk puterinya.
"Oke pa, janji ya?" ucap miss Peggy bersemangat.
"Oke saatnya sarapan. Abang, cepat habiskan sarapannya, nanti papa sama miss Peggy antar ke sekolah" ucap Roberth dan hanya diangguki oleh puteranya.
Setelah sarapan merekapun pergi. Awalnya Marni diajak juga namun setelah dipikir-pikir akhirnya dibatalkan karena Roberth sudah menghubungi adik angkatnya.
.
.
"Om Indla....! " teriak seorang gadis kecil kepada pria yang sudah sering dia ketemu sebelumnya.
"Eh ada miss Peggy" ucap Indra saat menyadari kehadiran Puteri majikannya.
"Miss cantik kan?" ucapnya sambil bersolek di depan asisten papanya.
"Pastilah.. miss Peggy memang selalu cantik" ucap Indra memuji.
"Iya dong, siapa dulu papa mamanya" ucapnya memuji diri sendiri sambil menyentuh ujung rambutnya dengan jari lentiknya lalu mengibaskan kebelakang.
Puteri tuan sangat luar biasa. Calon primadona saat sekolah nanti. Batin Indra memuji anak majikannya dalam hati.
"Om Indla kenapa bengong sih, mikilin tante Celine ya?" goda Miss Peggy karena sering melihat Asisten dan sekretaris papanya itu pergi bersama.
"Miss Peggy, masuk ke ruangan papa" ucap Roberth.
"Da.. om Indla" ucap gadis itu dan langsung melangkah masuk ke ruangan sang papa yang sudah terbuka.
"Wah luangan papa bagus bangat" ucap miss Peggy sambil memutar-mutar tubuhnya sehingga roknya itu terangkat membentuk payung.
"Miss suka sama ruangan papa?" tanya Roberth.
"Sukalah" jawabnya sambil melangkah ke sofa ruangan itu.
"Oke, ini ponsel papa, miss main dan jangan ganggu papa kerja ya?" ucap Roberth memberi peringatan kepada sang Puteri.
"Oke pa" jawabnya bersemangat dan langsung anteng di sudut sofa.
Bersambung
semoga ike juga segera hamil