NovelToon NovelToon
Cinta Mantan Suami

Cinta Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Berbaikan / Selingkuh / Cerai
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: istia akhtar

Deswita Adriana, wanita tiga puluh tahun itu terpaksa harus banting tulang demi mencukupi kebutuhannya dan sang putra, Kelan Sudarma. Pasca perceraiannya dengan Andika Sudarma, kehidupan Wita berubah seratus delapan puluh derajat. Kemewahan yang tadinya identik dengan dirinya, terpaksa ditanggalkan.

Kehadiran Amira Widani yang menjadi pemicunya. Andika terpaksa memenuhi permintaan Wita untuk bercerai, sebab lelaki itu khilaf telah menghamili Amira.

Sayangnya, hati Andika tetap terpaut pada mantan istrinya itu, hingga hari-hari Andika, tak pernah absen merecoki kehidupan Deswita. Mampukah Deswita membunuh mati cinta mantan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Goyah.

Tak ada yang lebih menyakitkan dari sebuah kehilangan. Detik demi detik yang di lalui oleh Deswita, kini terpaksa harus dilalui tanpa Andika. Hanya berdua dengan Kelan, Wita bisa menemukan sedikit hiburan. Celoteh putranya itu, seolah mampu menggantikan kepedihan yang tiba-tiba memeluknya.

Perlahan namun pasti, hujan gerimis turun dengan lamban. Hingga semakin lama, gerimis berubah menjadi hujan deras yang berhasil membuat suasana hati Wita membaik. dengan hujan dan aroma tanah basah, begitu menenangkan Wita.

Deswita duduk sendiri di tepi ranjang. Tangan kanannya mengusap potret pernikahannya dengan Andika semasa di kampung dulu. Inginnya Wita menuntut semua janji yang telah diingkari Andika, tetapi sayangnya, itu tak akan bisa mengembalikan keadaan.

Terkadang Wita bertanya-tanya, harus dengan cara apa agar ia bisa membunuh mati cintanya pada Andika?

Sebuah getaran pada ponsel Wita, berhasil membuat Wita terjaga dari lamunannya. Andika selalu menghubunginya beberapa malam ini. Dan benar saja, Wita selalu malas meski hanya sekadar untuk menerima panggilan telepon dari andika.

"Ada apa?" tanya Wita dengan nada malas.

"Buka pintunya, saya mau bicara," perintah Andika, dengan gayanya yang khas mengatur.

"Sudah malam. Sebaiknya kamu pergi, mas. Aku nggak mau Amira berpikir jika aku masih menaruh rasa sama kamu. Lagi pula siapapun tidak pantas bertamu ke rumah orang lain di waktu malam begini," tolak Wita dengan tegasnya.

"Please, Wita. Tolong. Ini penting," ungkap Andika mengiba.

"Sepenting apa? Bagiku nggak ada yang lebih penting dari kebahagiaan Kelan untuk saat ini. Fokusku, cuma pada Kelan!" sahut Deswita dengan tegasnya.

Entahlah. Andika mengerang lirih di sana, merasa jika saat ini dirinya benar-benar putus asa menghadapi Amira dan Wita dalam satu waktu.

"Baiklah, saya akan pergi, hanya jika kamu menemui saya sebentar saja, Wita. Saya janji, ini nggak akan lama," ujar Andika.

Di dalam rumah, Wita segera bergegas menghampiri Kelan di kamarnya. Lama dirinya tak menyahuti Andika, namun juga tidak mematikan sambungan telepon.

Setelah melihat Kelan sejenak yang tertidur pulas, Wita lantas menutup pintu kamar Kelan, dan segera mengintip area luar jendela. Andika duduk di sebuah kursi dekat dengan pintu, seolah menjadi penjaga setia rumah Wita.

Sekali lagi, Wita menghembuskan napasnya kasar. Jika tak di temui, beginilah Andika. Lelaki itu keras kepala layaknya kepala batu. Pada akhirnya, tak ada pilihan lain bagi Deswita untuk membukakan pintu. Ia bukanlah wanita yang tak punya hati, dan membiarkan Andika kedinginan.

Deswita kalah oleh rasa kemanusiaan.

"Mas, kamu kenapa kemari? Malam sudah larut, tetapi kamu masih di sini dan dengan keras kepala mau ketemu," ungkap Deswita, membuka pintu lebar-lebar untuk Andika.

"Sudah aku bilang, kamu nggak usah kesini kalau terlalu malam. Aku nggak suka dengan cara kamu bertamu. Apa mau kamu sebenarnya?"

Deswita duduk di sofa ruang tamu, di susul oleh Andika yang duduk di sofa dekat pintu.

"Ada yang mau saya bicarakan," ujar Andika, mengabaikan raut wajah Wita yang datar.

"Apa?" tanya Wita, menunggu Andika untuk bicara langsung tanpa basa-basi.

"Amira pergi dari rumah sudah beberapa hari ini," ungkap Andika.

"Aku tahu," balas Wita singkat. Wanita itu tampak terlihat tidak peduli, namun, hal itu justru membuat Andika menyipitkan matanya.

"Kamu tahu? Amira dengan lancang menghubungi kamu lagi?" tanya Andika kemudian.

"Bukan lancang menghubungi. Tepatnya, kami bertemu waktu itu di pantai. Kamu terlalu mengabaikannya, Mas. Kamu tahu kalau dia hamil. Terlepas itu anak kamu atau pun bukan, harusnya kamu memperlakukan wanita hamil secara manusiawi," ungkap Wita dengan menatap lekat mantan suaminya itu.

"Saya berpikir untuk demikian saja, Wita, berusaha menerima Amira dengan baik. Tetapi nyatanya, posisi kamu nggak tergantikan di hatiku, maupun di rumah. Saya tahu kesalahan saya tidak termaafkan, Wita. Saya sudah menyakiti hati kamu. Tetapi saya tidak bisa bisa jika harus berpaling hati dari kamu. Saya . . . saya terlalu mencintai kamu," ungkap Andika kemudian.

"Tolong jawab dengan jujur, Wita. Kamu, apa kamu sudah sepenuhnya kehilangan cinta untuk saya?" tanya Andika, membuat Wita terdiam.

Deswita tidak tahu harus berkata apa. Tetapi yang jelas, wanita itu bingung dalam hatinya, mengakui cinta yang masih terlampau besar pada Andika, adalah cara bodoh untuk membuat Andika tidak merasakan jera.

Tetapi jika Deswita menyangkal, Andika tetap tak akan pergi.

Amira, kasihan wanita muda itu. Meski Amira tak memiliki hati di awal, tetapi rasanya Amira telah berubah. Wita bisa melihat dengan jelas, bagaimana jejak penyesalan itu berpendar dari sorot mata Amira.

Wita hanya ingin yang terbaik untuk semua orang, tanpa peduli bagaimana perasaannya sendiri.

"Jujur, aku masih mencintai kamu, mas. Tapi semenjak kamu berkhianat, aku merasa kalau semua cintaku itu sia-sia," Jawab Deswita.

"Tidak ada yang sia-sia. Kita berdua di takdirkan memiliki cinta yang sama besar. Aku baru saja menemui Amira. Aku dan dia memutuskan untuk menyudahi pernikahan ini setelah anaknya lahir, dan aku ingin kita kembali bersama," ungkap Andika.

"Di mana otak kamu? Setelah semua pengkhianatan yang kamu lakukan, juga setelah semua luka yang kamu berikan, kamu ingin kita bersama?" tanya Deswita tak habis pikir. Beruntung Kelan sudah tidur. Jika tidak, Wita mana berani mengumpat orang lain? Kelan bisa menirunya sewaktu-waktu.

"Kenapa tidak?" tanya Andika, seraya mengeluarkan beberapa lembar dokumen bukti cctv, sebuah rekaman, dan juga bukti transfer sejumlah uang dari rekening atas nama Amira, pada seseorang untuk melakukan transaksi obat afrodisiak.

"Lihat ini, ini adalah bukti penjebakan malam itu."

Deswita menatap nanar semua baris kalimat demi kalimat, foto yang mengarah pada kecurangan Amira selama ini.

"Jadi, kamu benar-benar korban, dan . . . kamu di jebak?" tanya Amira dengan suara lirih.

Setelah Wita mengetahui tentang perselingkuhan Andika, mantan suaminya, Wita pikir memang Andika melakukan hal itu sengaja hingga menghasilkan anak atas hubungan malam itu.

Tetapi nyatanya, semua itu salah.

"Kamu tahu, Wita. Saya sejak dulu mencintai kamu. Sebesar apapun luka yang kamu rasakan karena saya, karena ulah saya malam itu, saya bersumpah demi Tuhan, itu di luar kehendak saya. Tidakkah kamu bayangkan, betapa tersiksanya saya saat itu?" tanya Andika dengan nada sakit.

Papa Kelan itu lantas menyandarkan kepala dan bahunya pada sandaran sofa, menatap langit-langit ruangan untuk mengingat semuanya.

"Sekuat apapun kamu menolak untuk kembali pada saya, saya tetap akan memaksa. Saya mencintai kamu seumur hidup saya. Amira adalah kesalahan. Mari kita kembali dan maafkan saya. Setelah anak Amira lahir, anak itu anak saya ataupun bukan, saya akan tetap membiayai anak itu sepantas mungkin, karena dia terlahir saat status Amira sebagai anak saya," imbuh Andika.

Deswita tidak tahu, mengapa kini hatinya mulai goyah. Mungkinkah, cinta itu masih sebesar dulu untuk Andika?

Andika, lelaki adalah lelaki baik sebenarnya.

"Tapi maaf, mas. Aku masih belum bisa untuk saat ini," jawab Wita.

**

1
Daulat Pasaribu
lanjut thor
Happy Kids
biar aja andika jd bujang lapuk. wita sama ardian dlu. nikah. ntah abis brapa taun ardian meninggal gpp deh.
Happy Kids
fiks amira adik wita. kl gini pasti wita ga mau balikam sama andika
Happy Kids
jgn bodoh. awal mula dia kejebak knp? krn andika buka jalan. dia jg mau main main
Happy Kids
paling kl mira ga hamil lanjut terus hubungan selingkuhnya🤭
Happy Kids
pas flirty flirty mikir cinta ga.🤣
Happy Kids
manusia NPd
Happy Kids
well yg ngundang brt bukan amira. tp andika sendiri krn dia ug buka celah goda godain anak orh
Happy Kids
pret. bulshit
Arcila Putri
biarkan Amira yg asuh anaknya Thor egois x si Andika ini padahal sama" salah enak diandikanya ding
Arcila Putri
kok kasihan ya Amira padahal sama" salah dipisahkan dari anak itu sakit
Arcila Putri
Andika mulutnya seenaknya saja kalo ngomong kamu juga salah jgn cuma nyalahin Amira egois banget Lanang ini
Arcila Putri
mampir y Thor👍
Kasma Aisya
pantes aja Rudi selalu membela Amira, kayaknya mereka ada main d belakang andika
Kasma Aisya
pantes aja Rudi selalu membela Amira, kayaknya mereka ada main d belakang andika
Lee Mba Young
kapan kena karma si amira, semoga anak amira bukan anak andika gk rela harta andika di bagi pd anak amira. pingin amira hidup blangsak ma anak Haram nya itu. kl pun itu anak andika dan perempuan kl hamil sebelum nikah sah andika tak berhak jd wali nya dan anak amira tdk berhak atas warisan andika.
semoga anak amira nnti yg kena karma ibunya greget aku amira wanita sundal pelakor macak korban.
Iyah Chomel
geram jg sama si Amira ulat bulu tu
pingin aku BG racun tikus sekaliyan
Lee Mba Young
pinter manda gercep, cpt kirim ke andika biar cpt selesai sidang cerainya.
Arya akhtar
wah seru si WITA ini
Helen Emeli
wita kamu benar"egois dan tdk pernah mau memberi kesempatan itk ngobrol dg dika baik"tanpa bersilang agumen yg saling memojokan dika,berapa besarkah ke sombonganmu itu yg hrs dika butuhkan ampunan atas kesalahan krn terjebak dr amira ?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!