NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Duda Tampan

Istri Rahasia Duda Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO / Selingkuh / Pernikahan Kilat
Popularitas:90.8k
Nilai: 5
Nama Author: Muksin Rafiq Zikrillah

Adelia Fredella baru saja kehilangan orang tuanya dalam sebuah tragedi kecelakaan. Belum sembuh dari duka yang dialami, Adelia diteror rentenir yang menagih hutang peninggalan sang ayah. Disaat yang bersamaan Adelia bertemu dengan Larina, wanita kaya yang sedang mencari istri pengganti untuk putra sulungnya dengan menjanjikan sejumlah uang. Adelia yang terdesak akhirnya tergiur dengan penawaran yang diberikan Larina dan menyetujui perjanjian yang telah dibuat. Adelia harus menyembunyikan pernikahan dan statusnya sebagai istri dari pengusaha muda tersukses se Asia. Dari keputusan itu pula Adelia mulai mendapatkan masalah baru yang tak kunjung selesai. Akankah Adelia mampu memenuhi perjanjian yang telah ditandatanganinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muksin Rafiq Zikrillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skandal

Eros mengantarkan Adelia pulang dengan penuh keterpaksaan. Namun tidak jika dilihat dari dalam lubuk hatinya. Justru itu menjadi kesempatan emas untuknya melarikan diri dari kegiatan pers.

Pria tampan itu mulai bosan, dengan seluruh kepura-puraan yang harus dia tampilkan didepan kamera mengenai rumah tangganya.

Talak cerai sudah dia ucapkan pada Audrey, namun untuk mendaftar dipengadilan agama, Eros masih menimang segala sesuatunya.

Tentu akan banyak pertanyaan jika tiba-tiba publik mengetahui perceraian mereka, selain berdampak pada saham perusahaannya, hal itu juga akan membuat karir Audrey hancur.

Andai saja waktu bisa diulang kembali, Eros akan memilih untuk menjauhi model papan atas itu, dan mendengar nasihat Oma-nya dahulu.

Wanita itu seperti ular, dia dengan mudahnya mengganti wajah, dan mencari popularitas dengan karakter buatannya.

Sepanjang perjalanan Adelia hanya diam, dinginnya malam itu menusuk hingga ketulang. Terlebih gaunnya yang basah walau sudah ditutupi jas milik Eros tetap saja dia masih menggigil kedinginan.

Adelia masih belum bisa mencerna apa yang telah terjadi, namun sebuah pertanyaan bersemayam dikepalanya. Untuk apa Larina meminta Adelia menjadi istri kontrak untuk Eros, sedangkan pria itu memiliki istri seorang model ternama, yang tak hanya rupanya yang menawan namun sangat baik dimata Adelia.

Buktinya Audrey ikut membantu Adelia sewaktu kejadian tadi. Tanpa Adelia bisa mengingat jika sebenarnya wanita itu juga yang membuatnya masuk kedalam kolam.

"Hashyiiiiimmmmmm"

Flu mulai menyerang tubuh mungil Adelia, giginya menggerutu kedinginan, tubuhnya pun menggigil hebat.

Eros mematikan AC mobilnya, untuk mengurangi rasa dingin. Dia tak tega melihat keadaan Adelia yang menjadi korban kekejaman rumah tangganya.

Setelah sampai didepan toko bunga Hana. Adelia berpamitan untuk turun tak lupa dia mengucapkan rasa terimakasihnya pada Eros karena sudah bersedia untuk mengantarkannya pulang.

"Te-terimakasih tuan! Kalau begitu saya masuk dulu." Ucap Adelia gugup, dianmasih belum berani menatap wajah pria itu, tak hanya segan dan canggung namun ada perasaan aneh yang menjalar ditubuhnya.

Eros mengambil sesuatu dari dalam sebuah kotak kecil, dan memberikannya pada Adelia tepat saat gadis itu selesai membuka seat belt-nya.

"Minumlah, aku tidak mau menanggung biaya rumah sakit mu, itu tidak ada didalam kontrak perjanjian."

Sebelah alis Adelia terangkat, pria itu benar-benar pandai membuat orang lain kesal.

"Tidak perlu tuan, aku juga menyimpannya dirumah, lebih baik kau simpan untuk dirimu sendiri." Tegas Adelia dan bergegas turun tanpa memperdulikan Eros lagi.

Eros memutar mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu, tanpa memperdulikan Adelia yang telah masuk kedalam rumahnya.

Larina hanya diam, mengamati dan mencermati kata demi kata yang diucapkan Audrey. Dia menunggu waktu yang tepat untuk berbicara.

"Kau rela membiarkan suami mu mengantarkan wanita lain nona? Apakah kalian baik-baik saja."

"Iya! Siapkah wanita itu nona?"

Keadaan kembali riuh, namun bukan Audrey namanya jika dia tak bisa mengubahnya menjadi sebuah keuntungan.

"Hmmm .... ituuuu ...." Audrey melirikkan pandangan pada Larina, namun wanita itu terlihat santai dan sangat menikmati apa yang telah terjadi.

"Apakah wanita itu yang sedang digosipkan dekat dengan Tuan Eros?" Tanya salah seorang reporter.

Audrey tak berani menjawab sepatah katapun, dia takut salah ucap dan semua tuduhan akan berbalik padanya, terlebih Larina seperti sedang menunggu sesuatu darinya.

"Dia adalah asisten baru ibu mertu ku." Jawab Audrey dengan yakin setelah mempertimbangkan segala sesuatunya.

Sudut bibir Larina sedikit terangkat, jelas dia tahu jika kalimat itu sebenarnya dilemparkan untuknya.

"Apakah benar nyonya?" Tanya seorang reporter.

"Hmmmm," Larina mengangguk yakin. "Namun sebenarnya dia adalah asisten pribadi Eros yang baru." Hal itu jelas membuat Audrey meremas kuat gaun yang dia pakai, untunglah ada meja yang menutupi gerak geriknya.

"Maaf Audrey, mungkin kau lupa? Atau Eros yang belum memberitahumu." Sambung Larina lagi dengan tangan yang kini menepuk-nepuk punggung tangan Audrey.

"Hmmm sepertinya aku yang lupa, maaf aku terlalu sibuk akhir-akhir ini sehingga tidak bisa fokus." Audrey tak ingin kalah bersandiwara walau sejujurnya hatinya telah jengah dengan keadaan itu.

"Tak apa sayang!" Jawab Larina manis.

"Apakah ada lagi yang ingin kalian tanyakan? Jika itu tentang gosip yang sedang beredar, aku rasa Audrey yang lebih tahu segalanya." Ucapan Larina membuat jantung Audrey berdebar dengan kencang.

Jika segala sesuatunya terbongkar, bisa habis dia, karirnya akan hancur berantakan.

"Hmmm ya, tentu saja! Itu semua hanya gosip, ya biasalah ada oknum yang tidak suka dengan kebahagiaan kami." Audrey menimpali ucapan Larina.

Larina terus mengamati sejauh mana permainan yang akan dimainkan oleh Audrey.

Larina melirik kearah jam tangannya. "Akh sudah larut malam, saya rasa cukup sekian wawancara kali ini, kita jumpa dilain kesempatan ya." Larina bangkit dari tempat duduknya, membuat Audrey ikut-ikutan berdiri juga.

"Sayang, mommy pulang duluan ya. Kamu tak apa kan pulang sendiri?" Larina langsung memeluk tubuh Audrey dan berpamitan, senyumannya penuh dengan misteri yang tak bisa ditebak orang apa maksud dan tujuannya.

"Aaaa? Oooh, i .... iya mmy." Audrey terkejut dengan keputusan Larina yang tiba-tiba.

Karena itu juga Audrey akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pers malam itu dan kembali pulang ke rumahnya.

"Akh sial! Semuanya jadi kacau gara-gara wanita tua itu." Audrey berdecak kesal.

'Bampppppp'

Pintu mobil sport keluaran terbaru terbanting keras, Audrey mengendarainya dengan kecepatan tinggi.

'Triiiiiiiing'

Lagi-lagi dering panggilan dihandphonenya terdengar, namun dia memilih untuk mengabaikannya. Setelah dua puluh lima menit melajukan kendaraannya akhirnya Audrey memasuki gapura perumahan elit tempat tinggalnya.

Dari kejauhan dia melihat siluet seorang pria berdiri didepan pagar rumah menunggu kedatangannya.

Tangan Audrey mengepal, melihat tindakan pria itu yang semakin menjadi-jadi.

Audrey memarkirkan mobilnya tepat dihadapan pria itu dan bergegas untuk turun.

"Hey sayang!" Ucap pria itu dengan senyuman manis, dan tangan yang direntangkan menyambut kedatangan sang pujaan hati.

Audrey melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan jika semuanya aman.

"Ammar apa yang kau lakukan disini?" Tanya Audrey dengan suara pelan.

"Jelas menunggumu honney."

"Kau gila huh? Bagaimana jika ada orang yang melihat kedatangan mu?"

Ammar mendekat kearah Audrey. "Tenanglah sayang, semuanya akan baik-baik saja. Jika mereka melihat ya itu lebih baik, itu artinya kita tak perlu sembunyi-sembunyi lagi."

"Kau gila? Itu sama saja menggali lubang untuk menghancurkan karir ku, berapakali ku katakan jangan menemui Ku diluaran seperti ini."

"Aku tidak akan melakukan hal ini jika kau menerima pemberian ku dan datang kesana. Kau ingat, seminggu lebih sudah aku disini, namun sedetikpun kau tak memperdulikan ku, bahkan paket yang ku kirimkan, kembali kau kirim ke apartemen ku. Kemana saja kau Audrey? Apa kau sengaja melakukan semua ini huh? Bahkan panggilan ku pun tak kau angkat."

"Kau tahu bagaimana keadaannya, semuanya kacau Ammar, aku harus memperbaiki keadaan terlebih dahulu."

"Memperbaiki keadaan huh ...? Aku pikir kau mulai berubah pikiran Audrey dan ingin mempertahankan rumah tanggamu bersamanya."

Audrey terdiam sejenak namun tatapannya tajam kearah Ammar. "Untuk apa aku melakukan hal itu? Bahkan aku ingin segera bebas dari jeratan ini."

Ammar semakin mendekat menepis jarak diantara mereka. "Bagus! Kalau begitu tunggu apalagi? Kita bisa menikah saat ini juga bukan?"

Tangan Ammar menyentuh wajah Audrey, mendekatinya seinci demi seinci.

"Tiiiiiiinnnnnnnn"

Suara klackson mobil terdengar nyaring. Audrey sontak menolak tubuh Ammar dan memilih menjauh.

"Tak bisakah kalian menyewa hotel huh? Aku tak ingin halaman rumah ku jadi kotor karena kalian." Teriak Eros yang telah sampai, dan melihat adegan mesra Audrey dan Ammar.

Gerbang rumah itu terbuka, Eros langsung masuk kedalam tanpa memperdulikan mereka lagi, walau emosi didalam dirinya telah memuncak seutuhnya.

"Cekh pria sombong itu." Gerutu Ammar kesal dengan tangan yang mengepal.

"Pulanglah! Jangan memperumit keadaan." Audrey masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Ammar.

Ammar kesal karena malam ini keinginannya tak lagi bisa tersalurkan. Tangan dan kakinya bergerak keras memukul dan menendang angin.

Jika saja Eros tak memiliki pengaruh yang kuat dalam dunia bisnis, pasti dia bisa melawan dengan mudah.

"Tunggu tanggal mainnya." Ucap Ammar lalu pergi meninggalkan tempat itu.

1
Anisa 977
lanjut thor... seruuu bgt
Anisa 977
pernah ku alami😭
Bicik Etik
jadi penasaran..
Eva Rubani
tanggung nii..
Eva Rubani
lanjut
Eva Rubani
lanjut..
Eva Rubani
kok bisa Amar nguasai istri orang padahal suami ny punya kekuasaan
Eva Rubani
kapan nikah ny adelia niii..
Eva Rubani
selingkuhan nya...
Eva Rubani
lanjut.
Eva Rubani
aneh di Frans klu fah putus ya udah lah.
Eva Rubani
lanjut
Eva Rubani
sabar ya adel..
Eva Rubani
lanjut.
Eva Rubani
lanjut
Mika Syahfira
bagus
Dewi Rohmawati
syafakillah y thor..semangat biar cpt up yg bnyk...sehat sllu bwt ibu&calon bayi...
Rapika Manurung
semoga sipenulis cepat mati seperti cerita novelny yg setengah setengah
Rapika Manurung
bangsatlh adik baca ee terputus binatang betul sipenulis jd orang 😂😂😂
Lailatul Candra
lekas sembuh ya thorrr... ntar dlnjut lagi novel nya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!