NovelToon NovelToon
Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Status: tamat
Genre:CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Dendam Kesumat / Chicklit / Tamat
Popularitas:224.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: R.angela

Percayakah kamu adanya kesempatan kedua?

Seolah semesta ingin menghukum sekaligus memberikan kesempatan kedua bagi Senja, gadis Arogan yang selalu bersikap sesuka hatinya, entah bagaimana saat membuka mata setelah dibunuh oleh kekasih dan asistennya, Senja berada dalam dunia novel yang dia tulis sendiri.

Lantas, bagaimana kisah Senja di dunia Novel?

Siapkan imajinasi liar Anda, berpetualang dengan Airin Senja!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian

Senja bukan untuk wanita yang bisa ditekan atau diintimidasi, jadi tidak ada alasan untuk takut ketika Edward meminta penjelasan mengenai ayahnya dengan intonasi tinggi dan mengancam.

"Kau ingin aku menjelaskan seperti apa?" tantang Senja. Tidak sedikitpun gentar, bahkan dagunya terangkat menantang pria itu.

Dia kesal karena tampaknya pria itu sudah menduga yang tidak tidak mengenai apa yang sudah dia lakukan di ruang operasi terhadap ayahnya.

Bukankah seharusnya dia berterima kasih kepada Senja, operasi ayahnya sudah berhasil dan Senja yakin sebentar lagi ayahnya akan siuman, lantas sikap seperti apa yang ditunjukkan pria itu saat ini kepadanya?

"Semuanya! dan aku minta tolong kau jaga cara bicaramu kepadaku, kau tahu siapa aku bukan?" ujar pria itu dengan sombong sembari melipat tangan di dada menantang Senja, amunisi apalagi yang akan dikatakan gadis itu.

Senja melirik ke atas meja, terlihat sebuah laptop dan dia yakin kalau semua orang di ruangan itu sudah menyaksikan apa yang terjadi di ruang operasi itu melalui CCTV. Penjelasan apalagi yang harus dia katakan?

"Bukankah kau sudah melihat CCTV itu? Di sana terlihat jelas bukan, apa yang aku lakukan?" jawab Senja dengan tatapan membangkang.

Edward kehilangan kata-kata, baru kali ini dia bisa dilucuti oleh seorang gadis. Perkataan gadis itu sama pedasnya dengan cabe rawit yang digigit tanpa sengaja.

"Atas dasar apa kau berani-beraninya mengoperasi ayahku? Kau bukan dokter dan tidak punya wewenang apalagi kemampuan, lantas, mengapa kau bertindak begitu jauhnya?!" salak Edward tidak bisa menyembunyikan amarahnya.

"Oh, karena itu kau memanggilku kemari? Bukankah ke dokter Martin sudah menjelaskan kepadamu? Apa yang dia katakan?" tantang Senja.

Dia tidak ingin menutupi perilaku dokter Martin yang bertindak seolah ogah-ogahan di ruang operasi tadi. Bagaimana nasib orang miskin ketika dokter Martin yang menanganinya? Dia pasti bahkan lebih tidak peduli apakah pasien itu akan selamat atau tidak.

Semua mata kini memandang ke arah dokter Martin, pria itu jadi ketakutan dan gelagapan terlebih saat matanya bersitatap dengan mata Edward, bulu kuduknya bahkan meremang seketika, seperti baru saja menatap hantu.

Kalau boleh memilih, Martin ingin sekali melompat dari jendela ruangan Dinda. Dia tampak begitu ketakutan. Apa yang harus dia katakan? Jika dia mengatakan bahwa Senja memprovokasinya sehingga dia menyuruh gadis itu yang maju sama saja itu menunjukkan kebodohannya,.karena egonya bisa terpancing oleh seorang gadis muda yang usianya jauh di bawahnya, tapi kalau dia tidak jujur Senja pasti akan mengatakan yang sebenarnya.

Dokter Martin seperti makan buah simalakama, tapi dia masih berharap bahwa kejujurannya bisa menyelamatkannya walau mungkin hanya tersisa nama baik yang selama ini dia jaga.

"Aku menunggu!" serunya menghentakkan sepatunya di ke lantai, pertanda dirinya sudah tidak sabar menunggu penjelasan di dokter Martin.

"Saya memprediksi kalau tuan Rudolf mengalami luka robek biasa pada belakang kepalanya, ternyata diagnosa saya salah. Ada benturan keras di dalamnya sehingga darah menggumpal dan mengakibatkan tuan Rudolf koma begitu lama.

Martin diam. Dia pikir sudah cukuplah penjelasannya seperti itu saja tapi harapannya harus kandas karena Edward tidak melepaskannya dengan begitu gampang.

"Lantas?" tuntut Edward.

Susah payah dokter Martin menelan salivanya. Dia melirik sesaat ke arah Senja, melihat reaksi gadis itu apakah bisa diperdaya sehingga dia bisa melebih-lebihkan guna menyelamatkan nyawanya. Namun, bibirnya yang menyunggingkan senyum mengejek itu tentu saja menandakan gadis itu siap berperang jika nama baiknya dicoreng.

Dokter Martin tidak mengerti apa yang membuat gadis itu bisa berubah secepat itu. Dulu dia penakut bahkan ketika bertatapan dengan para dokter dia akan menunduk, sekarang dia berubah, menjelma menjadi titisan iblis yang berani menentang siapa saja yang mencoba mengganggunya.

"Senja datang mendekati saya dan mengatakan bahwa diagnosa salah dan sebagai seorang dokter tidak seharusnya saya salah mendiagnosa. Sejujurnya, hal itu membuat saya tersinggung dan memintanya untuk melakukan operasi itu," jawab Martin memejamkan mata. Dia tahu, mungkin sebentar lagi akan datang benturan keras di tubuhnya.

Suara Edward sampai menggema di ruangan itu, dia berdiri dan menarik kerah baju Martin, tidak menyangka kalau pria itu mempunyai perilaku dan mental seburuk itu.

"Tega sekali kau mempertaruhkan nyawa ayahku hanya demi egomu saat beradu pendapat dengan seorang mahasiswa! Di mana akal sehatmu?!" salaknya penuh amarah.

"Tommy segera hubungi pihak yang berwajib dan segera seret dokter biadab ini dari sini!"

Martin pasrah, dia mengakui kalau dia salah tapi dia tidak menerima semua ini terjadi karena perbuatan Senja. Suatu hari dia akan menuntut, membalaskan dendamnya kepada wanita itu.

Senja menatap punggung Martin yang diseret paksa oleh Tommy dan juga dua orang security yang diperintahkan untuk membawanya langsung ke kantor polisi.

"Dan kau...." Gema suaranya yang tiba-tiba dan begitu keras membuat gadis itu terkejut dan gelagapan, pasalnya tadi dia masih memandang ke arah langkah dokter Martin.

"Apa tidak sebaiknya kau hanya mencabut izin bertugasnya sebagai dokter? Mengapa kamu harus memenjarakannya? Kau harusnya bersyukur bukan dia yang mengoperasi ayahmu, kalau sampai dia yang melakukannya, bisa saja ayahmu meninggal. Aku pastikan ayahmu akan selamat. Sebentar lagi juga beliau akan, segera sadar," terang Senja dengan tegas.

"Kau begitu percaya diri ya? Baiklah, aku akan membuat perjanjian denganmu disaksikan semua orang yang ada di ruangan ini, jika ayahku siuman hari ini, aku akan membebaskan dokter Martin. Aku akan menarik tuntutanku dan memastikan pria itu hanya dicabut izin bertugasnya, tapi kalau sampai terjadi hal buruk pada ayahku dan dia tidak sadarkan hari ini, maka kau dan dokter Martin akan mendekam di penjara!'

"Kenapa taruhan itu hanya kamu yang membuat persyaratannya? Bagaimana kalau ayahmu benar-benar kembali siuman hari ini dan dia sembuh? Kalau hanya untuk membebaskan dokter Martin, tidak akan ada untungnya buat ku? dia bukan siapa-siapa ku!" jawabnya santai. Senja bahkan memilih untuk duduk, tepat di hadapan Edward.

Tina dan Rina yang sejak tadi mendengar, mengulum senyum. Jawaban Senja begitu memuaskan hati mereka. Keduanya tidak menyangka bahwa Senja akan berani melawan Edward Stanford, tapi kini mereka sadar bahwa sahabatnya itu bukanlah orang yang sama seperti dulu, dia sudah berubah menjadi orang yang pemberani dan mereka bangga akan hal itu.

"Apa yang kau inginkan?" Edward terpaksa memakan pancingan Senja.

"Aku ingin kau menuruti tiga permintaanku!"

Hampir semua mata terbelalak mendengar permintaan Senja. Apa yang ada dalam pikiran gadis itu, bermain kata dengan pria menyeramkan seperti Edward! Tidak mungkin pria itu menerima permintaan gadis itu.

Edward diam dia menimbang untuk sesaat. Kalau memang ayahnya bisa siuman dan sembuh maka apapun akan dia lakukan. Jangankan mengabulkan tiga permintaan gadis itu, bahkan menyembahnya gadis itu jika apa yang dia katakan terbukti!

1
Nana Niez
jdinmales kan kl kyk gini,, ngapain pake di tolak tinggal ikuti alurnya kan,, ruwet emang nih
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
klo bergnti peran harusnya panggil dengan nama yg di perankan...jadinya bingung nanti di panggil senja di panggil dinda lagi jadi bingung
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
agak bingung kadang dinda kadang senja iki piye to
Irmha febyollah
tokoh ny terlalu berlebihan. bagus juga si di hianati biar mampus
Nur Lela
luar biasa
Hikam Sairi
baca
Liana Simon
ceritamu menarik thor
Itoh
kdg masihh bingunggg
Ni Ketut Patmiari
ceritanya bagus... cm bingung pas di dunia novel namanya kbalik2
Ni Ketut Patmiari
bukan nya Husna dipecat ya?
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Mita Karya Wati
Kecewa
Mita Karya Wati
saya suka sekali alur cerita nya,agak beda🙏🙏😊
Agnes Orindo
bagussss
Rika_Faris
koq langsung percaya aja senja nya... bukannya apa yg ada di dunia novel kebalikan dr dunia nyata.... bisa jadi temannya2 itu jahat
Purwanto Purwanto
luar biasa
Susilo Wati
Luar biasa
Susilo Wati
Lah,,,,,
Susilo Wati
Luar biasa
Sari
bagus walau halu hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!