Warning❗❗ harap bijak dalam memilih bacaan.
Wanita mana yang mau dimaki-maki dalam bekerja? walaupun pekerjaan itu digaji namun mereka juga menjual keringat demi sesuap nasi ataupun demi keluarga mereka. bertahan dengan hinaan juga makian majikannya yang terbaring lemah juga lumpuh membuat gadis bernama Raya itu bermuka tebal dan berhati tegar. Namun apa jadi nya jika cinta membuat benci menjadi cinta? bagaimana kisah dua orang yang berbeda kasta itu?Menikah hanya karna perjanjian dan hanya keuntungan mereka masing-masing
simak ya cerita othor gesrek dan gaje ini.🤭
eh folow akun sosmed othor dong. 🙏maksa loh ya
fb:Yulia putry
ig:yuliaputri03
tiktok:yuliaputri99
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MomPutt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Agar terlatih kuat dan mandiri.
Happy Reading
💕💕💕💕💕💕
Siang itu setelah Raya ngobrol begitu lumayan lama dengan Dewa akhirnya Dewa pun bertanya'' Apa kamu tidak pulang Raya? maksudku jika kamu naik bis sebentar lagi akan lewat atau kamu ada yang mengantar dan menjemput?'' tanya Dewa menunjuk petunjuk waktu yang menempel di tangannya untuk memberitahukan kepada Rayana.
"Dijemput? Haha... Memangnya Raya Siapa yang diantar dan dijemput?'' Raya pun tertawa seakan mengejek dirinya sendiri.
" kamu istrinya loh, Raya. Siapa tahu Tuan muda Xavier sudah menyiapkan satu mobil beserta driver nya untuk mengantar dan menjemput dirimu."
"Dikira aku tuan putri kali ya?"
Dewa hanya tertawa melihat raya yang mengangkat terburu-buru menjauhi kantin dirinya yang berada di ujung jalan tidak jauh dari rumah sakit tempat Raya menjenguk kedua orang tuanya tadi. Saya pun berlari menuju terminal untuk Menaiki bis yang mana jaraknya dari rumah sakit pun Tidaklah terlalu jauh lebih kurang ada satu setengah kilometer. ketika berjalan bersama dewa tempo hari, terasa dekat dan sangat sebentar sekali. namun kenapa sekarang rasa jauh dan lama, mungkin Apa karena Raya pun sendirian?
sampai di terminal, bis barusan berangkat. saat itu juga Raya hampir saja ingin menangis. dan kenapa dia tadi tidak menggunakan ojek saja untuk sampai ke Terminal pasti tidak akan ketinggalan kereta. Saya memang sudah diberikan uang oleh asisten Nathan yaitu asisten pribadi suaminya yang mengurus segala pengeluaran. tetapi Raya harus berhemat dan dia khawatir uangnya tidak akan cukup sampai asisten atau memberikannya lagi Minggu berikutnya.
"Aghhhhkkk.... ini akibatnya ngobrol terlalu lama dengan Kak Dewa jadi ketinggalan bis deh. baru minggu pertama aja aku sudah terlambat dan bakalan kena omel lagi si galak Nathan. Sebenarnya aku ini istri tuannya atau bukan sih?'' Rayana menggerutu sendiri mengumpat asisten Nathan sampai beberapa orang yang berpapasan dengan dirinya di sekitar luar Terminal menatap aneh pada Rayana, tetapi Raya tidak peduli. Dia segera mencari bis yang lain yang rutenya melewati daerah tempat tinggalnya.
hari yang sudah menjelang waktunya makan malam ketika Rayana baru sampai di depan halaman Mansion, terlihat sangat Adam dan asisten Natan yang sudah menunggunya di depan teras Mansion itu.'' maaf, saya terlambat karena ketinggalan bis tadi, lain kali saya tidak akan terlambat dan berusaha tidak lagi ketinggalan bus dan saya berjanji.'' Rayana lebih dahulu memberikan alasan sebelum asisten Natan mengomelinya sedangkan Adam hanya diam sembari menatap penampilan Raya yang terlihat lelah.
tidak ada jawaban Raya pun langsung masuk ke dalam kamar dan segera mandi dengan cepat dan dia tahu jika suaminya itu sudah menunggunya untuk makan malam.
setelah selesai makan malam Adam tidak langsung masuk ke kamar namun dirinya pun langsung bertanya kepada Rayana'' Apakah jika kamu pergi menjenguk kedua orang tuamu merasa lelah jika harus pulang pergi naik bis?'' Adam bertanya sambil mengelap ujung bibirnya dengan tisu dan dia baru saja menyelesaikan makan malamnya.
mendengarkan pertanyaan dari suaminya itu Rayana pun tidak langsung menjawab namun Raya melirik ke arah asisten Nathan yang juga Tengah menatap dirinya dengan begitu intens, Raya tidak berani menjawab kuatir jika Nathan akan mengatakan dirinya tidak tahu diri seperti waktu itu.
"RAYA, Kenapa kau justru menatap Natan? yang bertanya itu aku?'' ada mena tap kesal dan gemas kepada Raya.
"ehmm... maaf, aku tidak lelah kok." bohong Raya,
mendengar ucapan Raya membuat Adam mengukir senyumnya.
" Baguslah jika kau tidak lelah dan berarti kau masih sangat kuat kuat, maka akan semakin besar kesempatan kita untuk segera memiliki seorang anak.'' ucap Adam, Adapun langsung menatap dalam ke arah Rayana dan Entah kenapa setiap kali Adam menyinggung masalah anak persendian tubuh Raya serasa lunglai.
setelah berbicara seperti itu Adam pun langsung menjalankan kursi rodanya dan masuk ke ruang kerja sebelum disusul oleh asisten Nathan, saya bisa melihat asisten Nathan menatap dirinya dan tersenyum menyeringai dan sepertinya Nathan sangat senang atas ucapan tuannya tadi.
di dalam ruangan kerja itu Adam dan asisten Nathan sedang berbincang dan tak lain Mereka pun membahas masalah surat perjanjian yang ada buat kepada Raya.'' apakah ini benar satu tahun tuan?'' tanya Nathan
" berhenti menjadi pria bodoh, Nathan.'' Ketus Adam lagi kepada asistennya itu.
"RAYANA? saya menikahinya bukan hanya karena hendak menghangatkan ranjang atau tempat tidur saya saja, bukan juga karena saya yang sudah ingin memiliki anak seperti yang sering saya ucapkan kepada wanita bernama Raya itu. apalagi poin atau pasal sudah tertuang dalam salah satu pasal pada surat perjanjian pranikah yang ditandatangani oleh Rayana. Apakah dia mau menikah dengan saya hanya demi kedua orang tuanya yang sakit-sakitan juga demi hutang kedua orang tuanya dan memperbaiki ekonomi orang tuanya? Saya tidak peduli, selamanya dia tidak bisa pergi dari saya. bagaimanapun caranya, dia akan selamanya tetap menjadi istri saya. Rayana akan tetap menjadi istri Adam Xavier." Adam dengan yakin dan lantangnya mengucapkan apa yang ada di pikirannya sedangkan asisten Nathan benar-benar semakin tidak mengerti jalan pikiran tuannya itu, Ditambah lagi dengan istri pertama pernikahan mereka pun masih menggantung. dan belum ada kata cerai ataupun keputusan yang Adam ambil selama 1 tahun lebih ini, atau mungkin tuannya sudah jatuh cinta kepada Nyonya barunya itu? Nathan pun semakin bertanya- tanya.
"Lalu bagaimana dengan nyonya Renita,Tuan?" Nathan sudah tidak sabaran untuk menanyakan itu dari tadi.
Adam menarik nafas panjang nya lalu menatap ke arah luar jendela kerja nya itu " saya hanya membiarkannya berproses Bukan Tanpa Alasan. seorang istri dari keluarga Xavier tidak boleh menundukkan kepalanya pada siapapun juga selain kepada orang tua saya, dan dia harus bisa berhadapan dengan Renita nanti dengan caranya sendiri bukan menunggu bantuan dari saya, dan setelahnya baru bisa dilihat apakah dia pantas menjadi istri dari Xavier selamanya atau dia sama seperti Renita.'' ucap Adam seakan sedang menggebu-gebu akan maksud dan tujuannya.
kini asisten Nathan mulai mengerti Kemana tujuan Tuhan mudanya memperlakukan Ayah seperti sekarang ini. pergi dan pulang menggunakan bis tanpa memberikan fasilitas berlebihan agar Raya menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. dan tindakan yang dilakukan Adam tadi juga Mulai asisten Nathan pahami setelah mendengarkan penjelasan dari tuannya itu. usaha atau perusahaan milik orang tua Renita bisa dipastikan dalam hitungan minggu ini akan terancam segera gulung tikar karena ada maka menarik sahamnya. dan dapat dipastikan Putri kesayangan mereka akan segera keluarnya persembunyiannya karena dananya untuk hidup di luar negeri akan distop secara otomatis, dan itulah prediksi Adam Xavier.
bagi Adam memberikan kebebasan kepada Renita cukuplah setahun ini dan memberikan waktu kepada Papa mertuanya walaupun Putri kesayangan mereka sudah meninggalkan Adam tanpa kabar berita, dan Sudah saatnya ada Menunjukkan Siapa dirinya yang sebenarnya pada Papa mertuanya maupun pada Renita.
"Tunggu saja tanggal mainnya."
bersambung......
❤️💕❤️💕❤️💕