NovelToon NovelToon
Cinta Beda Negara

Cinta Beda Negara

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:196.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Kendrick William, pemuda Inggris, berusia 25 tahun, Mahasiswa Pascasarjana semester akhir, tidak pernah menyangka akan jatuh pada pesona gadis Indonesia bernama Naura, mahasiswi Pascasarjana sama sepertinya. Padahal wanita Indonesia adalah wanita yang sangat ingin dia hindari, walaupun dia terlahir dari seorang wanita Indonesia. Dari kecil dia berharap, agar tidak pernah jatuh cinta pada wanita Indonesia, bukan karena benci, tapi ada alasan tertentu yang membuatnya tidak berminat untuk menjadikan wanita Indonesia pasangan hidupnya.

Apa alasan Kendrick sebenarnya? sanggupkah dia mengabaikan pesona wanita Indonesia, yang sebenarnya sudah berhasil mengusik hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Ken

"Apa? kalian disuruh seseorang! siapa orangnya?" tanya Ken sambil mencengkram kerah baju salah satu preman itu.

"Dia seorang wanita, Tuan. Orangnya tinggi dengan rambut blonde,"

"Apa ini orangnya?" Edward menunjukkan photo seorang wanita yang tidak lain adalah Jane. photo itu diambil dari media sosial si pemilik photo itu.

"Iya, Tuan. Dia orangnya! sahut pria itu membenarkan.

"Brengsek!" Kendrick menyentak, dan melepaskan cengkramannya dengan keras.

"Aku harus menemuinya sekarang! ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Sepertinya dia harus diberikan sedikit pelajaran." ucap Ken dengan Amarah yang menggebu-gebu.

"Kami ikut dengan kamu, Ken." ucap Edward yang diangguki kepala oleh David.

"Tidak perlu! aku akan mengurusnya sendiri. Kalian berdua, tolong antarkan mereka saja pulang, karena mereka sepertinya masih ketakutan." pinta Ken.

"Baiklah kalau begitu!" ujar Edward menyanggupi. Tapi, mereka tidak langsung pergi. Mereka lebih memilih untuk menunggu Ken selesai dengan rencananya. Karena mereka takut, selepas mereka pergi, ketiga preman itu akan menyerang Ken lagi.

"Kalian bertiga, sekarang telpon wanita itu, dan katakan kalau kalian bertiga telah berhasil melaksanakan perintahnya. Jangan sampai kalian memberitahukan yang sebenarnya. Nih bayaran buat kalian bertiga." Ken, memberikan sejumlah uang kepada ketiga preman itu, yang langsung menerima uang itu dengan berbinar.

Setelah itu, ketiga preman itu, melakukan apa yang yang diperintahkan oleh Ken.

Kendrick mengepalkan tangannya dengan kencang ketika mendengar suara Jane yang kegirangan di ujung telepon dan mengatakan akan segera mengrimkan bayarannya dengan segera.

Setelah itu, Kendrick meminta ponsel sang preman itu. Kendrick melihat, kalau ada pesan Jane yang mengatakan kalau dia sudah mengirimkan bayarannya pada para preman itu.

Kendrick menyeringai sinis, karena telah berhasil mengelabui wanita yang dulu pernah dicintainya itu. Kemudian, Ken menghapus nomor Jane dan juga semua histories panggilan dan pesan yang berasal dari nomor Jane serta memblokir nomor itu dari ponsel salah satu dari preman itu, untuk berjaga-jaga kalau -kalau ketiga preman itu, tidak berkhianat di belakangnya setelah dia melepaskan ketiganya nanti. Ken melakukan semua itu, karena dia yakin kalau ketiga orang itu, tidak mungkin hapal dengan nomornya Jane.

"Nih, aku kembalikan ponselnya. Apa hanya ini ponsel yang kalian gunakan untuk berkomunikasi dengan wanita itu?" tanya Kendrick memastikan.

"Iya, Tuan hanya itu saja," sahut salah satu preman itu.

"Aku tidak percaya, sini handphone kalian berdua!" dua orang yang dimintai Ken, menyerahkan handphone mereka dan Kendrick melakukan hal yang sama seperti ke handphone pertama tadi. Ternyata kali ini kedua orang itu jujur.

"Baiklah sekarang kalian boleh pergi!" Kendrick mengibaskan tangannya menyuruh ketiga preman itu untuk pergi.

Setelah ketiga preman itu hilang dari pandangan, Kendrick langsung menghubungi Jane. Dan mengatakan kalau dirinya sangat ingin bertemu dengan wanita itu, dan tentu saja wanita itu menyambut niat Ken, dengan sangat bahagia.

Ken memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku setelah selesai dengan panggilan teleponnya. Kemudian pandangannya beralih ke arah Naura yang juga menatapnya tanpa berkedip.

"Maaf, Naura! ini semua karena aku. Kalau tidak, kamu tidak akan mengalami hal ini." ucap Kendrick dengan tatapan rasa bersalah.

"Hmm, tidak apa-apa! sekarang yang aku tanya, kamu mau menghadapi, Jane dengan cara apa? kamu tidak berniat untuk memenuhi permintaannya untuk kembali padanya, Kan?" tanya Naura.

Terlihat rasa khawatir di wajah wanita manis itu, hingga menimbulkan pertanyaan di benak Edward dan David. Mereka mengira kalau Naura tidak ingin Kendrick kembali pada Jane, gara-gara gadis itu sudah jatuh hati pada Ken.

Bukan hanya Edward dan David yang berpikir seperti itu, Kendrick, orang yang bersangkutan pun memikirkan hal yang sama.

"Maksud kamu? kenapa kamu berpikiran kalau aku akan kembali padanya? dan kenapa kamu seperti tidak mau aku kembali padanya?" tanya Kendrick beruntun, dengan alis yang bertaut.

"Emmm, siapa tahu, supaya Jane tidak menggangguku lagi, kamu jadinya memutuskan untuk mau kembali padanya. Mana tahu kan? aku bukannya tidak mau dan tidak suka kalau kamu kembali padanya, karena itu hak kamu. Tapi aku hanya merasa kasihan sama Tante Dewi, kalau kamu kembali ke dia." terang, Naura panjang lebar.

Netra Kendrick membesar dengan sempurna, begitu mendengar penjelasan Naura, yang ternyata bukan karena menyukainya, tapi lebih memikirkan perasaan mamanya. Ada rasa sesak dan sedikit kekecewaan yang timbul di hatinya mendengar ucapan Naura. Akan tetapi, hatinya tiba-tiba menghangat, begitu menyadari, kalau ternyata ternyata Naura tulus menyayangi, mamanya.

"kamu tenang saja, aku tidak akan kembali padanya lagi." ucap Kendrick, mantap.

"Kalian semua boleh pergi dan aku akan pergi ke tempat Jane sendiri." imbuh Ken lagi, seraya beranjak pergi, setelah saling berpamitan.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Suasana di dalam mobil Edward terasa sangat hening sepanjang jalan. Sedangkan mobil David, mereka biarkan terparkir di Hyde Park.

"Terima kasih ya, kalian sudah menolong kami. Aku sempat berpikir, kalau kalian tidak akan menolong kami tadi," Naura buka suara memecah keheningan yang tercipta.

Edward menyunggingkan senyumannya dengan mata yang melirik ke arah spion, menatap Naura.

"Kami tadi hanya ingin kalian aman saja. Kalau kami tadi langsung bertindak, pisau yang menempel di pinggang kalian, kemungkinan akan benar-benar masuk ke pinggang kalian bertiga. Jadi, kami tadi sengaja berpura-pura pergi, supaya mereka tidak curiga, kalau kami sebenarnya sudah tahu," jelas Edward dengan ekor mata yang sesekali melirik ke arah Chika.

Hening kembali.

"Hey, Nona Chika apa kamu tidak mau mengucapkan terima kasih?" Edward kembali buka suara, melirik ke arah Chika yang menatapnya dengan tajam.

"Terima kasih!" jawab Chika, singkat.

"Apa cara kamu berterima kasih seperti itu?"

Chika menghela napas dengan sekali hentakan, serta menggigit giginya sendiri, merasa geram dengan sikap Edward yang menurutnya sangat menyebalkan.

"Terima kasih, Tuan Edward, Tuan David!" Chika berucap dengan senyuman dan intonasi suara lembut yang di buat-buat serta raut wajahnya yang di imut-imutin hingga membuat Edward terkekeh.

"Sama-sama, Nona Chika!" balas Edward, dengan gaya bicara yang sama dengan gadis, yang dia goda saat ini, hingga membuat Chika mencebikkan bibirnya, kesal.

"Aku juga mau mengucapkan terima kasih, Tuan Edward." Tasya yang dari tadi diam saja, merasa tidak enak kalau dirinya tidak ikut mengucapkan terima kasih.

"Kenapa hanya ke aku saja ngucapinnya Nona, Tasya? apa kamu tidak mau mengucapkan terima kasih buat temanku ini?" Edward, menunjuk ke arah David.

Tasya terdiam dan melirik ke arah punggung David yang duduk tepat di depannya. Dia memang tidak pernah akur dengan David, akan tetapi dirinya merasa tidak enak kalau dirinya tidak mengucapkan terimakasih buat David. Bagaimanapun, pria itu juga ikut serta menolong mereka bertiga.

"Hmm, Tuan David, aku mau mengucapkan terima kasih!" ucap Tasya dengan suara pelan sambil menggigit bibirnya.

"Emm," jawab David singkat.

"Apa kamu hanya bisa menjawab Emmm, ketika seseorang mengucapakan terima kasih pada kamu? protes Tasya, merasa kesal dengan jawaban singkat David.

"Jadi aku harus jawab apa? apa aku harus jawab 'Iya, Nona, Tasya. Sama-sama!' harus begitu maksud kamu? sekarang aku mau tanya, apa kamu ikhlas, mengucapkan terima kasih padaku? kalau tidak ikhlas, lebih baik kamu tidak usah mengucapkan terima kasih." ucap David yang membuat, Tasya mengerucutkan bibirnya.

"Kalian kenapa sih, tidak pernah akur. Ingat ya, benci itu, beda tipis sama cinta. Bisa-bisa nanti kalian berdua jodoh dan saling mencintai. Makanya jangan terlalu membenci seseorang!" celetuk Edward dengan ekor mata yang melirik ke arah Chika.

"Aku sama dia? ih aku gak mau!" Tasya, bergidik dengan ekspresi jijik dan sinis ke arah David.

"Kamu kira aku juga mau sama kamu? Aku juga tidak mau, dengan wanita seperti kamu, yang mulutnya tidak pernah berhenti mengomel." David berdecih dengan salah satu sudut bibir yang terangkat ke atas,menyeringai sinis.

Tbc

1
Sandisalbiah
itu papa nya Dewi harus di cek dokter... jangan jangan itu manusia batu, hati dan otaknya juga batu makanya gak berperasaan...
Sandisalbiah
melihat Jane yg mesin saja obse ke Ken, juga Jordan yg terlihat posesif ke Naura pdahal. gak ada ikatan, ini bisa jd peluang utk Jane dan Jordan bekerjasama buat menjauhkan Ken dr Naura...
Sandisalbiah
Jane itu gak cinta ke Ken tp sekedar obsesi krn hanya Ken pria yg berani menolaknya, jd dia merasa jiwa seorang jalang nya tdk terima..
Sandisalbiah
Jane.....
Sandisalbiah
gila si Kendrick...
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ko... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
setidaknya dgn fakta ini kamu bisa. mengakhiri kebodohan mu Ken...
Sandisalbiah
jd ini yg membuat Kendrick tdk. ingin berhubungan dgn wanita Indonesia..
Sandisalbiah
fix.. Kendrick bulol maksimal
Nuraini Nuraini
Luar biasa
Eity setyowati
ikut seneng ternyata perbedan tidak menghalangi cinta mereka
Eity setyowati
akhirnya ken belah duren ya
Eity setyowati
kasihan Ken ,yg sabar ya hanya sehari kok puasanya hi...hi...hi
Eity setyowati
lha belum tau siapa keluar naura dan ken bisa habis nanti kalian nyesel lho
Eity setyowati
ikut seneng bisa kumpul dan bahagia
Eity setyowati
ikut mewek
Eity setyowati
gantian ceritanya ini yg bertentangan cinta lain negara huuh
Eity setyowati
didikan militer memang seperti itu ,terlalu keras
Eity setyowati
pasangan yg sangat kocak ini /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Eity setyowati
waduh bisa kembung itu perut kebanyakan air
Eity setyowati
suka sama fisual ceweknya pas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!