NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Dunia Kecil

Terlempar Ke Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Zhu Ge Liang

Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.

Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.

Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagalnya Jebakan Pertunangan⁴

    Setelah Qingyang pergi, kediaman Adipati Wen Chang'an diliputi keheningan yang menyeluruh.

    Ayah Xue menahan diri dengan susah payah untuk mengantar para tamu lain meninggalkan kediaman. Namun begitu ia berbalik, yang tampak dihadapannya justru Marques Wu Yuan dengan senyum yang tidak sepenuhnya ramah.

    "Adipati Wen Chang'an memang pantas disebut sebagai pilar Negara Yeguang. Atas perancangan kali ini, saya dan putra saya benar-benar merasa kagum dan menerimanya dengan lapang dada. Silahkan Adipati merasa tenang, keluarga Cheng tidak akan menentang titah suci. Tiga bulan dari sekarang, tepat pada tanggal enam belas bulan keenam—hari baik menurut penanggalan—kediaman Cheng akan mengutus orang dari Kabupaten Ping ke ibu kota kekaisaran untuk menjemput menantu perempuan saya."

    Setelah berkata demikian, tanpa menunggu jawaban Ayah Xue, ia langsung berbalik dan pergi sambil membawa Cheng Zhilan.

    Apa lagi yang tidak dipahami oleh Ayah Xue?

    Dalam pandangan ayah dan anak dari keluarga Marques Wu Yuan itu, semua ini tidak lain adalah sebuah jebakan yang sengaja dirancang oleh Keluarga Xue!

    Dengan memanfaatkan kegaduhan pembatalan pertunangan dari keluarga Cheng hari ini, mereka secara terang-terangan menciptakan dalih bertajuk pertanda keberuntungan, menikahkan putri sulung mereka ke dalam keluarga kekaisaran, lalu pada akhirnya mendorong putri bungsu mereka masuk ke dalam ikatan pernikahan ini. Keluarga Cheng terpaksa menelan kerugian dalam diam dan tidak memiliki ruang untuk menolak.

    Sebab jika menolak, berarti tidak menghormati pertanda keberuntungan dan tidak memuliakan titah Kaisar.

    Namun, betapa tidak adilnya keadaan ini!

    Ayah Xue sendiri masih diliputi kebingungan. Bagaimana mungkin Xue Yao, yang semula baik-baik saja berada di dalam kamarnya, tiba-tiba berubah menjadi Permaisuri?

    Dengan kondisi Kaisar Muda yang demikian, apa gunanya menjadi Permaisuri?!

    Lebih parah lagi, keluarga mereka kini telah menyinggung keluarga Cheng. Jika kelak ayah dan anak dari Marques Wu Yuan benar-benar menjadi pemenang terakhir, hubungan pernikahan ini sama sekali tidak akan membawa manfaat apapun bagi Keluarga Xue.

    Kini, karena tidak ada lagi orang luar, Ayah Xue tidal lagi berpura-pura ceria. Ia menghela napas panjang berulang kali, tampak seolah langit runtuh di hadapannya.

    Di sisi lain, Nyonya Ruyue dan putrinya juga diam-diam menyeka air mata.

    "Kepala keluarga, apa yang harus kita lakukan sekarang? Pernikahan Rourou telah menjadi kacau seperti ini. Bagaimana mungkin Tuan Muda Cheng akan memperlakukannya dengan baik? Ditambah lagi besok harus masuk istana untuk menghadap... Bagaimana saya harus bersikap?"

    Walaupun Xue Rou menaruh hati pada Cheng Zhilan, tatapan mata Cheng Zhilan saat ia pergi tadi masih membuat hatinya bergetar hingga kini.

    Jika ia benar-benar menikah dan pergi ke Kabupaten Ping, bagaimana ia harus menjalani hari-harinya?

    Pernikahan ini belum terlaksana, tetapi permusuhan telah lebih dulu terjalin. Bagaimana mungkin keadaan ini bisa ditanggung?

    Semua ini gara-gara Xue Yao! Mengapa ia harus membuat kekacauan sebesar ini, menyinggung Tuan Muda Cheng, dan menghancurkan pernikahan baiknya?

    Mengapa ia tidak bisa seperti ibunya yang telah lama wafat, tidak menghalangi jalan hidup orang lain?

    Karena bagaimanapun juga mereka adalah perempuan yang telah ia sayangi selama bertahun-tahun, Ayah Xue membawa Nyonya Ruyue dan putrinya ke ruang kerja, memerintahkan orang-orang untuk menjaga pintu dengan ketat, barulah ia berbicara.

    "Walaupun aku tidak tahu mengapa ia bisa menjadi Permaisuri baru, tetapi posisi Permaisuri bukanlah kedudukan yang mudah. Ibu Suri adalah kakak kandungku sendiri. Jika memang ada masa depan yang menjanjikan, saat kau dahulu memohon kepadaku mengenai pernikahan Rourou, tentu aku sudah mengusulkan cara ini."

    Ucapan Ayah Xue terdengar samar, tetapi Nyonya Ruyue telah menebak sebagian maknanya.

    Kediaman Adipati Wen Chang'an saat ini adalah keluarga pihak Ibu Suri yang sah, kerabat kekaisaran yang sejati.

    Jika Negara Yeguang masih memiliki sedikit saja harapan untuk bertahan, ia tidak akan datang dengan susah payah mempertaruhkan segalanya pada pihak Marques Wu Yuan.

    Kaisar yang sekarang, pasti memiliki masalah besar yang tidak diketahui orang luar.

    Nyonya Ruyue memahami batasan dan tidak bertanya lebih jauh. Ia hanya terisak lembut sambil berkata, "Saya hanya merasa kasihan pada Rourou. Hari ini pasti telah terjadi kesalahpahaman. Kesalahan yang ia perbuat sendiri justru menyeret Rourou hingga ikut disalahpahami. Sekarang ia menjadi Permaisuri Baru, sementara Rourou harus pergi ke kediaman Marques Wu Yuan. Entah seberapa berat hari-hari yang harus Rourou jalani kelak."

    Di sampingnya, Xue Rou pun ikut menangis.

    Tangisan mereka membuat hati Ayah Xue seakan hancur berkeping-keping.

    "Tenanglah. Rourou adalah putri yang paling kusayangi. Saat ia menikah dan pergi ke Kabupaten Ping, aku pasti akan menyiapkan mas kawin yang cukup untuk menghapus seluruh ganjalan hati ayah dan anak dari keluarga Marques Wu Yuan."

    Negara Yeguang sedang menuju kehancuran, dan ia pun harus lebih awal merencanakan jalan mundur.

    Kini, semua ini hanyalah ungkapan niat baik keluarga Xue yang disampaikan lebih cepat dari seharusnya.

    Ayah Xue tampaknya telah membuat sebuah keputusan besar.

    Sementara itu, di Istana Weiyang. Ketika Xue Yao terbangun, Xiangruo yang setia menunggu di sisinya berseru dengan penuh kegembiraan, "Nona, anda sudah sadar!"

    Usai berkata demikian, ia buru-buru menepuk mulutnya sendiri.

    "Saya salah bicara. Seharusnya saya memanggil Anda Permaisuri."

    Dengan bantuan Xiangruo, Xue Yao setengah bangkit dan memandang sekeliling istana yang berlapis emas dan kemegahan. Pilar-pilar istana yang dipahat dengan motif burung Phoenix membuat siapa pun dapat langsung menebak dimana dirinya berada saat ini.

    "Yang Mulia Permaisuri, Raja Shezheng berpesan bahwa tubuh Anda adalah pembawa pertanda keberuntungan. Istana biasa tidak sanggup menampung berkah sebesar ini, oleh karena itu beliau mempersilahkan Anda terlebih dahulu menetap di Istana Weiyang. Hari baik untuk uapacara penobatan Permaisuri belum ditetapkan. Sebelum itu, Anda dapat sementara menjalankan kewenangan Permaisuri dan mengelola seluruh urusan istana dalam."

    Hal ini jelas bertentangan dengan tata krama dan hukum istana.

    Bagimana mungkin seseorang yang belum resmi dimahkotai dan belum menjalani upacara penobatan sudah menjalankan kewenangan Permaisuri?

    Namun, karena perkataan ini keluar dari mulut Raja Shezheng, semuanya terdengar seolah wajar.

    Memang begitulah dirinya.

    Negara Yeguang mampu bertahan di tengah badai, meski para penguasa daerah telah saling memisahkan diri, namun secara lahiriah tetap menghormati legitimasi kekaisaran. Semua ini tidak terlepas dari tangan besi Raja Shezheng.

    Gaya tindakannya tidak pernah terikat aturan, berani dan tanpa rasa gentar.

    Pernah ada seorang pejabat sensor yang memakzulkannya, menuduhnya tidak menghormati Ibu Suri selaku kakak ipar kekaisaran, serta mencabut hak Ibu Suri untuk menjalankan pemerintahan sementara.

    Hal itu jelas bertentangan dengan adat leluhur.

    Kaisar baru masih sangat muda. Menurut kebiasaan lama, seharusnya ibu Kaisar—yakni Ibu Suri—menjalankan pemerintahan dari balik tirai, dengan dibantu para menteri pendamping.

    Bagaimana mungkin seluruh kekuasaan justru berada di tangan Paman—Kaisar?

    Namun Raja Shezheng hanya tersenyum tipis dan menjawab dengan dingin, "Saat menjadi Selir Agung pun, Ibu Suri tidak pernah memahami tugasnya dengan benar. Tangannya telah berlumuran nyawa para selir yang tidak bersalah, bahkan pernah ditegur oleh mendiang Kaisar karena kelicikan hatinya. Jika bukan karena melahirkan Kaisar sekarang, apakah ia layak tinggal di Istana Kekaisaran? Menyerahkan kekuasaan pemerintah kepadanya sama saja dengan menaruh nyawa rakyat Yeguang di atas bara api, yang dalam sekejap akan berubah menjadi abu."

    Setelah berkata demikian, ia menatap pejabat sensor itu dengan senyum mengejek.

    "Aku ingat, salah satu selir cantik yang dahulu dipukuli sampai mati atas perintah Ibu Suri adalah sepupu Anda, bukan? Tuan benar-benar menjunjung tinggi keadilan. Apa imbalan yang dijanjikan Ibu Suri kepada Anda hingga urusan nyawa manusia pun diabaikan?"

    Pejabat sensor itu dipermalukan sedemikian rupa hingga ingin pingsan ditempat.

    Semua orang tahu, Ibu Suri bisa mencapai kedudukannya bukan karena kebajikan, bukan pula karena latar belakang keluarga.

    Melainkan karena kecantikannya dan sedikit keberuntungan—melahirkan satu-satunya keturunan mendiang Kaisar.

    Saat masih mendapat kasih sayang Kaisar, ia memang telah membuat istana porak-poranda, dan jumlah arwah tak bersalah di tangannya pun tidak sedikit.

    Namun, sekarang ia telah menjadi Ibu Suri.

    Tak seorang pun menyangka Raja Shezheng akan begitu tanpa sungkan, sama sekali tidak menyisakan muka bagi Ibu Suri.

    Sejak saat itu, hubungan antara Ibu Suri dan Raja Shezheng pun ibarat api dan air.

    Kesadaran 'lama' Xue Yao pernah mendengar, saat masuk istana untuk memberi salam kepada Ibu Suri, bahwa Ibu Suri menuduh Raja Shezheng sengaja menghalanginya bertemu dengan Kaisar, sehingga niatnya patut dicurigai.

    Melihat Xue Yao tenggelam dalam lamunan, Xiangruo bertanya dengan suara pelan dan hati-hati, "Yang Mulia Permaisuri, saat anda tidak sadarkan diri, Ibu Suri pernah mengutus orang kemari. Namun mereka dihalangi oleh orang-orang yang dikirim Raja Shezheng di depan istana. Sekarang, utusan itu masih menunggu di luar dan enggan pergi. Apakah Anda ingin menemuinya?"

    Bagaimanapun, Xue Yao dan Ibu Suri sama-sama berasal dari keluarga Xue. Kini hubungan mereka bahkan semakin dekat, seharusnya memang pantas untuk saling bertemu.

    Namun Xue Yao menggelengkan kepala.

    "Tidak perlu bertemu."

1
xuer jinghao
lanjut ☺️
Fitri 066
cerita nya bagus ayo teman2 kasih bintang 5 untuk othor nya biar tambah semangat kk othor nya....
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus 😍💪💪
xuer jinghao
lanjut
xuer jinghao
lanjut 🤭
xuer jinghao
lanjut💪
xuer jinghao
lanjut wuy💪😍
xuer jinghao
lanjut 💪
anyelin stephania
mantap😍😍😍😍😍😍 seru ceritanya
xuer jinghao
lanjut 💪🥰🥰
xuer jinghao
lanjut 😍
xuer jinghao
lanjut 💪
xuer jinghao
lanjut terus 💪
xuer jinghao
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!