NovelToon NovelToon
Bibit Miliarder Sang Mafia

Bibit Miliarder Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / One Night Stand / Tamat
Popularitas:547.5k
Nilai: 5
Nama Author: febyanti

Menjadi incaran gadis-gadis yang ingin memiliki keturunan darinya membuat Rayyan Smith sangat menjaga sekali bibit unggulnya. Hidup bergelimang harta selalu menjadi sorotan semua wanita.

Lalu, bagaimana kalau kejadian tak terduga menimpanya?

Akankah Rayyan mampu menolak setiap godaan wanita yang mengincar hartanya dan menukarnya dengan tubuhnya?

Yuk, simak dicerita BIBIT MILIANDER SANG MAFIA
Cerita ini hanya haluanku semata ya, jadi jangan komentar tak mengenakan karena ini hanya sebuah hiburan saja 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Saat pintu terbuka, Maura melihat pemandangan yang tak biasa. Mendengar tawa baby Zaen yang begitu menggema di telinga. Rayyan tengah bermain bersama anaknya, lalu ia menghampiri. Pandangan baby Zaen melihat sang mama begitu juga dengan Maura. Sehingga tawa baby Zaen semakin terdengar nyaring.

"Uuhhh ... Anak Mommy, Mommy ganti baju dulu ya, sayang. Tunggu sebentar, Mommy tidak akan lama," ucap Maura. Tatapannya beradu sekilas kepada Rayyan, dan pria itu tersenyum tipis. Untuk pertama kalinya Maura melihat bibir kaku itu tersenyum padanya.

"Sebentar ya, sayang. Mommy-nya mandi dulu," ucap Rayyan pada putranya.

Maura pun akhirnya pergi, dan baby Zaen langsung menangis saat ditinggalkan mommy-nya. Tapi, Rayyan langsung menenangkan baby Zaen dengan cara menimang-nimangnya.. Maura segera pergi dan buru-buru pergi ke kamar untuk membersihkan diri, mungkin baby Zaen ingin menyusui secara langsung padanya.

Hampir setengah jam Maura berkutat di dalam kamar, sampai-sampai ia kembali menemui baby Zaen, bayi tampan itu sudah tertidur pulas di pangkuan ayahnya. Maura terlambat sehingga ia tak bisa menyusui anaknya karena Rayyan sudah memberikan susu formula pada baby Zaen.

"Kok tidur sih," ucap Maura.

"Terlalu lama jika harus menunggumu, apa kamu tidak bisa cepat sedikit? Baby Zaen haus dan aku harus menenangkannya," jawab Rayyan. Tentu ucapan laki-laki itu terdengar dingin karena pria itu memang begitu dalam berucap sehingga Maura kembali salah paham.

Maura mengira Rayyan tengah memarahinya karena ia terlambat dan menggunakan waktu terlalu lama. Akhirnya, Maura mengambil alih baby Zaen. Tapi sayang, Rayyan tidak melepaskan putranya.

"Biar aku yang mengentar anak-ku ke kamar," ucap Rayyan.

"Dia anak-ku juga," ujar Maura.

"Anak kita," balas Rayyan lagi. Ego keduanya masih saja ada, karena mereka belum tahu karakter masing-masing.

Maura melihat kesombongan dari seorang Rayyan Smith, dan pria itu juga melihat Maura dengan ego yang besar juga keras kepala. Rayyan beranjak dan membawa baby Zaen ke kamar, sementar Maura mengekor dari belakang.

Sampailah Rayyan di kamar Maura. Tempat tidur baby Zaen tidak jauh dari tempat tidur anaknya. Ranjang mungil itu terlihat sangat lucu karena Maura sendiri yang mendekornya. Rayyan tersenyum manis melihat baby Zaen tidur yang tak lepas dari empengnya. Mulut kecil itu bergerak berirama memompa empengnya.

"Aku mau bicara denganmu," ucap Rayyan tiba-tiba.

Maura langsung menoleh, suara itu melembut dengan sendirinya. Tatapan mereka beradu cukup lama. Akhirnya, Rayyan sendiri melepaskan tatapan itu dan mengalih ke arah balkon kamar Maura. Rayyan berjalan keluar teras kamar, Maura hanya menatap punggung gagah pria itu. Namun, detik berikutnya akhirnya ia mengikutinya.

Mereka berdua sudah berada di balkon, dari ketinggian mereka melihat lampu-lampu dari lantai atas. Cuaca malam ini cukup indah, tapi angin yang sedikit kencang sehingga Maura terlihat kedinginan. Rayyan yang melihat langsung melepaskan jasnya dan memekaikannya kepada Maura. Wanita itu tak percaya saat Rayyan melakukan itu. Perhatian kecil itu mampu menghipnotisnya, pria dingin sombong itu ternyata peduli padanya.

Maura merapatkan jas di tubuhnya, malam itu memang sangat dingin, apa lagi ia baru saja membersihkan diri.

"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Maura.

"Masa depan anak kita," jawab Rayyan tanpa menoleh, tatapannya lurus ke depan. Dan Maura tak melepaskan tatapannya pada wajah tampan itu. Ia masih tak percaya, ini terasa mimpi. Satu tahun, yang ia tahu pria itu tidak peduli padanya.

"Aku ingin membawa anak-ku tinggal bersamaku," ucap Rayyan lagi, lalu pria itu akhirnya menoleh.

"Maksudmu? Kamu mau membawa anak-ku pergi begitu? Memisahkanku dengan putraku?! Kemana kamu selama ini? Kamu tidak pernah memikirkanku, aku hamil atau tidak kamu tidak peduli. Dan sekarang kamu mau membawa anak-ku?" Nada suara Maura terdengar ketus ia tak akan merelakan baby Zaen.

"Dengarkan dulu, kamu masih sama seperti dulu. Galak, dan selalu menilai capat tentangku. Aku bukan tidak peduli, aku melakukan ini demi kebaikan kalian," jawab Rayyan.

"Kebaikan? Kebaikan apa? Bicara denganmu hanya buang-buang waktu, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan putraku!" Maura berniat meninggalkan Rayyan, tapi sayang, saat Maura membalikkan tubuh, pria itu langsung meraih tangan wanita itu sehingga Maura terjerembab di pelukkan Rayyan Smith.

Tak ada jarak di antara mereka, tubuh itu menempel dan hembusan napas menerpa di wajah masing-masing. Napas Maura tidak beraturan karena ia masih kesal dengan penuturan Rayyan yang ingin membawa anaknya pergi dan tinggal bersamanya. Namun, maksud Rayyan bukan seperti itu, pria itu ingin mereka tinggal bersama. Dan tentu, Rayyan akan menikahinya terlebih dulu sebelum mereka tinggal satu rumah.

Kedatangan Rayyan menemui Maura karena memang desakkan sang mama. Elena ingin putranya menikah agar papa Rayyan tidak bisa memisahkan mereka. Ibu paruh baya itu akan membantu putranya menyelesaikan masalahnya. Namun, itu juga memang keinginan Rayyan bukan hanya karena desakan. Ia memang sudah memikirkan semuanya bahkan rumah yang disiapkan sebentar lagi selesai. Rumah mewah itu membutuhkan hampir satu tahun lamanya saat pembangunan itu.

Tubuh mereka masih menempel, dan tatapan mereka saling beradu sangat lama. Tidak dapat dipungkiri, mereka membutuhkan kehangatan dari pasangan. Diusia yang memang cukup matang membuatnya larut dalam situasi. Ternyata keduanya memiliki perasaan sehingga hampir saja mereka berciuman saat itu juga.

Mendengar baby Zaen menangis, Maura langsung melepaskan diri dan pelukkan pria itu. Ia tak ingin kesalahan dimasa lalu terulang. Maura segera pergi menemui anaknya, lalu menggendongnya. Ia memberikan ASI kepada baby Zaen. Wanita itu membelakangi Rayyan, pria itu masih setia berada di sana. Duduk di sofa sambil melihat seisi kamar wanita itu.

Tak beselang lama, Maura kembali menidurkan baby Zaen ke tempatnya. Lalu menemui Rayyan. "Sudah malam, sebaiknya kamu pulang," ucap Maura.

Rayyan berdiri dan mereka saling berhadapan. Menatap kedua bola mata wanita itu, ia serius ingin membawa baby Zaen, tinggal di sini membuatnya tidak tenang karena Alex tak akan membiarkan hidup Maura tenang di sini. Sama-sama memiliki saudara serakah membuat Rayyan harus membawa Maura pergi, itu satu-satunya cara melindungi mereka. Terlebih dengan sang ayah, ia tak akan membiarkan papanya memisahkan mereka.

"Aku ingin kita menikah," ucap Rayyan tiba-tiba. Ia rasa sudah waktunya, apa pun yang terjadi ia harus menghadapi semuanya. Termasuk prinsip keluarganya yang tidak boleh memiliki anak di luar pernikahan.

Maura tertegun sendiri mendengar penuturan Rayyan Smith yang mengajaknya tiba-tiba. Ajakan itu ada sebuah rasa atau hanya melihat baby Zaen?

"Kamu mau 'kan menikah denganku?"

1
Nurul Aeni
apa kbr dg Nolan thoorr??
Namira Puja Najya
kan baru beberapa hari Thor ko udah jd aja, biasanya nunggu 1 bln😁
🌸ReeN🌸
baru mampir thor
Yuni
/Heart//Heart/
Maya Ratnasari
berfoya-foya
fantastis

eleuh eleuh, author nya Sunda pisan euy, heheheee
Maya Ratnasari
memfasilitasi
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Rhmad Flash
Angga asyik ceritnya
Rhmad Flash
aku sngt sk gds cantik pintar d glk.meskipun miskin TPI tdk BS d injak
Rhmad Flash
aku jg sk cek umr d b2h 20 thn,d cek diatas 30. dan cek ya orang mskin
Erlinda
aq stop sampai disini. aq pikir awal nya bagus ternyata aq kecewa
Erlinda
si rayyan ga cocok jadi mafia dia cocok jadi anak mama terlalu lembek seperti ayam sayur. ganti judul aja Thor jadi MAFIA AYAM SAYUR ini baru pas
Erlinda
terlalu bertele tele cerita nya si nenek Merlin dan Nolan sudah tau klo si Alex itu jahat dan ingin membunuh Maura dan anak nya tapi tidak mengambil tindakan tegas lagian si rayyan yg katanya mafia hebat kok ga membunuh si Alex padahal dia sudah melihat sendiri aksi si lintah darat itu yg aq tau ttg mafia Thor biasa nya dia terganggu dikit aja lansung menghabisi org itu .disini terlihat ga sesuai dgn judul cerita
Erlinda
ga sesuai dgn gelar nya raja mafia
Erlinda
kok Nolan ga membekali Maura ttg bisnis dll nya ya biarpun Maura bukan cucu asli nenek Merlin biar kerjasama nya ga ketahuan oleh rayyan
Ryan Jacob
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Lagi bagus kalo Lusiana yg menikah dgn Zaen, biar harta Zaen jatohnya juga buat Lusiana anaknya Leon, Anggap aja Zaen balas budi papi Leon yg tlah bersusah payah menjaga dan menyelamatkan nya dr bayi sampai gede..
Qaisaa Nazarudin
Waah udah hede aja Zaen, Aku gak rela mereka cepat banget gede nya..😂
Qaisaa Nazarudin
Udah deh gak usah di jodoh jodohin deh, yg menjalani nya nanti mereka,Biarkan mereka memilih pasangan hidup mereka masing2..
Qaisaa Nazarudin
Lah aku pikir Lisia yg muntah2,Ternyata Maura..😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!