NovelToon NovelToon
Sopir Cantik Pemikat Hati Ceo

Sopir Cantik Pemikat Hati Ceo

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:182.4k
Nilai: 5
Nama Author: RATNA YULITA

Zia Ananda seorang perempuan muda berusia 20 tahun, setelah lulus SMA tidak melanjutkan pendidikan, Zia lebih memilih untuk bekerja.

satu tahun menunggu belum belum ada perusahaan yang memanggil Zia. Ayah Zia meninggal mendadak. tidak lama setelah itu Ibu Zia juga meninggal. Zia kebingungan karena belum juga mendapat pekerjaan tetap.



ayo simak kisah hidup Zia,. 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RATNA YULITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pendaftaran pernikahan

Pagi ini Zaid mendatangi Kantor Urusan Agama, Zaid menanyakan syarat untuk mendaftarkan pernikahan dan proses yang mereka lalui karena menikah di propinsi lain.

Setelah mendapat keterangan dari petugas kantor urusan agama, Zaid menelpon Zia menanyakan alamat lengkap Pak Ngah dan nama pak Ngah, Zaid mendaftarkan dirinya terlebih dahulu di Kantor Urusan Agama tempat tinggal Zaid. setelah dari Kantor Urusan Agama tempat tinggalnya Zaid akan mendatangi kantor Urusan Agama yang menaungi wilayah tempat tinggal Zia.

Zia telah selesai mencuci pakaian dan membersihkan rumah. setelah membereskan pekerjaan rumah Zia belanja kebutuhan harian ditempat grosir barang harian yang tidak jauh dari rumahnya.

Zia sampai di grosir dan membeli beras, minyak goreng, gula, garam, penyedap rasa, teh, kopi, sabun, shampo dan isi ulang gas. semua barang yang dibeli Zia dibawa sendiri menggunakan motor metiknya.

Setelah dari grosir Zia pergi ke pasar membeli bahan masak untuk beberapa hari ke depan.

Zia sudah terbiasa belanja ke pasar, semenjak lulus Sekolah SMA Zia selalu menemani Ibu belanja ke pasar, Zia sudah hapal tempat belanja bahan yang ia butuhkan.

Satu jam Zia belanja di pasar, tangan Zia di penuh tentengan belanja. Zia merasa bahagia bisa merasakan kembali belanja di pasar, bisa memilih sayur yang disukai, membeli daging sapi, daging ayam dan cumi-cumi.

diperjalanan pulang Zia sudah merencanakan memasak goreng ayam dan sayur kangkung untuk makan siang ini.

Sampai di rumah, Zia langsung membereskan barang belanjaannya, memulai kemahirannya memasak. Zia sangat merindukan momen ini, sudah hampir Lima belas hari Zia tidak memasak masakan. karena Zia harus berhemat dan lebih banyak stok mie saset di rumah saat itu.

Zia sengaja membeli satu ekor ayam, Zia menggoreng semuanya. ayam yang selesai digoreng langsung disantap Zia, sambil melanjutkan menggoreng daging ayam lainnya.

daging ayam yang masih panas benar-benar nikmat, hampir semua goreng pertama di habiskan Zia. Zia membuat ayam goreng cabe hijau dan ayam goreng cabe merah. keduanya benar-benar menggugah selera Zia.

untuk sayur Zia memasak sayur kangkung yang dicampur dengan saos tiram.

Selesai masak Zia mandi, kali ini Zia mandi lebih lama dari biasanya. tidak seperti hari-hari sebelumnya, setiap kali bangun tidur dan selesai mandi Zia akan berpikir mau kemana? membuat Zia tidak menikmati mandinya.

Siang ini Zia merasa perlu mandi dengan bersih dan menikmati aroma sabun cair yang baru ia beli. Zia tidak buru-buru lagi untuk menyelesaikan mandinya karena setelah mandi Zia tidak harus keluar rumah. Zia sudah menemukan kebahagiannya, dalam waktu bersamaan Zia mendapatkan cinta dan pekerjaan. Zia merasa tidak memiliki beban hidup lagi. Zia hanya perlu menjalani kehidupannya saat ini dan seterusnya.

Zaid datang ke rumah Zia, urusan Zaid di kantor agama tempat tinggalnya sudah selesai. Siang ini Zaid berencana kekantor urusan agama tempat domisili Zia, Zaid juga berencana mengajak Zia ikut bersamanya.

Zaid mengucapkan salam, tapi tidak ada jawaban. Zaid melihat motor Zia di teras rumah. Zaid mencoba membuka pintu, ternyata pintu rumah Zia tidak dikunci.

Zaid masuk kedalam rumah dan mendengar suara air dikamar mandi.

"Zia?"

Zaid memanggil dan mengetok pintu kamar mandi, memastikan keberadaan Zia.

"Iya." Zia menjawab panggilan Zaid.

"Mampus bang Zaid datang, bisa bahaya jika bang Zaid lihat aku pakai handuk." ucap Zia pelan.

"Abang?, Duduk diruang tamu dulu ya, Zia baru selesai mandi. Zia mau kekamar."

"Ya." jawab Zaid.

Zaid ingin memperingatkan Zia agar tetap hati-hati, apalagi Zia tinggal seorang diri. Zaid masuk kekamar Zia dan sembunyi dibelakang pintu kamar Zia.

Zia segera menyelesaikan mandi siangnya dan berlari kecil masuk kedalam kamarnya. Zia menutup pintu dan terkejut melihat Zaid yang menatapnya.

"AA.."

Zaid cepat-cepat menutup mulut Zia, menyandarkan Zia di pintu kamar.

"Kenapa tidak mengunci pintu? apa selalu begini?"

Zia menggeleng karena Zaid masih menutup mulutnya dengan tangan.

"Lain kali ingat untuk mengunci pintu, bagaimana jika ada laki-laki mesum yang masuk ke rumah ini dan berbuat tidak baik."

Zia mengangguk.

Zaid segera melepaskan tangannya dari mulut Zia.

"Jangan takut, abang tidak akan berbuat sebelum kita halal. cepat pakai baju dan sholat. abang sudah sholat sebelum datang kesini."

"Ya." jawab Zia

Zaid memegang pegangan pintu kamar Zia bersiap untuk keluar kamar, Zia bergeser dan memberi peluang untuk Zaid keluar dari kamarnya.

"Abang sangat tergoda melihat tubuh ini, jangan perlihatkan untuk siapa pun." Zaid berbisik ditelinga Zia sebelum keluar dari kamar Zia.

Zia mengingat kata-kata Zaid dan tersenyum sendiri, Zia segera memakai baju, kembali kekamar mandi untuk mengambil wudhu. Zia segera menunaikan sholat wajibnya.

Setelah keluar dari kamar Zia, Zaid mengambil minum di dapur. Zaid melihat dapur Zia yang sudah banyak dipenuhi barang-barang harian.

Zaid tersenyum dan segera duduk diruang tamu.

Zia selesai sholat dan keluar dari kamarnya menemui Zaid diruang tamu.

"Abang sudah makan?"

"Belum."

"Zia juga belum, tunggu ya Zia hidangkan."

Zaid berdiri dan mengikuti Zia ke dapur, Zaid membantu Zia membawa perlengkapan makan siang mereka. Zaid tampak menikmati masakan yang dimasak Zia. mereka selesai makan dan segera merapikan meja tamu.

Zia mencuci piring ditemani Zaid.

"Malam ini abang tidur disini ya."

"Gak boleh, abang. nanti digrebek warga, malu kalau ketahuan walaupun tidak terjadi apa-apa."

"Kalau gitu nanti malam Zia tidur di rumah abang aja, gak ada yang akan grebek."

"Abang menggoda Zia atau abang sedang ketahuan pernah membawa perempuan kekamar abang?"

"Ha,.ha.. enak saja ketahuan, Harun saja tidak pernah masuk kekamar abang. bagaimana mungkin ada perempuan lain yang masuk ke sana."

"Awas ya kalau ketahuan, Zia gak akan kasih ampun."

"Semoga Allah menjaga abang dari berbuat seperti itu. hanya Zia yang pernah abang bawa ke rumah jauh dan kekamar perusahaan."

Zia tersenyum mendengar jawaban Zaid.

"Siang ini ikut abang kekantor urusan agama di kecamatan ini ya. urusan abang sudah selesai, nanti kita mengurus pendaftaran untuk Zia."

"Baiklah, apa sulit mendaftarkan pernikahan?"

"Tidak sulit, abang sudah daftarkan tanggal pernikahan kita, kalau urusan kita siang ini selesai kita bisa berangkat besok sore ke rumah Pak Ngah, Zia siapkan perlengkapan baju untuk satu minggu. agar tidak kehabisan pakaian saat di rumah Pak Ngah."

"Baiklah, tapi Zia gak punya tas besar."

"Nanti kita beli."

Zia mengangguk.

Zia selesai mencuci piring dan segera kekamar untuk siap-siap.

Mereka segera berangkat menuju kantor urusan agama tempat domisili Zia. pengurusan Zia terkendala karena bahan Zia masih kurang, Zia belum memiliki pas foto. mereka harus kembali besok pagi karena jam pelayanan kantor sudah habis.

Zaid membawa Zia ke studio foto dan langsung mencetak hasil fotonya. mereka melanjutkan perjalanan ke Mall. mencari tas untuk Zia dan pakaian couple motif batik untuk mereka berdua.

Selesai belanja pakaian, Zaid melihat konter Hp. Zaid ingat kondisi Hp yang sudah layak untuk diganti.

"Kita beli Hp yok." ajak Zaid.

"Hp Zia masih bisa dipakai."

"Layarnya sudah ganggu penglihatan."

"Besok aja diganti, Zia mau beli Hp dengan gaji pertama Zia dan abang jangan belikan Zia Hp!"

"Trus abang bolehnya kasih apa?"

"Inikan pemberian dari abang, ada koper, baju, uang dan cincin ini juga dari abang. justru Zia yang belum memberikan abang apapun."

"Zia sudah memberikan abang yang berharga."

"Apa?"

Zaid langsung mencium bibir Zia, mereka melakukannya didepan toko konter Hp yang ada di mall. Walaupun ciuman itu tidak terlalu lama, bagi Zia Zaid benar-benar menyampaikan perasaannya yang tulus dan tidak malu memiliki pasangan yang pendek seperti dirinya.

...----------------...

1
hani chaq
yang satu ganggu.yg satu ga tegas.rumah kok pribadi kok buat bersama.ga bisa tu walau alasan apapun.ga baik kedepannya
hani chaq
lah.....diberi....nyuri tu paman
27ully05
lanjut dong kaka
Ozy Ndari
ulet keket e mulai
Pa'tam
Melani bukan mencintai Zaid tapi itu obsesi. kalau memang benar cinta kita harus rela melepaskan, melihat orang yang kita cinta berbahagia walaupun dengan orang lain dan kita harus ikhlas. karena itu berarti dia bukan jodoh kita.
Zain All Insany
lanjut up lagi kal
Zain All Insany
lanjut kak
Fahmi Setiawan
ini lanjutannya mn thor ditunggu sll 💪🙏😊
27ully05
lanjut dong kk
Dewi Lestari
Kak author crazy up donk👍💪🤗
Elly
up trus donk thor 🙏 di tunggu'in 💪
Elly
sering2 up donk thorr 💪💪
Suparti Fadhil
ealah ini Zayn kan orang kaya kok seperti orang kekurangan makanan sampe perkedel aja ngambil pakek tusyu,sy ini bukan orang kaya tapi kalo masalah makanan Alhamdulillah g sepelit itu sih 🤭
Widi Nuhgraeni
dasar Rianti tidak pernah puas mengganggu Zia
Sandrie
cerita nya bagus Thor,,cara penulisan nya juga bagus😇
Sandrie
amin Zia
Sandrie
Zaid aku dukung kamu sama Zia,,mudah mudahan jodoh,entar aku bantu doa sama Author nya😅
Sandrie
wah Zaid belum apa-apa udah romantis bener,,ah jadi baper🤭🥰
Ratna Yulita: terimakasih dukungannya,.
total 1 replies
andina
ga sadar diri tuh melani.
dia yang ninggalin dia juga yang ngejer2 kayak penagih hutang
Widi Nuhgraeni
wkwkkwkwk..ternyata Zia jago beladiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!