NovelToon NovelToon
Yaoma : Sang Iblis Terkuat

Yaoma : Sang Iblis Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri / Fantasi Timur
Popularitas:78.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yoake-Sama

[Cover buatan salah satu pembaca baik hati yang mau membuatnya]


"Namaku Yaoma aku hanyalah bocah kecil, yang hidup bahagia, setidaknya itu menurutku sampai kehancuran akibat para Dewa di langit terjadi...."

"Peperangan para Dewa terlalu menghancurkan dunia, ibuku yang seorang Dewi kembali ke langit dan berusaha menghentikannya..."

"Tapi dia tidak pernah kembali, dan senyuman kebahagian keluargaku tidak pernah lagi terlihat..."

"Aku yang masih kecil terkadang berpikir begini 'Apa semua masih bisa kembali?' yah meski setelah melihat fakta hari itu harusnya mustahil yah."

(Authornya jarang off, sorry kalo jarang baca komen + ini novel uji coba. Semoga menikmati)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoake-Sama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 "Hewan Iblis Dan Iblis Biru, Prt 2"

Chapter 16

"Hewan Iblis Dan Iblis Biru, Prt 2"

"Summon : Rover!" ucap Behemonth dan menssumon monster.

*Ilustrasi

Rover

[Hell Dog]

"Dan ini yang berikutnya!" ucapnya setelah Rover keluar.

"Summon : Cerberus!" ucap Behemonth sembari menteskan darahnya dan memanggil 1 monster lagi.

*Ilustrasi

[Hell Guardian Dog]

"Hehehehe dengan begini kekuatanku akan meningkat dalam skala yang lebih besar!" ucap Behemonth dengan percaya diri.

Yaoma yang tadinya sangat cepat dan tidak terlihat seperti ada emosi saat bertarung sebelumnya seketika menteskan air mata, setelah melihat Rover.

"Rover.... kau sudah sangat besar yah....," ucap Yaoma sembari air mata keluar dari matanya.

Yaoma mengingat kembali saat hari terburuk di hidupnya yaitu saat Rover pergi dan ayahnya meninggal, dan akhirnya ia hidup sendiri.

Dan setelah memandangi Rover cukup lama, Yaoma bersyukur dan mengatakan. "Aku senang masih bisa hidup," ucap Yaoma dengan bahagia sembari tersenyum di pikirannya.

*Di sisi lain di tempat Luciel*

"Lakukan kekuatan terbaikmu itu Luciel!" teriak Behemonth pada Luciel tanpa sama sekali Yaoma menyadarinya karena terlalu senang.

"Aku tau!" jawab Luciel pada Behemonth sembari mengangkat tangannya.

"Awekaning : Devil Blue Girls!" ucap Luciel sembari menutup mata dan mengaktifkan awekaningnya.

Tangan Luciel berbahaya biru sangat terang sampai sulit sekali dilihat.

Yaoma merasakan rangsangan dari cahaya Luciel yang membuat matanya sulit menatap Rover, dan ia jadi melihat ke arah Luciel dan waspada.

"Sialan, cahaya apa itu!?" tanya Yaoma dengan bingung.

Tubuh Luciel terlihat berubah dan tingginya meningkat dari balik cahaya itu dengan bayangan yang samar-samar.

"Cih, loli itu akhirnya gunakan tubuh terbaik nya yah....," ucap Behemonth sembari Luciel dengan sedikit kesulitan.

Setelah cahaya itu hilang, Luciel pun ikut menghilang bersama dengan bayangan yang sebelumnya di balik cahaya itu.

"Dia hilang!?" tanya Yaoma setelah melihat isi dari cahaya itu tak ada siapapun lagi.

"Baiklah.... pesta dia sudah di mulai!" pikir Behemonth sembari tersenyum dan berbalik kembali ke arah kedua hewannya.

Sesuatu menendang wajah Yaoma di bagian kanan dengan sekilas terlihat hanya cahaya biru.

"Aw, apa itu?!" tanya Yaoma yang bingung sesuatu menendangnya tapi tak terlihat.

"Renzoku Blue Kick," suara yang entah darimana terdengar sembari mengaktifkan skillnya kembali ke arah Yaoma.

Yaoma di tendang bertubi-tubi dari segala arah dengan cepat tanpa memantalkan Yaoma.

"Uargh, cepat sekali," ucap Yaoma sembari di tendangi dan berusaha mencari celah.

"Dark : Dark Body!" ucap Yaoma mengaktifkan sebuah skill yang mungkin bisa jadi counter karena ia tak bisa bergerak.

Tubuh Yaoma menjadi mengeras dan yang menendang nya itu menjadi tak bisa cepat dan menjadi ada celah.

"Sialan!" ucap Luciel yang sedang berusaha menendang Yaoma tapi sudah sulit bertubi-tubi.

Yaoma langsung menangkap kaki Luciel di timing yang tepat dan melemparnya.

Yaoma mengambil nafas panjang dan berusaha melihat Luciel. "Hah... hah.... memang perubahan apa yang dia laku_____"

Yaoma melihat tubuh Luciel sudah tidak menjadi loli dan berubah menjadi gadis remaja.

Yaoma menatap dengan kosong dengan perasaan yang sedikit kecewa kepada Luciel.

*Ilustrasi

Awekaning

[Blue Devil Girls]

"Ke-kenapa hah? kenapa kau menatapku seperti itu!?" tanya Luciel dengan awalnya sedikit kikuk tapi akhirnya bertanya dengan membentak.

"My loli is gone...," ucap Yaoma dengan putus asa.

Yaoma terjatuh dan sedikit terpuruk karena melihat perubahan Luciel yang berubah cukup jauh bagi dia.

"Ah.... perasaanku buruk....," ucap Yaoma dalam keadaan terpuruk.

"HEY INI TUBUHKU, HANYA TUBUH ASLI YANG BERUSIA 17 TAHUN!!! DAN MASIH BELUM DEWASA!!!!!" teriak Luciel dengan kesal karena melihat Yaoma kecewa pada tubuhnya.

"Tetap saja tubuh 12 tahun kebawah untuk gadis sepertimu itu ke imutan paling maximal....," jawab Yaoma pada Luciel dengan nada putus asa.

"ARGH!!! INTINYA AYO BERTARUNG!!!!" teriak Luciel lagi dengan kesal.

Yaoma berusaha bangkit berdiri meski dengan perasaan yang tidak senang dan memegang katananya kembali.

"Hah.... mengecewakan...," ucap Yaoma sekali lagi setelah melihat Luciel.

"GRRRRRRRR," gerutu Luciel dengan kesal akan Yaoma yang putus asa.

"Ah ngomong-ngomong kau mengakui kau anak kecil?" ledek Behemonth pada Luciel.

"BE-BERISIK!!!" jawab Luciel dengan kesal dan sedikit malu pada Behemonth.

"Tapi tadinya, kau melihat anjingku Rover dengan senang yah, bocah berjas?" tanya Behemonth sembari mengingat saat Yaoma tersenyum dengan sangat lega melihat anjingnya.

Yaoma melihat kembali Rover dan tersenyum sebentar. "Dia anjingku, yang di curi oleh kerajaan langit," jawab Yaoma pada Behemonth.

"Begitu yah, cuman sekarang anjing itulah yang angkat mengalahkanmu," ucap Behemonth dengan senyum licik.

"Rover, Cerberus, serang!" perintah Behemonth pada kedua anjing itu.

Kedua anjing itu menuruti Behemonth dan berlari ke arah Yaoma dengan kecepatan yang cepat untuk tubuh anjing raksasa.

"Hoy Rover ini aku! aku Yao___"

Rover menyundul Yaoma dengan kepalanya sampai terpental ke arah Behemonth.

"Uargh... Rover kenapa...," tanya Yaoma dalam keadaan terpental sembari melihat Rover.

"Kemono : Kemono Kick!" ucap Behemonth dengan mengaktifkan kekuatan binatangnya di kakinya.

Behemonth menendang Yaoma dengan kekuatan binatang yang cukup kuat sampai membuat tulang belakang Yaoma patah dan Yaoma terpental ke arah anjing Cerberus Behemonth.

Anjing itu langsung menimpa tubuh Yaoma dengan kaki kiri bagian depannya dan menahan tubuh Yaoma.

"Ah... sialan...," ucap Yaoma sembari memegang kaki Cerberus.

Kepala cerberus bagian kiri mengeluarkan semburan asap hijau yang terlihat beracun ke arah Yaoma.

Yaoma terkena asap itu dan tubuhnya terasa panas dan sulit bergerak.

"Argh apa ini...!?" ucap Yaoma dalam keadaan terkena racun itu.

Yaoma berusaha melepaskan diri dengan bergerak lebih cepat. Namun ia tak bisa karena serangan anjing Cerberus itu.

"Sial!!" seru Yaoma dengan kesal.

Anjing itu menggigit dan mengangkat Yaoma dengan kepala bagian tengah dan menggoyang-goyangkannya seperti anjing yang sedang bermain dengan mainannya.

"Argh pusing!!!" teriak Yaoma dengan perasaan yang pusing dan pandangan yang kabur.

Setelah beberapa saat anjing itu melempar tubuh Yaoma ke arah Rover.

"Rover!" gumam Yaoma melihat Rover dari udara.

Rover yang terlihat seperti tidak mengenal Yaoma langsung menggigit Yaoma dengan mulut besarnya.

"Argh.... ini aku Yaoma... Rover....," ucap Yaoma dengan kesakitan karena gigitan Rover dan berusaha meyakinkan Rover.

"GRRRR," gerutu Rover layaknya hewan buas sembari mengginggit tubuh Yaoma.

"Rover! lempar dia ke atas dan habisi!" perintah Behemonth pada Rover dari jarak jauh.

Rover menurutinya dan melempar Yaoma ke atas dengan mulutnya dan terlihat seperti ingin mengeluarkan sesuatu.

"Rover jangan!" teriak Yaoma berusaha memerintah Rover.

Rover tidak menuruti Yaoma dan menyeburkan api yang berwarna merah pekat ke atas menuju Yaoma.

Yaoma yang kakinya terluka karena gigitan Rover tak bisa menggunakan skillnya untuk menghindar dan terbakar oleh Rover.

"ARGHHHHH PAAANAAASSSS!!!" teriak Yaoma kesakitan.

"Berikutnya kau Luciel!" perintah Behemonth pada Luciel.

"Aku tau!" jawab Luciel pada Behemonth sembari melihat ke atas ke arah Yaoma.

Luciel melompat menuju arah Yaoma dan bersiap menyerangnya.

"Blue : Wind Kick!" ucap Luciel mengaktifkan skillnya dari udara untuk menyerang Yaoma.

Yaoma di tendang dengan tendangan angin berwarna biru dari Luciel dan terpental ke bawah.

Luciel mengarahkan tangannya ke bawah sembari mengucapkan skill. "Blue : Fire Blue!" ucapnya mengaktifkan skill dari tangannya saat di udara menuju ke Yaoma.

Yaoma terkena api biru yang keluar dari tangan Luciel dan membakar Yaoma secara menyebar dan api itu jauh lebih panas dari api sebelumnya yang ia rasakan.

"ARGHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak Yaoma dengan kesakitan karena tubuhnya terbakar.

Luciel langsung mendarat di punggung Rover dan melompat kembali turun ke bawah dan berjalan ke arah Behemonth.

"Sepertinya kali ini berhasil," ucap Behemonth kepada Luciel yang mendekatinya sekaligus melihat Yaoma terbakar.

"Aku rasa juga yah," jawab Luciel pada Behemonth.

"Baiklah, bagaimana dia bisa bertahan yah?" tanya Behemonth dengan tersenyum percaya mereka sudah benar-benar menang.

Api terus menjalar di tempat Yaoma terjatuh dengan teriakan Yaoma yang masih kesakitan. Namun setelah beberapa saat teriakan berhenti namun api tetap membakar

"Sepertinya sudah, hentikan saja Luciel," ucap Behemonth kepada Luciel karena merasa bahwa Yaoma sudah tak bisa bergerak.

"Yah aku rasa juga begitu," jawab Luciel pada Behemonth.

"Kalo begitu,

Blue : Kieru!," ucap Luciel untuk menghilangkan api di sekitar tempat itu.

Apinya menghilang dan mereka berdua mendekati tubuh Yaoma untuk memastikan Yaoma bergerak atau tidak.

Mereka berdua melihat tempat itu kosong dan hanya ada bekas bakar tanpa tubuh Yaoma.

"Dimana di___"

Sebuah tangan membenturkan kepala mereka berdua ke lantai dengan keras dan cepat.

"Sepertinya kalian terlalu bersenang-senang dengan aku yah!" ucap Yaoma dengan dingin pada mereka berdua.

Tubuh Yaoma berasap bekas terbakar sembari meregernasi tubuhnya dari luka bakar tersebut.

"Jangan meremehkanku!" teriak Luciel di dalam tanah sembari mengeluarkan diri dengan cepat dan berusaha menyerang Yaoma.

Luciel menyerang Yaoma dengan tendangannya namun di hindari Yaoma.

"Cih jangan lari!" teriak Luciel dengan kesal dan kepalanya yang berdarah akibat benturan.

"Blue : Lightning Blue!!!" ucap Luciel mengaktifkan skillnya kembali dengan tangan kirinya.

Petir menyambar dari tangan Luciel dan menyerang Yaoma dengan cepat.

Yaoma langsung menarik pedangnya dan bersiap menebas petir itu.

"Dark : Kuro Surashu!" ucap Yaoma mengaktifkan skill berpedangnya.

Yaoma menebas petir itu dengan tebasan lurus dan tambahan skill kegelapannya dan membuat petir itu terbebas menjadi dua dan tersebar.

"Behemonth berdiri dan lakukan itu!" perintah Luciel pada Behemonth sembari melihat ke arah Behemonth dengan kesal.

"AKU TAU!" teriak Behemonth dengan nada kesal dan langsung berdiri dan lari seperti bintang buas ke arah Yaoma.

"Kemono Ugeki : Cheetah Speed!!!" ucap Behemonth sembari menggunakan skillnya dengan berlari.

Kecepatan Behemonth bertambah dan semakin mendekat ke arah Yaoma.

Behemonth melompat dan berusaha menyerang Yaoma dengan cakarnya.

"Matilah!

Kemono Ugeki : Monster Claws!!!!" teriak Behemonth sembari mengaktifkan skillnya.

Behemonth menyerang dengan kedua cakarnya dengan wajah dan mata yang berubah menjadi binatang buas dan menyerang Yaoma.

Yaoma juga ikut melompat ke atas ke arah Behemonth dan berkuda-kuda pedang.

"Kenjutsu : Alestaria Ken!" ucap Yaoma sembari mengaktifkan skill berpedang ayahnya.

Yaoma menebas Behemonth dengan pedangnya yang bercahaya dan secara lembut menebas Behemonth, dan Behemonth juga mengenai tubuh Yaoma dengan cakarnya.

"Apakah berhasil?" tanya Luciel di dalam pikirannya.

Tubuh Luciel lemas dan terjatuh dan kembali menjadi loli.

"Ah sial... sudah 1 jam yah...," ucap Luciel dengan kelelahan.

Yaoma dan Behemonth mendarat dengan baik dan terdiam sejenak.

Behemonth terbebas di kakinya dan kaki kirinya terlepas oleh tebasan Yaoma.

"Sial kakiku terkena yah....," seru Behemonth dengan kesal sambil menahan sakit dari kakinya yang hilang.

Yaoma berdiri dan berbalik ke arah Behemonth dan melihatnya.

"Sepertinya aku yang me___"

Secara tiba-tiba kedua hangat terlepas dan katana Yaoma terjatuh.

"Apa!?" tanya Yaoma dengan kaget tangannya terlepas dari lengannya tanpa ia sadari.

"Heheheh... sekarang giliran kalian habisi dia!" perintah Behemonth kepada kedua peliharaannya untuk menyerang Yaoma.

Behemonth lari ke arah Luciel dengan berlari seperti hewan buas namun tanpa kaki kirinya dan hanya dengan kedua tangan dan satu kakinya.

"Sialan, tak ada tangan dan jari aku tak bisa menggunakan pedang dan menahan dengan baik!" ucap Yaoma sembari melihat Rover dan Cerberus ke arahnya.

"Hah... hah.... hah...," ucap nafas Luciel secara terengah-engah.

"Ayo, mundur dulu!" perintah Behemonth kepada Luciel dan Behemonth membawa Luciel dengan menggigit pakaiannya dan membawanya menuju belakang pilar.

"Maaf....," ucap Luciel pada Behemonth sembari di bawa Behemonth.

Mereka berdua lari ke belakang pilar di ruangan itu dan peliharaan Behemonth menyerang Yaoma.

"Sial.... Rover... aku tak mungkin menyerangnya tapi aku tak ada tangan untuk bertahan...," ucap Yaoma sembari melihat Rover ke arahnya.

Yaoma berusaha menahan hanya dengan lengannya meski tanpa tangan dan jari.

Rover menyundul Yaoma dengan keras namun Yaoma menahannya dengan sekuat keadaannya, dan dapat menahan serangan Rover agar tidak terpental.

Rover memperkuat sundulannya dengan menambah kekuatan kepada kakinya.

Meski Yaoma tak terpental, ia semakin mundur oleh kekuatan Rover dan karena efek dia tak punya tangan.

"Sialan, Rover sudah sangat besar dan sulit....," gumam Yaoma sembari tetap berusaha bertahan.

Rover semakin memperkuat kekuatannya dan berhasil membuat Yaoma terpental ke belakangan dengan cepat.

"UARGHHHHH!!" teriak Yaoma dalam Keadaan terpental.

Cerberus dari Behemonth berlari bergerak dan mengejar Yaoma.

"Ah.... sepertinya tak ada pilihan gunakan itu lagi untuk menghabisi pengganggu ini!" ucap Yaoma dengan tatapan yang tajam.

"Dark : Dark Aura!" Yaoma mengaktifkan skillnya.

Tubuh Yaoma di aliri kegelapan di sekelilingnya dan ia melompat menuju ke arah Cerberus dengan cepat.

Yaoma tepat berada di atas kepala Cerberus dalam keadaan melompat dan langsung menendang kepala Cerberus sampai terjatuh ke bawah dengan keras.

"HEARGHHHHH," teriak ke tiga kepala Cerberus itu dengan kesakitan.

Yaoma langsung turun ke bawah dan mengginggit leher Cerberus bagian tengah dengan ganas sampai menuju ke batang tenggorokannya dan mengginggitnya sampai membunuhnya.

Cerberus berhenti bergerak dan menghilang secara perlahan, dan mulut Yaoma yang penuh darah anjing itu Yaoma membersihkannya ke lengannya dan turun dari anjing itu sembari berjalan ke arah Rover.

Rover langsung berlari lagi ke arah Yaoma sambil bersiap menyundulnya.

"ROVER!!! BERHENTI!!!" teriak Yaoma pada Rover sembari melompat ke atas Rover.

"AKU BILANG BERHENTI!!!" Yaoma langsung turun ke bawah tepat di atas punggung Rover dengan keras sampai membuat tubuh Rover terjatuh.

Kedua tangan Yaoma kembali seperti semula dan Yaoma langsung berjalan ke arah kepala Rover di atas tubuh Rover itu sendiri.

"Maaf Rover, aku nanti akan cari tau cara membuatmu kembali menjadi milikku kok!" ucap Yaoma sembari memegang kepala Rover.

"Dark : Reveletion!" Yaoma mengaktifkan skillnya.

Yaoma menghisap tubuh Rover ke tangannya dengan skill penghisap kegelapan dan tubuh dari Cerberus

"Hah.... hah.... sisa mereka yah....," ucap Yaoma dengan nafas terengah-engah.

*Di salah satu pilar*

"Sepertinya dia sudah selesai...., kalo begitu waktunya kita full power saja sampai penghabisan?" tanya Behemonth pada Luciel.

"Yah, lakukan saja, tapi karena aku menghabiskan banyak energi karena terlalu lama awekaning, aku hanya bisa 1x lagi....," jawab Luciel pada Behemonth.

"Tak apa, itu cukup!" ucap Behemonth pada Luciel.

"Kalo begitu aku pergi dulu, bersiaplah!" perintah Behemonth pada Luciel sembari berlari keluar seperti binatang tanpa 1 kakinya.

Yaoma melihat Behemonth datang ke arahnya. "Ayo lawan aku!" tantang Yaoma pada Behemonth.

"Yah!" jawab Behemonth padanya.

Behemonth melompat ke atas dan mengginggit jempol kanannya dan cahaya terang menyinarinya.

Yaoma merasa silau dan melindungi matanya dengan tangannya. "Apa itu!?" tanya Yaoma melihat cahaya menyinari Behemonth.

"Kali ini kami akan menghabisinu!" pikir Behemonth di dalam cahaya yang menyinarinya.

"Awekaning : Kyojin Monster!"

Episode berikutnya "Hewan Iblis Dan Iblis Biru, Prt 3"

1
Doubley
KERENN! Semangat, Kak. Feedback ke novel saya dong, judulnya The Vengeance. Terima kasih.❤
Claire
kalo jadi sang penghancur pun pasti ada alasannya dan kau itu Eden alasan dia menjadi penghancur🙄
Li Permana
Semangat terus kak author!
fristaandini
baguss
fristaandini
bagus banget
Ishiba Yoake(Bangkit): Thanks~
total 1 replies
El Putri
wah author cover ny bagus sukses buat yang buat cover ny, sama author juga moga sukses
Ishiba Yoake(Bangkit): Terimakasih!
total 1 replies
Blacktedy
Yoake kapan up? :) ini dah kontrak masi aja males. kau dipecat tau rasa :)
Blacktedy: bacot:)
total 4 replies
Blacktedy
aku mau vote tapi vote ku abis
Rsya
halo min, karna saya sedang gabut. apakah mau dibuatin cover?
Rsya: wah sama sama kak, senang kalau authornya suka
total 5 replies
Dhina ♑
Thor, simak deh tulisan I Firmo, rapi bagus, dan Insya Allah jarang salah, tapi pernah typo juga 😂😂
Dhina ♑
Makin teliti dan rapi ya Thor, semoga makin sukses 👍👍
Dhina ♑
Sad dong
Dhina ♑
Semangat up, ga boleh mager
mich
ngeri dah brp bulan ngilang Thor wkwk
Blacktedy: gila gilaan matamu:)
total 2 replies
Blacktedy
jangan bercanda aku ini anaknya roste alscreia(?) sialan!

well tidak adanya tanda baca disana kau jadi seakan akan menghina ibumu sialan:)
Blacktedy
...perhatikan ketikanmu:)
Blacktedy
perhatikan ketikanmu!

kau ini mau pakai kalimat apa?! jangan dicampur seperti itu coba pelajari lagi tentang tata letak kalimat langsung tidak langsung. ada beberapa hal yg butuh penjelasan latar tapi sudah dilanjut ke adegan berikutnya.

mohon perhatikan lagi.
Blacktedy
terlalu banyak pengulangan kata!
kata yaoma dengan sedih.

yaoma dengan sedih ....bla bla..

tadi sempat kulihat sudut pandang tokoh aku di tengah sudut pandang penulis.
tolong kurang pengulangan kata. selain boros juga bisa membuat bosan! perhatikan juga latar waktu tempat dan keadaan! bukan hanya suasana.

selain itu. bagus.
Ishiba Aoi
Semangka othor yoke, next🤘
Xswag
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!