NovelToon NovelToon
BISIKAN LUKISAN BERDARAH

BISIKAN LUKISAN BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Penyelamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

Bagi Adista, barang antik bukan sekadar benda mati; mereka memiliki jiwa, cerita, dan keindahan tersendiri. Hobinya mengoleksi barang-barang unik dan kuno selalu berhasil membawa kepuasan tersendiri, hingga suatu malam di sebuah ruang pelelangan rahasia, matanya terpaku pada sebuah mahakarya yang unik.
​Sebuah lukisan tua berbingkai emas kusam yang menggambarkan sosok perempuan dengan air mata darah.
​Ada daya tarik magis yang tak kasat mata, seolah lukisan itu sengaja memanggil namanya. Tergiur oleh keunikan dan aura mistisnya, Adista berhasil memenangkan lelang tersebut tanpa tahu harga yang harus ia bayar bukan sekadar uang.
​Sejak lukisan itu tergantung di dinding rumahnya, atmosfer berubah mencekam. Langkah kaki misterius, bau anyir yang menguap di udara, hingga bisikan ghaib yang menyayat hati mulai meneror malam-malam Adista. Sosok perempuan dalam kanvas itu seolah hidup, dan tangisan darahnya perlahan mulai merembes keluar dari bingkai, menuntut balas yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 34

Suasana rumah kembali sunyi setelah kejadian di kamar Bram.

Maya masih terduduk di sofa ruang tengah. Segelas air putih yang diberikan Bik Sumi sejak tadi tidak juga disentuhnya. Tatapannya kosong mengarah ke lantai, sementara pikirannya masih dipenuhi bayangan perempuan berambut panjang yang dilihatnya di depan cermin.

Selama ini ia selalu menganggap cerita-cerita tentang hantu hanyalah mitos.

Namun apa yang baru saja dialaminya tidak mungkin bisa dijelaskan dengan akal.

Adista duduk di sampingnya.

"Bagaimana keadaanmu?" tanyanya pelan.

Maya mengembuskan napas panjang.

"Saya masih gemetar, Bu."

"Saya benar-benar melihat perempuan itu."

Air mata kembali memenuhi mata Adista.

"Akhirnya ada yang percaya sama saya."

Maya menoleh.

"Maafkan saya."

"Selama ini saya pikir Ibu hanya terlalu terpukul karena kehilangan Pak Ronald dan Mas Bram."

"Ternyata semua yang Ibu ceritakan memang benar."

Bik Sumi yang berdiri tidak jauh dari mereka ikut mengangguk pelan.

"Saya juga tidak pernah percaya ada kejadian seperti ini."

"Tapi sekarang saya melihatnya sendiri."

Ruangan kembali dipenuhi keheningan.

Tatapan mereka perlahan tertuju pada lukisan perempuan misterius yang tergantung di dinding ruang tengah.

Lukisan itu tampak tenang.

Tidak ada darah.

Tidak ada perubahan.

Seolah-olah semua kejadian mengerikan tadi hanyalah mimpi.

Namun tidak seorang pun berani mendekatinya.

Setelah beberapa saat, Maya memecah kesunyian.

"Bu."

"Saya ingin bertanya sesuatu."

Adista mengangguk.

"Waktu membeli lukisan itu... apa Ibu tahu siapa pemiliknya?"

Adista menggeleng.

"Tidak."

"Saya membelinya di sebuah pelelangan barang seni."

"Awalnya saya hanya ingin mencari lukisan untuk mengisi ruang tengah."

"Tapi begitu melihat lukisan itu..."

Adista berhenti sejenak.

Ia masih mengingat malam itu dengan sangat jelas.

"Entah kenapa, saya tidak bisa mengalihkan pandangan."

"Rasanya seperti ada yang memanggil saya."

Maya memperhatikan wajah Adista.

"Apa ada orang lain yang juga menawar lukisan itu?"

"Ada."

"Bahkan harganya sempat naik beberapa kali."

"Tapi saya terus menawar sampai akhirnya lukisan itu menjadi milik saya."

"Setelah itu?"

"Lukisan langsung dikirim ke rumah."

Adista menarik napas panjang.

"Malam pertama setelah lukisan itu dipasang..."

"Saya mendengar suara perempuan menangis."

Bik Sumi langsung merapatkan kedua tangannya.

"Saya merinding mendengarnya."

Maya kembali bertanya.

"Apakah sebelum membeli lukisan itu pernah ada kejadian aneh di rumah ini?"

Adista berpikir sejenak.

"Lalu menggeleng."

"Tidak."

"Semuanya dimulai setelah lukisan itu ada di rumah."

Ucapan itu membuat Maya semakin yakin.

"Berarti jawabannya ada pada lukisan itu."

"Tapi bagaimana kita mencarinya?" tanya Adista.

Maya berpikir beberapa saat.

"Rumah pelelangan pasti memiliki data barang yang dijual."

"Kalau kita bisa mengetahui dari mana lukisan itu berasal..."

"Mungkin kita juga bisa mengetahui siapa perempuan dalam lukisan itu."

Adista mengangguk pelan.

Untuk pertama kalinya sejak teror itu dimulai, ia merasa memiliki sedikit harapan.

Namun harapan itu tidak bertahan lama.

Tiba-tiba...

Tap...

Tap...

Tap...

Terdengar suara tetesan air dari ruang tengah.

Mereka bertiga langsung menoleh.

Tidak ada atap yang bocor.

Tidak ada jendela yang terbuka.

Tetapi suara itu terus terdengar.

Tap...

Tap...

Tap...

Maya berdiri perlahan.

"Suara itu..."

"Berasal dari lukisan."

Adista ikut berdiri.

Dengan langkah hati-hati mereka mendekati dinding tempat lukisan itu tergantung.

Semakin dekat...

Suara tetesan semakin jelas.

Saat mereka berdiri tepat di depannya...

Adista menahan napas.

Setetes cairan merah perlahan mengalir dari sudut mata perempuan dalam lukisan.

Disusul tetesan kedua.

Lalu ketiga.

Air mata darah itu kembali muncul.

Bik Sumi langsung mundur sambil membaca doa.

Maya mematung.

Ia kini menyaksikan semuanya dari jarak yang sangat dekat.

Tidak ada tali.

Tidak ada rekayasa.

Darah itu benar-benar mengalir dari mata perempuan di dalam lukisan.

"Ya Tuhan..." bisiknya.

Darah terus menetes hingga membasahi bingkai kayu.

Lalu jatuh ke lantai marmer.

Namun kali ini darah tidak berhenti di sana.

Perlahan darah itu bergerak sendiri.

Membentuk sebuah garis panjang.

Kemudian berubah menjadi huruf-huruf.

Mereka bertiga hanya bisa memandang dengan tubuh gemetar.

Tulisan itu akhirnya terbentuk.

CARI AKU.

Tidak lama kemudian, darah kembali bergerak.

Huruf-huruf sebelumnya menghilang.

Lalu muncul kalimat baru.

TEMUKAN KEBENARANNYA.

Ruangan mendadak menjadi sangat dingin.

Embusan angin yang entah datang dari mana membuat tirai jendela bergerak pelan.

Lampu ruang tengah mulai berkedip.

Tik...

Tik...

Tik...

Brak!

Salah satu bingkai foto keluarga yang berada di atas lemari jatuh ke lantai.

Kacanya pecah.

Adista menoleh.

Foto itu adalah foto keluarganya beberapa tahun lalu.

Di dalam foto terlihat dirinya, Ronald, Bram, dan ayahnya.

Anehnya...

Kaca yang pecah tepat berada di atas wajah ayahnya.

Maya memungut foto itu.

Wajahnya berubah serius.

"Bu..."

"Lihat ini."

Adista mendekat.

Retakan kaca hanya menutupi wajah ayahnya.

Bagian wajah yang lain tetap utuh.

"Itu hanya kebetulan..." gumam Adista, berusaha menenangkan dirinya sendiri.

Namun Maya tidak langsung menjawab.

Ia memandangi foto itu cukup lama.

Entah mengapa, ia merasa ada sesuatu yang ingin ditunjukkan oleh perempuan dalam lukisan.

Belum sempat mereka membahasnya...

Dari arah lantai atas terdengar suara langkah kaki.

Tok...

Tok...

Tok...

Pelan.

Berjalan dari ujung lorong menuju tangga.

Padahal mereka bertiga berada di lantai bawah.

Tidak ada siapa pun di atas.

Suara itu berhenti tepat di atas kepala mereka.

Lalu...

Terdengar suara perempuan berbisik.

Sangat lirih.

Namun cukup jelas.

"...pulang..."

Suara itu menghilang bersama hembusan angin dingin yang menerpa ruang tengah.

Tidak ada lagi langkah kaki.

Tidak ada lagi bisikan.

Rumah kembali sunyi.

Maya menggenggam tangan Adista.

"Besok pagi kita pergi ke rumah pelelangan."

"Apa pun yang terjadi..."

"Kita harus mengetahui asal-usul lukisan ini."

Adista mengangguk perlahan.

Ia kembali menatap perempuan dalam lukisan itu.

Kini wajah perempuan tersebut telah kembali diam.

Namun jauh di dalam hatinya, Adista merasa...

Wanita misterius itu sedang menunggu mereka menemukan sebuah rahasia besar yang selama ini terkubur rapat.

Dan mungkin...

Rahasia itu akan mengubah hidup mereka untuk selamanya.

1
Ungkar Aj
maaf ya suy untuk saat ini author belum bisa update ,hape author rusak ,tunggu seminggu lagi insyaallah author up sampai tamat /Sob/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
aduh piye sih di ulur3 mkin lama makin menjadiw saja
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
sesulit itukah berkata jujur

krn dosa lama kai skrg menempuh apa yg kau tabur

tp.setidaknjya klo berani mengakui dn bertibat akan lenih enteng tp ini tak ada niat ya sudah lah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ininlah akibatnya klo salah g mau ngaku salah jd ya di hantui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kenapa g mengku saj biar g di hamtui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduhh ini knp rupanya lukisan itu smpe ke adista krn ada dalam li gakran keluarganya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi ini rupanya anak nya di bantai padahal anak nya tak tau apa2
apakah dgn riyan juga ya
nahhh ini jadi misteri
Iis Dawina
iya kali om Harun terlibat pembunuhan laras
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha jadi ada kaitanya ya
weehhh kira2 apa ya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha apakah ada kaaitanya dgm rian
aduh entah lah
andhig Rosdiana
kita lupa tuntas apa yang sebenarnya om harun lakukan pada Laras , terimakasih udah like dan koment 👍😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ini dia yg bikin penasaran
total 1 replies
Iis Dawina
apa om Harun salah satu yg sudah membunuh Laras . trs Laras bls dendam ke bram
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahhh sekarang gmn kek buntu gitu sih
aduh kira2 kmn lagi akan melangkah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi belum di ceritakan ya perempuan iru

knp.sih susah sekali nyebut namanya hadeh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh kan semakin rahasia nya terkuak akhirnya akan bertemu di alam berbeda damar dan perempuan itu jgn bilang nama permouan itu nawang wulan/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wow akan terkuak lah apa yg selama ini terpendam

tp setifak nya g ada yg mati dlu deh kasihan jiwa adista terguncang hebat dgn kejadian kematian yg tak wajar
andhig Rosdiana
tenang tahan nafas kita kupas tuntas ya dik ...🤭 terimakasih selalu setia di karya aku ,😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apa mungkin lukisan itu minta di kemabalikan di rumah itu ya
waduh gmn dong
yg pasti kukisan nya g minta tumbal lagi
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh bahayakah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi pere.puan itu tidak meneror karna akan menemukan apa kebenaran yg akan menguak sebuah misteri wow su guh perjalanan yg tak mudah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!