NovelToon NovelToon
Jodoh Online : Duda Kere[N] Vs Gadis Somplak™

Jodoh Online : Duda Kere[N] Vs Gadis Somplak™

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:489.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kumi Kimut

Selamat membaca!!!

Kisah Duda Kere[N] Vs Gadis Somplak™

Namanya Chika, gadis dengan hobi nyleneh dari gadis seusianya. Dia suka memancing bersama teman-temannya, bahkan sering ikut kontes dan selalu juara satu dengan hadiah jutaan rupiah.

Dia gadis yang anti dengan duda, apalagi duren alias duda keren. Menurutnya, duda adalah status yang menyeramkan baginya, statment Chika tentang duda adalah pria dewasa yang kurang belaian dari seorang wanita.

Tapi nasib berkata lain, Chika mendapatkan kesialan bertubi saat harus menerima perjodohan online yang sangat merugikan dirinya.

Kedua orang tuanya, telah menentukan nasibnya yang harus berjodoh dengan duren!

Astaga! kek mana tuh?

Apa Chika mau ya nikah sama duda? secara dia tuh anti gitu?

Penasaran?

Yuk baca novel baruku ini, jangan lupa like, komen, fav dan vote.


Mari ber-haha hihi dengan neng othor 😂😂😎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumi Kimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyum untuk Dante

"Antar sampai depan rumah, jangan hanya berdiri di depan pintu dan melambaikan tangan saja." Nyonya Tiara mampu membaca isi hati Chika yang enggan mengantar sang duda sampai di depan rumah.

"Jangan lupa di ajak ngobrol, salam perpisahan misal," timpal Tuan Giveon.

"Kau dengar? kedua orang tuaku sudah terkena jampe-jampe celana segitigamu karena tadi tanpa sengaja aku menyentuhnya." Chika merasa kesal kenapa harus menyentuh celana terlarang itu, kena deh kedua orang tuanya.

"Haihs! kau percaya hal mistis macam itu? aku tidak pernah memasukkan apapun di sana. Tidak ada jampe-jampe atau guna-guna di celana itu," jawab Dante sembari berbisik, masak iya bicara tentang daleman harus teriak-teriak.

"Hm, pulang sana pulang! ayo jalan!" Chika mendorong tubuh sang om untuk segera menyingkir.

Melihat pemandangan ini, kedua orang tua Chika tersenyum tanpa berkomentar, karena urusannya akan belibet jika banyak julid.

"Ibu, ayah, aku mengantar Dante sebentar," jelas Chika yang kini berjalan beriringan dengan sang duda.

"Oke!" jawab Nyonya Tiara dan Tuan Giveon serentak.

Om Dante sangat senang, keluarga Chika welcome padanya. Namun ada hal yang ia takutkan, jika kebohongannya terbongkar, semuanya akan berakhir seperti apa?

"Hati-hati Om," ucap Chika singkat, dia segera berbalik, ingin sekali secepat kilat masuk rumah.

"Hey? bocah sotong! tunggu!" Dante mencegah langkah Chika yang sudah dua meter menjauhi.

"Astaga! apa lagi? pamit sudah! mengantar sampai depan rumah juga sudah." Chika kesal dengan om duda yang banyak maunya.

"Selamat malam, semoga tidurmu nyenyak."

Deg!

Lagi-lagi jantung tidak tahu diri itu kembali berdebar, pertanda apa ini?

Chika bahkan tidak menjawab apapun saat om Dante mengucapkan selamat malam kepadanya.

"Bye! aku pulang dulu." Dante segera menghidupkan mesin mobilnya, perlahan dia melaju meninggalkan Chika yang masih mematung di depan pintu rumahnya.

"Dia itu mampu membuat banyak wanita baper! tapi tidak berlaku untukku. Itu respon normal dariku, bagi diriku yang jomblo ngenes ini, jika ada orang sok keren seperti dia mengatakan hal manis tentu saja terkejut lah," ucap Chika yang sedang menyingkronkan antara hati dan pikirannya supaya tidak eror gara-gara ucapan selamat malam serta tidur nyenyak.

Saat dia bergelut dengan prasangkanya, suara sang kakak yang memekikkan telinga terdengar begitu nyata.

"Cie...Cie! calon pengantin baru kilat! besok malam sudah malam pertama! belah kail atau belah duda keren? Hahaha..." Sang kakak puas sekali menggoda adiknya.

"Mending sudah laku, emang situ ada cewek? omong doang! slepet!" Chika mengacak rambut sang kakak, dia tidak rela jika rambut sang kakak kembali bersih, tanpa sepengetahuan Minho, dia mengambil sekam di wadah yang ada di depan rumahnya.

"CHIKAAAAAA!! kali ini kau apakan rambutku?" pekik Minho yang kesal dengan tingkah Chika yang jahil.

"Sedikit upil dan segenggam sekam. Ramuan ajaib membuat rambut sehat alami. Blink-blink saat terkena sinar matahari, kuat seperti rambut Limbad." Jiwa jahil Chika kembali, dia menjadikan Minho bahan percobaan tidak berfaedah.

"Awas ya kau! aku akan memberitahu rahasiamu kepada Dante!" Senjata utama Minho, lambe lamis bin turah.

"Haha, anak laki-laki mengancam saja! coba kalau berani? aku gundul rambutmu yang bagai mahkota raja yang tidak boleh tersentuh saat kau tidur." Chika berbalik menyerang Minho yang selalu menjadi rivalnya tersebut.

"Bodoh amat ya? aku akan memotong rambutku setelah ini, jadi kau puas-puaskan bermain hal konyol! Haha." Kalah telak, Minho mampu membalas Chika kembali.

Gadis itu juga tidak perduli dengan ucapan si oppa korea kw 80. Dia lebih mementingkan urusannya yang kini harus lebih pandai membagi waktu antara hidup sebagai isteri pura-pura Dante dan seorang mahasiswa.

Perjalanan hidup seorang gadis kail yang bisa di katakan beruntung. Dia mendedikasikan hidupnya untuk kuliah dan menekuni hobi memancingnya yang menghasilkan tanpa perlu menodong uang kepada kedua orang tuanya untuk sekedar membeli jajan di luar.

Langkah Chika terhenti saat Tuan Giveon memanggil namanya.

"Duduk, ayah ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Tuan Giveon ingin membicarakan hal penting kepada Chika.

"Aku mencuci tanganku dulu," ucap Chika meminta izin.

"Tak perlu, ayah hanya ingin bicara lima menit saja. Ini mengenai pernikahanmu besok." Tuan Giveon lebih spesifik dalam memberikan kata-kata, membuat Chika mengurungkan mencuci tangannya.

"Baiklah!" ucap Chika yang berjalan menuju tempat sang ayah berada.

"Nak, kami ingin yang terbaik untukmu. Dante itu anak yang baik, kau menerima kan? apa yang ayah dan ibu usahakan ini? semua yang kami lakukan adalah untuk kebahagiaanmu." Tuan Giveon menatap wajah puterinya, dia melihat raut kesedihan di sana.

Chika memeluk tubuh sang ayah.

"Aku adalah puteri ayah, tidak ada yang perlu aku keluhkan tentang apapun keputusan kalian berdua. Aku merasa sudah cukup siap untuk menjalani hidup berumah tangga. Kehadirannya sudah membuat ibu dan ayah tersenyum bahagia, ini saatnya aku akan memberikan senyum terbaik untuk Dante, calon suamiku kelak." Chika memejamkan mata, dia merasa terharu. Ingin rasanya menangis, tetapi Chika tak mampu.

Di saat haru, tiba-tiba Minho datang. Dia mau membuat kerusuhan tapi sang ibu telah sigap menarik lengannya.

"Jangan usil, ayahmu sedang berbicara penting dengan adikmu. Esok dia akan menjadi isteri Dante. Banyak hal yang harus dia tahu," bisik sang ibu.

"Oh, ya sudah aku mandi dulu. Ibu lihatlah ulah dari anak gadis kampret itu." Minho menggerutu. Dia kesal, harus memulai lagi ritual pembersihan rambut mempesonanya.

"Itu salahmu, cepat sana mandi lagi! bau sekam rambutmu Min? bau pete juga, ada sotong juga." Sang ibu bahkan semakin mengejek Minho.

"Jangan panggil aku Min ibu! Minho? apalah!" Minho kesal saat nama kebanggaannya hanya di sebut setengahnya saja.

Sang ibu tersenyum melihat tingkah Minho yang lucu dan sok keren itu. Dia tidak memperhatikan sang putera yang sudah masuk ke dalam kamarnya, apalagi si Minho adalah anak laki-laki, tak perlu di manja.

Nyonya Tiara ingin sekali menghampiri anak dan suaminya yang sedang bercengkrama, tetapi dia harus mencuci baju, alhasil sang ibu membiarkan keduanya berbincang.

Sedangkan di ruang keluarga, anak dan ayah itu sedang tertawa karena melihat serial kartun kesukaan keduanya.

"Hahaha, itu kenapa kepalanya ada panci? dia pikir kepalanya itu kompor?" Chika tertawa lepas bersama sang ayah.

"Tambahin kayu bakar asoy Chik!" Sang ayah tak kalah somplak.

"Mulut di kasih kayu bakar? yang bener ayah? kasih uang lah, biar meramaikan khasanah suap menyuap," celetuk Chika.

"Kamu pikir dia itu si ono? di suap uang mau?" Keduanya semakin ngelantur, efek galau. Si anak mau pisah sama ayahnya dan si ayah mau pisah sama anak gadis tersayangnya.

1
wijay chanel
Lumayan
Mari Anah
seru bgt thor cerita y,sukses trs thor bwt karya y
KumiKimut: makasih kak udah mampir di ceritaku,🤭
total 1 replies
Lenny Tumbol
Luar biasa
Veronica Subini
Pasti banya inspirasi dan motivasi /Drool/
MFay
serem klo berurusan ma orgil 😱
MFay
wah, g' sabar nunggu moment om Dante kepincut ma Chika nih 🫣
Malick Piscesa
keren
Sugiarti
ok
Eka Mulyati
bosen baca y
KumiKimut: oke kak terimakasih 😁
total 1 replies
"Candy75
bukan level gak tau aturan, ngeles papan atas? ada 2 aja istilah mu thor
KumiKimut: main juga ke fizzo kka, ada novelku disana ketik ada Kumi.Kimut, nanti muncul 4 novelku
total 1 replies
Jeng Anna
Terpesyona sama ceritanya sampek lupa komeng 😄
KumiKimut: mksh kak 😘😘
total 1 replies
Wiwik Wakidjo
semangat Thor💪💪💪🥰🥰🥰
Sri Yani
gokilll
Sri Yani
maju terus pantang mundurrrr .suka Ama cerita nya maaf kalo gk komen komen tp aq slalu kasih jempol.baru mampir hari ini thorrre.semangat
KumiKimut: siap kak
total 1 replies
Yuli Astuty
hadeuh ada kutil nongol
Yuli Astuty
double up y kk
KumiKimut: iy kak maaf ya belum aku revisi 🙈
total 1 replies
Yuli Astuty
Chika Ojo ngono lah
Yuli Astuty
cie cie cie curhatan hati Chika😊😊😊
Yuli Astuty
maksudnya 4 jempol termasuk jempol kaki🤭🤭🤭🤭
Yuli Astuty
AQ mau...AQ mau..AQ mau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!