Berawal dari menyamar menjadi Nerd di sekolah barunya, hidup Keyra berubah 180 derajat, apalagi semenjak bertemu dengan seorang Most Wanted boy. Rafa, namanya.
Terjebak friendzone hingga berakhir jadian. Namun, hubungan mereka tidak berjalan semulus itu karena banyaknya orang yang berusaha menghancurkan hubungan mereka. Hingga sebuah kesalahan terjadi, membuat Keyra hampir pergi dari hidup Rafa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firza Lufita Listi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 15
"Aku mencintaimu, hanya saja, aku terlalu takut untuk mengutarakan perasaan ini. Aku mencintaimu dalam diam."
_Rafa_
°°°°°
Dua lelaki remaja terlihat memasuki sebuah cafe. Mereka adalah Rafa dan Mike.
Mereka hanya berdua karena yang lain sedang sibuk. Jadi, hanya mereka berdua yang pergi nongkrong.
Senyum Rafa mengembang tanpa dapat di tahan kala melihat seorang gadis yang yang sangat dikenalinya, Key. Gadis itu sedang duduk sendirian dan melototi layar laptop tanpa berkedip.
Dengan langkah lebar, Rafa mendekati meja Key. Alangkah bahagia dirinya saat melihat orang yang dicintainya. Tidak menyangka bisa bertemu dengan Key sewaktu hari libur.
Tanpa permisi, Rafa duduk di depan Key. Menopang dagunya dan menatap wajah serius Key lurus. "Hei, Key. Lo di sini juga? Sendirian nih?" Tanyanya membuka pembicaraan karena gadis itu belum juga menyadari keberadaannya.
"Hm."
"Ya elah, cuek banget sih lo." dengus Rafa kesal.
"Hm."
Mike yang melihat interaksi kedua orang itu terkekeh geli. "Rasain lo! Emang enak di cuekin doi." ledeknya.
Rafa menatapnya sinis. "Diem aja lo!"
Mike semakin terbahak. Sungguh teman laknat. Bukannya menghibur Rafa yang di cuekin tapi malah menertetawakannya.
Rafa kembali memusatkan perhatiannya ke Key yang masih mempelototi layar laptopnya. Kali ini gadis itu tersenyum. Manis sekali. Saking manisnya, jantung Rafa di buatnya berdebar kencang.
Tatapannya jatuh ke bibir merah Key. Bibir itu terlihat begitu seksi di matanya. Bibir tersebut terasa menghimbaunya untuk merasakannya. Menciuminya lalu memagutnya lembut.
Astaga! Apa yang dia pikirkan tadi?!
Menggeleng cepat ketika pemikiran mesum itu singgah di otaknya.
Mike hanya bisa menatap temannya yang sedang geleng-geleng kepala itu dengan tatapan aneh. Tak mau ambil pusing, Mike memanggil pelayan dan memesan sesuatu. "Lo mau pesan apa?" tanyanya ke Rafa.
"Lemon tea."
Rafa kembali memperhatikan wajah cantik Key dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Betapa cantiknya wajah gadis yang dicintainya.
Rasanya Rafa semakin ingin memiliki Key tapi belum siap untuk menyatakan perasaannya. Ia takut Key tidak memiliki perasaan yang sama dengannya karena selama ini, setiap kali bertemu pasti dia yang selalu memulai pembicaraan. Wajah gadis itu biasa-biasa saja setiap kali dia goda. Tidak ada raut wajah malu-malu saat dia melancarkan rayuan manisnya. Gadis itu seperti tidak mempunyai perasaan apa pun padanya.
"Dahi lo kenapa, Key?" Rafa refleks bertanya dengan nada cemas saat melihat plester yang tertempel di dahi gadis yang dicintainya itu.
Key yang sepertinya sudah selesai dengan kegiatannya menutup laptopnya.
Meregangkan tubuhnya yang terasa kaku akibat duduk terlalu lama. Matanya membulat ketika melihat Rafa duduk di sampingnya. "Sejak kapan lo di sini?" tanyanya kaget.
Rafa menatap gadis yang dicintainya dengan tatapan tidak percaya. "Jadi sejak tadi lo gak menyadari keberadaan gue???"
Mike tertawa lepas tanpa dapat ditahan lagi. Tawanya membuat orang-orang menatapnya sinis karena merasa terganggu. Namun, ia tidak peduli sama sekali.
"Kasian amat nasib lo." ejek Mike seraya mengusap air mata yang keluar dari sudut matanya.
Rafa cuek saja.
"Kenapa dahi lo?" tanyanya kembali dengan nada khawatir.
Key refleks menyentuh dahinya yang tertempel plester. "Ini?" ulangnya.
Rafa mengangguk.
"Tadi tuh gue ke pleset di kamar. Dan naasnya kening gue malah mendarat di sudut lemari." ringisnya karena teringat dengan kecerobohannya sendiri.
"Sakit ya?"
Key yang mendengarnya mendengus sebal. "Ya iyalah. Pakai acara nanya lagi."
"Sekarang masih sakit?"
Key mengangguk dengan lucunya. Semakin membuat Rafa merasa gemas. "Makanya jadi orang tuh jangan ceroboh." Tanpa disangka-sangka, Rafa mengelus kening Key lembut.
Mata mereka saling bertatapan. Tangan Rafa terhenti karena terbawa perasaan.
Lewat tatapan mereka seolah mengatakan sesuatu yang sangat sulit diucapkan secara lisan.
"Ekhem ekhemm!!" deheman Mike membuat mereka tersadar dan salah tingkah.
Rafa kembali ke posisi awal sedangkan Key mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Udah sih, jadian aja sekarang juga!" goda Mike.
"Duh, gue ke toilet dulu. Jagain tas dan laptop gue ya." Key langsung pergi dengan terburu-buru.
"Salting dia tuh." kekeh Mike akibat melihat pipi Key bersemu merah sekilas.
"Masa sih? Palingan dia kebelet." bantah Rafa sembari menyeruput minumannya.
Mike menjitak kepala temannya dengan gemas. "Lo ini gak peka banget sih."
Yang dijitak menatap si pelaku dengan tatapan kesal. "Ga peka apaan deh?"
"Cih, dasar gak peka."
Mike melakukan VC dengan pacarnya. Sebenarnya dia sangat ingin menghabiskan hari minggunya dengan Aura tapi tidak bisa karena gadis itu sedang mengunjungi neneknya di Bandung.
Rafa sendiri malah mengambil laptop Key. Gapapa 'kan dia membukanya? Toh, Key kan temannya. Iya, teman:)
Untungnya laptop Key tidak memakai password. Iseng-iseng Rafa membuka file di dalam laptop Key. Kebanyakan isi dalam laptop Key drakor dan foto-foto gadis itu.
Rafa memilih membuka foto Key. Terdapat ribuan foto di sana. Mulai dari kecil hingga sebesar sekarang.
Kadang Rafa tertawa geli melihat foto lucu Key.. ia mengedarkan pandangannya. Tidak ada tanda-tanda Key akan kembali.
Tersenyum lebar dan mengambil kabel data yang terletak di atas meja dengan cepat dan mencolokkannya ke handphonenya. Memindahkan semua foto Key ke dalam handphonenya. Setelah itu ia mengembalikan laptop tersebut ke tempat semula.
"Ckckck. Lo nyolong foto anak gadis orang. Kalau ada foto yang iya-iya gimana ntar." Mike berdecak geli.
"Anggap aja itu keberuntungan gue haha."
Rafa membuka galeri ponselnya. Di dalam galeri ponselnya, mungkin tidak sampai 10 foto dirinya, hal itu karena dia sangat jarang berfoto. Palingan dia hanya berfoto di waktu tertentu.
Key kembali dari toilet selang beberapa menit kemudian. "Eh, Key. Gue cabut dulu ya. Nyokap nyuruh gue untuk cepat pulang."
"Oke."
"Gue duluan."
Setelah Mike pergi, Rafa membuka suara. "Lo sendirian ke sini, Key?"
"Gak kok."
"Trus?"
"Gue tuh tadi ke sini sama Bang Axel tapi tiba-tiba aja Bang Axel di telepon daddy."
"Oh. Kirain tadi sendirian hehe."
"Ya enggak lah. Ngapain juga gue ke sini sendirian, mending gue bocan di rumah." kekeh Key sambil memainkan rambutnya.
"Trus kenapa tadi gak ikut pulang sama abang lo? Gak bosan apa sendirian?"
"Males gue di rumah. Mommy lagi arisan sama teman-temannya. Ntar.... Ya lo tau lah gimana emak-emak." dengus Key.
Dia masih ingat, minggu lalu. Mommy nya memaksa dirinya ikut. Karena Key anak yang berbakti dan penurut ke orang tua, Key ikut saja.
Eh, setibanya di sana. Emak-emak arisan malah kepo sekali melihatnya. Dia di tanyai dengan bertubi-tubi layaknya wartawan.
Dia dipuji-puji, ini lah, itu lah. Belum lagi emak-emak yang berusaha menjodoh-jodohkannya dengan anak laki-laki mereka. Mereka bahkan menunjukkan foto anak laki-laki mereka ke Key dan menyuruhnya memilih. Haduhh,, lelah hayati. Sumpah, Key kapok. Key tidak akan mau lagi ikut sang mommy..
Key bergidik sendiri teringat kejadian itu.
"Eh, btw kita jalan-jalan dulu yuk. Ini kan masih sore." ajak Rafa. Ia berharap Key menerima ajakannya.
Gadis cantik itu tampak berpikir dalam diam.
"Ayolah, Key. Jarang-jarang loh kita pergi jalan-jalan."
Key menghela nafas dan tersenyum. "Baiklah."
-Tbc-
Sama kayak aku,Aku juga kabur dari rumah karena perjodohan,Dan sekarang nikah sama suami pilihan ku sendiri,Dan bahagia2 aja tuh..Dan ortu nyeselin perbuatan mereka dulu..
Yg bener itu "DI SUATU pagi yang cerah". 🙏🙏🙏
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu