NovelToon NovelToon
Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:866.9k
Nilai: 5
Nama Author: adek siska

Harap bijak dalam memilih bacaan.

Nona muda menikahi dokter muda yang tampan. Dia melakukan segala hal untuk bisa lepas dari pernikahannya. tapi tidak berhasil membuat Juno si dokter muda menyerah, dia membalas kelakuan nona muda dengan tingkah konyolnya, akankah nona muda bisa mencintai dokter muda.

Tidak di sarankan bagi kalian yg penganut jiwa mafia...😌😂👍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adek siska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang Dari Masa Lalunya

Saat Amora bersiap akan pergi langkah Amora segera di hentikan oleh seseorang.

"Amora tunggu!" Seru seseorang dari belakang. Amora segera menoleh dan mendapati ayahnya yang menghampirinya dengan koran di tangan kanan.

"Mau kemana kamu?" selidik ayahnya pada Amora yang sudah terlihat rapi.

"Aku mau beli handphone, Pah. Handphone aku yang kemaren kan udah hilang," terang Amora.

"Pergi sama suami kamu. Nanti Horner nemuin kamu lagi, jangan temuin dia lagi," ujar ayahnya.

Kevin ayah Amora pun menghubungi Juno ke rumah sakit. Sedangkan Amora tampak tengah duduk santai di sofa. Sesaat pikirannya kembali melayang, ia kembali berpikir.

'Kenapa aku kayak dikuasai sama dia sekarang? Semua harus berdua, kayak kembar Siam,' rutuk Amora membatin.

"Amora, Amor?!" seru ayahnya mengagetkan Amora yang tengah larut dalam pikirannya.

"Eh, iya, Pah!" sahut Amora kaget.

"Juno bilang selesai praktek di poli nanti dia akan nemenin kamu sekalian dia juga mau beli handphone untuk dia juga. Kamu mau temuin dia ke rumah sakit atau gimana? Ini ngomong sama dia," ujar ayahnya menyerahkan handphonenya yang tersambung ke rumah sakit langsung karena Juno juga tidak memiliki handphone.

"Halo!" sahut Amora.

"Kamu mau langsung nunggu di mall atau nyusul ke sini?" tanya Juno.

"Langsung ke mall," ujar Amora singkat lalu langsung mematikan handphone nya. Ayahnya hanya mengernyitkan dahinya saat Amora yang langsung mematikan telponnya saat susah bicara sebentar.

"Kamu itu kalo ngomong sama suami yang sopan kenapa? Salam atau apa gitu, ini main matiin aja," ujar ayahnya, Amora tampak tidak peduli. Dia langsung keluar setelah menyerahkan handphonenya kepada ayahnya.

"Ingat ya Amora! Jangan temui laki-laki itu lagi. Kamu sudah nikah, jadi jangan cari gara-gara lagi," ingat ayah nya lagi. Amora hanya bisa ngedumel sendiri. Sesaat Amora baru ingat, dia belum mengatakan akan membelinya dimana, dan akan menunggu dimana.

'duh, bodohnya aku. Aku belum bilangkan mau beli di mall mana dan akan nunggu dimana! Duh, abis jantung aku tadi dag-dig-dug sih. Gimana nih. Eh kenapa aku dag-dig-dug ya di telpon Juno?' batin Amora lagi seraya menepuk jidatnya berkali-kali karena kesal dengan keteledorannya barusan.

"yaudah lah, temuin dia ke rumah sakit aja," gumam Amora seorang diri.

Amora pun segera meminta sopir menemui Juno ke rumah sakit tempatnya bekerja.

***

Sesampainya di rumah sakit Amora segera turun yang mana pintu mobilnya di bukakan langsung oleh supirnya. Setalah Amora keluar ia pun menutup kembali pintu mobilnya. Amora memperhatikan rumah sakit tempat suaminya bekerja itu. Merupakan rumah sakit yang besar. Tapi kenapa ibunya terus menganggap Juno tidak pantas untuknya, padahal Juno bekerja di rumah sakit yang besar.

Amora pun segera melangkah dengan anggun ke dalam rumah sakit. Belum lagi ia sampai rumah sakit, matanya tiba-tiba terkesiap melihat siapa sosok di hadapannya.

"Horner!" seru Amora tidak percaya.

"Amora?" serunya tak kalah kaget.

"Kamu lagi apa di sini?" tanya Amora kaku pada sosok orang di masa lalunya ini. Ada rasa rindu yang ia simpan selama ini dan hari ini seolah bisa terbayar. Amora tersenyum menatap lelaki yang ada di hadapannya itu.

"Kebetulan Raya di rawat di sini. Dia masih sakit, jadi masih di rawat di ruang rawat anak," terang Horner yang entah kenapa membuat hati Amora terluka karena cemburu.

Raya adalah putri Horner bersama mantan istri pertamanya. Karena anaknya juga lah salah satu alasan yang membuat Amora dan Horner harus memutuskan hubungan mereka saat itu. Sekarang ia terlihat sangat bahagia dengan kehidupannya yang sekarang. Apa hanya Amora yang tampak tak bahagia?

'Apa hanya aku yang tidak baik-baik saja saat ini? Kau tampak sangat bahagia dengan Kehidupanmu saat ini. Ah, takdir memang pahit kadang untuk di terima,' perih Amora membayangkannya.

Amora berusaha menutupi perasaannya itu. Ia menatap laki-laki tegap itu, ia masih saja tampan seperti dulu, kharisma nya masih kuat di hadapan Amora. Jantung Amora masih saja berdegub kencang saat bersamanya. Sosok kebapakan Horner yang selalu membuat Amora tenang saat bersamanya membuat sangat menyukai lelaki ini.

"Amora?!" panggil Horner saat melihat Amora diam tak bergeming.

"Ah, i-iya," gumam Amora tersadar dan tersenyum kagok seraya menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinga dan menyibakkanya kebelakang.

"Kamu Kenapa?" tanya Horner.

"Nggak. Oya, sampe-in salam aku buat Raya, ya. Dan semoga dia cepat sembuh," ujar Amora berbasa-basi. Horner tersenyum seraya mengangguk.

"Eh iya, kamu kenapa kesini? Ada yang sakit?" tanya Horner khawatir. Ah, dia masih saja perhatian seperti dulu. Masih saja mengkhawatirkannya. Amora tersenyum senang merasa masih ada rasa peduli Horner padanya.

"Ng-nggak,aku mau nemuin Juno. Dia tugas disini," terang Amora.

"Oh, suami kamu tugas di sini? Di bagian apa?" tanya Horner lagi.

"Dia dokter umum. Mungkin di UGD atau di poli umum, aku juga kurang tau," tutur Amora merasa sedikit tolol karena sudah hampir 2 bulan ia menikah dan masih tidak paham dengan tugas penempatan tugas suaminya.

"Oh, siapa namanya?"

"Herjunot Wiryawan," terang Amora.

"Hmmm... Aku senang kayaknya kalian bahagia sekarang," tutur Horner yang seakan menyadarkan Amora. 'Tidak, aku tidak menginginkan dia, Horner' batin Amora membantahnya dalam diam. Dia seakan-akan merasa sesak di dadanya menahan ada rasa sesak yang tiba-tiba ia rasakan.

"Baik lah kalo gitu. Oh, ya, aku harus buru-buru nih, Raya pasti udah nunggu. Dia tadi pengen di beliin cendol pink katanya," ujar Horner seraya menunjukkan sebuah cendol di kantong kresek. "Ada-ada saja, ya. Pagi-pagi dia mintak ginian, untung udah ada yang jual. Tadi aku habis ubek-ubek pasar tradisional buat dapat ginian," ujar Horner seraya terkekeh. Dari sorot matanya Amora dapat rasakan betapa Horner sangat mencintai keluarganya saat ini.

'dia sudah melupakan aku, hanya aku yang tidak bisa melupakannya. Oh, tuhan, kenapa aku tidak bisa melupakan laki-laki ini,' batin Amora teriris.

"Eh, udah ya. Aku masuk dulu, nggak enak udah di tungguin," tuturnya lalu melangkah pergi. Amora hanya menjawabnya dengan anggukan lemah dan senyuman tipis. Matanya terus menatap laki-laki itu hingga ia hilang di balik kerumunan para pengunjung lainnya. Seketika itu juga air mata Amora menetes tak tertahankan. 'Kenapa aku ini' batin Amora tersiksa.

Dia segera berlari ketempat parkiran yang sepi. Di sana ia berjongkok dengan memegang kedua lututnya. Tangisnya pecah dengan Isak tangis yang tak bisa ia tahan lagi. Betapa sakit rasanya dulu saat dia di paksa melepaskan lelaki itu. Cinta pertamanya yang bahkan tak bisa ia lupakan hingga saat ini.

1
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭 kasian Juno yg ditinggal neneknya
Nur Syamsi
Saudah cocokmitu, klaw amorah tinggal dirumah nenek Juno, spya Junonya Tdk Tdk kepikiran kalaw Amorah tinggal dirumah mamamnya
Nur Syamsi
klaw bisa Amora ma Juno tinggal dirumah nenek dulu, untuk ketenangan Juno dan Amora yg hamil mudah
Nur Syamsi
akhirnya ketahuan tu simertua arogan
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
nenangin diri dulu dirumah nenek Juno, ntar Amoranya mrsa kehilangan pasti dia mencarimu dan klaw sudah baikan tinggal sja dulu dirumah nenekmu dmi menghindari mama mertuamu
Nur Syamsi
ya balik dulu ke rumah nenekmu Juno untuk nenangin diri.....biar Amorahnya sadar diri....
Nur Syamsi
bagaimna Amira maw bersikap layaknya seorang istri klaw mamanya yg mendukungnya, kecuali Ros dan pelayan lainnya
Nur Syamsi
makanya jgn permainkan pernikahan, pa lgi yg kau harap ada istri dan anaknya yg menanti,
Nur Syamsi
jaga sikap Sinta, walaupun pernikahan dr Juno didasari dg perjodohan berarti itu sdah jodonya dr Juna, makanya nenek Widya selalu menekankan cari laki, Krn mgkin nenek Widya tau bahwa Sinta ada hati ma Juno
Nur Syamsi
mama mertua matre papa .....
ReeNo AdiIrwansyaah
semua mental orang itu emang berbeda beda tapi juno memiliki mental yg tipis yg sabar junn jangan ikutan tren budir
Dandelion Kecil: itu yg saya maksud karakternya masih lemah, karna penjabaran konflik masih sangat minim. itu di sebabkan dulu saya di kejar target up. jika harus revisi banyak sekali yg harus saya rombak. ini bukan karya terbaik saya tapi malah terlanjur rame yg baca 🙏
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
Mng Icut
istri tak tau sopan santun,harusnya di buang aja,masik banyak cewe yng bisa menghargai suami
Hadimulya Mulya
menyerah katanya,tapi msh di pertahan kan rumah ttg nya,berarti kan munafik
Suhar Suharsoyo
kurang greget,seharusnya kasih Amora pelajaran sampai semenyesal mgkn,biar betul2 kapok dia,kasihan kunonya SPT lelaki pecundang aja
Dandelion Kecil: banyak yg bilang gitu. kayaknya iya. Karakter Juno terlalu lemah.
total 1 replies
Lisa Icha
kayaknya ceritamu ini seru Thor n aku mampir ya
Dandelion Kecil: 👍😘😘😘😘
total 1 replies
tististis
asyek kayak nya bang Juno.
Lea Octa
Lanjut baca ...bikin penasaran alur ceritanya
Dandelion Kecil: 🤗🤗🤗😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!