NovelToon NovelToon
QUEEN, The Single Parent?

QUEEN, The Single Parent?

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Anak Yatim Piatu / Angst / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Agustine

Hidup sebagai single parent tidaklah mudah, banyak tantangan dan ujian di dalamnya. Namun, semua itu harus dilalui Riana Aisyah Humairah, yang membesarkan anak seorang anak diri, Kaila Humairah, sepenih jiwa raga untuk kebahagiaannya.

Riana adalah korban kekerasan rumah tangga dan keegoisan sang suami, Arsyid. Hingga ia tidak peduli lagi akan cinta seolah kata itu hilang dalam kamus hidupnya.

Riana pun memutuskan membawa sang buah hati ke Negara Ginseng, Korea Selatan. Di sana ia berhasil menjadi seorang arsitek dan bertemu CEO muda sekaligus pelukis ternama, Kim YeonJin.

Kim YeonJin hadir di antara banyak perbedaan, salah satunya kepercayaan. Ia yang juga menjadi korban broken home memahami kepelikkan dan kesusahan Riana, sampai rasa kagum itu hadir.

Mampukah kisah mereka berkembang ke hal lebih baik di balik perbedaan melingkupi keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 16

...Menyepi bukan berarti kesepian, tetapi menjadikan semuanya menjadi lebih baik....

.......

Sejak adanya berita mengenai Kim YeonJin, Riana selalu mencegah pertemuan Kaila dengannya. Ia tidak ingin terus membebani pria itu.

Bagaimanapun juga YeonJin bukanlah ayah kandung Kaila. Riana juga merasa tidak enak dengan Hyerin, takut wanita itu berpikir yang tidak-tidak padanya.

Di hari itu juga YeonJin sudah mengkonfirmasi artikel tersebut. Banyak wartawan berdatangan berebut informasi darinya. Alhasil berita itu berangsur-angsur menghilang dalam pandangan.

Riana maupun YeonJin bisa bernapas lega. Namun semua itu belum reda sepenuhnya, sang anak masih terus saja merengek memintanya untuk bertemu dengan pria yang dianggapnya sebagai ayah.

Seperti hari ini.

Ahad sudah menjadi rutinitasnya untuk pergi jalan-jalan bersama YeonJin. Seorang pria yang bisa ia percayai sebagai ayah entah kenapa tidak kunjung datang.

Sedari selesai sarapan, Kaila terus meminta pada ibunya untuk pergi ke tempat YeonJin. Sebagai seorang ibu dan karyawan, Riana tidak bisa mengabulkan keinginan sang putri.

“Mamah, Kaila mohon... Kaila ingin bertemu Appa.” Ia berjongkok seraya menarik bajunya hingga melar. Riana tidak bisa bergerak bebas, ke manapun pergi Kaila selalu bergantung di bawahnya.

“Sayang, Mamah bukannya tidak mau mengantarmu bertemu Appa, tetapi sekarang kalian tidak bisa bertemu lagi.”

Riana menyerah dan bersimpuh di depannya seraya meletakan tangan di kedua bahu sang buah hati.

“Kenapa? Kenapa Kaila dan Appa tidak bisa bertemu lagi?” tanya Kaila berkaca-kaca.

Riana terdiam sesaat memandangi lantai memikirkan jawaban yang tepat.

“Sayang dengarkan Mamah... Kaila kan tahu sendiri kalau YeonJin Appa... bukan appa kandung Kaila, dan... YeonJin Appa juga punya kehidupannya sendiri. Akhir-akhir ini beliau sibuk dan Kaila tidak bisa bertemu dengannya," kata Riana lagi mencoba memberi pengertian.

Gadis kecil itu mengangguk-anggukan kepala. “Oh begitu yah Mah. Em, Kaila mengerti. Kalau pekerjaan YeonJin Appa sudah selesai, kita bisa bertemu lagi kan Mah?”

Senyum lebar diperlihatkan. Hal itu membuat Riana diam tidak tahu harus menjawab apa.

“Ah, iya mungkin,” gumamnya tidak jelas.

“Yyee! Baiklah Kaila akan menunggu saja.” Ia pun melengos dari hadapannya.

Tidak lama berselang bel pintu apartemen ditekan seseorang. Dengan langkah gontai Riana pun membukanya.

Sedetik kemudian irisnya melebar sempurna tidak percaya melihat sosok yang tadi dibicarakan datang.

Senyum yang bertengger manis dengan lesung pipi itu membuat Riana terpaku. Seharusnya mereka tidak boleh bertemu. Ia tidak ingin ada berita lain lagi tentangnya.

“Annyeong, aku datang ke sini ingin bertemu Kaila,” jelasnya menyadarkan.

Belum sempat Riana membalas ucapannya, dari arah belakang sang anak berlari dan berteriak kencang.

“APPA!” Secepat kilat Kaila menerjang tubuh tegapnya yang sudah berjongkok menyambut kedatangannya.

Gadis kecil itu bahkan sampai melewati sang ibu begitu saja. Riana terkejut melihat momen ayah dan anak tidak sedarah ini.

"Ya Allah bagaimana ini?" benaknya, gamang.

...***...

Kecanggungan menjadi teman setia kali ini. Diam-diam dari arah dapur, Riana terus memperhatikan keakraban anak dan atasannya. Seraya mengelap piring-piring yang masih basah, netranya terfokuskan pada mereka.

Ia melihat senyum merekah menghiasi wajah mereka. Layaknya ayah dan anak kandung Kaila serta YeonJin dekat satu sama lain.

Suara televisi menjadi peredam kekakuan situasi yang terjadi. Seharusnya ia tidak boleh membawa pria masuk ke dalam apartemen. Keberadaan Kaila setidaknya membuat mereka tidak bersama.

“Kata Mamah, Appa sibuk jadi kita tidak bisa bertemu. Padahal Kaila ingin terus bersama Appa,” jujur sang anak membuat Riana menatapnya lekat yang berada dalam pangkuan YeonJin.

“Jeongmal? Appa tidak sesibuk itu, ey~ mungkin Eomma cemburu dengan kedekatan kita," balas YeonJin seraya mendelik Riana singkat. Sontak wanita itu pun melebarkan pandangan tidak percaya.

“Cemburu?” timpal Kaila. YeonJin menganggukkan kepala begitu saja.

“Cemburu itu apa?” tanyanya polos menatap lekat mata pria itu.

“Cemburu itu, orang yang tidak suka melihat Kaila bersama orang lain," jelas YeonJin.

“Eh? Kenapa Mamah cemburu pada Kaila? Bukankah Mamah dan YeonJin Appa itu pasangan? Kata Umi Sarah kalau Mamah dan appa menikah Kaila resmi menjadi anak YeonJin Appa. Kaila kan sudah resmi menjadi anaknya Appa, yah?” Perkataan polos Kaila membuat kedua orang itu terdiam.

Riana menundukkan kepala dalam, malu semalu-malu nya, sedangkan YeonJin melebarkan mata sipitnya sempurna. Ia kikuk mendapati perkataan Kaila tadi. Bola matanya bergulir menghindari tatapan. Kaila masih setia melihat ke arahnya penasaran dengan jawaban diberikan pria dewasa ini.

“A-eum, Kaila memang sudah resmi menjadi anak Appa, tetapi... Appa dan Mamah kamu tidak menikah Sayang. Jadi, kami masih orang asing," timpalnya.

“Kalau begitu kenapa tidak menikah saja?” Untuk kesekian kali pertanyaan polos keluar dari bibir kemerahan Kaila mengejutkan.

Kedua pipi mereka memerah bak kepiting rebus yang berkali-kali dipanaskan. YeonJin dan Riana tidak percaya mendengar perkataan barusan. Kaila melihat kedua orang dewasa itu bergantian. Ia heran dengan kelakuan mereka. Apa ucapannya ada yang salah? Pikirnya.

...***...

Beberapa jam kemudian, setelah puas bermain di kediamannya Kaila jatuh tertidur pulas di pangkuan YeonJin. Ia pun membaringkan tubuh mungilnya di sofa lalu menyelimutinya. Riana yang masih betah di dapur merasa tersanjung dengan kebaikan yang dilakukan pria itu.

Atasannya memperlakukan Kaila seperti anaknya sendiri. Tiba-tiba saja ia merasa hangat dalam hati. Namun, buru-buru ia tepis begitu saja. Karena bagaimanapun juga kata cinta seolah hilang kamus hidupnya.

“Lumayan menguras tenaga. Apa kamu tidak kesusahan membesarkannya sendirian?” tanya YeonJin berjalan mendekat.

“Lihat saja bagaimana kurusnya aku. Alhamdulillah, aku bersyukur memiliki Kaila,” jelas Riana seraya menyodorkan segelas kopi hangat untuk YeonJin. Ia pun menyesapnya singkat dan kembali menatapnya.

Pria itu tertawa singkat. “Aku mengerti. Iya, aku juga merasakannya. Bagi seorang ibu keberadaan anak merupakan anugrah tidak ternilai.” Riana menganggukkan singkat menimpalinya.

Hening mendominasi, mereka pun fokus pada Kaila yang tengah terlelap. Bocah yang selalu ceria itu tersenyum dalam tidur menghangatkan perasaan keduanya.

“Sepertinya Kaila senang sekali hari ini. Terima kasih banyak YeonJin-ssi. Karena sudah bersedia menjadi sosok ayah untuknya,” kata Riana lagi tanpa merubah posisi.

Tanpa disadari YeonJin menatapnya lekat. Ia tahu dari sorot matanya, Riana menyimpan ribuan penyesalan. Ada kesakitan yang begitu besar di balik senyumnya.

“Apa kamu tidak berniat untuk menikah lagi? Apa ayah kandung Kaila tahu tentang anaknya?” tanya YeonJin menyinggung masa lalunya, lagi.

Riana menunduk menyembunyikan kepedihan. “Bagiku pernikahan sudah bukan menjadi tujuan utama lagi. Ayah Kaila tidak pernah menginginkannya hadir di dunia.”

Ia pun mendongak memberikan senyum kepalsuan. YeonJin tercengang, tidak percaya. Tiba-tiba saja rasa ingin melindungi menyelimuti hati terdalam.

“Ah begitu yah aku mengerti, maaf sudah bertanya seperti itu," sesalnya, Riana hanya menggeleng dan meneguk minumannya singkat.

"Bagaimana kalau ada seorang pria yang ingin menikahi mu dan dia tidak mempermasalahkan statusmu, apa kamu bisa menerimanya?”

Pertanyaan dari YeonJin tadi terus terngiang dalam pendengaran. Selama lima tahun ia hidup seorang diri baru kali ini ada pria yang mempertanyakan hal itu. Bahkan kata pernikahan juga sudah menghilang dalam kamus hidupnya. Hanya angan yang tidak mungkin bisa ia gapai kembali.

Rasa penasaran YeonJin semakin tinggi tat kala tidak mendengar jawaban dari wanita itu.

1
Maryana Fiqa
aku sudah pernah baca tapi kembali rindu lg kembali ke sini 👍👍
Agustine: maa syaa Allah, Alhamdulillah makasih banyak yahhh 🙏🏻😁🩷🩷🩷
total 1 replies
Wini Hilal
jelasin aja knp gk BS ketemu lg
Wini Hilal
anak bayinya siapa yg jaga
Hardinik Akbari
ceritanya sangat bagus, cm percakapan antar pemeran sangat sedikit, lebih banyak prolog author.....☺️
Agustine: ehehehe makasih banyak kak, iyaaa kak suka keasikan nulis narasi 😅😅
total 1 replies
Tuty Tuty
Luar biasa,,, alur cerita nya sangat manis aku suka thor 👍👍👍👍👍
Agustine: Maa syaa Allah, Alhamdulillah, makasih banyak kak udah suka 🙏🏻😆🥰
total 1 replies
falea sezi
mending cari krja lain aja yeonjin g bakal bs lepas dr tunangan toxic nya karena uang perusahaan uang ortu wanita alias. laki. g tegas kayak gini malah bkin sakit hati aja
MakBarudakh
Novel yang narasinya selalu luar biasa
Keren kamu Thor...
Karyamu sungguh luar biasa...
Semoga sukses selalu untuk author...
Agustine: aamiin aamiin makasih banyak kak buat doanya, doa terbaik juga buat kkanya 🤲🏻😊🤗🤗
total 2 replies
MakBarudakh
Hheeehhh gak Ayah.. gak Paman..
Sama2 bandot tua bau tanah nan serakah menyebalkan..
MakBarudakh
Dari Bab awal sudah baper thooorr...
narasi2nya bener2 nyesek...
Agustine: ehehehehe makasih makasih banyak kak 🙏🏻😆
total 1 replies
MakBarudakh
Ooohh memang laknat kakek bau tanah satu ini
Rasa mau ngulek jntungnya
Bener2 ngehempas mental anak kecil, ga ad hati😡😡😡
Agustine: iyaaa tau tuh kak 🤭🤭😅
total 1 replies
MakBarudakh
Bapak Laknat😡
Agustine: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
Aamiin..
Walau fiksi...Mak merinding bacanya ..
Terharu..
Agustine: Maa syaa Allah, Alhamdulillah makasih makasih banyak 🙏🏻😍🥰
total 1 replies
MakBarudakh
Kalimat demi kalimat mu selalu dalam dan keren Thor...
Agustine: maa syaa Allah, jazakallah khairan kak terharu sangat 🙏🏻😍😆
total 1 replies
MakBarudakh
Aq sampai bs merasakan sakit yg dirasakan YeonJun
Walau sekedar membaca narasi..

Luar biasa authornya
Pandai ngacak2 perasaan reader
Agustine: Alhamdulillah, maa syaa Allah, jazakallah khairan kak 🙏🏻😍🥰
total 1 replies
MakBarudakh
Jujur sj SM YeonJin atuh Jimiiiiin
Ga usah ditutupi
Agar BS sama2 menghadapi si tua bangka itu
Agustine: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
MakBarudakh
Arsyad memang psicho kutukupret
Agustine: emang kak 🤧🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
Ooaallaaah Syiiid... Syiiid..
Mbo ya eliiiing kamu tuuuh...

Hhhh tak sentil jantungmu Syiiiid
Agustine: sentill aja kak 😅😅🤭
total 1 replies
MakBarudakh
Arsyid psikopat kau..
Geram rasanya..
Agustine: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
Serius Thor
Dr bab awal sj, ni air mata rasanya ngalir tanpa diminta
Rasanya sakit banget Thor..
Agustine: Ehehehe sabar yah kak semoga gak keterusan nangis nya 🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
muncullah orang jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!