NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menyebalkan

Teman Tapi Menyebalkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:108.6k
Nilai: 5
Nama Author: BILANOUR

Ini adalah kisah tentang Zahira dan Arsha. Mereka adalah teman sejak SD hingga mereka SMA. Anehnya, mereka selalu saja satu kelas.

Arsha, idola sekolah yang selalu bersikap seenaknya sendiri pada Zahira. Namun, dia juga begitu perhatian. Apakah Arsha jatuh cinta secara diam-diam pada Zahira? lalu, apakah perhatian Arsha membuat Zahira pun memiliki perasaan yang sama?

Bagaimana sikap Zahira saat mengetahui masa lalu keluarganya dengan keluarga Arsha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BILANOUR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TTM 15

Liburan? bukan tidak pernah aku jalani. Setiap libur panjang, aku selalu pergi meski tidak setiap hari. Sekitar kota saja. Namun, kali ini aku benar-benar tidak kemana-mana. Aku membantu Ibu di rumah.

Sesekali aku berlatih agar otakku tidak tumpul. Karena beasiswa lah aku bisa masuk sekolah, jangan sampai aku kehilangan beasiswa itu.

Tidak banyak yang bisa aku lakukan. Setelah membantu Ibu, aku menghabiskan waktu benar-benar di dalam rumah saja. Novi dan Cindy sahabatku, rumahnya jauh. Lagi pula, mereka pasti berlibur bersama pacarnya. Aku bisa apa? meski punya pacar, nyatanya hanya sebuah status belaka.

Jenuh. Sudah pasti. Makanya, saat liburan selesai, aku sangat bahagia. Pokoknya, aku akan bertemu dengan Arsha dan menanyakan maksudnya waktu itu.

"Terus, setelah dia bilang sayang dan itu ... ya itulah pokoknya, kenapa dia malah menghilang gak ada kabar? Biasanya dia yang selalu ngajak aku jalan-jalan kalau libur."

Itulah niatan dalam hati saat malam sebelum paginya aku berangkat ke sekolah.

Hingga pagi tiba. Rasa kesal dan setumpuk pertanyaan dalam benak, hilang sudah. Berganti dengan ragu dan juga malu.

"Bagaimana kalau aku bertemu dengan dia, apa yang akan aku lakukan? apa dia akan membahas masalah kissing waktu itu? ya ampuuun, wajahku panas." Aku berbisik pada hatiku.

Sepanjang jalan, aku memikirkan apa yang akan aku lakukan jika bertemu dengannya nanti. Rasanya tidak karuan.

"First Kiss bersama dengan sahabat? masa iya gitu? ihhh, gak banget! tapi itu udah terjadi. Ya ampun!"

Pikiran kembali berkeliling entah kemana. Hingga aku tidak menyadari satu hal.

Arsha tidak ada di sekolah. Eh, iya. Kami beda kelas sekarang. Aku masuk jurusan IPA. Sementara dia IPS.

Perasaanku sedikit lega. Hanya Cindy yang satu kelas denganku.

"Ra, ke kantin yuk. Abqa nunggu di sana."

"Oh, iya. Emm, Cindy. Apa ...."

Aku terdiam. Haruskan aku menanyakan keberadaan Arsha? Sebaiknya jangan.

"Ada apa?"

"Gak ada. Lewat. Ayo, kita ke sana. Kalau ada Abqa, aku bebas mau jajan apa saja."

"Dasar matre!"

"Biarin, sama kakak sendiri pan."

"Kakak apaan. Masa gedenya sama. Kembaran juga kagak! ngadi-ngadi."

Dari kelas menuju kantin, kami harus melewati lapangan basket. Ada teman-teman Arsha di sana, tapi Arsha tidak ada.

"Nyari siapa?" tanya Cindy. Mungkin dia melihatku yang sibuk mencari seseorang. Aku menggelengkan kepala dengan senyuman sok imut yang pernah aku miliki.

Dari luar bisa terlihat jelas, ada Rey, Syam dan Abqa. Mana Arsha? Harusnya aku lega apa malah sebaliknya, ya? tapi kok, aku malah ngerasa gak enak.

"Hai, hai." Aku menyapa mereka dengan ceria, seraya melambaikan tangan.

"Wuidihh, gak ketemu dua Minggu, tinggi kamu kayanya nambah setengah senti, Ra." Rey yang bawel menyambutku dengan ejekannya. Sungguh, aku rindu itu.

"Bodo! yang penting nambah ye kaaan."

Aku berlari kecil dan segera duduk di samping Abqa. Tanpa permisi dan rasa malu, aku menyedot minuman yang sedang dia pegang.

"Liburan ke mana aja kalian?" tanyaku. Tidak ada yang menjawab. Mungkin mereka merasa tidak enak karena tidak mengajakku kali ini.

"Aku di rumah." Rey menjawab dengan sendu. Pun dengan Cindy. Aku menatap mereka bergantian dengan penuh rasa tidak percaya.

"Seriusan!" Rey meyakinkan. "Aku dilarang kemana-mana karena ngilangin motor emak."

"Lagi?" aku kaget. Rey mengangguk lemas.

Dia itu memang ceroboh. Dulu waktu kelas satu, dia menghilangkan motor ibunya yang baru dibeli dua Minggu.

"Gara-gara kamu ceroboh, kita jadi gak ke mana-mana. Kesel bener ih!" Cindy melotot ke arah Rey. "Mau nyamper Zahira tapi aku sendiri gak bisa naik motor, naik angkot gak tau jalannya. Bete abisss!"

"Makanya kamu harus punya ini." Abqa memberitahu ponsel. "Komunikasi itu penting." imbuhnya lagi.

"Ponsel? tapi kok ...."

"Itu ponsel Arsha. Dia kasih buat kamu. Nomornya juga masih nomor dia."

"Oh." Jujur, aku tidak bahagia menerima ini. Meski katanya ponsel Arsha itu sangat mahal.

"Ra, kamu gak nanya Arsha ada di mana?" Syamsul bertanya padaku. Aku menatapnya dengan perasaan ... takut.

"Arsha pindah sekolah ke Jakarta."

Kaget? sudah pasti. Namun apa yang bisa aku lakukan. Dia pergi adalah keinginannya. Aku sendiri tidak punya hak untuk melarang atau apapaun itu.

Aku mengambil ponsel Arsha. Membolak-baliknya entah apa yang ingin aku lihat sebenarnya. Ada sesuatu yang sedang mengiris hati. Rasanya perih tapi aku sendiri bingung mengobatinya dengan apa dan bagaimana.

"Masih ada kami, Ra." Abqa mengacak-acak rambutku. Novi dan Cindy mendekat dan memeluk tubuhku. Mereka khawatir padaku, itu sangat jelas terlihat. Bahkan Novi menitikan air mata. Sementara aku? aku tidak.

"Aku baik-baik saja kok. Kalian tenang saja."

Meski begitu, mungkin mereka bisa melihat tanganku yang bergetar.

"Pake ponsel itu buat berkomunikasi. Berangkat dan pulang sekolah, aku yang antar."

"Gak perlu, Qa. Aku harus belajar untuk tidak tergantung sama siapapun termasuk sama kalian. Jadi, saat kita berpisah, aku masih bisa bertahan."

Cindy dan Novi menangis dan kembali memelukku. Kini, semakin erat dari sebelumnya.

Arsha. Andai saja kamu tahu, kalau saat ini ... aku hancur.

1
Dinda
Luar biasa
Ida Ulfiana
ni critanya telat bawa ke rumah sakitnya jd nyawa zahira melayang
Ida Ulfiana
kayaknya zahira punya penyakit ini
Ida Ulfiana
nyesek bngt jd zahira
Ida Ulfiana
aku bingung mereka ni 1 sekolah tp knp rumah abqa d semarang yg. lain juga berasa rumahnya jauuuh bngt sm zahira
Ida Ulfiana
bagus bnget sih ni crita bikin baper aja
Ida Ulfiana
nyesek bngt d part ni
Ida Ulfiana
ye tak kira rafa suka sm zahira ternyta cm anggap adek to,pasti jodoh zahira adalah abqa
Ida Ulfiana
abqa sesuatu bangt memang gak kayak arsya
Ida Ulfiana
ada sesuatu di kluarga bu rani mencurigakan
Ida Ulfiana
gemes bngt sm arsha brasa gak jentel bngt jd cowok
Ida Ulfiana
arsha gak jentel jd cowok masak mau aja d jodohin dan ninggalin zahira
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Muanisah Jariyah
menarik
Ummi Lestari
di tunggu novel barunya thor
Ayu Wulan Dari Aseng
pada hal crt ny baguuuuus banget tp Napa like ny cm dikit ya Thor.
kok Dy buat nyesek sih Thor ending ny😭😭😭 pd hal pengen lht keunyuk an Zahira n abqa setelah punya baby.
tp yada lah Thor semangat ya Thor dengan karya2 baru ny. 👍👍👍
EmakOnces 🍒🍒
sesak aq thor..... 😭😭😭
kok g Happy ending...
EmakOnces 🍒🍒
udh pasrah ya Zahira.... udh banyak y nolak.... akhirnya nemu keluarga y hangat dan mau Nerim
Dahlia Lia
Keysa imut beeudd thor
Dahlia Lia
❤️❤️ SM kata ** nya ringan .. kekinian dah mudah di mengerti 👍👍 buat othor nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!