NovelToon NovelToon
Suamiku, Sumpah Aku Cinta Kamu

Suamiku, Sumpah Aku Cinta Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:337.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: ELRAHA

NEW!!

Selain karena sudah punya kekasih, Devalia Caroline tidak mencintai suaminya juga karena dia mengetahui rahasia besar keluarga lelaki itu.

**

Setelah bangkrut, Pak Hans terus menjadi masalah bagi Devalia dan Agnes--kedua putri tanpa ibu--yang ia besarkan. Karena sebuah kecerobohan, Pak Hans yang terlibat dalam kasus pembunuhan seorang bandar judi akhirnya menjadi buronan polisi akibat banyaknya tindakan kejahatan yang telah ia lakukan.

Ia menikahkan putri sulungnya--Agnes--dengan pengusaha hidung belang bernama Bram, untuk menyelamatkan hidupnya. Sayangnya, perusahaan Bram ditimpa masalah.

Hingga suatu hari, pemilik dunia hitam yang sesungguhnya menarik tangan Pak Hans dari ancaman hukuman, membebaskan, dan bahkan menampung hidupnya. Dengan syarat; bahwa Pak Hans harus bersedia menjadi kaki tangan bisnis gelapnya, dan! Menikahkan Devalia dengan putranya yang "katanya" sangat mengerikan.

Devalia sangat benci suaminya! Lelaki itu sangat posesif dan menakutkan!
"Aku! Hanya aku yang kau butuhkan!" teriak lelaki itu kepadanya.

Suatu hari takdir berubah!

Foto syur Valia bersama mantan kekasihnya tersebar luas di media sosial! Valia merasa difitnah, padahal dia sangat yakin dia tidak mungkin melakukan hal kotor seperti itu, apa lagi dia sudah menikah.

Hal itu membuat suaminya--Damarion--menandatangani surat perceraian yang dulu Valia lemparkan.

SIALNYA, Valia sadar bahwa ia tidak bisa berpisah dengan suami posesif itu, dia jatuh cinta padanya!

Sayang sekali, lelaki dingin itu semakin beku dan mengerikan.

Apa yang akan Valia lakukan? Akankah dia terus berjuang merebut kembali hati suaminya, atau merelakan pernikahan menyedihkan itu?

Yuk disimak. Terima kasih pembaca❣
Tinggalkan like, komen, dan vote supaya author semangat menulis.
Jangan lupa pencet love ya ❣

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ELRAHA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback : Cemburu

Finn berdiri di depan pintu café, meminta orang-orang untuk mematikan kamera dan keluar secepatnya dari sana. Perintah itu segera mereka ikuti sesaat setelah Damar berhasil mengencangkan capitannya di leher Rafa, hingga Rafa hampir saja kehabisan napas.

Pemandangan itu membuat Valia menangis sejadi-jadinya selama di perjalanan. Finn yang ikut mengantarnya pulang, mengerucutkan bibir.

“Nona, tidak seharusnya Anda bertemu lagi dengan pemuda itu.” Finn mengulurkan sebuah sapu tangan, tetapi Valia cekatan menepis.

“Aku tidak butuh bantuan kalian! Harusnya dia bertanya dulu padaku, bukan langsung memukul orang lain sembarangan seperti itu!” Valia memberontak di antara tangisnya yang melunjak.

Finn menatap sapu tangan yang terjatuh, kembali menyelipkan sebuah tatapan pada Valia.

“Nona, Anda harus minta maaf pada Tuan Muda. Nanti, jika beliau sampai ke rumah, minta maaflah kepadanya.” Perkataan Finn sama sekali tak berarti bagi Valia. Dia bersikeras untuk tidak peduli sama sekali Damar marah atau tidak padanya.

**

Mobil itu berhenti tepat di halaman besar kediaman Damar. Tanpa menunggu pintu mobil itu dibuka oleh para pelayan, Valia turun lebih cepat dari tangan mereka. Dia menghentakkan langkah kesalnya hingga air matanya yang terjatuh deras berhasil menimbulkan tanda tanya bagi Nyonya Laras.

“Kenapa gadis itu?” tanya Nyonya Laras.

Finn hanya bisa menghela napas panjang, memutar matanya ke segala sisi. Tampak tidak ingin menjawab sama sekali, dia bahkan langsung pamit undur diri setelah membungkukkan tubuhnya.

Suara pintu dibanting tambah menegaskan betapa anehnya keadaan ini. Nyonya Laras sampai terkejut mendengar suara pintu yang menggema ke seluruh sisi rumah. Valia benar-benar dalam masalah.

Tak lama setelah sibuk memikirkan keadaan, Nyonya Laras terkesiap melihat Damar yang pulang dalam keadaan yang acak-acakan. Dia menenteng setelan jas di tangan kiri. Dasinya bergelantung miring di bawah kerahnya yang terbuka hingga ke dada. Sudut bawah kemeja putih itu bahkan keluar dari tempatnya.

Rambut Damar sangat berantakan. Keringat basah yang mengalir di seluruh tubuhnya bahkan memperjelas lekuk otot yang mempertegas kejantanannya. Ada darah yang tidak sedikit di bibirnya yang kelihatan pecah. Bahkan sudut bibir kirinya mengeluarkan darah. Namun, dia sama sekali tak terlihat kesakitan.

“Damar, apa yang terjadi?” tanya Nyonya Laras khawatir. Damar berjalan cepat melewati sang ibu tanpa mengatakan apapun dengan wajah penuh emosi. Dia berlari cepat ke lantai atas untuk menyusul Valia. Sekali lagi suara pintu

yang dibanting mengejutkan Nyonya Laras.

***

Damar mengunci pintu kamarnya, melempar jas itu ke sudut ruangan. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Valia yang sedang duduk di sudut ranjang tengah terisak.

“Valia, kau … .”

Devalia berdiri dari duduknya, melempar Damar dengan sebuah bantal. “Siapa Anda yang berani mengatur hidupku?! Apa yang Anda lakukan padanya?! Jika sesuatu yang buruk terjadi padanya, sampai mati aku tidak akan pernah memaafkan Anda!” teriaknya tanpa bertanya keadaan sang suami terlebih dahulu.

“Apa katamu? Ha?!” Damar mendorong tubuh Valia hingga gadis itu terperangkap di bawah tubuhnya. “Aku tidak butuh maaf darimu.” Damar menyeringai menatap tubuh Valia, setelah dia berhasil merobek atasan Valia hingga setengah dada gadis itu terbuka.

Melihat Valia yang menangis, Damar mendaratkan kecupan hangat di leher sang istri yang sedang merintih dalam sedih. Namun, sebelum bibir penuh darah itu menjejak semakin liar di sana, Valia mendorong Damar sekuat tenaga. Damar tidak terima, dia menahan tangan Valia hingga gadis itu tak bisa bergerak.

“Berani-beraninya kau mengkhawatirkan pria lain!!! Aku! Aku yang harus kau khawatirkan! Bukan hanya mematahkan lengannya, aku juga akan mematahkan tulang-tulangnya jika kau terus memikirkannya!” Damar menumpahi Valia dengan seluruh amarah yang daritadi berada di ujung lidahnya.

“Kenapa Anda menikahi aku?! Anda tidak bisa menggunakan aku untuk menutupi kebusukan Anda! Aku ingin kita bercerai secepatnya!” Valia kembali memberontak.

“Aku bilang cinta! Cinta! Cinta!” Berkali-kali Damar mendaratkan pukulan ke atas ranjang, tepat di sebelah kiri kepala Valia. “Aku mencintaimu. Aku mencintaimu lebih dari nyawaku sendiri. Apa kau mengerti?” Suara Damar memelan lagi lirih.  

Tubuh itu tetap terus menindih Valia, hingga Valia terpojok dan tak bisa bergerak. Dia mulai menatap mata Damar setelah merasakan sebuah cairan bening menetes di wajahnya.

Dia menangis?

Wajah Damar yang tampan tak pudar sama sekali, meski seluruh aura baik itu telah tertutup oleh kemarahan.

“Jangan harap kau bisa keluar dari rumah ini.” Sekali lagi air mata Damar jatuh menyentuh pipi Valia yang berisi. “Tidak, tidak akan kubiarkan kau menjadi milik orang lain.” Damar menyeka darah di sudut bibirnya dan beranjak dari ranjang. Valia melemah seketika saat mata mereka bertemu tadi. Dia memperhatikan Damar yang keluar dari kamar membawa seluruh emosi.

Jantungnya berdebar entah mengapa. Dia menatap kedua tangannya yang memerah karena genggaman Damar yang terlalu kencang menahannya. Pelan-pelan dia melabuhkan tangan itu ke dada. Ada cairan berwarna merah yang menempel di lehernya. Rasanya sangat aneh, karena tiba-tiba dia menjadi merasa bersalah.

***

“Tuan, Anda mau ke mana?” tanya Finn berburu cepat langkah sempoyongan Damar. “Tuan Muda, tampaknya Anda kurang sehat. Lebih baik Anda istirahat,” tambah Finn.

“Antar aku ke apartemen.” Damar melongos masuk begitu saja ke dalam mobil. Dia menatap lurus ke depan masih dengan kemarahan yang sama. Finn mengintip dari cermin sang tuan yang tampak sangat tertekan. Tangan Damar bergetar karena menahan emosi yang meluap-luap. “Tuan Muda, Anda belum minum obat?” tanya Finn.

“Aku tidak butuh obat itu. Buang dan singkirkan semuanya.” Damar mengalihkan pandangannya ke jendela mobil.

“Tuan Muda, bagaimana Anda bisa sembuh jika terus seperti ini?”

“Apa kau pikir aku sakit? Jangan berani-berani menceramahi aku.” Jawaban Damar membuat Finn bergidik takut. Dia sangat tahu, Damar sama sekali tidak bisa dibantah. Dia akan merasa sangat tertekan dan semakin ingin marah-marah karenanya.

Tak lama setelah itu, mereka akhirnya tiba di apartemen Damar. Damar yang sedang berjalan tiba-tiba saja hampir tumbang setelah menyentuh dadanya yang sesak. Ini pasti karena dia baru saja marah-marah.

“Tuan!” Finn memapah Damar masuk ke apartemen. Dia mengantar Damar sampai terbaring di atas ranjang. Finn mengulurkan obat rekomendasi dari dokter pribadi Damar, tetapi Damar malah menepis obat itu hingga terjatuh berserakan.

“Keluar.” Damar yang sedang merintih kesakitan, memaksa Finn untuk meninggalkannya sendirian. “Tapi, Tuan .. .”

“Aku bilang keluar!” Finn menatap lama sang tuan, sebelum akhirnya beranjak dari sana.

Pria itu dalam keadaan yang mengkhawatirkan, tetapi tetap keras kepala untuk tidak meminum obatnya. Tak habis akal, Finn meminta para pelayan untuk menambahkan obat di dalam sarapan pagi Damar esok, agar Damar dapat segera pulih dan kembali tenang.

1
Deye Dys
thorr tolong tamatin ceritanya dong🙏😭 jangan di ghoasting😭ceritamu bagus lohhh🫶✨️🙏😭
punya nama
nxt
M 🐼
Bagus bgt bgt bgt
M 🐼
Gk paham alurya
Reana
Oalah Thor
Aku Uda senang akhirnya ketemu novelmu ini karena aplikasi disebelah gantung
Eh ternyata sama aja 😭😭😭
Reana
suka
Anni 21
othor udh pensiun kayanya
Anni 21: pantesan banyak yg nyriin,bulak balik msih sama😊
total 2 replies
Anni 21
author apakah karyamu ini gak akan di lanjut udh mau setauan gantung aja thor😢😢
Nani Rahayu
iya ya
..setiap baca part nya JD deg2an..
ajiu jiu
author pembohong 🥴🥴🥴
Daiva Hermansyah
AUTHOR AKU BAKAL KASIH GIFT YANG BANYAK DEMI AUTHOR , LANJUT
Mia Mia
kenapa tidak ada lanjutannya ya padahal ini novel keren banget. thor kamu dimana. pakah kamu sehat sehat saja disana dan dimanapun kamu thor semoga sehat terus dan selalu dalam lindungan Allah
ajiu jiu
hadehhhh..... terbengkalai dahh novel in 🥺🥺
Daiva Hermansyah
author up yuk
Anni 21
othor ko gk up lg sih thor
Sutiah
yg sabar ya Bram
Sutiah
Mak mah mantap 👍👍👍
Sutiah
bener" buat aq terhura 😭😭😭
berlinang air mata 🥺🥺
Sutiah
nyesek 🥺
Sutiah
aq kok merasa Hani adalah kakak kandungnya valia,di lihat dr luka bakar wajah dan kakinya Hani, bukankah dia kecelakaan bersama sang ayah waktu itu dan mobilnya yg meledak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!