NovelToon NovelToon
BAD GIRL VS ICE MAN

BAD GIRL VS ICE MAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah larasati Tambunan

LAGI PROSES REVISIAN, JADI HARAP BACA PELAN-PELAN:)
(Seson2: LOVE IT'S TRUE)

Hidup itu singkat, tak ada yang tau kapan kita mati, jadi prinsip gue selama nyawa masih ada dibadan, maka hidup harus dinikmati.

#Stella Pradginita Anindya
.
.
Gue benci yang namanya ketidak disiplinan, karena gue sendiri orang yang disiplin dan punya aturan hidup, prinsip gue hidup itu harus disiplin dan punya aturan bukan hidup bebas tak beraturan.

#Aldo Ricardo Alexander
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Gimana yah kira-kira dua org yg berbeda kelamin tersebut dipertemukan dengan sifat yang berbeda?
Skuy baca ceritanya teman teman dan jgn lupa like, komen dan rating juga, oke?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah larasati Tambunan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Stella mengerjapkan matanya beberapa kali, suara kicauan burung mulai terdengar, Stella bangkit dari kasurnya dan menuju kekamar mandi.

Setelah semuanya selesai, Stella turun kevbawah sekedar untuk sarapan bersama kakaknya.

"Pagi kk Ren," sapa Stella

"Pagi, buruan duduk sarapan, ntar gue telat gue ada kuliah pagi. "

"Iyah–iyah, btw momy mana? " Iyah ... sebulan yang lalu Momynya Stella datang ke Jakarta.

"Lo gak tau, nyokap dah balik lagi ke Amrik? Makanya lo kalau tidur jangan ngebo."

"Apaan sih, gue gak ngebo yah, cuman yah semalam emang lagi kecapekan aja, momy jugaan balik ke Amrik gak bilang-bilang " Stella mengerucutkan bibirnya, kesal dengan situasi yang ada sekarang, bahkan roti yang tak bersalah pun dijadikan pelampiasan olehnya.

"Apaan sih lo ... bibir dimaju-majuin gitu, lagian lo lupa, semalam kan momy dah bilang dia mau balik lagi ke Amrik ketempat papi, dasar pikun, masih muda kok pikun, suka ngebo lagi, gak ada cewek-ceweknya, nyesel gue punya adik kek lo," Ujar Renata malas.

"Kalo lo nyesel bilang sama nyokap, kan nyokap yang lahirin gue, wlek .... " Stella menjulurkan lidahnya mengejek Renata dan Renata hanya bisa menatap jengah kelakuan adik perempuannya itu.

"Bay the way, gue udah nebak sih, papi gak bakalan bisa ke sini, secarakan dia gak punya waktu untuk kita, momy aja yang berharap berlebihan, momy pikir papi punya waktu apa untuk ikut momy ngelihatin kita," Ujar Stella dengan nada sinis.

"Apaan sih lo, bisa gak sih ... pikiran buruk lo itu tentang papi dibuang jauh-jauh aja? Lo pikir papi itu kayak gitu demi siapa? Demi kita *****," ujar Renata penuh dengan kekesalan.

"Satu lagi, gimanapun pikiran lo tentang papi, jangan lo lupain dia itu adalah bokap kandung kita." Stella terdiam mendengar perkataan kakaknya

"Udah buruan makan, atau gue tinggal lo sendiri." Renata bangkit mengambil tasnya yang berada di meja dekat pintu keluar.

"Cepat gue gak mau tau, gue gak mau terlambat lagi gara-gara lo," teriak Renata agar adiknya itu memdengarmya.

"Iyah–iyah bawel."

***

"Uwah ... akhirnya sampai tepat waktu, lumayan hari ini gak kenak hukuman lagi." Stella mengembangkan senyumannya kemudian melenggang masuk ke dalam sekolahnya tetapi tiba-tiba ....

*B*ukh

"Hati-hati dong kalau jalan, lo punya matakan." Stella merapikan pakaiannya yang kotor akibat terjatuh sambil memaki-maki orang yang menabraknya tanpa melihat siapa orang tersebut.

"Lo dengar gue gak?" Tiba-tiba ucapan Stella terhenti saat melihat siapa yang ada di depannya.

"Aldo ... lo ... ngapain lo nabrak gue? mau modus yah? " Stella memicingkan matanya menatap Aldo penuh selidik. Yang ditatap tetap memasang wajah dingin dan datar.

"Nggak usah ngimpi, gak sudi gue modusin cewe gak ada peraturan kayak lo." Dengan dinginnya ia menjawab pertanyaan Stella kemudian berlalu begitu saja.

"Woy kampret, lo kok ngeselin bangat sih ... dari awal ketemu, lo udah buat gue naik pitam mulu, lo punya masalah apa sama gue?" Stella berteriak, mengeluarkan emosinya kepada Aldo yang sudah berjalan sedikit menjauh.

"Sumpah yah ngeselin bangat tuh manusia, Nggik Isih Mimpi, gik sudi gui Modisin Ciwik Gik Idi peritirin Kiyik li " Ujar Stella sambil mengulangi ucapan Aldo namun mengubah huruf-huruf vokalnya menjadi huruf " i ".

****

"Wah Stel, tumben lo gak telat datang, kesambet setan apa nih." Hebo Bima saat melihat Stella datang lebih awal tidak seperti biasanya.

"Diam lo kutu kupret, gue lagi kesal jangan lo tambah kekesalan gue lagi. " Stella melemparkan tasnya ke atas meja, kemudian mendaratkan bokongnya ke atas kursi.

"Kenapa sih Stel?" Ucap Bianca yang sudah duduk di samping Stella.

"Yah lo kenapa dah, datang-datang udah ditekuk aja tuh mukak, kalau ada masalah cerita sama kite-kite, ya gak Dev? " Amanda menatap Devano, seolah meminta dukungan darinya, dan Devano yang mengerti akan tatapan Amanda langsung mengangguk membenarkan perkataan Amanda.

"Iyah Stel, yang dibilang Amanda benar kok, kita semuakan sahabat lo, jadi kalau lo ada masalah cerita sama kita-kita." Kini Stella menatap Devano yang sedang memberinya nasehat, kemudian berganti silih menatap ke 4 sahabatnya yang lain, dia kembali menidurkan kepalanya di atas meja.

"Gue gak papa, cuman lagi kesal aja sama tuh manusia es." Kelima sahabatnya langsung saling menatap.

"Lo diapain sama tuh es, biar gue hajar dia sampai babak belur." Bukan Devan, Bianca maupun Amanda yang berbicara, namun kini Kevin yang berbicara, sambil menaikan lengan bajunya ke atas, seolah ia benaran ingin menghajar Aldo.

"Udah de vin, lo mending belajar ae lagi sono, gak usah sok-sokan mau ngajar tuh si Aldo, yang ada ntar si Stella yang ngelindungi lo, bukan lo yang ngelindungi Stella. " Ujar Amanda dengan sinisnya.

"Apaan sih lo Mand, sirik aja." Seketika wajah Kevin ditekuk ketika anak-anak yang lain menertawai guyonan Amanda.

"Eh kutu kupret, lihat yah ... lo itu biasanya belajar, bukan berantam, yang ada lo baru ditatap si Aldo, udah ngibrit deluan." Amanda berkacak pinggang sambil menatap Kevin dengan tatapan meremehkan.

"Udah ah ... teman lagi kesal kalian malah berantam, malas gue jadinya di kelas." Stella bangkit dari tempat duduknya, masih dengan perasaan kesal, ia memutuskan untuk menyendiri, dibanding harus bersama teman- temannya, dia tau jika ia bersama temannya yang ada kesalnya bukan hilang, melainkan bertambah berkali-kali lipat.

"Gara-gara lo nih .... " Tunjuk Amanda saat Stella telah pergi meninggalkan kelas.

"Kok gara-gara gue sih?" Kevin merasa tak terima disalahkan oleh Amanda atas kepergian Stella.

"Iyalah, kan lo yang sok sok-an mau jadi pahlawan." Amanda masih saja menyalahkan Kevin, ia berkacak pinggang sambil menatap Kevin tak terima.

"Kan lo yang memulai perdebatan, kenapa juga jadi gue yang lo salahin?" Kini Kevin juga ikutan berkacak pinggang, sekarang posisi mereka saling berhadapan satu sama lain.

Saat Amanda membuka mulutnya ingin melawan Kevin lagi, tiba-tiba saja Bianca menyela.

"Udah deh, kalian mulai lagi ... di mana mana pasti berantam, sekarang tuh teman kita lagi kesal, harusnya dipujukin, bukan malah berantam." Sindir Bianca, kemudian berlalu meninggalkan tempat tersebut.

Amanda dan Kevin saling menatap kemudian berlalu mengikuti Bianca.

****

NB: JGN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE,TRIMS:)

1
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
Anonim
kerennn
Kenzi Kenzi
mampir gw
Qaisaa Nazarudin
Diiihh ni cewek ngotot banget,Udah bikinbdua sahabat berantem,dengan watados nya ngemis2 sama Aldo lagi🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Itu namanya C.I.N.T.A Aldo😂😂
Qaisaa Nazarudin
Whaaatt Aldo yg nembak Sandra??Yg benar aja,cowok sedingin Aldo,,Atau jangan2 sipat dingin itu akibat putus dr Sandra ya🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Yah karena dia pintar lah bisa masuk Mipa1…
Qaisaa Nazarudin
Aku mampir lagi thor,,,🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️ walaupun udah ulang ulang baca karya mu ini,Tp aku suka,gak ada bosan bosannya😅😅😅
Suzieqaisara Nazarudin
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Suzieqaisara Nazarudin
Waaahh kalau nilai dua dua nya terbaik, Stella juga bisa dong ikut Aldo ngampus di tempat yg pasti keterima...
Suzieqaisara Nazarudin
Kok aku nyesek ya di bab ini..bisa merasakan apa yg Aldo rasa.. harus memilih satu di antara dua pilihan yg sama sama penting nya... Tapi saran aku Aldo ungkapin aja perasaannya ke Stella,,Nah kamu bisa pergi menggapai cita cita mu,kalau emang jodoh pasti akan bertemu kembali...semangat Al 💪💪💪
Suzieqaisara Nazarudin
Duuhhh Aldo kalau suka itu ngomong aja,gengsi nya gak usah dipelihara..ntar di tikung loe yg nyesel...😓😓
Suzieqaisara Nazarudin
Duuhhh inih kapan jadian nya mereka thor??kok lama banget memendam nya...🤔🤔
Suzieqaisara Nazarudin
Semoga Stella benar benar bisa membuat Aldo bahagia dengan selalu berada di sisinya Aldo..😢
Suzieqaisara Nazarudin
Hanya Stella yg bisa merubah Aldo..
Suzieqaisara Nazarudin
Bokapnya Aldo kan naas pesawat??😭😭
Suzieqaisara Nazarudin
Begitu terluka nya Aldo,kasihan banget..tega banget ortu nya...😭😭😭😭
Suzieqaisara Nazarudin
Itu namya bukan cinta sih Sandra tp obsesi...🙄🙄🙄
Suzieqaisara Nazarudin
Apa yg Bianca katakan itu benar Stell,kamu harus belajar ikhlas,jangan terlalu larut dalam kesedihan,Devano jugak gak mau kamu kayak gitu...😢😢
Suzieqaisara Nazarudin
jahat kau thor..walaupun setakat ini gak ada yg namanya pelakor yg buat tensi aku naik..tp kisah persahabatan dan kasih sayang mereka dan rasa yg mereka simpan dan pendam,berhasil meluluh lantak kan hati dan perasaan aku thor...hhuuuuaaaa...😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!