Seorang perempuan bernama Olivia Al Farish, ia adalah seorang ibu dari putri bernama Yasmin Putri Permana.
Olive sudah berpisah dengan mantan suaminya, sejak delapan bulan yang lalu.
Banyak orang yang mempermasalahkan dengan status "Janda" memang apa yang salah dengan status seperti itu.
Tidak ada yang menginginkan rumah tangganya hancur, dan mendapatkan status seperti itu.
Olive atau pun orang lain tidak ada yang menginginkannya sekali pun.
Seberat dan sepahit apa pun, hidup ini harus terus berjalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitriRahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berusaha Tegar
"Oh ternyata sudah ada, brondong lagi. Hebat kamu." Tersenyum sinis kearah Arjuna.
"Kamu jangan mau dibodohin sama janda penggoda itu, dia cuma mau uangnya aja." Bisik Dian ditelingga Angga.
Angga pun tidak tinggal diam aja. "Sudah selesai, kalau sudah selesai sebaiknya keluar. Pintunya disana." Tangan Angga menunjuk kearah pintu.
"Saya belum selesai dengan perempuan ini, dia harus mengembalikan uang suami saya lima juta, sekarang juga." Dian berkata dengan amarahnya yang meluap.
"Ini cek cairkan saja. Saya ga bawa uang tunai." Angga menulis cek lima juta dan menyerahkannya kepada Dian.
"Jangan pernah ganggu atau memfitnah Olive. Kalau sampai anda berdua, mencoba untuk membuat masalah dengan Olive. Maka kalian berdua akan berurusan dengan saya."
Olive hanya diam berdiri mematung. Tangannya memegang pipinya akibat tamparan.
Arjuna mendekati Olive dan berkata. "Jangan menangis lagi, tetaplah tersenyum untuk anak mu. Lihat dia, Yasmin menangis untuk mu."
Olive membalikkan badannya, dilihat putrinya sedang menangis tanpa bersuara. "Yasmin, maafkan Mama menganggu tidur mu. Mama tidak apa-apa jangan menangis!"
Tangannya menghapus air mata yang jatuh dipipi Yasmin.
"Papa buat mama nangis lagi, aku ga mau papa lagi. Aku ga punya papa." Hiks... hikss..
Olive langsung memeluk tubuh kecil itu. "Sayang, ga boleh nangis! Sekarang makan terus minum obat ya."
"Hai cantik, cepat sembuh ya... biar bisa main lagi sama mama." Ucap Arjuna yang memberi semangat agar Yasmin cepat sembuh.
Olive menyuapin bubur kepada Yasmin lalu memberikan obatnya. "Sekarang istirahat., sayang nanti kalau ada bude. Mama pulang dulu ya, mau ambil baju ganti Yasmin sama mama. Bagaimana.. mau kan?"
"Iya."
"Sekarang bobok dulu. Mama disitu sama om." Ucap Olive kemudian berjalan mendekati Arjuna yang sedang duduk.
"Maaf kalau aku merepotkan kamu lagi. Nanti kalau bude datang aku akan pulang gantiin duit kamu, sekalian ambil baju."
Olive duduk disamping Angga.
"Tidak usah terburu-buru, aku bukan bank yang akan menagih mu. Jadi kalau kamu punya duit cicil saja sedikit demi sedikit." Ucap Arjuna.
"Ini nasi goreng, ayo makan. Temanin aku!"
Mereka makan bersama dengan nasi goreng.
Sedang asyik makan ada suara mengetuk pintu.
Tok tok..
Arjuna yang sudah mengetahui kedatangan temannya. Langsung membuka pintu. "Masuk sini, tapi jangan berisik."
"Liv, masih ingat sama mereka."
"Iya tentu saja, ini Boy, Reza dan Kevin." Olive menyebutkan satu persatu temannya Arjuna.
"Betul, mereka semua calon dokter sama seperti aku, sekalian merek mau berkenalan sama Yasmin." Ucap Arjuna kepada Olive..
Mereka membawa hasil laporan tentang Yasmin dan membacanya.
Arjuna yang melihat itu merasa heran karena mereka bertiga sudah mendapatkan laporannya. "Coba lihat, kalian udah dapat laporannya. Dapat dari mana?" Merebut kertas ditangan Kevin.
"Yaaa main rebut aja... usaha dong!" Ucap Kevin yang kesal melihat Arjuna merebut kertas itu.
"Udah ayo cepat udah jam berapa nih, bisa kena marah lagi deh..." Ucap Boy yang melihat jam ditangannya.
'Liv, kita ga bisa lama-lama disini. Tapi pasti kok kita bakal kesini lagi." Ucap Kevin seakan mengerti keadaan yang menimpa Olivia
"Iya ga apa-apa, nanti kalian semua bisa datang kembali."
Mereka semua pergi. Ruangan itu terasa sepi, dalam kesendiriannya Olive mengingat kejadian tadi.
Kamu fitnah aku mas, tega kamu. Setelah apa yang kamu perbuat sama aku. Aku ga akan pernah percaya lagi sama kamu. Batin Olive.
"Assalamualaikum". Bude masuk kedalam. Menyadarkan Olive yang sedang melamun.
"Waalaikumsalam.. bude sama siapa?" Tanya Olive. Ia pun mencium tangan bude
"Yasmin sayang, ini bude. Kak Salma kangen sama Yasmin. Ga bisa ketemu Yasmin deh, makanya cepat sembuh ya!" Ucap bude memberi semangat kepada Yasmin.
"Olive kamu udah makan sayang?"
"Sudah Bude! Aku mau pulang dulu ya. Tolong titip Yasmin selama aku pulang. Mau ambil baju ganti sama mau izin kebutik." Ucap Olive lalu melangkah mendekati Yasmin.
"Ya sudah, tenang aja Yasmin aman sama bude." Bude tersenyum kearah Olive.
"Yasmin, mama pulang dulu sebentar. Mama ambil baju, buat Yasmin sama mama." Olive berpamitan kepada putrinya.
Olive pergi menaiki ojek online yang dipesannya. Panas matahari siang menyinari perjalanan Olive.
"Sudah sampai mba, ongkosnya tiga puluh ribu." Ucap abang ojek online.
Olive menyerahkan uang tiga puh ribu rupiah kepada abang ojek, online. Sampai dirumah, ia merapikan baju yang mau dibawa dan uang pemberian Angga waktu itu.
Selesai, sekarang aku harus kebutik untuk minta izin beberapa hari kepada mba Elsa. Semoga aja mba Elsa, bisa mengerti. Oceh Olive sendirian.
Olive pergi dengan tangannya memegang tas dan boneka. Dijalan Olive bertemu dengan Adnan yang sedang menaiki motornya, ia berusaha menghindar. Tapi Adnan berhenti pas didepannya.
Olive dengan tatapan sinis memandang Adnan yang sedang berdiri dihadapannya. "Ada apa lagi?"
"Aku cuma mau minta maaf dan kasih kamu penjelasan! Biar nanti kamu ga salah paham lagi." Adnan memohon kepada Olive.
Olive terus berjalan maju, ia tidak ingin ada orang yang salah paham terhadapnya.
Adnan menarik tangan Olive dengan paksa dan memohon. "Aku mohon dengarkan dulu penjelasan ku."
"Sudahlah, aku sudah lelah dengan masalah ku. Jadi jangan kamu tambah lagi. Mengerti."
Sahut Olive yang semakin kesal dengan tingkah Adnan.
Olive meninggalkan Adnan sendirian lalu ia menaiki angkot menuju butik, dengan membawa tentengan ditangannya.
Suara dering telepon mengangetkannya. Olive mengangkat panggilan tersebut.
..."Asaalamualaikum, maaf dengan siapa ya?"...
Arjuna menjawab..
..."Waalaikumsalam, ini aku Arjuna. Kamu dimana Liv?"...
Jawab Olive.
..."Aku lagi dijalan, mas."...
Panggilan pun diakhiri, karena Olive sampai dibutik. Ia segera masuk kedalam menemui Elsa.
"Permisi mba, saya mau minta izin dua hari. Anak saya lagi dirawat. Itu juga kalau mba Elsa kasih izin buat saya." Ucap Olive memohon.
"Saya kasih izin berapa hari pun kamu tidak masuk, tapi gaji kamu saya akan potong. Bagaimana?" Sahut Elsa. Menjelaskan sambil duduk, tangannya memegang pensil.
"Baiklah, kalau begitu saya langsung saja pamit." Ungkap Olive lalu meninggalkan Elsa yang sedang asik menggambar pola.
Olive berjalan keluar butik, tanpa menegur teman-temannya.
Dilihatnya seorang lelaki sedang berkacak pinggang diparkiran. Olive sengaja acuh dan terus berjalan.
Tetapi tangannya ditarik oleh Ridwan, hingga tubuh Olive terjatuh kebelakang.
Untung saja Arjuna dengan sigap menangkap tubuh Olive dengan tangannya.
"Mas Arjuna." Spontan Olive terkerjut, matanya membelalak.
"Kamu tidak apa-apa, Liv?" Ucap Arjuna yang kesal dengan tingkah seorang lelaki yang tidak lain adalah suaminya Elsa.
"Tidak apa-apa, mas!" Sahut Olive. Lalu ia berdiri.
Ridwan dengan kesal melihat seorang lelaki yang mendekati Olive dan berkata. "Siapa kamu berani mendekati Olive?"
harus nya itu olive yang di bela bukan nya Wina,
harus nunggu di suruh bapaknya baru berangkat,jd greget saya Thor 😂
heeeee warbinasahhhh bengalnya andah pak!!!!