NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Status adik angkat tak pernah membuatku aman dari mereka."

​Bertransmigrasi ke tubuh figuran yang diangkat anak oleh keluarga Sterling, Ceira berniat kabur dari alur novel. Namun, jiwa barunya yang tangguh justru memicu obsesi gelap Kaiser dan King Sterling.

Satu tubuh adik angkat, dua raga kembar, dan empat jiwa penguasa yang terobsesi mengunci hidupnya. Lari bukanlah opsi saat jerat liar mereka sudah mengunci mati.

"Mampukah dia lolos dari jerat liar mereka?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Pertama di Kandang Sang Pemangsa

​Matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala daratan Eropa, meninggalkan semburat jingga kemerahan yang perlahan larut dalam pekatnya malam. Langit malam berubah menjadi kanvas kelam tanpa bintang, seolah ikut merestui tirai kegelapan yang turun menyelimuti Kediaman Sterling. Di dalam kamar utama sayap barat yang luas dan megah itu, tirai beludru tebal berwarna hitam legam telah ditarik rapat-rapat oleh pelayan pribadi, menutup dunia luar sepenuhnya dan mengisolasi tempat tersebut dari segala bentuk kebebasan, cahaya matahari, maupun udara segar.

​Ceira duduk kaku di tepi ranjang berukuran king size yang dibalut seprai beludru hitam. Punggungnya ditegakkan semaksimal mungkin, mencoba mempertahankan sisa-sisa harga diri dan martabat yang kian terkikis di hadapan dua pria yang kini menguasai setiap jengkal ruang napasnya. Gaun tidur satin berkerah tinggi yang ia kenakan terasa begitu menyesakkan, seolah ikut menekan dadanya yang bergemuruh hebat akibat kepanikan luar biasa.

Sialan, aku benar-benar terkurung oleh mereka, mereka berdua benar-benar tidak memberikan aku ruang bebas.

​Di sudut ruangan yang temaram, layar-layar monitor beresolusi tinggi yang memancarkan cahaya biru neon masih menyala terang tanpa henti. Perangkat digital itu menampilkan barisan data peretasan, grafik kripto, dan kode-kode rahasia miliknya—sebuah ironi pahit yang teramat kejam. Seluruh instrumen yang tadinya ia bangun dengan susah payah sebagai alat pelarian diri, kini justru berubah menjadi hiasan digital di dalam penjara pribadinya sendiri, diawasi langsung oleh sistem server pusat milik si kembar.

​Kaiser berdiri tegak di dekat jendela kaca besar, melepas jas luar yang membalut tubuhnya dan melonggarkan ikatan dasi sutra hitam dengan gerakan lambat yang memancarkan aura dominasi mutlak. Setiap gerakannya memancarkan karisma dingin seorang predator puncak. Sementara itu, King duduk bersilang kaki di atas sofa tunggal beludru yang terletak tepat di dekat meja kerja. Jemari lentik pemuda berambut pirang perak itu mengetuk-ngetuk permukaan meja secara berirama, menciptakan suara ketukan monoton tok... tok... tok... yang perlahan-lahan mengikis kewarasan Ceira dari dalam.

​Suara ketukan itu mendadak berhenti. King mengangkat wajahnya yang berhias pahatan wajah malaikat, namun sorot matanya memancarkan kengerian psikopat murni. Pemuda itu menatap lurus ke arah Ceira dengan senyuman tipis yang sama sekali tidak pernah mencapai manik mata peraknya.

​"Kamu sama sekali belum menyentuh makan malammu, Adik Kecil," ujar King dengan nada suara yang teramat lembut, bertolak belakang sepenuhnya dengan ketegangan mencekam yang merayap di dalam ruangan tersebut. "Pelayan sudah mengantarkannya di depan pintu kamar beberapa waktu lalu. Atau... apakah kamu sengaja menunggunya karena ingin disuapi secara langsung oleh salah satu dari kami?"

​Ceira menolehkan kepalanya dengan cepat, menatap King tajam dari balik kacamata berbingkai tipis yang terasa semakin berat di batang hidungnya. Hatinya berontak hebat, menolak tunduk pada titah tersebut. "Aku tidak lapar," jawabnya dingin, berusaha keras mengeraskan volume suaranya agar tidak terdengar bergetar di hadapan mereka.

​Kaiser, yang sejak tadi bergeming di dekat jendela, perlahan membalikkan tubuhnya. Manik mata merah milik entitas Zero itu menatap lurus ke arah Ceira, seolah mampu menembus lapisan kulit, membaca setiap detak jantung yang memburu, hingga menghancurkan sisa-sisa pertahanan mental yang gadis itu miliki.

​Tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, Kaiser melangkah mendekat. Setiap injakan sepatu pantofelnya di atas permadani tebal terasa bagaikan hitungan mundur menuju malapetaka besar. Pria itu berhenti tepat di hadapan Ceira, lalu perlahan merendahkan tubuhnya—berjongkok hingga tingkat mata mereka berada di garis yang sejajar.

​Jemari besar Kaiser yang kokoh terulur, meraih dagu Ceira dengan cengkeraman ringan namun mutlak, memaksa gadis itu mendongak dan menerima tatapan mengintimidasi tersebut tanpa bisa menghindar.

​"Aturan pertama yang harus kamu pahami di dalam ruangan ini, Kucing Kecil," bisik Kaiser tepat di depan bibir Ceira. Suaranya begitu rendah, berat, serak, dan menggetarkan dinding dada gadis itu. "Tidak ada kata penolakan untuk segala hal yang berkaitan dengan kondisi fisik, kesehatan, atau kebutuhan tubuhmu. Jika kami katakan makan, maka kamu harus menghabiskannya tanpa sisa."

​Ceira mengerjap cepat, menahan gelombang amarah dan rasa sesak yang membuncah di tenggorokannya. Di dalam hatinya, ia menjerit penuh penolakan. Mereka memperlakukannya bukan lagi sebagai manusia, melainkan boneka hidup atau hewan peliharaan kesayangan yang tidak punya hak sedikit pun untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

​"Aku bukan anak kecil yang harus dipaksa makan!" balas Ceira tajam, nekat melontarkan perlawanan kecil demi mempertahankan harga dirinya yang tersisa. "Kalian tidak berhak mengatur setiap detail kecil dalam hidupku! Ini sudah keterlaluan!"

​Alih-alih tersulut amarah atau membentak, King justru terkekeh pelan. Suara tawa itu terdengar begitu merdu di telinga, namun justru mengalirkan hawa dingin yang menusuk hingga ke sumsum tulang belakang Ceira. Pemuda berambut pirang perak itu bangkit dari sofa tunggalnya, berjalan anggun mendekat, lalu ikut berlutut di sisi sebelah kiri Ceira, melengkapi kurungan fisik tersebut. Jemari dingin King dengan terbiasa menyusup ke sela-sela rambut panjang bergelombang Ceira, membelainya dengan kelembutan yang terlampau mengerikan.

​"Oh, tentu saja kami berhak dan bisa melakukannya, Sayang," bisik King tepat di telinga kiri Ceira, napas hangat pemuda itu bergesekan dengan kulit leher gadis yang meremang kaku. "Mulai dari apa yang masuk ke dalam mulutmu, pakaian apa yang melekat di tubuhmu, hingga kapan kelopak matamu boleh terpejam untuk tidur... semuanya berada di bawah kendali mutlak kami."

​Kaiser mendekatkan wajahnya lebih jauh, hingga hidung mereka hampir bersentuhan. Aroma tembakau berkualitas tinggi bercampur dengan wangi parfum maskulin yang pekat langsung menyerang indra penciuman Ceira, melumpuhkan seluruh ketahanan fisik yang ia miliki.

​"Habiskan makanan itu sekarang, atau aku sendiri yang akan memaksa makanan itu masuk ke dalam mulutmu dengan cara yang jauh lebih buruk dan tidak akan pernah kamu sukai," ancam Kaiser mutlak, tanpa menyisakan secercah pun keraguan di dalam manik mata hitamnya.

​Ceira menelan ludah dengan susah payah. Kerongkongannya terasa sangat kering. Ia tahu persis, di hadapan dua monster berwajah malaikat ini, membangkang hanya akan membawa malapetaka yang jauh lebih mengerikan. Dengan tangan bergetar hebat penuh rasa terhina, Ceira akhirnya mengangguk kecil, menyerahkan sisa-sisa perlawanannya malam itu ke dalam cengkeraman sang penguasa kegelapan.

​Namun, siksaan psikologis itu belum seberapa dibandingkan apa yang terjadi selanjutnya. Begitu pilar malam semakin larut, ketika sisa-sisa kesabaran Kaiser terkikis habis oleh perlawanan kecil Ceira sepanjang hari, sisi gelap yang selama ini ditahan di dalam diri pria itu akhirnya pecah berkeping-keping.

​Kaiser bangkit secara tiba-tiba, menarik pergelangan tangan Ceira dengan cengkeraman besi yang tidak memberi ruang ampun. Gadis itu terpekik tertahan saat tubuhnya ditarik berdiri dan dihempaskan secara lembut namun penuh dominasi ke atas permukaan ranjang berseprai beludru hitam.

​"Kak Kaiser—!" protes Ceira terputus ketika tubuh bidang pria itu menindihnya tanpa celah, mengurung seluruh ruang gerak di bawah kukungan otot dan berat tubuhnya.

​Tanpa membuang waktu sedetik pun, Kaiser membungkam bibir Ceira dalam sebuah ciuman yang sangat brutal, menuntut, dan penuh dengan hasrat posesif yang tertahan bertahun-tahun lamanya. Tidak ada kelembutan di sana; ciuman itu terasa begitu mendominasi, melumat bibir Ceira tanpa ampun hingga rasa perih dan manisnya darah segar berhamburan di indra perasa gadis itu.

​Ceira membelalakkan matanya di balik kacamata, kedua tangannya spontan mendorong dada bidang Kaiser sekuat tenaga.

Dia gila! benar-benar gila! batinnya menjerit panik saat lidah pria itu menerobos masuk dengan beringas, merangsek liar menguasai seluruh rongga mulutnya tanpa memberinya sedikit pun sisa oksigen untuk bernapas.

​Air mata Ceira tumpah seketika, mengalir deras membasahi pipinya akibat rasa sesak, terhina, dan nyeri fisik yang luar biasa. Namun cengkeraman Kaiser di tengkuknya semakin mengerat, mengunci kepalanya secara permanen agar tidak bisa berpaling barang satu milimeter pun.

​Di tengah ciuman yang semakin beringas dan meremukkan pertahanan fisik itu, manik mata hitam pekat Kaiser mendadak mengalami perubahan drastis yang mengerikan. Sorot mata rasional dan dingin yang biasa ia tunjukkan perlahan melebur, digantikan oleh kekosongan mutlak yang memancarkan kemerahan pekat. Kepribadian lain yang selama ini bersemayam di dalam jiwa pria itu—sang entitas Zero—kini sepenuhnya mengambil alih kesadaran.

​Zero menarik bibirnya sesaat, membiarkan Ceira megap-megap menghirup udara dengan dada yang naik-turun hebat. Napas Kaiser menderu panas membakar kulit wajah gadis itu, sementara manik matanya menatap tajam penuh klaim.

​"Air matamu tidak akan pernah bisa mengubah takdirmu, Kucing Kecil," suara Zero terdengar jauh lebih serak, dalam, dan mengintimidasi daripada suara Kaiser sebelumnya. Nada bicara itu adalah milik sang predator sejati yang telah menemukan mangsa mutlaknya.

​Zero kembali merendahkan kepalanya, menenggelamkan ciuman beringasnya di leher jenjang Ceira—menghisap kulit sensitif gadis itu dengan brutal hingga meninggalkan tanda keunguan yang sangat pekat, seolah menegaskan cap kepemilikan mutlak yang tidak boleh disentuh oleh siapapun di dunia ini, menyisakan malam panjang penuh keputusasaan bagi sang merpati malang di dalam sangkar emasnya.

1
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪😍
namice: 😘😘😘, siap kak, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan juga supportnya 😘😘😘💪🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
kok jadi penakut sih padahal kemarin berani loh
namice: karena ceira memiliki sisi rapuh kak, nanti akan ada dimana masa lalu Ceira kenapa memiliki alter ego kak😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku kaj😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak supportnya dan juga telah membaca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹💪
total 1 replies
°RhaiKen™
gak sabar pengen adegan bucin nya para tuan ni sama Scarlett dong kak 🤭🤭✌️💞💞
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Syadza
Aaaa lanjut kam thorrr, semangat moga update nya byk ya😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍💪
xuer jinghao: sama'
total 2 replies
Irsyad layla
lagi thor GK cukup 1
namice: 😍😍😘😘😘, sudah aku kirim satu bab lagi kak😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
up banyak banyak lah thor nggak cukup ini
namice: 😄😄, nanti aku tambahkan satu bab kak.... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
kasihan clara😭😭😭
namice: 😄😄, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
lanjut........
namice: 😍😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
good
namice: 😍😍😘😘😘😘, terimakasih banyak ya kak bintangnya 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 6 replies
Restu
semangat Thor......lanjut
namice: 😘😘😍, terimakasih support dan terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 3 replies
Restu
mampir thor.jangan setengah jalan thor🙏
aku tunggu👍👍👍👍
semangat......
Restu: sama-sama
total 2 replies
°RhaiKen™
/Scare//Scare/ ngeri nya KLO jdi MC cwe..
gak jdi tuker tempat ma kamu ah..atutt 🤣🤣🤣🤣 jiwa halu ku meronta 😩😩
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
°RhaiKen™
Keren abis pokonya...
namice: 😍😘😘🌹 dan ❤️ rose🌹 dan love ❤️ untukmu sekebon juga😘😘😘
total 5 replies
°RhaiKen™
Makin seru ceritanya..🥰🥰
aahhh...gak sabar up lgi..👏👏👏
namice: 😘😘😘... terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Adidatur Rizki
kok sama sih ka,
namice: maaf kak salah kirim, sudah aku hapus dan aku ganti🙏🙏, terimakasih banyak ya infonya 🙏🙏🙏
total 1 replies
Syadza
lanjut secepatnya dongs🥰
Semangat
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku.. besok aku update doubel kak..ini novel baru tapi setiap hari nanti aku doubel up.. terimakasih banyak ya kak 😘😘😘😍😍😍
total 1 replies
Feni sang penulis novel
saya izin memberikan komentar ya dan saya izin memberikan bintang 5 kita saling bantu aja ya kak saling mendukung aja karya kita masing-masing
Feni sang penulis novel: terima kasih atas sukanya kak boleh kak di sebarluaskan ke teman-teman dari aplikasi kakak bawa novel saya yang berjudul jalan menuju masa depan tolong promosikan oleh kakak dari novel kakak pun akan dipromosikan oleh saya ke teman-teman saya terima kasih kak assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!