NovelToon NovelToon
Cleaning The Thorne'S Empire

Cleaning The Thorne'S Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Action
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Chi Chi chantika

Alistair Thorne, bos mafia London yang kaku dan perfeksionis, bertemu dengan Sloane Sterling, gadis jalanan galak yang ahli bersih-bersih tapi ceroboh luar biasa. Pertemuan mereka terjadi di tengah baku tembak, di mana Sloane justru memarahi Alistair karena mengotori lantai yang baru ia pel.

Terpikat oleh keberaniannya, Alistair membawa Sloane pulang sebagai asisten rumah tangga. Hidup sang bos dingin pun berubah jadi kacau: ia terus diteriaki karena menaruh jaket sembarangan dan terpaksa turun tangan ke dapur setiap kali Sloane hampir membakar rumah saat memasak. Di antara desingan peluru dan omelan sehari-hari, dimulailah kisah cinta yang lucu, kaku, dan penuh aksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chi Chi chantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaun Sutra dan Infiltrasi Gala

Mansion Thorne biasanya adalah tempat yang terisolasi dari hiruk-pikuk sosial London, namun malam ini, sebuah undangan berwarna emas dengan cap lilin merah tergeletak di meja kerja Alistair. Itu adalah undangan ke The Midnight Auction, sebuah acara gala rahasia bagi para elit dunia bawah untuk memperebutkan artefak dan informasi berharga.

Alistair menatap undangan itu, lalu melirik ke arah lorong di mana ia bisa mendengar suara Sloane sedang berdebat dengan mesin penyedot debu yang kabelnya tersangkut.

"Secara administratif, saya membutuhkan pendamping yang tidak mencolok namun waspada," gumam Alistair. Ia tahu, membawa pengawal bersenjata ke acara seperti ini adalah hal biasa, namun membawa seseorang yang "tak terduga" bisa menjadi keuntungan sosial.

"Nona Sterling!" panggil Alistair.

Sloane muncul beberapa detik kemudian, wajahnya sedikit berkeringat namun tetap galak. "Apa?! Aku sedang dalam misi penyelamatan vakum! Kau tidak lihat aku sedang sibuk?"

Alistair berdiri, mengenakan kemeja hitam yang belum dikancingkan sepenuhnya. "Batalkan misi vakum Anda. Malam ini, Anda memiliki misi di luar. Kita akan menghadiri sebuah gala. Anda akan berperan sebagai 'asisten operasional' saya."

Sloane mengernyitkan hidung. "Gala? Maksudmu acara orang kaya yang membosankan di mana semua orang berdiri sambil memegang gelas kecil dan bicara soal saham? Aku Tidak mau! Aku lebih suka menghitung butiran debu di rak bukumu!"

"Akan ada prasmanan internasional dengan berbagai jenis hidangan penutup yang belum pernah Anda coba," Balas Alistair menambahkan dengan nada datar, ia tahu benar titik lemah Sloane. "Dan... saya sudah menyiapkan anggaran bonus khusus untuk 'biaya ketidaknyamanan'Untuk Anda."

Sloane terdiam. Matanya berbinar mendengar kata "hidangan penutup" dan "bonus". "Oke, aku ikut. Tapi jangan harap aku akan memakai gaun renda-renda yang membuatku terlihat seperti kue tart!"siapkan sesuatu yang lebih nyaman untuk dipakai.

Dua jam kemudian, Alistair berdiri di ruang tamu, sudah mengenakan setelan tuksedo bespoke hitam yang membuatnya tampak seperti pangeran kegelapan yang sangat berwibawa. Ia sedang memeriksa jam tangannya ketika pintu lantai atas terbuka.

Sloane Sterling melangkah turun. Ia mengenakan gaun sutra berwarna hijau zamrud gelap yang pas di tubuhnya, memperlihatkan bahunya yang halus namun tampak kuat. Rambutnya yang biasanya berantakan kini disanggul rapi dengan beberapa helai yang jatuh membingkai wajah manisnya.

Alistair Thorne membeku melihat pemandangan yang tidak biasa itu. Secara administratif, sistem logikanya baru saja mengalami kegagalan total. Ia tidak pernah membayangkan bahwa mawar jalanan yang galak itu bisa terlihat seanggun ini.

"Kenapa kau menatapku begitu?" Sloane bertanya dengan nada menantang, meskipun ia tampak canggung berjalan dengan sepatu hak tinggi. "Aku tahu aku terlihat aneh. Rasanya seperti dibungkus plastik kado yang terlalu ketat!"

Alistair berdeham cukup keras untuk menutupi detak jantungnya yang mendadak tidak beraturan. "Anda... terlihat memadai secara visual untuk standar gala tersebut."

"Memadai?! Hanya memadai?!" Sloane berkacak pinggang, yang membuatnya hampir kehilangan keseimbangan karena hak sepatunya. "Dengar ya, Pak Bos Kaku! Aku menghabiskan satu jam hanya untuk memastikan tidak ada kerutan di gaun ini! Kau harusnya bilang aku luar biasa atau semacamnya!". Sloane mengerutu karena merasa alistair sungguh tidak peka.

Alistair melangkah mendekat, ia secara otomatis mengulurkan tangannya untuk menstabilkan posisi Sloane. "Maafkan saya...Anda... sangat luar biasa malam ini, Nona Sterling. Namun, harap diingat, misi kita adalah pengawasan taktis, bukan peragaan busana."

Sloane mendengus kecil, namun wajahnya sedikit memerah. Ia kemudian menyadari sesuatu. Di kursi sofa dekat pintu, Alistair meletakkan jaket tuksedonya yang tadi ia lepas saat sedang merapikan kemeja.

"ALISTAIR THORNE!"

Alistair tersentak, refleks menarik tangannya dari pinggang Sloane. "Ya? Apakah ada ancaman?"

"ANCAMAN KERUTAN!" Sloane menunjuk ke arah sofa. "Kita akan ke gala mewah, dan kau meletakkan jaket tuksedo seharga ribuan poundsterling itu di atas sofa yang baru saja aku bersihkan dari bulu kucing jalanan yang masuk tadi siang?! Kau mau ada bulu menempel di punggungmu saat kau bicara dengan bangsawan?!"

Alistair menatap jaketnya. "Saya hanya meletakkannya sedetik untuk membantu Anda—"

"TIDAK ADA ALASAN! Pakai sekarang atau gantung dengan benar! Aku tidak mau mendampingi pria yang terlihat seperti baru bangun tidur dari tumpukan cucian!"

Alistair menghela napas pasrah, ia segera mengenakan jaketnya dan merapikan kerahnya. "Saya sudah memakainya. Mari kita berangkat sebelum Anda mulai mengomentari debu di dalam mobil saya juga."

Di dalam Rolls-Royce, suasana terasa berbeda. Ruangan mobil yang sempit membuat aroma parfum maskulin Alistair dan aroma segar dari kulit Sloane bercampur. Alistair berkali-kali mencuri pandang ke arah Sloane yang sedang sibuk memeriksa tas tangan kecilnya—bukan untuk mencari lipstik, melainkan untuk memastikan ia membawa botol pembersih tangan mini.melihat itu alistair mengerutkan kening nya.

"Kenapa kau membawanya ke gala?" tanya Alistair kaku.

"Kau tidak tahu berapa banyak tangan kotor yang akan kau jabat di sana, Alistair! Aku harus siap siaga melakukan sterilisasi darurat jika ada yang menyentuh tanganmu!" Sloane menjawab dengan serius.walaupun ia tidak menatap alistair.

Alistair hampir tertawa, namun ia berhasil menahannya. "Terima kasih atas dedikasi proteksi biologis Anda."

Begitu sampai di gedung gala yang megah di pusat London, Alistair turun dan membukakan pintu untuk Sloane. Ia memberikan lengannya agar Sloane bisa berpegangan.

"Ingat, tetaplah di dekat saya," bisik Alistair.

"Tenang saja, Pak Bos Kaku. Jika aku melihat ada debu di wajah lawan bicaramu, aku akan segera bertindak!" Sloane membalas dengan senyuman galak yang manis.

Alistair terlihat tidak senang dengan ucapan dedikasikan pelayanannya itu.

" Tolong jangan menyemprotkan itu kepada tamu yang ada di sana, Nona Sterling.

Mereka melangkah masuk ke dalam aula yang berkilauan dengan lampu kristal. Semua mata tertuju pada mereka—sang penguasa kegelapan yang dingin bersanding dengan seorang wanita misterius yang tampak sangat cantik namun memiliki tatapan yang seolah-olah siap menyerang siapa saja.

Alistair merasakan tangan Sloane di lengannya, dan untuk pertama kalinya dalam sebuah acara sosial, ia tidak merasa bosan. Ia merasa hidup. Meskipun ia tahu, dalam lima menit ke depan, Sloane mungkin akan mulai memarahi pelayan karena gelas anggurnya kurang mengkilap.

"Alistair?" bisik Sloane saat mereka melewati kerumunan.

"Ya, Nona Sterling?"

"Pelayan di sebelah kiri itu... dia punya noda saus di kerah bajunya. Bolehkah aku memberitahunya? Itu sangat mengganggu pemandangan indahku."

Alistair memejamkan mata sejenak. "Harap tahan diri Anda, Sloane. Setidaknya sampai kita mendapatkan artefaknya."

"Cih! Dasar kaku," gerutu Sloane, namun ia tetap mengeratkan pegangannya pada lengan Alistair.

Malam itu baru saja dimulai, dan Alistair tahu, ini akan menjadi misi paling "bersih" sekaligus paling kacau yang pernah ia jalani.

To be continued.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!