NovelToon NovelToon
Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.

Ding!

​[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]

​[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]

​[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Yao Wi tidak marah sama sekali, ia malah tertawa kecil mendengar kesombongan wanita jenius di depannya ini.

Ia sangat menyukai orang-orang sombong yang memiliki kemampuan nyata, karena menundukkan mereka menggunakan uang memberikan kepuasan tersendiri.

"Kalau begitu, mari masuk dan lihat sendiri apakah uangku hanya bisa membeli pameran seni, Dokter Su," tantang Yao Wi sambil mempersilakan masuk.

Su Qing mendengus pelan dan melangkah masuk ke dalam lobi rumah sakit dengan dagu terangkat tinggi.

Namun, saat kakinya menginjak lantai lobi, kesombongan di wajah cantiknya langsung retak berkeping-keping.

Bagian dalam rumah sakit itu terlihat seperti adegan dari film fiksi ilmiah berbudget triliunan rupiah.

Tidak ada meja pendaftaran kuno, yang ada hanyalah puluhan pilar kristal yang memancarkan hologram kecerdasan buatan untuk melayani pasien secara mandiri.

Lantai lobi terbuat dari material antibakteri yang bisa membersihkan dirinya sendiri secara otomatis setiap lima menit.

"Sistem, nyalakan ruang operasi utama di lantai sepuluh," perintah Yao Wi ke udara kosong.

Ding!

"Perintah diterima, Tuan Utama. Ruang bedah Alpha disiapkan," balas suara AI yang bergema di seluruh gedung.

Yao Wi berjalan menuju lift tabung kaca di tengah lobi, diikuti oleh Su Qing yang kini melangkah dengan sedikit gemetar karena rasa penasaran yang meledak-ledak.

Ting!

Lift membawa mereka melesat ke lantai sepuluh hanya dalam waktu kurang dari tiga detik tanpa ada tekanan gravitasi yang menyakitkan.

Pintu lift terbuka, dan mereka melangkah keluar menuju lorong yang seluruh dindingnya memancarkan cahaya biru yang menenangkan saraf.

Yao Wi menekan sebuah panel di dinding, dan pintu geser baja di depan mereka terbuka secara perlahan.

Srettt.

Mata Su Qing terbelalak maksimal hingga nyaris keluar dari rongganya saat ia melihat isi dari ruang operasi tersebut.

Di tengah ruangan, terdapat sebuah meja operasi melayang yang dikelilingi oleh belasan lengan robotik berlapis titanium.

Layar-layar transparan menampilkan simulasi anatomi tubuh manusia secara tiga dimensi dengan resolusi yang sangat nyata.

Tidak ada pisau bedah konvensional, yang ada hanyalah perangkat pemancar laser presisi tinggi yang bisa membedah sel kanker tanpa melukai jaringan sehat di sekitarnya.

"I-ini... teknologi dari negara mana ini?" gagap Su Qing, suara dinginnya benar-benar hancur tergantikan oleh rasa takjub yang luar biasa.

"Bahkan di jurnal medis paling rahasia di dunia pun teknologi lengan robotik seperti ini masih dalam tahap teori dasar."

Yao Wi menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu sambil menyilangkan tangan di dada.

"Ini adalah teknologi milikku, yang kubeli dengan uang pribadiku khusus untuk kota kecil ini," jawab Yao Wi santai.

Ia menatap dokter jenius yang kini sedang berjalan mendekati meja operasi itu seolah sedang terhipnotis oleh harta karun dewa.

Su Qing mengusap permukaan lengan robotik itu dengan tangannya yang bergetar hebat.

Selama ini ia selalu frustrasi karena ide-ide bedahnya yang gila tidak bisa diwujudkan akibat keterbatasan teknologi dan dana di ibu kota.

Tapi sekarang, surga bagi seorang ilmuwan medis terbentang nyata di depan matanya.

Yao Wi tahu persis bahwa umpan yang ia lemparkan sudah dimakan dengan sempurna oleh ikan jenius ini.

"Dokter Su Qing, aku tahu kau keluar dari tempat kerjamu karena kau kekurangan dana riset, bukan?" tembak Yao Wi tepat sasaran.

Su Qing menoleh ke arah Yao Wi, tatapannya kini berubah menjadi sangat rumit, campuran antara gengsi, kagum, dan putus asa.

"Bagaimana jika aku menawarkanmu posisi sebagai Direktur Utama di rumah sakit ini?" tawar Yao Wi tanpa ragu.

Napas Su Qing seketika terhenti mendengar tawaran gila tersebut.

Seorang pemuda yang tidak dikenalnya tiba-tiba menawarkan posisi tertinggi di rumah sakit paling mutakhir di dunia ini kepadanya?

"Apa syaratnya? Kau pasti punya motif tersembunyi," balas Su Qing mencoba mempertahankan sisa-sisa kewarasannya.

Yao Wi menyeringai lebar, mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan beberapa angka di layar aplikasi banknya.

"Syaratnya hanya satu, kau harus membuang gengsi ibu kotamu itu dan berlutut pada kekuatan uangku hari ini juga," ucap Yao Wi sangat arogan.

Ding!

Ponsel di saku jas Su Qing tiba-tiba berdering nyaring.

Su Qing mengambil ponselnya dan matanya langsung terpaku pada notifikasi pesan masuk dari bank internasionalnya.

"Transfer masuk senilai lima miliar rupiah ke rekening Anda. Keterangan: Dana operasional riset bulan pertama."

Tangan Su Qing yang memegang ponsel itu seketika lemas.

Lima miliar tunai ditransfer begitu saja kepadanya bahkan sebelum ia menandatangani kontrak kerja apa pun?

"Itu baru dana risetmu untuk bulan ini, dan aku akan membayarmu gaji pribadi sebesar lima ratus juta setiap bulannya," lanjut Yao Wi menjatuhkan bom terakhir.

"Jika kau butuh alat tambahan, kau tinggal sebutkan harganya, aku akan membelinya detik itu juga."

Su Qing terhuyung mundur hingga punggungnya menabrak meja operasi melayang di belakangnya.

Gajinya di ibu kota sebagai kepala bedah hanyalah dua puluh juta sebulan, dan ia harus memohon-mohon kepada atasan untuk mendapatkan dana riset ratusan juta yang selalu dipotong korupsi.

Tapi di depan pemuda arogan ini, uang miliaran rupiah dilempar ke wajahnya seolah itu hanyalah uang jajan anak sekolah.

Kesombongan dan ego Su Qing yang setinggi langit akhirnya runtuh tak bersisa dihantam oleh guyuran kapital tanpa batas tersebut.

Ia menundukkan kepalanya, menghela napas panjang, lalu membenarkan letak jas dokternya dengan gerakan yang kini jauh lebih sopan.

"Kau benar-benar monster uang yang mengerikan, Yao Wi," bisik Su Qing dengan senyum tipis yang akhirnya terbentuk di bibir esnya.

Su Qing berjalan mendekati Yao Wi, lalu membungkukkan tubuh langsingnya sembilan puluh derajat dengan sangat hormat.

"Mulai hari ini, Tangan Tuhan milikku resmi bekerja untukmu, Tuan Bos," ucap Su Qing menyerahkan kesetiaannya secara mutlak.

"Saya berjanji akan membuat rumah sakit ini menjadi pusat medis nomor satu yang akan membuat seluruh dunia berlutut di kaki Anda."

Yao Wi tertawa pelan dan menepuk bahu dokter jenius itu dengan lembut.

"Selamat bergabung di kerajaan bisnisku, Direktur Su," sambut Yao Wi penuh kemenangan.

"Sekarang, tugas pertamamu adalah merekrut dokter dan perawat untuk mengoperasikan rumah sakit ini, aku tidak peduli berapa gajinya, bajak mereka semua dari ibu kota hari ini juga."

"Sesuai perintah Anda, Tuan Bos," jawab Su Qing mantap, matanya kini berkobar oleh ambisi medis yang selama ini terpenjara.

Shen Yue yang sedari tadi diam menonton hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kagum.

Bosnya ini benar-benar tahu bagaimana cara menaklukkan hati seorang wanita, bukan dengan bunga atau rayuan murahan, melainkan dengan uang tunai dan fasilitas tanpa batas.

Kerajaan Linzhou Corp kini telah memiliki dua pilar wanita yang luar biasa kuat, satu menguasai bisnis, dan satu lagi menguasai kehidupan.

Kota kecil ini tidak akan pernah sama lagi.

1
Fajar Fathur rizky
aturan mentri zhou di bantai
Hadi Hadi
mantap🤭
Hadi Hadi
sikat💪
Hadi Hadi
up up
Kirigaya Haruto
tinggi gedungnya 5 kali burj khalifah
Kirigaya Haruto
alur ceritanya bagus dan gak berbelit-belit walaupun aku gak tau uangnya dari mana bisa ngeluarin uang sebanyak itu
Fajar Fathur rizky
hahahaha mampus kau
Kirigaya Haruto
linzhou itu kota di China gimana bisa di linzhou ada jalan sudirman yang lekat sama kota2 di Indonesia
Kirigaya Haruto
kan harusnya jumlah uangnya itu 4.348.550.000 kenapa dia bisa ngeluarin 5m hari ini kan uangnya seharusnya gak cukup
Kirigaya Haruto: aku sebagai pembaca veteran selalu menemukan pola yang sama jumlah uang yang keluar sama jumlah uang yang masuk itu gak seimbang banyakan uang keluar dari pada uang yang masuk
total 2 replies
Hadi Hadi
up💪
Nissa Safira: terima kasih kaka hadi🥰🙏
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
lanjut💪
Hadi Hadi
good😍
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
mantap😍😍💪
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
mantap
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!