NovelToon NovelToon
ILMU PENGLARIS

ILMU PENGLARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HERMAWAN 505

DESKRIPSI CERITA: ILMU PENGLARIS (Ilmu Pemanggil Tamu)"Jangan pernah coba-coba untuk mengingkarinya..."
> Bagi Rahmat, kemiskinan adalah kutukan yang harus dihancurkan, bahkan jika ia harus bersekutu dengan iblis sekalipun. Melalui perantara Mbah Cahyo, kios baksonya mendadak berubah menjadi lautan manusia yang lapar. Namun, di balik kepulan asap dandang yang menggiurkan, ada aroma anyir darah dan hawa dingin yang mengurung tempat itu.
> Di saat Ratna, sang istri yang setia berjuang melayani pelanggan dengan peluh dan ketulusan, ia tidak pernah tahu bahwa suaminya sendiri telah menjual jiwanya ke penguasa kegelapan hutan fajar. Satu per satu keanehan mulai muncul. Angin yang berputar aneh, tatapan kosong para pembeli, hingga sekelebat wajah mengerikan yang mulai menggantikan wajah tulus istrinya.
> Sebuah kisah tentang keserakahan yang membutakan, kebohongan yang menumpuk, dan sebuah jebakan pesugihan searah yang tidak akan pernah membiarkan korbannya kembali ke jalan yang benar dala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HERMAWAN 505, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak kekayaan berdarah

##BAB 15 - Puncak Kekayaan Berdarah

Beberapa minggu pun berlalu dengan sangat cepat. Lembar demi lembar kalender berganti, membawa perubahan yang teramat drastis bagi roda kehidupan Rahmat dan Ratna. Kini, kehidupan sepasang suami istri itu sudah jauh dari kata sederhana; mereka hidup bergelimang kemewahan yang semakin gila.

Uang hasil ilmu penglaris itu seolah tidak ada habisnya mengalir deras ke kantong mereka, hingga kini mereka mampu membeli sebuah rumah gedongan yang sangat besar serta mobil mewah yang selalu mengkilap terparkir di halaman. Kios bakso pertama mereka pun sudah diperluas menjadi beberapa kali lipat, bahkan mereka kini telah resmi membuka beberapa cabang baru di berbagai daerah demi menampung ledakan pundi-pundi rupiah yang terus melimpah.

Untuk mengurus gurita bisnis bakso yang semakin menggurita itu, Rahmat tidak lagi perlu turun tangan langsung memeras keringat. Ia telah merekrut empat orang karyawan yang bekerja banting tulang dari pagi hingga malam di kios utama.

Rahmat dan Ratna kini benar-benar hidup bersenang-senang menikmati kekayaan tanpa harus bersusah payah sedikit pun. Saban harinya, mereka hanya sekali-kali saja mampir ke kios, itu pun hanya untuk mengambil uang hasil penjualan yang menumpuk di laci kasir serta meracik kuah bakso rahasia di dalam dandang. Setelah urusan bumbu penglaris pemanggil tamu itu selesai, mereka akan langsung pulang ke rumah mewah mereka untuk bersantai.

Namun, tidak ada satu pun karyawan mereka yang tahu, bahwa di balik kenyamanan hidup sang bos besar, ada harga mati yang harus terus dibayar kepada kegelapan. Kelancaran aliran uang itu tidak datang cuma-cuma. Di malam-malam tertentu saja, Rahmat dan Ratna terpaksa harus datang dan menginap di dalam kios gelap yang sudah terkunci rapat dari luar.

Di bawah kepungan malam yang senyap, di saat seluruh dunia tertidur lelap, sepasang suami istri itu harus kembali bersujud di depan dandang, melakukan ritual menjijikkan dan terkutuk demi memberikan upeti raga kepada makhluk hitam penguasa hutan fajar yang selama ini bersarang di sana.

Keserakahan Rahmat benar-benar telah menghancurkan seluruh rasa kemanusiaan dan akal sehatnya. Bahkan, ada satu rahasia paling menjijikkan yang mereka sembunyikan rapat-rapat dari dunia luar. Di saat Ratna sedang datang bulan atau menstruasi sekalipun, ritual persetubuhan gaib di dalam kios terkunci itu tetap harus mereka lakukan tanpa ada pengecualian.

Bukannya berhenti karena memikirkan kondisi fisik sang istri, momen datang bulan itulah yang justru paling dinantikan oleh kekuatan hitam yang mendiami dandang mereka. Menurut petunjuk sesat yang dibisikkan oleh Mbah Cahyo, ilmu penglaris pemanggil tamu ini hanya akan mencapai titik kesempurnaan tertinggi jika dibarengi dengan darah kotor yang keluar langsung dari rahim sang istri.

Bagi makhluk penguasa hutan fajar, darah menstruasi itu adalah tumbal pengikat yang teramat manis untuk memperkuat sihir penarik pelanggan. Semua kekejian itu rela Rahmat biarkan terjadi, demi mempertahankan tumpukan kemewahan dan harta semu yang kini telah mereka miliki.

Sore itu, suasana di sekitar kediaman baru mereka terasa begitu tenang dan damai. Sinar matahari senja memancarkan pendaran yang teramat indah, membasahi bumi dengan warna jingga keemasan yang hangat. Cahaya sore yang temaram itu menyelinap masuk dengan lembut melalui celah-celah jendela kaca besar rumah gedongan mereka, sementara angin sepoi-sepoi berembus tipis, membawa hawa sejuk yang menenangkan jiwa.

Di balkon teras lantai atas yang luas, Rahmat dan Ratna tampak sedang duduk bersantai di atas sepasang kursi sandar yang empuk, menikmati hasil dari jerih payah kesepakatan hitam mereka selama ini.

"Bu... gak sia-sia ya perjuangan kita selama ini. Akhirnya kita bisa menikmati sisa hidup kita dengan sangat nyaman dan serba kecukupan seperti sekarang," ujar Rahmat sembari menyandarkan seluruh bobot tubuhnya ke sandaran kursi.

Pria itu meluruskan kedua kakinya yang selonjoran dengan santai, sementara kedua telapak tangan menopang bagian belakang kepalanya. Ia tersenyum puas, merasa telah berhasil menjadi kepala keluarga yang sukses besar dan berhasil mengusir kemiskinan yang dulu menindih hidup mereka.

Ratna yang duduk di sampingnya terdiam sejenak. Wanita itu menatap kosong ke arah hamparan langit senja yang mulai menggelap di ujung cakrawala. Bukannya ikut tersenyum gembira mendengar ucapan bangga suaminya, gurat kecemasan justru perlahan terukir jelas di wajah cantiknya yang belakangan ini tampak sedikit pucat.

"Iya sih, Mas... Alhamdulillah," sahut Ratna balik, menjeda kalimatnya sesaat sebelum akhirnya memberanikan diri untuk bersuara pelan. "Tapi... akhir-akhir ini Ibu sering sekali mengalami mimpi yang aneh-aneh, Mas."

Mendengar bisikan pelan dari istrinya itu, Rahmat sempat tersentak kaget. Jantungnya berdegup kencang seketika, seolah-olah rahasia gelap yang selama ini ia kubur rapat-rapat di bawah altar Mbah Cahyo mendadak hendak terbongkar ke permukaan.

Namun, dengan cepat pria itu mencoba menguasai diri. Sembari mengembuskan napas pendek secara teratur, Rahmat berhasil mengamankan situasi sore itu agar raut wajah paniknya tidak tertangkap oleh sang istri. Ia sama sekali tidak mau momen sore yang teramat indah di balkon rumah mewah baru mereka ini menjadi hancur berantakan hanya karena hal sepele seperti sebuah bunga tidur.

"Sudah... Ibu itu terlalu banyak pikiran, makanya sampai terbawa-bawa ke dalam mimpi," sahut Rahmat dengan nada dingin, mencoba meredam kecemasan istrinya sekaligus menutupi kegugupan di dalam hatinya sendiri.

Pria itu membuang pandangannya kembali ke arah langit senja, enggan menatap sepasang mata pucat Ratna yang sarat akan ketakutan.

"Sudah, nikmati saja hasil kerja keras kita ini. Tidak usah memikirkan hal-hal yang tidak penting," lanjut Rahmat lagi. Nadanya terdengar acuh tak acuh, seolah-olah mimpi buruk yang dialami Ratna tidak memiliki arti apa-apa bagi masa depan mereka.

Bersambung

1
Mega Arum
sebenarnya kasihan Ratna,..
Mega Arum
kemungkinan itu anak setan 🤨
HERMAWAN 505: bisa jadi karena pak Rahmat itu mandul
total 1 replies
Mega Arum
kasihan Ratna...
Mega Arum
mampir lagi kak.. semoga lbh menarik dr novel sebelumnya,...
HERMAWAN 505: makasih banyak Mega Arumi, mohon dukungannya yah semoga bisa membuat kamu senang dengan hasil akhirnya.👍
total 1 replies
miilieaa
tulisan nya bagus banget😍
HERMAWAN 505: makasih kakak, semoga terhibur yah
total 1 replies
Wulandari Ayuningtyas
halo kak....udah aku like y
jangan lupa like back ke ceritaku 😁
HERMAWAN 505
cerita lokal yang menerik
HERMAWAN 505
makasih sudah mau mampir di novel ku. 🙏🙏🙏
Ara putri
Hay kak, saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku TUAN AYAZ TOLONG BERHENTI!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!