NovelToon NovelToon
Dibuang Keluarga, Didekap Sang Mafia

Dibuang Keluarga, Didekap Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arraziq

Selama dua puluh tahun, Aisha mengira dia adalah gadis paling beruntung karena diadopsi oleh keluarga kaya. Namun, segalanya berubah saat anak kandung keluarga tersebut, Clara, yang sempat hilang, akhirnya ditemukan. Seketika, posisi Aisha bergeser menjadi "pembantu" tak kasat mata.

Puncaknya terjadi ketika Clara terjerat hutang miliaran rupiah pada jaringan mafia kejam akibat gaya hidupnya yang liar. Enggan mengorbankan putri kandung mereka, orang tua angkat Aisha tega menumbalkannya. Aisha dipaksa menikah dengan Devan Alister, putra mahkota dari keluarga mafia terbesar sekaligus CEO muda yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.

Aisha mengira hidupnya akan berakhir di neraka. Devan menyambutnya dengan tatapan tajam dan peringatan keras agar Aisha tidak berharap lebih dari pernikahan kontrak ini. Namun, di balik sikap galak dan dinding es yang dibangun Devan, perlahan Aisha menemukan sisi lain dari sang CEO, kepedulian diam-diam yang mulai mengikis luka di hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arraziq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dosa Masa Lalu

   Ruangan VIP itu mendadak menjadi begitu dingin. Aroma parfum maskulin Devan bercampur dengan ketegangan yang pekat di udara. Suara isak tangis Aisha yang tertahan menjadi satu-satunya bunyi yang memecah keheningan setelah Hendra diseret keluar.

   Aisha melangkah satu titik lebih dekat. Tangan ringkihnya mencengkeram lengan kemeja Devan, meminta kejelasan yang selama ini tersembunyi di balik rahasia pria itu.

"Jawab aku, Devan!" panggil Aisha dengan suara bergetar hebat.

"Kenapa kamu bilang Hendra harus membayar harga untuk nyawa yang hilang dua puluh tahun lalu? Orang tuaku mereka meninggal karena kecelakaan tunggal, kan?! Itu yang selalu Papa, maksudku Hendra, katakan padaku!"

   Devan menatap jemari Aisha yang mencengkeram lengannya. Sorot mata elangnya yang biasanya tajam dan dingin, kini menyiratkan rasa sakit yang mendalam, sebuah rasa sakit yang sudah dia simpan rapat-rapat selama dua puluh tahun di dalam kegelapan hatinya.

   Devan menghela napas panjang, lalu perlahan mengangkat tangannya untuk menggenggam jemari Aisha yang bergetar. Genggamannya hangat, sangat berbeda dengan aura membunuh yang baru saja dia tampilkan pada Hendra.

"Ikut aku," ucap Devan pendek.

   Dia tidak menjawab pertanyaan itu di dalam kasino yang bising. Devan menuntun Aisha keluar melalui pintu belakang VIP, menuju mobil yang sudah bersiap. Sepanjang perjalanan di dalam mobil, tidak ada satu pun dari mereka yang bersuara. Aisha mengepalkan tangannya di pangkuan, sementara Devan terus menatap keluar jendela dengan garis rahang yang menegang keras.

   Mobil tidak kembali ke mansion Alister, melainkan melaju ke arah pemakaman eksklusif di perbukitan kota. Tempat itu sangat sunyi, hanya dihiasi rumput hijau yang tertata rapi dan lampu taman.

   Devan membawa Aisha berjalan menyusuri jalan setapak kecil di antara jajaran batu nisan. Langkah kaki Devan terhenti di depan dua batu nisan marmer hitam yang berdiri berdampingan di bawah pohon kamboja tua.

   Aisha menunduk, mencoba membaca nama yang terukir di atas batu nisan tersebut di bawah cahaya bulan.

   Mata Aisha membelalak. Napasnya tertahan seketika.

Batu nisan pertama bernama Aris Dirgantara bin...

Batu nisan kedua bernama Risa Kusuma binti...

   Itu adalah nama orang tua kandungnya. Orang tua yang wajahnya hanya bisa dia lihat lewat foto kusam yang ditinggalkan di panti asuhan sebelum Hendra mengadopsinya.

"Kamu, tahu tempat ini?" bisik Aisha, menoleh pada Devan dengan tatapan tak percaya.

"Setiap tahun, di tanggal kematian mereka, aku selalu datang ke sini," sahut Devan, suaranya terdengar sangat rendah dan berat.

   Pria itu berdiri di samping Aisha, menatap batu nisan tersebut dengan pandangan yang penuh akan rasa bersalah dan rindu.

"Kenapa, Devan? Kenapa kamu peduli pada orang tua kandungku?"

   Devan berbalik, kini sepenuhnya menghadap Aisha. Dia menatap lurus ke dalam manik mata gadis itu, membiarkan topeng 'CEO Mafia Tak Tersentuh'-nya tanggal sepenuhnya di depan makam tersebut.

"Karena malam di mana orang tuamu meninggal, adalah malam di mana aku kehilangan segalanya, Aisha," ujar Devan pelan.

"Malam di mana kita dipisahkan."

Aisha menggelengkan kepalanya, kebingungan makin menggerogoti pikirannya.

"A-Apa maksudmu...?"

"Kecelakaan dua puluh tahun lalu itu bukan kecelakaan tunggal konyol seperti yang dibilang Hendra padamu," Devan mulai menjelaskan, setiap kata yang keluar dari bibirnya bagai belati yang mengiris luka lama.

"Dua puluh tahun lalu, ayah kandungmu, Aris, adalah sahabat sekaligus rekan bisnis kepercayaan ayahku di Alister Group. Dan Hendra, dia adalah manajer keuangan yang serakah di perusahaan mereka."

   Dada Aisha berdebar makin kencang. Dia mendengarkan tanpa berani menyela.

"Hendra melakukan penggelapan dana besar-besaran di perusahaan," lanjut Devan dengan nada bicara yang kian dingin.

"Ayahmu menemukan bukti kejahatan itu dan berniat melaporkannya malam itu juga. Namun, Hendra yang panik mengetahui hal itu, nekat menyabotase rem mobil orang tuamu saat kalian sekeluarga hendak pergi."

Deg!

   Aisha merasa pijakan kakinya mendadak hilang. Tubuhnya melemas seketika.

"S-Disabotase...?"

"Ya," Devan menangkap bahu Aisha agar gadis itu tidak jatuh.

"Mobil orang tuamu hilang kendali di jalan bebas hambatan dan menghantam pembatas jalan dengan sangat keras. Orang tuamu meninggal di tempat. Tapi kamu, kamu yang waktu itu berusia lima tahun, berhasil selamat karena ibumu memelukmu sangat erat di kursi belakang."

   Air mata Aisha menetes makin deras, membasahi pipinya yang pucat. Potongan-potongan kilasan memori yang selama ini terkunci rapat akibat trauma mendadak berputar liar di kepalanya, suara benturan keras, bau gosong, dan rasa hangat dari dekapan seorang ibu sebelum semuanya menjadi gelap gulita.

"Lalu... kenapa Hendra mengadopsiku?" tanya Aisha dengan suara yang runtuh sepenuhnya.

Devan mengepalkan tangannya.

"Bukan karena rasa bersalah, Aisha. Jangan pernah berpikir pria iblis itu punya nurani. Hendra mengadopsimu dari panti asuhan beberapa bulan setelah kecelakaan hanya untuk menghilangkan jejak dan mencuci namanya di depan publik. Dia pura-pura menjadi pahlawan yang mengadopsi putri dari sahabatnya yang bernasib malang, agar tidak ada polisi yang mencurigai keterlibatannya dalam kecelakaan itu!"

  Rasa sakit yang teramat sangat menghantam dada Aisha. Dua puluh tahun, selama dua puluh tahun dia menganggap Hendra dan Sinta sebagai pahlawan yang telah memberinya kehidupan. Dia menahan segala penyiksaan mental, dianggap pembantu, hingga ditumbalkan demi anak kandung mereka, hanya untuk mengetahui bahwa pria yang dipanggilnya 'Papa' adalah pembunuh yang merebut kebahagiaan dan nyawa orang tua kandungnya sendiri.

Aisha menangis histeris. Dia mencengkeram dada kemeja Devan, menyembunyikan wajahnya di sana sambil terisak keras. Seluruh dunianya terasa hancur berkeping-keping.

Devan merengkuh tubuh ringkih Aisha ke dalam pelukannya. Dia memeluk gadis itu dengan sangat erat, meletakkan dagunya di atas kepala Aisha, membiarkan kehangatan tubuhnya menjadi sandaran bagi gadis yang sedang hancur itu.

"Kenapa..." tangis Aisha pecah di dalam dekapan Devan.

"Kenapa takdirku sangat kejam, Devan. Kenapa mereka tega melakukan ini padaku.?"

"Aku tahu, aku tahu, Aisha." Bisik Devan lembut, jemari tangannya mengusap punggung Aisha yang bergetar hebat.

"Maafkan aku karena baru membawamu keluar dari neraka itu sekarang. Maafkan aku karena butuh waktu dua puluh tahun untuk menemukannya."

Aisha mendongak dari pelukan Devan dengan mata yang basah dan sembab.

"Lalu, kamu, anak laki-laki di foto itu?"

Devan tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat tulus dan penuh dengan kerinduan yang mendalam. Jari jemarinya dengan lembut mengusap sisa air mata di pipi Aisha.

"Malam sebelum kecelakaan itu terjadi, kita berjanji di bawah pohon taman rumahku," bisik Devan dengan suara baritonnya yang menenangkan.

"Aku memberimu kotak musik itu, dan kamu berjanji akan menjaganya. Aku berjanji akan selalu melindungimu dan menikahimu saat kita besar nanti."

Aisha terpaku. Kata-kata Devan meruntuhkan sisa-sisa keraguan di hatinya.

"Setelah kecelakaan itu, Hendra menyembunyikan keberadaanmu dan mengubah identitasmu hingga aku kehilangan jejakmu selama belasan tahun," lanjut Devan, matanya memancarkan tekad yang kuat.

"Aku bersumpah pada diriku sendiri, aku akan membangun kerajaanku, menjadi cukup kuat hingga tidak ada satu orang pun yang bisa menyakitimu lagi. Dan saat aku akhirnya menemukanmu berada di tangan Hendra sebagai jaminan hutang Clara, aku tidak ragu sedikit pun untuk menarikmu kembali ke sisiku, Aisha."

Aisha menatap Devan dengan pandangan tidak percaya. Segala kebingungan, rasa takut, dan prasangka buruknya pada sang CEO Mafia mendadak sirna. Di balik sikap galak, dingin, dan kata-kata kasarnya selama ini, Devan adalah anak laki-laki kecil yang tidak pernah menyerah mencari dirinya, pria yang rela masuk ke dalam lingkaran hitam demi membalaskan dendam orang tuanya dan melindunginya.

"Devan." bisik Aisha lirih.

Devan mendekatkan wajahnya, mengecup kening Aisha dengan durasi yang lama dan penuh penghayatan, sebuah kecupan janji yang melintasi ruang dan waktu dua puluh tahun.

"Pernikahan ini mungkin dimulai dengan transaksi di atas kertas, Aisha," Devan berbisik di depan wajah Aisha saat menarik diri sedikit.

"Tapi di hatiku, kamu adalah satu-satunya istriku, cinta masa kecilku, dan alasan aku bertarung sampai hari ini."

Di atas bukit pemakaman yang dingin itu, di bawah saksi bisu orang tua kandungnya dan rembulan malam, Aisha akhirnya menemukan pelabuhan terakhirnya. Namun, dari kegelapan kota di bawah sana, sebuah ancaman baru yang lahir dari keputusasaan keluarga Hendra dan Clara tengah mengintai, siap melancarkan serangan balasan terakhir mereka.

1
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!